NovelToon NovelToon
Mr. Budiman Is My Husband

Mr. Budiman Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Teen Angst / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sischa Daniasri

Apa jadinya jika menikahi seorang pria yang seperti kulkas berjalan? Pria itu sangat irit sekali berbicara.

Kisah ini dialami oleh Adinda Susanto. seorang gadis barbar dipaksa menikah dengan pria kulkas berjalan. namun Dinda nama panggilannya, tidak akan mau tunduk dengan segala perintah pria kulkas itu.

Justru Dinda akan membalikkan semua keadaan. gara-gara ulah Dinda, Budiman nama kulkas berjalan itu diam-diam jatuh cinta kepadanya.

Apakah mereka saling mencintai satu sama lain? Apakah rumah tangga mereka bertahan hingga akhir hayat? Apakah Budiman akan bercerai demi seorang kekasihnya yang sangat dicintainya itu?

Saksikan kisah Dinda gadis barbar bersama Budi si pria kulkas berjalan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sischa Daniasri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

"Sumpah... Aku tidak pernah melakukan perselingkuhan itu. Aku memang habis dari Belanda. Bukankah kita memiliki perjanjian yang sah terhadap hubungan ini?" tanya Kanaya.

"Hubungan ini sudah berakhir. Aku tidak akan mungkin mencintaimu lagi. Karena kamu sudah membuat aku sakit hati," Budi yang tidak memandang Kanaya sama sekali.

"Kalau aku ke Indonesia berarti ada pekerjaan di sini. Tapi aku jarang ke sini. Lalu kenapa kamu menuduhku jika aku selingkuh dengan pria lain. Ini tidak adil buat aku. Kita sudah bertunangan. Sebentar lagi kita akan menikah. Ayah dan ibu sudah sangat menyetujui pernikahan ini. Kenapa kamu tiba-tiba saja menuduhku berselingkuh?" tanya Kanaya sambil memandang wajah Budi dengan memelas.

Lalu Budi meraih ponselnya dan membaca isi email dari Kanaya. Sontak saja Budi terkejut. Isi email kedua adalah memberitahukan kalau Kanaya terdampar di Singapura beberapa jam. Jadi kesimpulannya di sini Budi menuduh Dinda adalah pembohong besar.

"Apakah kamu nggak baca email-ku? Sudah aku bilang, kalau aku sedang terdampar di Singapore dalam beberapa jam. Buat apa aku bohong sama kamu? Bohong itu tidak ada untungnya. Ayah dan ibuku menghubungiku berkali-kali untuk memastikan diriku baik-baik saja. Tapi kenapa kamu tidak mempercayainya," tanya Kanaya dengan suara lembut.

Tiba-tiba saja Budi bangun dan menghampiri gadis muda itu. Budi segera memeluknya dan berbisik, "Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Maafkan jika aku sendiri tidak menyadari kehadiranmu. Semua ini gara-gara Dinda sialan itu."

"Siapa itu Dinda? Kenapa kamu mempercayai gadis lain selain aku?" tanya Kanaya lagi.

"Dia adalah istriku. Aku memang dijodohkan olehnya. Tapi aku ingin menolaknya," jawab Budi yang membuat Kanaya shock berat.

Kanaya akhirnya marah dengan hebat. Gadis itu berteriak-teriak dan memaki Budi. Ia tidak menyadari kalau Budi telah menghianatinya. diam-diam Budi tidak menceritakan tentang pernikahannya itu.

"Katanya kamu setia! Katanya kamu menungguku hingga selesai S2! Katanya kamu ingin menikahiku! Buktinya apa sekarang! Aku tidak menyangka kalau dirimu adalah seorang penipu," maki Kanaya sambil memukul dada Budi.

Mendengar makian Kanaya, Budi langsung memegang tangan Kanaya dan mengecup mulut wanita itu. Lalu Budi berkata, "Tenangkanlah dirimu. Jangan sampai darah tinggimu kumat. Sekarang duduklah bersamaku. Aku akan menjelaskan semuanya, oke!"

Setelah mendapatkan kecupan dari Budi, Kanaya diam dan menetralisirkan keadaannya. Lalu Budi menjelaskan apa yang telah terjadi beberapa waktu belakangan ini.

Ketika mendengar penjelasan dari Budi, tangan Kanaya mengepal dengan kuat. Ia seakan tidak rela jika Budi menikah dengan orang lain.

Malam yang dingin di kediaman keluarga Santoso. Baru saja Dinda menyelesaikan pekerjaannya dikejutkan oleh kedatangan Budi. Datang datang Budi sudah memasang wajah sadisnya. Pria muda itu mendekati dan menarik bajunya. Dinda yang tidak siap hampir saja terjatuh. Namun Dinda dengan cepat menahan kakinya agar tidak jatuh.

"Lu semalem sudah membuat hoax ke gue!" geram Budi yang masih saja menarik baju Dinda.

Dinda hanya memutar bola matanya dengan malas. Ia tidak tertawa terbahak-bahak melihat Budi yang geram. Dengan cepat Dinda menarik tangan Budi dari bajunya. Lalu Dinda bertanya, "Apa maksud kamu?"

"Kamu adalah pembohong liar! Kamu hanya mengambil keuntungan dariku saja! Kamu sudah menjebakku dalam mulut buayamu itu," jawab Budi sambil menunjuk Dinda.

Jujur saat ini Dinda tidak terima dengan alasan itu. Dinda hanya tertawa sinis memandang wajah Budi. Dirinya tahu kalau Budi sedang dipercaya oleh Kanaya. Segala informasi Kanaya sudah berada di tangannya. Ia tidak akan mungkin membukanya sekarang semuanya.

''Oh jadi ini... Yang namanya Budiman orangnya kulkas berjalan. Ujung-ujungnya kasar pada perempuan! Makanya setiap wanita yang mau dijodohkan oleh Budiman, ternyata mundur sendiri-sendiri," ledek Dinda.

"Kau menghinaku!" bentak Budi.

"Memang aku menghinamu.yang namanya Budi itu memiliki jiwa yang baik dan sopan santun jika berbicara sama orang. Ini yang namanya Budiman orangnya kasar dan percaya pada yang namanya wanita ular itu. Terserah kamu mau ngomong apa sama aku. Aku tidak menyangka kalau pria yang menjadi suamiku tergila-gila pada pelakor. Ya sudahlah yang namanya nasibku memang selalu sial jika bersama pria seperti ini," ucap Dinda yang semakin menyulut emosi Budi.

Budi tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia kali ini benar-benar marah sama Dinda. Menurutnya Dinda sudah membuat hoax tentang Kanaya. Bisa-bisanya Dinda memutar balikan fakta. Namun dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Kita cerai hari ini!" Budi langsung mengambil keputusan malam ini juga.

"Oh cerai... Ya sudah... Memang kamu bukan pria yang memiliki pendirian dan prinsip yang kuat di dalam hatimu itu. Kamu tidak lebih baik dari mantan kekasihku yang bernama Rizal. Andai saja Rizal masih ada, Aku tidak akan mungkin menerimamu sebagai suami. Meskipun Rizal tidak ada, aku juga tidak akan mungkin menerimamu sebagai suami. Jujur kondisi ini membuat aku terdesak harus menerimamu!" tegas Dinda yang tidak merasakan sakit hati terhadap perlakuan Budi.

"Kamu!" bentak Budi.

"Nggak usah membentak seperti itu. Sekarang sudah malam. Lebih baik kita tidur saja. Besok aku harus pergi ke Jogja untuk meeting bersama cabang di sana. Sudahlah enggak usah memperpanjang masalah ini! Lagian juga aku rugi menanggapimu," ucap Dinda dingin lalu meninggalkan Budi dan keluar dari kamar.

Brakkkkk!

Dinda memang sengaja membanting pintu itu. Dinda memberikan kode kalau dirinya sangat marah sekali. Ia tidak mau harga dirinya diinjak-injak oleh pria.

Sedangkan kedua orang tua Dinda keluar dari kamar. Orang tua Dinda sangat terkejut mendengar pintu dibanting. Lalu mereka mendekatinya sambil mengajak Dinda masuk ke dalam kamar.

"Ada apa? Tiba-tiba saja kamu membanting pintu kamarmu," tanya Malik.

"Nggak ada apa-apa Yah," jawab Dinda.

"Nggak ada apa-apa kok banting pintu. Pasti kamu bertengkar dengan kulkas berjalan itu. Sudah Ibu bilang jangan terima lamarannya. Tapi kamu tetap saja menginginkannya," kesal Tia.

"Aku tidak menginginkannya. Aku hanya membantu Mama Camelia dan papa Kartolo. Mereka mengeluhkan tentang Budiman. Sudah hampir dua tahun ini Budiman selalu membangkang Apa perkataan mereka. Hingga adiknya pun menangis dibuatnya. Aku tidak akan membiarkan hidupnya bahagia bersama Kanaya. Begitu juga dengan Kanaya, Aku tidak akan membiarkan Kanaya tertawa di atas penderitaan aku dan kedua orang tua Budiman," jelas Dinda yang kesal terhadap Kanaya dan Budiman.

"Kenapa kamu kesal seperti itu dengan Kanaya?" tanya Malik yang melupakan peristiwa yang di mana calon menantunya tewas mengenaskan.

"Masa ayah lupa dengan kejadian lima tahun silam. Yang di mana Kanaya sudah membunuh Rizal. Aku menyesal karena saat itu tidak berada di sampingnya. Aku yakin saat itu Kanaya yang telah membunuhnya. Semakin ke sini feelingku semakin kuat. Terkadang aku mimpi bertemu Rizal.Rizal hanya memberikan satu kode yang sampai saat ini belum terpecahkan olehku," jelas Dinda yang membuat Malik terkejut.

"Apakah itu benar?'' tanya Malik yang semakin penasaran tentang kematian Rizal.

1
Mr. Turtore.
kereen
JellyCuddles
Ceritanya bagus kak. Alurnya juga asik jadi bikin ga bosen hihi
Mr. Turtore.
oke
HippySunshine
Yes akhirnya upp!!,seneng bangett
moonjuice
Thor up nya yang cepet dong...
Mr. Turtore.: sabar ya.
total 1 replies
peto
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
Mr. Turtore.: sabar ya..
total 1 replies
TripleAdorable
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
flower bean
thor sehat-sehat ya supaya terus berkarya
Eja Drajat Adriansyah
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
Badai Putih
author emang debest deh, pacar aja kalah nyenengin hati aku! karyamu selalu ditunggu!
Girl Moon Maker
Apa kak author ga denger jeritan hatiku buat kk lanjut bab baru?
Kepala Pil
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
Mrextinct Hashtag
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll😍😘
enjouecollectif
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
floufrouu
Baca cerita kakak kayak lilin yang terkena api.. meleleh banget..
Hulk
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
coastbycoast
Lanjuting dong thor, seru!
Eli Usada
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
random acts of pastel
hwaaaa lanjut g thorrr...klo g aku nangisss😭😭
Mr. Turtore.: jangan menangis....tenang saja nanti ada kelanjutannya setiap hari
total 1 replies
BeijingBand
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!