NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Sahabat

Penyesalan Seorang Sahabat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dhevy Yuliana

Suatu Hari, di sebuah rumah mewah yang berada di kota X negara A, dua orang anak manusia tengah asyik mengucapkan janji di bawah bintang dan bulan yang bersinar di langit.

" aku berjanji, akan selalu menyayangimu karena kamu adalah salah satu orang yang menerimaku apa adanya." ucap seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang Bernama Devia Maharani

Mendengar hal itu, anak laki laki yang berusia 11 tahun, seketika menoleh dan tersenyum tipis. " aku janji akan melindungimu sampai kapanpun." ucap laki-laki itu yang bernama Rivaldo Abbas.

seiring berjalannya waktu, dan seiring bertambahnya usia mereka, membuat sikap Rivaldo lambat laun semakin berubah.

Hal itu seketika membuat Devia merasa sangat begitu sedih hingga suatu kejadian yang sangat fatal menimpa gadis itu.

hingga membuat Devia sangat membenci Rivaldo. Mampukah Rivaldo meluluhkan hati sahabat kecilnya kembali. dan Akankah, Devia menerima dan memaafkan kesalahan sahabatnya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghindar

" kalian berdua, bermaksud untuk menghasutku agar tidak berteman dengan Devia kan?" tanya Yeslin Seraya menatap ke arah dua orang kakak kelasnya itu dengan tatapan setajam silet.

" Siapa yang ingin menghasutmu. yang kami katakan itu benar adanya kok," ucap Melani dengan menatap sinis ke arah Yeslin.

Sementara itu, Yeslin yang mendengar perkataan Melani dan juga Celine, hanya menatap mereka berdua dengan tatapan Jengah.

" Sudahlah Kak lebih baik, kalian semua segera pergi dari sini. Aku tidak akan pernah terpengaruh terhadap ucapan bohong kalian. karena apa yang kalian katakan itu hanyalah bullshit Semata." ucap Yeslin Seraya melangkahkan kakinya pergi dari ruang kelas itu.

Karena memang rencananya, Yeslin akan menunggu Rivaldo dan juga Devia di kantin sekolah SMP saja. karena gadis cantik itu, merasa Jengah dengan perbuatan dan kedatangan kedua kakak kelasnya itu terus menerus.

Sementara Melani dan juga Celine ya memang masih berada di sana, merasa begitu geram. karena mereka semua, ingin mencoba memisahkan Devia dengan teman-temannya.

" Lalu bagaimana ini Celine, apa kita akan terus mencoba menghasut gadis ingusan itu?" tanya Melani menatap ke arah adik tingkatannya itu.

" Sudahlah Kak Melani, lebih baik Kakak masuk kelas saja. Bukankah Kakak bilang, kalau pagi ini ada kelas?" tanya Celine pada gadis berusia 19 tahun itu.

"hmm, Baiklah kalau begitu, aku masuk kuliah dulu. dan jangan lupa, kamu harus mempunyai rencana yang jitu untuk menghancurkan gadis yang bernama Devia Maharani itu." ucap Melani Seraya menepuk pundak adik tingkatannya yang juga menjadi teman untuk menghancurkan Devia itu.

"hmm Kakak tenang saja. semuanya pasti akan baik-baik saja." ucap Celine tersenyum dengan raut wajah dinginnya.

Akhirnya mereka semua keluar dari ruang kelas Devia untuk menuju ke sekolah masing-masing yang memang berada di gedung yang sama hanya berbeda lantai saja.

****

Sementara itu di parkiran sekolah, Devia tampak baru turun dari atas motor. disusul oleh Rivaldo yang juga ikut turun dari atas motor.

semua mata, lagi lagi, menatap Devia dengan tatapan yang sangat beragam. ada yang menatapnya dengan tatapan sinis, ada yang menatapnya dengan tatapan penuh dengan kebencian, ada juga yang menatapnya penuh dengan rasa kasihan namun juga dengan ejekan.

" cewek pin-cang aja sok-sokan mendekati cowok terkeren di sekolah ini. mimpi banget tuh cowok ceweknya." ucap salah satu siswi yang kebetulan melewati Devia dengan melirik sinis ke arah gadis itu.

Seketika itu pula, wajah Devia segera memerah padamu. Karena rasa amarah ya meluap-luap di dalam dada. Sementara Rivaldo, laki-laki Tampan itu hendak melangkahkan kakinya menuju ke arah Siswi itu untuk memberikannya pelajaran.

Namun, hal itu segera diurungkan. saat merasakan, Devia menarik lengan baju laki-laki itu. dan setelah menoleh, Devia menggelengkan kepala.

" Nggak usah Kak. aku nggak mau Malah semakin membuat mereka semakin membenciku." ucapnya dengan memaksakan senyumannya.

Rivaldo yang mendengar itu, menghela nafas panjang. Kemudian, laki-laki itu menggenggam tangan Devia dan mengayun-ayunkannya ke depan dan belakang. seperti menunjukkan, bahwa Devia adalah gadis miliknya.

Hal itu tentu saja membuat Devia yang melihat itu, seketika tersenyum penuh dengan keharuan." Makasih ya Kak" bisik Gadis itu tepat di telinga Rivaldo. saat laki-laki itu sedikit membungkuk.

" sama-sama gembul, nggak usah sedih lagi lah. kamu itu tetap cantik di mata aku." ucap Rivaldo berbisik di telinga Devia.

Sementara Devia yang mendengar pujian dari sahabatnya itu, hanya dapat tersipu malu. dan dengan segera, gadis cantik itu menyeret Rivaldo untuk segera menuju kantin sekolahnya.

Karena memang gadis itu beberapa hari ini sangat tidak berselera untuk makan di rumah bibinya. bukan, bukan karena masakan sang Bibi tidak enak. Melainkan, karena beberapa hari ini dirinya sering teror oleh fans-fans berat sahabatnya itu.

Hingga membuat Devia merasa begitu jenuh. ada kalanya, Gadis itu ingin mengadukan semua pada Rivaldo. tentang apa yang dia rasakan beberapa hari ini. Namun, rasa kasih hanya lagi lagi mendominasi hatinya.

Karena memang Devia adalah sosok gadis yang sangat mudah luluh dengan permintaan Maaf seseorang. dan anehnya lagi, Gadis itu sangat merasa tidak enakan kepada orang yang meminta maaf setelah melakukan kesalahan dan kejahatan pada dirinya.

Kadang, Gadis itu merasa kebingungan. Kenapa dirinya memiliki sifat yang mudah sekali memaafkan. Terkadang dirinya sampai mengatai bodoh untuk dirinya sendiri.

****

Tak berapa lama, Devia dan Rivaldo telah sampai di depan Kantin Sekolah Devia. dan dengan segera, mereka berdua memasuki kantin. dan ternyata di sana, sudah ada Yeslin yang tengah duduk manis Seraya menikmati makanannya.

"hai Yeslin udah lama di sini?" tanya Devia Seraya menepuk bahu sahabatnya itu. Yeslin yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan tak lama berselang, gadis cantik itu segera beranjak dari duduknya meninggalkan Devia ya masih mematung di tempatnya.

" Yeslin kenapa Kak,?" tanya Devia dengan tatapan mata nanar. karena tidak biasanya, sahabatnya itu menghindari dirinya.

" Sudahlah, mungkin dia banyak urusan dan juga banyak pikiran. sekarang kamu pesan aja, biar aku yang bayar. itung-itung traktir si gembul." ucap Rivaldo meledek untuk menghibur dan menenangkan perasaan sahabatnya.

Devia yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. dan dengan segera, gadis yang memiliki rambut keriting itu, segera memesan apa saja yang ia suka. hal itu tentu saja membuat Rivaldo yang memandangnya, seketika menggelengkan kepala.

" kamu kecil-kecil Ternyata makanya banyak banget ya," ledek Rivaldo pada sahabat kesayangannya itu.

Mendengar, ledekan dari sahabatnya itu seketika membuat Devia menatap sinis. Seraya mencebikkan bibirnya." Biarin aja makan banyak, yang penting nggak gen-dut." ucap Devia Seraya menjulurkan lidahnya.

Rivaldo yang mendengar itu, hanya terkikik geli. dan dengan segera, mereka berdua menyudahi obrolannya. karena makanan yang telah mereka pesan, Akhirnya Datang Juga.

" setelah ini, aku ada les buat dance Kak, jadi jangan tungguin aku ya, aku bisa pulang sendiri." ucap Devia menatap ke arah Rivaldo.

" nggak, biar sama aku aja." ucap Rivaldo tanpa menoleh ke arah sahabatnya. dan dengan nada tegasnya.

Tentu saja hatiku tidak bisa dibantah boleh gadis tembem itu. jika Rivaldo telah mengeluarkan suara tegasnya. yang hanya bisa dilakukan, hanya menghembuskan nafasnya kasar.

" Iya deh terserah kamu aja." ucap Devia pada akhirnya dengan nada pasrahnya. Rivaldo yang mendengar itu, hanya tersenyum tipis. dan tentu saja hanya sebentar.

***

Sementara di dalam kelas, Yeslin tampak menatap kosong ke arah luar. Entah mengapa, dan Sejak kapan, pikirannya menjadi terkontaminasi dengan perkataan Melanie dan juga Celine. sehingga membuatnya, sedikit menghindar.

1
falea sezi
romantis nya
Dian Rahmawati
wah hanya sahabat
Dian Rahmawati
wah ternyata banyak yg suka sama Devia
DISTYA ANGGRA MELANI
Bru jg senang dikit udah di uji lagi.. Kasihan michael.. Setelah cinta dy dpat tp hrus pergi lbh dulu...
Dian Rahmawati
baru mau bahagia udh sedih aja si Devia
DISTYA ANGGRA MELANI
Kok malah michael jadi korban tabrak jngn bilng ini rencana rivaldo..
Dian Rahmawati
waduh kok tiba2 michele ditabrak
Dian Rahmawati
sweet nya
Dian Rahmawati
wah jadian
Dian Rahmawati
devia buka hati untuk Michele
Dian Rahmawati
michele gentle
Dian Rahmawati
michale mantap
Dian Rahmawati
perhatian nya
Dian Rahmawati
lanjut
Ci_Osyih Aenta
Novel yg bagus semangat yah
DISTYA ANGGRA MELANI
Apakah stlah ini davia pindah sekolah... & kebencian sampai mendarah daging sulit memaafkan???
DISTYA ANGGRA MELANI
Apa ini kak yg dimaksud kejadian fatal kak apa sopir taksi itu bukan sopir taksi yg asli orang suruhan..
DISTYA ANGGRA MELANI
Apakah nnti davia mengalami pelecehan seksual hingga membenci rivaldo..... Klo iya gak sabr buat nunggu pnyesaln rivaldo... Smngt
Jumi Saddah
👍👍👍👍
DISTYA ANGGRA MELANI
Kynya mw mendekati konflik yg mmng membuat rivaldo di rundung penyesalan..... Tp apa ya konflik nya msih pnsaran bngt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!