NovelToon NovelToon
CEO Takluk

CEO Takluk

Status: tamat
Genre:CEO / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Mamah AllRey..

Cassandra seorang gadis yang sejak lulus SMA tinggal sendiri terpisah dari mamanya. Keputusan ini diambil karena mamanya menikah lagi dengan seorang duda beranak satu, setelah papanya meninggal karena penyakit kanker. Perlakuan kakak tiri laki-laki yang dianggap sudah berlebihan, menjadikan Cassandra harus menempuh jalan itu. Beasiswa bidikmisi membantu Cassandra untuk mencapai cita-citanya, sehingga gadis itu diterima di Universitas Gajah Mada.

Selain mengandalkan dari living cost Bidikmisi, Cassandra menjadi free lancer worker, yang menangani event-event yang sering ada di kota Yogyakarta, sehingga gadis itu bisa hidup dengan layak dan mampu untuk menyewa apartemen. Pada tahun ketiga, lebih delapan bulan akhirnya Cassandra bisa menyelesaikan studinya dengan predikat Cumlaude. Sebagai bentuk apresiasi, Divisi ALumni Kemahasiswaan memberikan peluang kerja yang dapat dimasuki oleh Cassandra begitu gadis itu lulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 Isu

Herlambang membawa buket yang berisi bunga segar di tangannya, dan tangan kanannya menenteng goodie bag berisi makanan. Tidak tahu mengapa, selepas Maghrib, laki-laki itu membawa buket dan makanan ke apartemen Cassandra. Sesampainya di pintu lift, laki-laki itu segera menekan tombol menuju ruangan yang ditempati oleh gadis itu. Tidak lama kemudian, karena hanya berada sendiri di lift, maka laki-laki itu dengan cepat sampai di lantai tempat kamar yang ditempati Cassandra berada.

"Teettt..." Herlambang menekan tombol masuk ruangan. Beberapa saat laki-laki itu menunggu di depan pintu, dan sambil menunggu pintu dibuka, Herlambang mencium baju atasan yang dikenakannya.

"Syukurlah masih harum.." gumam Herlambang bicara sendiri.

Tidak lama kemudian, pintu dibuka dari dalam, dan terlihat Cassandra yang mengenakan baju santai membuka pintu lebih lebar. Melihat Herlambang yang ada di depan pintu kamarnya, gadis itu mengerutkan dahi. Cassandra merasa tidak membuat janji bertemu dengan laki-laki itu.

"Mas Herlam.. tumben sekali, malam-malam sampai disini mas. Kita tidak ada janji untuk bertemu bukan..?" merasa tidak membuat janji, dengan polosnya Cassandra bertanya pada laki-laki itu.

"Kita tidak ada janji Sandra.. kebetulan saja tadi lewat di komplek daerah sini, sambil cari-cari referensi buku untuk penyelesaian studiku. Lihat penjual bunga, aku berpikir jika ruanganmu terlalu garing untuk ukuran kamar cewek, makanya aku bawa bunga segar kemari. Lumayan kan bisa menyejukkan mata.." sambil tersenyum, Herlambang menanggapi perkataan Cassandra,

"Oh gitu.. ya sudah.. masuk mas.." Cassandra segera membuka pintu lebar-lebar, dan mengganjal pintu agar tidak membuka sendiri. Berada di kota besar sendiri, gadis itu berpikir untuk bertindak lebih hati-hati. Meskipun sudah beberapa kali, melakukan pertemuan dengan laki-laki di depannya itu, tetapi dirinya belum mengetahui seluk beluk Herlambang.

Herlambang tersenyum dan mengikuti gadis itu masuk ke dalam kamar apartemen. Tidak ada pertanyaan yang keluar dari bibir laki-laki itu, melihat Cassandra menahan agar pintu tetap terbuka. Sebagai laki-laki yang berasal dari wilayah Jawa, yang tahu adab dan kesopanan, Herlambang bisa menerima tindakan yang dilakukan oleh Cassandra.

"Ada piring Sandr.. jika ada sekalian ambil ya. Kebetulan aku juga bawa martabak Pacenongan, kita bisa makan bareng-bareng." sambil duduk di sofa, Herlambang meminta Cassandra mengambil piring.

"Jangan salah mas.. Sandra masuk kesini bersyukur banget. Tidak perlu siapkan peralatan apapun, semua sudah lengkap tersedia, tinggal menggunakannya." Cassandra berjalan meninggalkan Herlambang menuju ke bagian pantry.

Beberapa saat di pantry, Cassandra membuat satu teko kecil teh manis panas, dan dua cangkir kosong dalam nampan. Gadis itu membawa nampak ke meja, dan Herlambang mengambil nampan itu dari tangan Cassandra. Tanpa bicara, gadis itu kembali masuk ke dalam pantry, kemudian mengambil piring besar, dua cawan dan garpu,. Tidak lama kemudian, Cassandra kembali menemani Herlambang di sofa.

"Ga ada kerjaan Sandr.. terlihat santai malam ini.." Herlambang membuka pembicaraan sambil memasukkan garpu berisi potongan martabak ke mulutnya.

"Tidak ada mas.. Sandra selalu berusaha tidak membawa pekerjaan pulang. Semua sudah Sandra selesaikan di kantor, jadi ketika di rumah, aku full istirahat." gadis itu menanggapi pertanyaan Herlambang, sambil sesekali meneguk teh hangat langsung dari cangkirnya.

"Bagus itu Sandr.., berarti kamu punya prinsip. Hanya perlu istiqomah saja mempertahankannya agar tidak hilang." sahut laki-laki itu.

Dua anak muda beda jenis itu berbincang sampai pukul sembilan malam. Mereka membicarakan studi laki-laki itu, dan kendala yang dihadapi oleh Herlambang. Cassandra berjanji untuk membantu Herlambang menyelesaikan skripsinya, dan laki-laki itu menyetujuinya. Karena waktu sudah berada di pukul sembilan, untuk menghormati Cassandra, Herlambang pamit pulang untuk menjaga privacy gadis itu.

*****

Pagi Harinya

Cassandra merasa bingung ketika sampai di lobby, kembali gadis itu merasakan tatapan sinis dari para karyawan lain. Padahal beberapa hari terakhir, mereka seperti sudah bisa menerima kehadiran gadis itu di perusahaan. Tetapi kali ini, kembali terjadi gunjingan yang ditujukan untuk gadis itu.

"Tahu dirilah kita sebagai karyawan.. jangan suka menjatuhkan teman. Mentang-mentang sedang berada di posisi atas, seenaknya saja mematikan teman lain." terdengar ucapan dengan nada sarkasme di belakang Cassandra.

Cassandra yang sedang berjalan menuju pintu lift terdiam dan berhenti sejenak, namun merasa tidak ada manfaatnya mendengar omongan itu, gadis itu terus berjalan.

"Iya.. tega-teganya mengganggu kerjaan karyawan senior. Pekerjaan dia sebagai apa, kenapa sok pintar menyoroti dan memberi saran kerjaan dari Divisi lain.. Cari muka banget sih.." kembali terdengar cemoohan dari belakangnya.

"Hmmm... jadi sekretaris eksekutif memang bisa menjadi jalur pintas sih. Apalagi dengan mudah, punya peluang untuk memanjat tempat tidur pimpinan. Denger-denger.. sudah dapat fasilitas apartemen lagi. sedangkan kita mana.. Sudah lama jadi karyawan.. boro-boro apartemen, kost-an saja tidak difasilitasi." mendengar posisi pekerjaannya disebut, Cassandra menghentikan langkah kemudian berbalik ke belakang.

Karyawan yang membicarakan Cassandra terkejut, mereka tidak menyangka akan keberanian gadis itu melihat mereka dengan tatapan menantang. Seketika mereka menjadi merasa gugup, dan saling berpandangan mata antara satu dengan lainnya. Tanpa takut, Cassandra berjalan mendatangi empat orang karyawan yang sejak tadi membicarakannya. Dari depan lobby, security hanya melihat dari jauh tidak berani mendekati orang-orang itu.

"Tadi saya seperti mendengar ada yang menyinggung tentang posisi saya dalam perusahaan. Apakah kalian iri, atau punya cita-cita untuk menduduki posisi itu tetapi tidak kesampaian.. sehingga sampai hati kalian bicarakan itu di belakang saya..?" dengan senyum sinis, Cassandra bertanya pada orang-orang itu. Gadis itu mengedarkan pandangan melihat satu persatu ke mata empat orang yang sejak tadi menyindirnya di belakang.

"Ingat mbak.. jika tidak mau menjadi omongan karyawan lain, bertindaklah secara wajar. Jangan suka menjatuhkan orang lain.." tiba-tiba satu dari orang itu berani menjawab perkataan Cassandra.

"Aku menjatuhkan orang lain..?" Cassandra bertanya, sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Datangkan sekarang juga orang yang merasa aku jatuhkan, dalam forum apa, dan dimana. Jika kalian tidak bisa menunjukkan orangnya, aku bisa melakukan somasi pada kalian. Hati-hatilah dalam berbicara, siapa sebutkan.." dengan ekspresi datar, Cassandra kembali bertanya.

Melihat keberanian gadis itu, para karyawan itu menjadi terkejut, dan bertambah gugup. Sebenarnya mereka tidak mendengar sendiri, hanya mencuri dengar dari omongan para karyawan yang lainnya.

"Ayo katakan.. siapa yang merasa aku jatuhkan. Kita tabbayun.. konfirmasi.. biar tidak ada dusta di antara kita..' sambil tersenyum, Cassandra kembali meminta kejelasan.

Semakin ditatap oleh Cassandra, para karyawan itu semakin gugup. Mereka speechless, dan tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Beberapa saat Cassandra menunggu penjelasan dari orang-orang itu, karena tidak ada respon akhirnya gadis itu meninggalkan mereka.

"Okay.. aku tidak suka mencari keributan, dan juga tidak akan memperpanjang masalah. Tetapi ingat, jika lain kali aku mendengar omongan buruk tentangku, yang tidak ada dasarnya, maka ingat hukum yang akan berbicara. Akan ada somasi untuk kalian.." sambil berjalan dan menunggu lift, Cassandra membuat penegasan kalimatnya.

********

1
anita
andreas lelaki bertanggung jwab
anita
critanya bgus pol
Ani Ashari
Kecewa
Ani Ashari
Buruk
anita
sandrina satu saat pasti wara wiri k canada buat nyairne duit jebak aja
anita
tancap gas aleeex
anita
gk usah kbnyakan mkir nyonya sheila
anita
waaaahh andreas meski dingin tp ganas jg ya
anita
ya iyalah her...orang sandra kan bininya masak berbagi
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor /Smile/
Sintia Dewi
herlambang awalnya aja blang keinget adeknya dan udh nganggep kyka adeknya yg tinggal jauh tp lama2 demen terus ditolak jadi obsesi...sok mresa berjasa
🥑⃟🐊alarm
.
Ratih magani
mamanya Herlambang jg deh
erma
bagus ceritanya.
erma
baru gabung baca
Siti Ardiahty
Luar biasa
Dilan dah
kalo liat dari time line usia anak nya seharusnya ratu plaza sudah ada
Resta Aulina
Luar biasa
Putra Harjosari
izin membaca ya
Ijah Ijah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!