Egin seorang gadis muda , anak pejabat yang memilih hidup mandiri sejak meninggalnya mamanya. Dengan mengubah penampilannya seperti gadis culun, Egin sering dibully di sekolah, namun semua dibuatnya tercengang karena kehebatannya yang tidak terduga. Bahkan Orland cowok paling ganteng di sekolah yang awalnya cuek menjadi jatuh cinta dibuatnya. Egin juga bisa mengungkap misteri dibalik meninggalnya mama tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Mencari Bukti
Orland malam ini menelpon Egin, dia sangat kangen dengan pacar cantiknya itu.
Beberapa hari tidak bertemu Egin membuatnya galau.
Egin sebenarnya ingin sekali menceritakan tentang semuanya pada Orland, tapi dia ragu.
Belum waktunya , biar dia dan Om Yoga saja yang mengetahui masalah ini.
" Sayang.....kangen nich.." kata Orland merajuk
" Yeee baru aja gak ketemu beberapa hari " ledek Egin
" Rasanya kayak setahun lebih tidak ketemu "
" Jangan lebay ah"
" Kamu baik-baik ya disana, jangan lupa makan dan sering-sering hubungi aku. Okey?"
" Iya....iya....kamu disana jangan nakal ya."
" Aku akan selalu jaga hati dan perasaanmu meski kamu jauh dari aku sayang"
" So sweet..."
" Good night... My honey sweety "
" Good night"
Egin tidur malam ini , dia berencana pergi besok jalan-jalan dengan Om Yoga dan Om Hermawan. Papa besok tidak bisa ikut jalan ada teman papa yang mengajak ketemuan.
Pagi ini Egin sudah siap untuk pergi jalan keliling . Dia ingin jalan sendirian seputar kompleks daerah tempat tinggal Om Hermawan.
Sebelum nanti dia jalan bareng dengan Om Yoga dan Om Hermawan.
Saat melintas rumah yang ada di ujung jalan , Egin melihat siluet wanita yang sedang berjalan menuju halte bus di seberang.
Egin mengejarnya, aku akan dapatkan kamu , batin Egin.
Egin terus mengikutinya sampai wanita itu naik bus. Egin ikut naik bus.
Wanita itu turun dan menuju ke sebuah toko kue. Rupanya dia bekerja di toko kue .
Egin tetap mengikuti , topi yang dia pakai pagi ini sangat membantunya supaya tidak dikenali oleh wanita tersebut.
Egin segera menghubungi Om Yoga.
" Om.....aku melihat Wati di sekitar rumah Om Hermawan, aku mengikutinya . Dia bekerja di toko kue Om. Aku sudah share lokasi Om segera kesini ya"
" Tunggu sampai Om datang, jangan sampai dia melihatmu Non Egin"
Yoga segera menyusul Egin sesuai lokasi yang sudah dikirimkan oleh Egin .
Egin mengamati dari kejauhan , dia terus mengamati orang-orang yang keluar masuk pintu toko kue tersebut.
Saat Om Yoga datang, Egin segera mengajaknya masuk ke dalam toko kue tersebut.
Dan ternyata di dalam mereka tidak menemukan wanita ynag tadi dilihat Egin.
" Sepertinya kepergianku yang buru-buru tadi membuat Hermawan curiga dan menyuruh Wati diam-diam meninggalkan toko melalui pintu belakang."
" Maaf Om, aku ceroboh"
" Bukan salah Non Egin, kita coba tanya ke seluruh pegawai di toko ini"
" Sudah pasti jawabnya tidak kenal lah Om. Ini kan toko kue punya Om Hermawan!"
" Dari mana kamu tahu? "
" Papa pernah cerita salah satu usaha Om Hermawan adalah toko kue, ada beberapa outlet di kota ini."
Setelah Yoga menyisir tempat itu, Yoga dan Egin segera meninggalkan toko tersebut.
Yoga mencoba menghubungi temannya yang dinas di kepolisian untuk meminta ijin melihat rekaman cctv di jalan sekitar toko kue tersebut. Dan melalui rekaman cctv dari orang-orang di sekitar tempat tersebut, mereka bisa melihat pergerakan Wati yang pergi meninggalkan toko kue dan pergi bergegas ke arah alat transportasi umum yang ada disana.
Tidak butuh waktu lama mereka bisa mendapatkan info tentang keberadaan Wati.
Egin segera mendatangi tempat tinggal Wati, perawat yang pernah merawat mamanya dengan ditemani oleh Om Yoga.
" Hai Kak Wati.....!" seru Egin mengagetkan Wati. Raut wajah cemas dan takut ada di wajah Wati saat itu. Namun Wati berusaha menutupinya.
" Hai Non Egin, ada di sini? Apa kabar Non? Oh sama Tuan Yoga juga? Mari...mari silahkan masuk" jawab Wati mencoba berbicara setenang mungkin.
" Wati , kenapa kamu meninggalkan negara kita? " tanya Yoga setelah mereka masuk ke rumah Wati.
" Sa...saya kebetulan diterima kerja disini Tuan. Jadi saya mencoba mengadu nasib di negeri orang".
Belum sampai mereka berbicara banyak , ponsel Egin berdering, Om Hermawan yang sudah menunggunya untuk berjalan-jalan menghubunginya supaya Egin segera pulang.
Yoga dan Egin segera berpamitan dengan Wati untuk pulang menemui Hermawan.
Mereka sudah janjian untuk berjalan-jalan bersama hari itu.
Di tengah perjalanan Egin meminta Om Yoga untuk menyelinap ke kamar Om Hermawan pada saat dia dan Om Hermawan pergi nanti.
Untuk mencari suatu petunjuk di kamar atau di ruang kerja Hermawan.
Egin ingin supaya Yoga mendapatkan setidaknya riwayat kesehatan mamanya yang kemungkinan diserahkan Wati kepada Hermawan . Egin yakin riwayat kesehatan yang sebenarnya pasti ada di tangan Om Hermawan.
Sesampainya di rumah Hermawan. Hermawan tampak biasa saja.
" Akhirnya kalian pulang. Ayo kita pergi jalan " kata Hermawan.
" Oke Om , lets go"
" Tuan maafkan saya, saya diminta Tuan Hendra untuk menemaninya menemui klien"
" Well...okey. Jika begitu kita hanya berdua saja Egin."
" Oke Om, kita pergi sekarang? Om Yoga salam buat papa ya !"
" Oke have a nice day "
Sepeninggal Hermawan dan Egin, Yoga meluncur pergi terlebih dahulu untuk membeli sesuatu, kemudian kembali lagi ke rumah Hermawan. Orang yang biasa membantu membersihkan rumah Hermawan masih ada disana.
Yoga bisa leluasa masuk ke rumah. Yoga terlebih dahulu masuk ke kamar tempat dia tidur di rumah itu.
Dia meretas semua cctv di rumah itu terlebih dahulu.
Dia mulai masuk ke ruang kerja Hermawan.
Kebetulan tidak dikunci. Yoga membuka laci meja kerjanya. Tidak ada satupun petunjuk tentang barang yang dicarinya.
Yoga melangkah menuju rak lemari di ruangan tersebut.
Ada map warna hijau putih sama seperti map dari rumah sakit tempat Ellyes periksa.
Dia coba buka map tersebut. Benar dugaannya bahwa itu adalah berkas nyonya Ellyes.
Segera map itu dibawanya ke dalam mobil dan Yoga segera pergi. Tidak lupa dia kembalikan lagi program cctv di rumah Hermawan.
Yoga membawa map itu untuk menemui salah satu dokter temannya yang bertugas disana.
Yoga ingin memastikan apakah obat-obat yang diresepkan untuk diminum nyonya Ellyes salah satunya adalah kapsul lunak yang ditemukan oleh Egin.
Sesaat setelah berbincang dengan dokter, Yoga dijelaskan bahwa semua resep itu untuk pengobatan lambung. Karena memang penyakit nyonya Ellyes adalah sakit lambung.
Dan tidak ada satupun tertera dalam resep itu ada kapsul lunak yang dimaksud oleh Yoga.
Sudah pasti itu obat lain yang sengaja diberikan oleh Wati untuk menghabisi nyonya.
Yoga belum bisa menemukan bukti keterlibatan Wati dalam kasus ini.
Selain jenasah yang tidak diotopsi, sulit ditemukan bukti keterlibatan mereka. Rapi sekali kerjanya Tuan Hermawan.
Dengan adanya penemuan hari ini, Egin dan Yoga semakin curiga dengan Hermawan.
Sampai sejauh ini mereka belum menceritakan apapun pada Hendra Kusuma.
Mereka ingin mengumpulkan semua bukti dulu yang ada, baru berani menceritakan pada Hendra Kusuma. Karena bagaimanapun juga Hermawan adalah adik kandung Hendra Kusuma.
maaf ini tanya yah author 🙏🙏
aku team Orland - Egin. feel nya dapet banget.
mau munculin karisma Richard jg ga ngaruh. krn ngerasain "soul" itu susah lho.
jgn dibuat goyah thor. pasangan ini udh kuat banget "soul" nya