NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Menjadi Istri Karena Nafsu Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cece Virgo

Sekretaris idamannya selama dua bulan ini, tiba-tiba mengajukan diri ingin resign dari perusahaan yang dipimpin oleh Dave Felixio Ghaza. Seketika Dave tak terima, sebab selama ini wajah dan tubuh sang sekretaris merupakan objek fantasinya dalam menonton film biru.

Sang sekretaris yang bernama Mawar Kharisma itu pun menceritakan alasan sebenarnya dengan memasang raut wajah sedih. wajah itu sungguh membuat hati Dave terasa ngilu hingga Dave mengambil keputusan agar Mawar menjadi miliknya.

"Bercintalah denganku, maka urusanmu dengan mereka segera usai!"

"Maaf, Tuan. saya tidak bisa, kehormatan saya tidak dapat ditukar dengan apapun."

Apa yang akan dilakukan Dave setelah Mawar lebih memilih pergi dari dunianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bibi

Pagi-pagi sekali Mawar berkutat di dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi buat suami kontrakannya. Walau status kontrak yang keduanya sandangi, tetap saja Mawar harus melakukan kewajibannya sebagai istri. lagi pula telah menjadi kebiasaannya untuk mempersiapkan segalanya dari bangun tidur hingga akan menutup mata kembali.

Bahan masakan didalam kulkas hanya tersisa bahan seadanya, Mawar pun berpikir ingin membuat sarapan yang simple dan mengenyangkan.

"Wangi sekali!" pujinya, menghirup aroma masakannya yang langsung menggugah selera

Mawar segera menatanya ke atas meja makan, kemudian bergegas pergi ke kamar untuk lekas mandi tatkala sebentar lagi mereka akan bekerja seperti biasanya. Melihat Dave masih terlelap begitu pulasnya, sedikit membuat perasaannya lega. ia berharap Dave tidak lagi menghajarnya pagi ini.

Dari pada hal itu terulang kembali, lebih baik Mawar menyiapkan pakaiannya dan membawanya ke kamar mandi alih-alih ingin mengenakannya disana agar hidupnya aman dan tentram.

Mawar terkekeh mengejek kepada Dave yang belum tahu apa-apa. "Kau tidak bisa menghajarku, bweeek!"

Dave mengendus sesuatu yang menelisik masuk ke dalam rongga hidungnya. aroma wangi bersamaan dengan suara berisik berhasil mengusiknya. Dave mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, keningnya berkerut menahan silaunya kamar ini. sayup-sayup ia melihat sang istri tengah mengeringkan rambut dengan hairdryer, pantasan saja tidurnya terusik karna ulah perempuan itu.

"Sudah bangun?" Mawar menyapa, dari balik pantulan cermin ia melihat Dave sudah terjaga

"Sudah." jawabnya

"Segeralah mandi, sarapan udah ku buat, tuh!" titah Mawar

"Kau mandi duluan, ya?"

"Tentu saja. sungguh membuang-buang waktu kalau menunggumu bangun," ketus Mawar, segera beranjak dari duduknya.

"Ku tunggu sepuluh menit! nggak muncul juga, aku sarapan duluan." ancamnya

Mawar bergegas keluar dari kamar daripada berlama-lama di kamar singa, yang ada ia akan dimangsa lahap-lahap olehnya. Sungguh melelahkan, apalagi Mawar belum mempersiapkan alat kontrasepsinya. Mawar tidak ingin mengandung dari hasil benihnya, sebab ia tahu pernikahan ini hanya sementara dan dampak untuk sang anak sungguh ingin ia hindari.

**

Dave menuruni tangga dengan terburu-buru kala menghirup aroma wangi dari lantai bawah. Aroma masakan ini mampu mengaduk perutnya, membuatnya penasaran masakan apa yang diolah oleh sang istri.

Dave terpaku melihat Mawar sudah menyantap duluan sarapannya, ia menggeleng-gelengkan kepala tatkala memang sudah telat dari waktu yang ditentukan.

"Kau benar-benar tidak mau menungguku, ya!" ucap Dave setibanya dihadapan Mawar

"Sudah lima belas menit ini, siapa suruh lama!" kata Mawar

Dave memutar kedua bola matanya, perempuan ini memang selalu menguji kesabarannya. Ia pun beralih menatap beberapa hidangan dihadapannya, makanan inilah yang telah mengusik panca penciumannya hingga membuatnya penasaran.

Padahal cuma nasi goreng sama omelette, tapi wanginya enak banget. gumamnya dalam hati

"Makanlah sebelum dingin!" titah Mawar sembari menyendoki nasi ke dalam mulut

Dave mengangguk mengiyakan, kemudian menatap Mawar. "Kau yang masak?" tanyanya

"Tentu saja iya, siapa lagi coba." jawabnya dengan bangga

"Oh, masakan yang sederhana sekali," Dave seolah-olah meledeknya

"Bahan didalam kulkasmu hanya ada telor, daun-daun, sosis, bumbu, yasudah aku masakin itulah! sekalian ada sayur, ku buat bakwan untuk cemilanku di kantor." celetuk Mawar menunjuk bakwan dengan sorot matanya

"Ya, ya, ya." Dave mengangguk paham, segera mencicipi masakan Mawar yang pertama kali ia nikmati.

Keheningan terjadi kala sepasang insan ini dengan lahapnya menikmati sarapan pagi tanpa bersuara. hanya dentingan sendok yang memenuhi ruangan, hingga suara bunyi bell diluar sana membuat Mawar sedikit terhenyak. keduanya saling bertatapan, Mawar yang bingung segera bangkit berniat ingin membukakan pintu.

"Apa itu Assisten Refal? aku akan membukakan pintu." ucap Mawar

"Tunggu!" baru saja tiga langkah berjalan, Dave langsung menghentikan langkah Mawar

"Ada apa?" tanyanya

"Kau sudah selesai makan, kan? ke kamar saja dulu buat berdandan, aku yang akan membukakan pintu." saran Dave

"Oh, iya, ya? baiklah. tapi kalau sudah siap, beresin meja makannya, ya?"

"Aman!" ucap Dave dengan sangat yakinnya

Mawar menurut, ia pun kembali melanjutkan langkahnya dengan diikuti Dave dari belakang sembari mengelus dada seolah lega. Mawar menaiki anak tangga, sedangkan Dave melanjutkan langkah menuju pintu utama. Hari ini Dave tahu jika jadwalnya bibi yang akan membersihkan kediamannya. sial sekali ia lupa memberitahu untuk mengundur niat mereka.

Bila dipikir-pikir, hari esoklah waktu yang tepat untuk Bibi berkunjung, tatkala ia dan Mawar akan berangkat ke Bandung sesuai janjinya. namun hal ini tidak terpikirkan olehnya, membuatnya sedikit berharap bila Bibi tidak melihat keberadaan sang istri yang ia rahasiakan.

Ceklek!

"Selamat pagi, Tuan." kedua pembantu utusan dari kediaman orang tuanya pun menyapa, menunduk hormat kepada tuan mudanya

"Pagi." balas Dave

"Maaf, kami datang terlambat, Tuan. ini, saya bawakan sarapan pagi dari rumah besar." ucap Bibi menunjukkan paperbag yang berisi box makanan

"Ah, terima kasih. saya akan makan di kantor," ucap Dave dengan senang hati menyambutnya

Kedua bibi pun segera masuk setelah Dave mempersilakannya.

"Ohya, untuk urusan kamar, mulai hari ini tidak perlu ditangani. saya bisa sendiri, dan jangan pernah coba-coba untuk masuk."

...~Bersambung~...

1
Vanettapink Fashion
Luar biasa
Kartina
Thor lanjut ceritanya jgn putus tengah jln
yuning
luar biasa
Reza Muna
Luar biasa
Ei Quino
gi mna kelanjutan nya k
Riskiya ahmad
cumA dikit
Rifana Sitorus
Luar biasa
Nur Adam
lnjut
Indahgembul Pamungkas
kok ga update sih ini novel/Scowl/
Myca
Waaaa,
Susant Shanty
jangan lama2 up ceritanya
Deti Hika sopia
kaka lanjut donk ceritanya/Sob//Sob/
Ria Mariana
aduh nanggung amat ini cerita udah kasih vote juga belum ada respon lanjut ayo dong
Ria Mariana
aku suka ceritanya tidak terlalu ribet menurutku
siti yanti
Othor sayank mana kelanjuta ceritanya udah di sogok tuk vote sama segenggam mawar,up lagi dong
mamae zaedan
Luar biasa
mamae zaedan
serakah lu,ingin memiliki 2 wanita sekaligus
jerigila betina
ini pindah lapak kah
hye2 ming
thor buat Dave dgr percakapan isteri nya dgn selingkuhnya c jack tu
JR Rhna
biar betul thor..baru 9 minggu boleh tau jantina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!