NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta Itu Hadir

Akhirnya Cinta Itu Hadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Haifa

Andika Saputra seorang pemuda yang baru memasuki dunia kerja di ibu kota. Dia seorang arsitek, bekerja di perusahaan kontraktor "Satria Group" yang cukup punya nama di ibu kota. Kinerjanya sangat bagus dan kejujurannya menjadi perhatian manajemen perusahaan termasuk Gunawan Presdir perusahaan tersebut. Hingga Gunawan sangat menginginkan Andika menjadi menantunya, suami untuk Karina anak semata wayangnya.
Ujian demi ujian kehidupan dilalui oleh Andika, dari mulai kepergian ibunya utk selamanya, perjuangan meraih karirnya, termasuk perjuangan cintanya.
Akankah Andika berjodoh dengan Karina?
ataukah ada wanita lain yang dicintainya?

Temukan jawabannya.....!
Selamat membaca.

Salam
Umi Haifa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Haifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip

Setelah pertemuan dengan presdirnya Andika tidak sabar ingin menghubungi ibunya, ia ingin menceritakan pertemuannya dengan Gunawan yang ternyata sahabat ayahnya. Namun Andika menahan diri sampai pulang kerja agar bisa ngobrol santai dengan ibunya.

Setelah sampai di kamar kost nya Andika langsung menghubungi ibunya, ia menceritakan pertemuannya dengan presdirnya. Ada rasa bangga atas apa yang dilakukan ayahnya saat membantu kesulitan sahabatnya yang sekarang menjadi bos Andika

" Dika kamu harus mencontoh ayahmu, selalu membantu siapa pun yang kesulitan, ibu yakin kemudahan yang kamu dapatkan saat ini adalah buah dari kebaikan ayahmu dulu." Kata ibunya saat ditelfon.

Ibunya memang banyak menceritakan kebaikan ayahnya, Andika tau bagi ibunya tidak ada laki-laki yang lebih baik selain ayahnya, begitu juga bagi Andika ayahnya adalah sosok yang patut dicontoh walaupun Andika hanya merasakan kasih sayang dari ayahnya sampai kelas enam sekolah dasar saja. Tertanam kuat dalam memori Andika bagaimana ayahnya memperlakukan ibunya dengan lembut, mendidik anak-anaknya, membatu pekerjaan rumah tangga dari mulai membersihkan rumah, mencuci baju, memandikan anak-anak, sampai memasak pun ayahnya bisa melakukan. Ayahnya memang sosok suami yang ideal. Andika pun ingin mencontoh ayahnya menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anak-anaknya kelak.

Makanya cepetan Andika lamar wanita yang akan menjadi pendampingmu....tunjukan kalau kau mampu menjadi suami yang ideal......seperti ayahmu.

Pikiran ini sering muncul dalam lintasan otak Andika.

Setelah selesai pembicaraan dengan ibunya di telfon, Andika teringat niatnya untuk mengumrohkan ibunya.

Tabungan untuk umroh ibu sepertinya sudah cukup, lebih baik segera didaftarkan, biar ibu bisa segera membuat paspor. Batin Andika

Andika membuka HPnya, membuka chat WA 'Bu Riska'. Ia mulai menulis chat.

" Assalamualaikum"

"Bu Riska maaf ganggu" tulis Dika

Sementara di tempat yang berbeda, Riska sedang duduk menyandar di tempat tidurnya sambil membaca novel online di HPnya.

Melihat ada pesan WA masuk , Riska langsung membukanya sambil senyum-senyum serasa mendapat sesuatu yang ia nanti-nantikan. Ia langsung membalasnya.

" Waalaikumsalam"

" Nggak ganggu kok, lagi nyantai."

" Ada yang bisa saya bantu Pak Andika?"

Andika pun langsung menulis chat lagi.

" Saya jadi mau daftarin umroh dua orang untuk ibu dan adik saya, apa saja yang harus disiapkan?"

"Alhamdulillah....cukup biodata sesuai KTP saja Pak Andika, dan bukti transfer. Besok saya bawa formulir pendaftarannya." Balas Riska

" Pembayarannya untuk booking seat dulu bisa yah, sisanya bulan depan." lanjut Andika

" Bisa, pelunasannya yang penting satu bulan sebelum berangkat harus lunas."

" Ok deh....besok saya ke ruang Bu Riska setelah sholat dhuhur, bisa kan?"

" Bisa Pak Andika," jawab Riska senang

" Terima kasih bu Riska"

"Sama-sama Pak Andika"

Dan chat obrolan di WA pun selesai sampai disitu.

Keesokan harinya seperti biasa jam 08.20 Andika berangkat ke kantor menggunakan motor maticnya.

Sementara berbeda dengan Riska pagi ini tidak seperti biasanya Riska sibuk menyiapkan bekal makanan untuk dibawa ke kantornya. Riska membuat sushi isi ikan dori dan menyiapkan sayuran untuk salad. Setelah semuanya siap Riska berangkat dengan ojek online menuju stasiun busway. Tidak lupa formulir pendaftaran umroh yang dia minta dari kakaknya beberapa waktu yang lalu sudah disiapkan di dalam tasnya.

Hari ini Riska tampak bersemangat, karena hari ini dia punya kesempatan untuk bertemu dengan Andika, walaupun hanya ngobrol mungkin hanya 5 atau 10 menit, itu sudah membuatnya senang. Ya...Riska senang bukan karena akan dapat komisi dari kakaknya tapi karena Andika akan datang menemuinya di ruang kerjanya. Akhir-akhir ini Rizka memang jarang ketemu Andika di kantor atau di kantin saat makan siang, karena kesibukan Andika dan mulai sering tugas lapangan.

Tepat jam 12 siang saatnya jam istirahat, Riska segera menuju mushola untuk sholat dhuhur. Setelah selesai sholat Riska merapihkan jilbabnya dan mengoleskan lipstik warna natural di bibirnya. Saat keluar dari pintu mushola Riska berpapasan dengan Andika yang baru keluar juga dari pintu mushola laki-laki.

Entah kenapa jantung Riska tiba-tiba berdebar lebih kencang.

" Eh Bu Riska juga baru selesai sholat yah, pas banget dong." Sapa Andika

" Iya.....Pa Andika jadi mau ngisi formulir pendaftaran umroh?" Tanya Riska

" Jadi dong, biar gak bulak balik, langsung sekarang saja gak apa-apa, tapi waktu istirahat bu Riska jadi terganggu." Andika berjalan mengikuti Riska menuju ruangan HRD

Oh...gak papa, tiap hari saya gak istirahat juga gak papa, asal bisa ngobrol sama Pak Andika. Astaghfirullah.....ya Allah kenapa dengan saya? batin Riska

" Gak apa-apa gak tiap hari ini juga, kebetulan saya bawa bekal makan siang jadi gak perlu ke kantin. " jawab Riska

" Wah bu Riska rajin yah, sempet nyiapin bekal makan siang."

" Kebetulan juga bikinin buat bekel sekolah adik saya, sekalian aja buat bekel saya juga."

Padahal saya sengaja loh bawa bekal makan siang biar Pa Andika nyicipin hasil karya saya..he....he......

Mereka sampai di ruangan Riska, tampak tinggal satu rekan Riska yang masih di ruangan. Riska mempersilahkan Andika duduk di kursi di depan mejanya.

"Silahkan duduk Pak Andika."

"Terima kasih bu Riska." jawab Andika sambil menggeser kursi dan langsung duduk di kursi.

Riska mengambil formulir pendaftaran umroh dari tasnya.

" Ini formulirnya, mau dibantu saya yang ngisi atau mau ngisi sendiri." tanya Riska

" Biar saya saja yang ngisi biar mantap, sekalian mau saya doain juga biar rezeki untuk melunasinya dimudahkan..he..he....ini sesuai KTP kan ?" jawab Andika sambil mengeluarkan HPnya untuk melihat data KTP ibu dan Dita yang semalam dikirim Dita .

" Aamiin....insya Alllah dimudahkan rezekinya. Kalau tanggal berangkatnya belum pasti, dikosongkan saja." tambah Riska

Sementara Andika mengisi formulir pendaftaran, Riska mengeluarkan minuman kemasan botol dan snack dari lemari meja kerjanya dan menyimpannya di atas meja.

Rekan Riska, Dina terlihat beranjak dari meja kerjanya.

" Ris mau ke kantin gak?" tanya Dina

" Nggak Din, saya makan di sini saja, bawa bekal." jawab Riska sambil tersenyum

"Ok deh saya ke kantin dulu yah." Dina berjalan keluar ruangan menuju kantin

Andika pun selesai mengisi formulir pendaftaran.

" Alhamdulillah selesai." kata Andika sambil menyerahkan formulirnya ke Riska.

" Saya transfer sekarang lewat mobile banking yah, nomor rekening travelnya sudah saya simpan" Tambah Andika

" Boleh Pak, nanti bukti transfernya kirim ke saya yah." Kata Riska sambil memasukan formulir yang sudah diisi ke dalam tasnya.

"Sudah dikirim ke WA yah." Kata Andika

" Alhamdulillah....semoga lancar sampai waktunya, ibu dan adiknya selalu diberikan kesehatan. Oh ya Pa Andika silahkan diminum." Riska memberikan minuman kepada Andika

" Wah kaya tamu saja disuguhin, gak usah repot-repot loh bu Riska."

" Gak repot kok, saya biasa nyetok minuman dan snack, biasanya buat sore, cemilan biar gak ngantuk..he...he..."

" Makasih Ya Bu Riska." Andika membuka tutup kemasan dan meminumnya.

" Oh ya Pak Andika mau nyobain bekal saya gak? saya bawa banyak nih" Rika mengeluarkan bekal makan siangnya dan membuka kotak makan siangnya. Telihat ada dua puluh potong sushi lengkap dengan saus cabe dan mayones kemasan sachset.

" Wah banyak banget bekelnya Bu Riska, ini Bu Riska makan sendiri? " tanya Andika

" Nggak lah mana muat perut saya, biasanya dimakan bareng temen yang lain. Cobain deh, ini asli saya yang bikin, ni ada salad sayuran juga" kata Riska penuh semangat sambil membuka kotak salad, berharap Andika mau mencicipinya.

" Beneran nih saya boleh nyobain? tanya Andika sambil mengambil garpu kemudian mengambil sushi dan memasukan ke dalam mulutnya.

" Hmmm ini enak banget, ini nasinya pake beras jepang yah?" Andika jadi ingat sushi buatan adiknya Dita

"Kok Pak Andika tau beras jepang? tanya Riska sambil mengambil sebagian salad dipindahkan ke tutup kotak salad.

" Adik saya juga suka bikin sushi, dia jual online, jadi saya sering kebagian juga." Jelas Andika.

Dita memang hobi memasak dan suka membuat aneka kue kekinian, kemudian dia tawarkan secara online di medsos dan ke temen-temen kuliahnya. Hasilnya lumayan bisa buat tambah bekel kuliahnya.

"Oh Adiknya Pa Andika ternyata seneng masak juga dan punya bakat enterpreneur yah."

" Yah lumayan bisa punya bekel sendiri buat kuliahnya."

" Ayo Pak Andika tambah lagi, kita habiskan berdua saja." Riska menyodorkan lagi bekalnya.

Mereka berdua akhirnya menikmati bekal makan siang Riska sambil berbincang kesana kemari sampai bekal Riska pun habis.

Satu persatu rekan satu ruangan Riska kembali dari istirahatnya termasuk Dina. Saat masuk ruangan mereka melihat ke arah Riska dan merasa aneh, jarang-jarang Riska makan siang di ruangan , ditemenin Andika lagi yang jadi perhatian para karyawan termasuk staf HRD karena kegantengan dan keramahannya. Dina senyum-senyum saat melihat Andika masih berada di tempat Riska.

"Wah masih asyik nih berduaan, pantesan gak ke kantin, makan siangnya ada yang nemenin ya Ris?" Goda Dina

Riska tersipu malu sambil membereskan kotak makan siangnya yang sudah ludes. Andika melihat jam tangannya .

" Gak terasa yah sudah jam satu lewat." Kata Andika sambil membantu merapihkan meja kerja Riska.

" Sering-sering aja ke sini Pak Andika, Bu Riska pasti sangat senang he...he...." Dina menggoda Riska lagi.

"Apaan sih, Pa Andika ke sini mau daftarin umroh lewat kakak saya...." kata Riska berusaha menutupi malunya karena sebenarnya ia benar-benar sangat senang bisa makan bareng Andika.

" Maaf ya Pak Andika, Dina memang suka usil." Tambah Riska

" Gak apa-apa Bu Riska, ya udah saya permisi dulu kembali ke ruangan saya. Terima kasih banyak suguhannya yah, nanti saya kabarin kepastian tanggal berangkatnya kalau ibu saya sudah siap."

" Sama-sama Pak Andika. " balas Riska

Andika pun pamit kepada rekan kerja Riska dan meninggalkan ruangan Riska menuju ruang kerjanya.

Setelah Andika keluar ruangan, teman-teman Riska langsung heboh menggoda Riska.

" Ada gosip baru nih...."

"Bu Riska keren bisa menaklukan sang idola...."

" Nanti ajak-ajak dong makan siang barengnya."

" Kapan Ris syukurannya?....traktiran dong."

Riska benar-benar tersipu malu, dan dia khawatir kalau teman-temannya menyebarkan gosip yang tidak-tidak. Kalau Riska seneng aja digosipin tapi bagaimana dengan Andika?

Pasti Riska yang akan malu kalau Andika gak suka digosipin.

" Hei.... saya sama Pak Andika gak ada apa-apa , jangang macem-macem yah." Kata Riska sambil cemberut.

Hmm....semoga gak ada gosip macem-macem. Batin Riska

Tapi ternyata gak akan asyik kalau ada berita bagus gak disebarin ke yang lain. Berita Riska dekat dengan Andika dan makan siang bareng pun menyebar ke divisi lain, entah siapa yang pertama kali menyebarkannya. Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mengaku.

bersambung

1
Islamiyah Iss
nanggung penasaran sama Riana juga mba
Islamiyah Iss
💪💪💪💪
inchieungill
kan bukan muhrim
inchieungill
koq salaman Thor?
ione
Luar biasa
ElHi
ini gada lanjutan lg ya thor?
محمد إقبال
sy sudah tamat 4 x thorr.., tapi belum puass, jadi candu malah
Ria
_👍🏻
Dwi apri
seru banget thor...banyak pelajaran yg bisa diambil
terimakasih
Dwi apri
suka sama cerita...sampai sini bagus, ga bertele-tele....suka sekali
Morani Banjarnahor
lanjut thor
Emi Kartini
Luar biasa
Fhyan Rachman
inspiratif
dementor
elo yang nanya,elo yang keder.. are you okay naradita????
dementor
dari benci jadi cinta.. Allah memang maha mengatur segalanya.. Alhamdullilah ya Allah.. 🙏🙏🙏
dementor
cerita cintanya band kahitna..
dementor
#timcandrariana#
dementor
sinetron andin pastinya.. betul nggak????
dementor
mantan terindah yang lagunya band kahitna.. yang dicover oleh penyanyi raisa.. mantan terindah..
dementor
libur dulu,kita olah raga ranjang saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!