NovelToon NovelToon
One Night Stand With TUAN MUDA

One Night Stand With TUAN MUDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Wind Rahma

WARNING AREA 21+
HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!
Jian Gabriella.

Wanita berusia 22 tahun itu bekerja di sebuah perusahaan besar milik Ardy Tamajaya. Akibat kecerobohanya dalam bekerja, ia sampai melakukan sebuah keselahan besarnya yang merugikan perusahaan dengan nominal yang tidak sedikit.

Saat mengetahui hal itu, Ardy marah marah besar padanya. Pria itu akan membawa Jian ke jalur hukum. Jian sempat memohon agar dirinya tidak sampai di penjara dengan bersimpuh di kaki pria tersebut. Dan ia rela melakukan apa saja agar dirinya tidak di penjara.

Akankah Jian menuruti syarat yang di ajukan oleh Ardy untuk One Night Stand bersamanya?

Follow ig @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang bersama

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun Jian dan Ardy masih dalam perjalananan menuju Apartemen. Selain terjebak macet, mereka juga harus memutar arah lantaran jalan yang biasa mereka lewati ada perbaikan.

Tidak ada pembicaraan selama perjalanan, hanya ada suara radio yang sengaja Ardy putar untuk memacah keheningan. Jian masih tampak kesal dengan pria di sampinya, karena sudah membuat tubuh terutama bagian pingangnya sakit akibat perbuatan agresifnya malam kemarin.

Sampai di Apartemen, Ardy langsung membersihkan badan. Sementara Jian pergi ke pantry untuk memasak. Hanya membutuhkan waktu 20 menit saja masakannya sudah jadi.

"Apa kau mau ikut makan denganku, tuan?" tawar Jian ketika melihat pria yang tengah mengeringkan rambut basahnya itu keluar kamar.

Ardy yang mengenakan kaos putih polos itu melirik menu makanan yang tengah Jian sajikan. "Masakan apa itu?"

"Cah kangkung dan tahu goreng. Kau mau mencobanya?"

"Tidak. Aku akan pesan makanan via aplikasi saja," tolaknya, kemudian duduk do kursi yang tidak jauh dari meja makan.

Akhirnya Jian memutuskan makan sendiri. Wanita itu memang terbiasa makan makanan sederhana. Maka dari itu, ia memilih bahan masakan yang biasa ia masak di rumah.

Ardy memperhatikan Jian yang tengah menikmati makanannya. Tidak bisa ia pungkiri, aroma masakan Jian begitu harum. Sehingga membuatnya ingin ikut makan juga. Namun mengingat masakan Jian kemarin membuatnya menanggung mlu di hadapan banyak orang, ia mengurungkan untuk mencoba masakan tersebut.

Ardy merogoh ponsel di saku celana cino berwarna krem. Menelusuri nama masakan yang Jian sebutkan tadi di kolom penelusuran. Dan ternyata hasilnya tidak seperti masakan kemarin. Tidak akan ada bau yang di timbulkan usai memakan makanan tersebut.

Akhirnya, setelah Jian selesai makan dan pergi ke kamar, Ardy berjalan menghampiri meja makan dengan langkah mengendap-endap. Beruntung Jian tidak menghabiskan masakannya, lalu ia segera mengambil piring dan memakan makanan yang masih tersisa.

"Mmm ... Enak sekali ternyata."

🌷🌷🌷

Hari ini seperti hari biasanya, Jian harus bekerja dari pagi sampai sore. Pekerjaan hari ini sangat banyak. Sehingga waktu terasa lebih cepat bergulir. Dan tepat di jam pulangnya, Ardy mengiriminya pesan teks.

Kau pulang naik taksi saja. Aku sedang ada janji.

Jian menghela napas panjang. Ia sangat paham maksud pria tersebut. Ardy pasti sedang bersama kekasihnya. Lantaran ia melihat wanita yang beberapa hari lalu memanggil Ardy dengan sebutan 'baby', kembali datang ke kantor tadi siang.

Saat tengah menunggu taksi online di depan gedung, sebuah mobil sport berwarna hitan yang tak asing berhenti tepat di hadapannya. Seseorang dari balik pintu mobil membuka kaca, memperlihatkan wajah tampannya.

"Pulang naik apa?" tanya pria tersebut.

"Taksi online."

"Cancel saja! Aku akan mengantarmu pulang."

Jian dengan cepat menggeleng seraya melambaikan kedua tangannya. "Tidak usah! Terima ksih. Aku bisa pulang sendiri. Lagipula, taksi online-ku sudah dekat."

Ia menolak ajakan pria yang di ketahui itu adalah Daven dengan sangat sopan. Daven menutup kaca jendela mobilnya, lalu turun.

"Tidak usah segan, Jian. Ayo, aku antar pulang, ya!"

Jian menatap pria yabg tengah tersenyun menatapnya. Kemudian mengangguk ragu. Dengan cepat Daven membukakan pintu samping yang satunya lagi dan Jian pun masuk ke dalam mobil tersebut.

Dalam perjalanan, Daven tak henti-hentinya mengembangkan senyum. Membuat Jian merasa sedikit tidak nyaman. Apalagi pria di sampingnya merupakan pria yang di taksir temannya. Jian merasa sedang mengkhianati Alana, meski di antara mereka tidak ada hubungan apa-apa.

Jian teringat amplop coklat yang di terimanya kemarin. Ia mulai memberanikan diri membuka suara.

"Tuan .." panggil Jian lirih, dan itu yerdengar sangat seksi di telinga Daven.

"Iya, ada apa?" Daven menoleh ke arah Jian sekilas.

"Apa yang mengirim amplop coklat itu kau?"

"Ya, Jian. Itu aku. Kenapa?"

Jian menunduk. Ternyata benar, Daven yang sedang bersamanya ini adalah Daven yang sama dengan Daven yang di maksud Alana.

"Tidak. Tidak apa-apa. Aku hanya bingung saja, kenapa kau malah mengirim nomer teleponmu untukku?"

Alih-alih menjawab pertanyaan Jian, Daven justru malah melontarkan pertanyaan balik pada wanita di sampingnya.

"Dan kau, kenapa mematikan saluran teleponnya kemarin?"

"Mmm ... It-itu, itu aku sedang di toilet. Jadi aku tidak enak jika lama-lama berbicara di sana."

Daven tersenyum kecil mendengar alasan Jian, membuat wanita tersebut semakin di buat gugup.

"Oh, ya, Jian. Jangan memanggilku tuan, panggil saja Daven!" pintanya.

"Tapi-"

"Panggil nama saja!" pungkas pria tersebut.

Jian mengangguk kaku. "Ba-baik, Daven."

Seketika pria itu mengerem mendadak. Mendengar namanya di sebut oleh Jian membuatnya sedikit merinding. Suaranya benar-benar terdengar seksi sekali. Perasaan geli mulai menjalar di sekujur tubuh, membangkitkan sesuatu dari balik celananya.

"A-ada apa? Apa aku salah mengatakan sesuatu?"

Jian menggigit bibir bawahnya merasa bersalah. Hal tersebut semakin membuat benda pusaka Daven on. Melihat Jian sepolos itu membutnya ingin melahap bibir mungil di hadapannya. Sesuatu dari balik celananya terasa semakin menegang, namun sebisa mungkin harus ia tahan. Ia tidak mau hanua gara-gara ini Jian akan menjauhinya. Perkenalan antara mereka masih sangat singkat, dan Daven akan menunggu sampai mereka benar-benar dekat.

"Tidak, Jian. Aku lupa menanyakan kemana arah rumahmu," ucap Daven sambil berusaha menahan gejolak tubuhbya yang terasa memanas.

"Oh, kita lurus saja, nanti aku akan memberi tahu lagi jika arahnya belok!"

Jian mengarahkan jalan menuju Apartemen, beruntung dia sudah hafal arahnya. Daven mengangguk paham. Kemudian kembali menancap gas mobilnya.

Bersambung...

___

Jangan lupa juga untuk:

👍Tinggalkan Like

📝Komentar

❤Masukan rak buku favorit

📦Beri Hadiah

Jangan lupa untuk follow akun media sosialku:

IG: wind.rahma

1
Darma Wangsah
hei,kenapa pembaca dibawa2 .
Ani Kurniati
bagus
Nimas Kartika
Luar biasa
falea sezi
mending dipenjara lah bdoohh
Gina Savitri
Karma mella tragis banget, dulu nuduh jian jual diri di klub ternyata anaknya sendiri yg jual diri 😏
Gina Savitri
Hadeuh bisa2nya adik kecilnya ardy berdiri di rumah sakit lagi keadaan gawat 😅
Gina Savitri
Jian bodoh mau nyomblangin alana bukan ngomong jadinya daven salah paham di kira jian suka 😏
Eva
Luar biasa
Raka Santhi
seru
semoga lebih hot dan menantang
Nora♡~
Semangat terus thor... dan teruslah berkarya... lanjuutt...
Tira Aneri
bagus..suka👍
Sugiarti
ok
Jihan - polosiyo
bagus
Sunarmi Narmi
Aku aja sore mau lahiran mlm nya msih main jungkat jungkit..aman thor ngak usah puasa lama...
Sunarmi Narmi
So swettt Ardi ❤️Jian 😘😘😘😘😘
Sunarmi Narmi
Kamu sdh besar Jian...sama ibu tiri direndahkan kok mau..ngak pantas seorang ibu bilang sprti itu pda anaknya walau itu anak sambung / tiri..lawan dong..J...I....A...A...gedek aku di dunia halu ada jg 😬😬
Sunarmi Narmi
klo hbs makan jengkol minumnya kopi putih/ hitam...tak jamin ngak bau dn air seni jg ngak bau pesing jengkol
Sunarmi Narmi: Ada...luwak white kopi,cofimix,top kopi...itu nanti pas pipis bau nya kopi boleh di coba
total 2 replies
Sunarmi Narmi
Ok
Jian..saranku..krn kau wanita kuat..lebih baik kau pergi dri kehidupan Bosmu..dan Daven..krn klo ini berlnjut kau akan hamil dn hidupmu rumit..klo kau dgn devan kasian sahabatmu ...dan kau kan sdh main jungkat jungkit dgn bosmu sehrsnya Bosmu yg bertanggung jawab bukan Daven...saran sih..tpi ya tetep manut Mak Thor nya alur nya 🤣🤣🤣🤣
Efi
ketemu jodoh nih si daven...
Efi
tuh kan bapaknya daven
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!