NovelToon NovelToon
I'M Crazy About You

I'M Crazy About You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:444k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gadis Mungil

Namanya Widelia Syaqilla. Wajahnya yang polos dan imut memiliki ciri khas tersendiri. Ia memang tak cantik seperti boneka Barbie. Tetapi wajah polos dan imutnya itu, seakan bisa membuat para kaum adam tergila2 akan kealamian dirinya. Apalagi ditambah dengan tubuh mungilnya membuatnya semakin menggemaskan dengan tingkahnya yang terkadang konyol dan lugu. Walaupun dengan tubuh mungil seperti itu, Widel tetaplah anak yang sangat pekerja keras dan mandiri.

Soal asmara, Widel tak pernah percaya dengan yang namanya cinta. Memang tak jarang ia menyukai seorang pria, tertarik akan parasnya yang tampan. Tapi itu tak lebih dari hanya sebatas suka. Apakah mungkin? orang akan mengorbankan segalanya hanya demi sang pujaan hati? rela meninggalkan keyakinannya, rela dibenci keluarganya, bahkan rela mati untuk kekasihnya. Itu sangat tak masuk akal bagi Widel. Ia tak akan pernah membiarkan hatinya bertekuk lutut pada seorang pria. Tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.

Apakah benar begitu Widel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 - Karena Ulah Devan

WIDEL POV

Aku segera menerobos jalan agar sampai ke tempat kerjaku dengan cepat. Bisa kupastikan, setelah ini aku akan kena marah lagi oleh Pak Ervin, atasanku. Pak Ervin sebenarnya adalah orang yang baik, tapi ia sangat tegas kalau menyangkut masalah pekerjaan. Sebenarnya, umurnya juga tidak jauh lebih dariku, hanya tua lima tahun saja dari usiaku. Orangnya sih tampan, tapi kalau dia sudah marah, tidak ada yang berani menjawab ataupun menatap matanya.

Ishh! Ini semua karena ulah pria itu, kalau tidak, aku tidak akan selama itu diapartemennya. Semoga saja aku tidak kena masalah nanti.

Aku sampai di Restoran Luxury Food tepat pukul 22.30. Dengan langkah cepat aku langsung masuk melalui pintu belakang resto. Aku menoleh ke sekeliling mencari sosok Pak Ervin, namun tak juga kulihat batang hidungnya. Kulangkahkan kakiku lebih jauh dengan sedikit mengendap-endap, dan tiba-tiba seseorang memegang pundak kananku dari belakang. Dengan refleks, akupun menoleh kebelakang.

Melda

Dia adalah temanku di tempatku bekerja.

“Del, kamu darimana saja sih ? Kok lama banget ? Kamu ditungguin tuh di ruangannya Pak Ervin sekarang!” katanya yang membuatku tergopoh-gopoh langsung ke ruangan Pak Ervin dengan cepat.

Sebelum masuk aku menghembuskan nafas perlahan untuk mengontrol deru nafasku yang memburu dan memantapkan mentalku sebelum aku mengetuk pintunya.

Tok tok tok

“Masuk!” suara tegas langsung menjawab dari dalam ruangan.

Huff. Kuhembuskan nafasku sekali lagi lalu perlahan aku memutar gagang pintu dan mendorong pintu itu dengan pelan.

krek

Aku melihat Pak Ervin sedang duduk di meja kerjanya sambil memeriksa beberapa berkas di hadapannya.

“Ma-maaf Pak, apa... bapak.. memanggilku ?” tanyaku terbata-bata.

“Sudah pukul berapa ini ?” tanya Pak Ervin tanpa menoleh padaku.

“Sekarang sudah pukul 22.35 Pak” jawabku setelah melirik arloji di tanganku. Pak Ervin tidak menoleh kepadaku. Matanya masih terfokus pada berkas yang dipegangnya.

Hening beberapa saat, hanya terdengar bunyi-bunyi kertas yang dibolak balik.

Kutundukkan kepalaku lebih dalam dan mencengkram rokku dengan kuat.

Ya Allah... Pak Ervin sepertinya marah sekali padaku sampai ia tak mau menoleh melihat wajahku.

 “Widelia Syaqilla ?” panggilnya yang membuatku seketika menoleh padanya. Pak Ervin saat ini sudah menoleh padaku dengan ekspresi dinginnya.

“I-iya pak” sahutku gelagapan.

Pak Ervin kemudian berdiri dari sofa besar putarnya, lalu berjalan mendekatiku perlahan.

Drep drep drep

Kutundukkan kepalaku lagi tak berani untuk menatap matanya yang setajam belati itu.

“Sudah berapa kali ?” tanyanya langsung saat berhenti tak kurang satu meter dari tempatku berdiri.

“Ma-maaf Pak, saya tak akan mengulanginya lagi” jawabku masih tak berani menatap wajahnya.

Pak Ervin diam beberapa saat lalu satu tangannya mengangkat daguku ke atas agar bisa menatapku dengan jelas. Mataku bertemu dengan iris mata coklatnya yang tajam.

“Kau memang tak akan mengulanginya lagi.... karena mulai besok..... kau tak usah bekerja!” ucapnya perlahan tak lepas dari pandangannya yang menusuk.

Deg!

“A-apa maksud Bapak ?” tanyaku dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Pak Ervin kemudian melepaskan daguku dan kembali duduk di depan meja kerjanya. Ia mengambil sebuah amplop cokelat dari dalam laci lalu digeserkannya di atas meja yang berlapiskan kaca tebal itu sampai ke sisi depan meja.

“Ambillah! Ini gajimu terakhir bulan ini”

Deg!

Seketika air mata yang menggenang di bola mataku, langsung jatuh dari sudut mataku. Terus mengalir membasahi pipiku. Aku merasa seperti ada sesuatu benda yang menyumpal di dalam tenggorokanku yang membuat suaraku tersendat tak bisa keluar. Hatiku seakan di robek tiba-tiba. Pekerjaan inilah yang sudah menghidupiku selama berbulan-bulan ini. Aku terisak dalam diam masih di tempatku berdiri. Hingga kakiku ambruk karena tak kuat menopang badanku lagi. Ini terlalu tiba-tiba untukku.

Pak Ervin langsung menghampiriku dengan cepat. Ia lalu berjongkok di hadapanku dan mengusap air mataku dengan sapu tangannya.

”Aku akan serius mengatakannya, jika kau melakukannya sekali lagi. Itu adalah teguran untukmu” ucapnya dengan wajah datarnya.

“A-apaa?” gumamku dengan sesekali sesenggukan.

“Mulai besok bekerjalah dengan baik. Jangan mengulanginya lagi! Jika kau tak ingin teguran yang kuberikan barusan akan menjadi kenyataan untukmu” ucapnya tak lepas dari pandangannya padaku.

Seketika ada seberkas rasa kelegaan dalam hatiku, namun disisi lain aku juga kesal karena merasa telah dipermainkan seenaknya oleh Pak Ervin.

Pak Ervin benar-benar sadis kalau memberikan hukuman pada bawahannya. Ia memang tak pernah menghukum karyawannya dengan siksaan atau pukulan, tapi dengan kata-katanya ia selalu bisa menghempaskan seseorang itu sampai ke titik dasar terlemahnya, lalu ia angkat kembali dengan gampangnya. Aku membencimu Pak Ervin!

“Pulanglah, dan tenangkan dirimu” Ia memberikanku sapu tangannya lalu berdiri dan kembali ke tempat duduknya semula melanjutkan pekerjaannya, memeriksa beberapa berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.

AUTHOR POV

Sepulangnya di rumah, Widel terus merenungkan gertakan Pak Ervin tadi. Ia juga teringat akan kesepakatan yang dibuatnya dengan Devan untuk resign dari tempatnya bekerja. Tapi sungguh, Widel tidak rela jika harus meninggalkan pekerjaan yang ia dapatkan dengan kerja kerasnya hanya untuk seorang pria yang baru saja ia kenal. Memang, Devan menjanjikannya sebuah pekerjaan untuknya dengan gaji tiga kali lipat lebih besar. Namun ini juga bukan masalah gaji, tapi karena ia sudah merasa sangat nyaman dengan pekerjaannya itu. Teman-teman kerjanya juga sangat baik padanya. Ia juga tak bisa begitu saja mempercayai seorang pria yang baru dua hari dikenalnya lalu dengan mudahnya melepaskan pekerjaannya itu.

Sepanjang malam itu, Widel sibuk dengan pemikirannya sendiri. Ia lalu memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Devan untuk bernegosiasi kembali dengannya.

Widel : Selamat malam, apakah Tuan ada waktu luang besok ? Ada yang harus saya bicarakan dengan Anda.

Tak lama, Widel mendapatkan balasan pesan dari Devan.

Devan : Kalau begitu besok datanglah ke kantorku saat jam makan siang.

Widel : Baiklah.

Bersambung...

Hai, terimakasih ya yang sudah setia membaca novelku. Ini adalah karya pertamaku, semoga kalian suka. Kalau ada kritik dan saran, silahkan berkomentar dengan bebas ya

**Oh ya, semoga kalian tidak bosan ya dengan ceritanya ? Author sengaja membuat kisah cinta Widel agak lama, masih akan memunculkan beberapa tokoh dalam drama cinta Widel. Karena tidak mungkin juga kan, orang akan begitu mudahnya mencintai seseorang begitu dalam jika tak ada prosesnya. Kalau tiba-tiba cinta kan gak masuk akal ya? Heheh.. Ikuti terus ceritanya ya, mudah-mudahan ceritanya nanti bisa menyentuh hati kalian. Love you all :) **

1
mety
wkwkwkkwkwkw
mety
judulnya...gara gara sebotol minuman..aku jadi jatuh cinta 😂😂😂
mety
telfon 911 🤣🤣🤣🤣
mety
wkwkwkw yang namanya jodoh tak kemana 😂😂
mety
Biasa
mety
wkwkwkwk
Eni Hayani
ditunggu next...
Laura Tombokan
mantap devan 🥰
Laura Tombokan
Next nya lama banget thor 🥺🙏🏻
Laura Tombokan
keren banget devan
next thor
Debby
Luar biasa
Laura Tombokan
Mantap Widel 👌
next thor
Laura Tombokan
Next
Laura Tombokan
Penasaran banget
Next
Putri Winda Sari
laah kok gk up up thor,kn pinisirin
LianhyCeye
Woyy Thorr kmu ada d Planet bagian Mana??🔉🔊🔊📢📣🔔🎤🎤🎙
Ini udah 2022 knpa belom Up jgaa🔊🔊
Oh astagaa Thorr
kembali lahhhh
LianhyCeye
Astaga Rinaa😭😂😂😂tolong dag sifat peka dan kepo muu,benar" sudah level akut😂😂😂😂
Nazzalla Kinan
baik bngt si tuan
Nazzalla Kinan
nyimak dl
Ika Luie Luii
cie...cie... ada yg baru jadian nih ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!