Raya anak pindahan di sekolah menengah bonafit. Ia beruntung mendapat beasiswa elit ke sekolah tempat anak-anak orang kaya menimba ilmu.
Di hari pertama masuk sekolah ia sudah di kerjai habis-habisan oleh ketua kelas yang sekaligus ketua dari genk anak-anak terkaya di sekolah itu. Cowok keren itu bernama Aska Putra Admaja.
Raya berjuang untuk bertahan dan menyelesaikan sekolahnya. Ia harus lulus dari sekolah menengah itu agar Raya bisa memperbaiki perekonomian keluarganya nanti.
Sampai akhirnya keduanya dekat dan diam-diam memendam rasa. Saat kelulusan sekolah menengah, Aska harus melanjutkan sekolahnya ke luar negeri sementara Raya kuliah sambil bekerja. Dalam hatinya ia tetap menunggu Aska. 6 tahun berlalu tanpa kabar dan berita dari Aska. Sampai suatu hari keduanya di pertemukan kembali tanpa sengaja.
Bagaimana kisah Raya dan Aska? selanjutnya selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14 Ucapan Terimakasih
Sepulang sekolah Raya berjalan kaki menuju halte bus. Dari kejauhan terlihat mobil Rama dan Jordan.
"Raya kau mau kami antar?" tanya Jordan yang membuka kaca jendela mobilnya.
"Oh kalian, tidak perlu aku bisa naik bus. Terimakasih ....." Raya menolak ia tidak enak jika diantar Rama dan Jordan pulang. Ibunya bisa salah paham nanti.
Tak berapa lama mobil sport warna merah milik Aska yang berhenti di depan halte.
"Naiklah" kata Aska tanpa menoleh pada Raya.
"Kau pulang saja, aku mau naik bus"
Aska tidak bergeming, ia tetap di tempatnya sementara dari kejuhan ada bus yang akan berhenti di depan halte itu.
"Aska awas ada bus datang, pergilah" Tak ada pilihan lain akhirnya Raya naik ke dalam mobil Aska.
"Aku mau mentraktirmu makan sebagai ucapan terimakasih"
"Terimakasih untuk apa?"
"Sudah jangan pura-pura bodoh! kau menitipkan kado untukku bukan? aku sudah menerimanya dari bibi Huang"
Wajah Raya memerah, ia malu ternyata Aska sudah menerima kado darinya.
"Aku suka kado darimu, apa kau membuatnya sendiri?"
"Iya aku merajutnya sendiri, dan kue itu dari ibu"
"Aku tahu"
Aska membelokan mobilnya di sebuah lahan kosong. Didekat sana ada rumah makan sederhana berjualan ketoprak, nama penjualnya pak Man. Ketoprak pak Man sangat enak dan selalu antri jika ingin mendapatkannya.
"Tuan Aska, silahkan" pak Man yang sepertinya sudah akrab dengan Aska mencarikan meja kosong untuk Aska. Dengan gesit pak Man membersihkan meja dengan lap bersih agar tuan muda itu nyaman makan disana.
"Kau mengenal penjualnya?" tanya Raya.
"Mama dan aku langganan disini"
Raya mengangguk, ia bisa menebak jika nyonya Ariani yang pasti memperkenalkan makanan khas itu pada Aska.
Tidak kusangka tuan muda angkuh bergelimang harta ternyata suka dengan ketoprak.
"Pak Man biasa ya!"
"Siap tuan" pak Man dengan ceria mengacungkan jempolnya.
"Apa yang kau pesan?" Raya terlihat penasaran dengan pesanan Aska.
"Tidak ada, hanya aku minta tambahan telur dadar di atas ketopraknya"
"Oh begitu"
Tak berapa lama pak Man datang membawa dua piring ketoprak. Yang satu porsi tidak pedas dan ada tambahan telur dadar dan yang satu porsi ketoprak pedas pesanan Raya.
Raya terlihat menikmati sekali makanannya. Sesekali ia terlihat kepedasan tapi wajahnya ceria. Aska jadi penasaran rasa ketoprak yang di pesan oleh Raya.
"Kemarikan piringmu!"
"Hah? punyamu belum habis kenapa meminta makananku?!
"Cepat kemarikan, kita tukar"
"Tukar? bukankah kau tidak suka pedas?"
"Sudah jangan cerewet aku ingin mencoba yang pedas"
Dengan terpaksa Raya menyerahkan piringnya pada Aska. Lama kelamaan wajah Aska memerah karena kepedasan.
"Ini cepat minum" Raya mengulurkan segelas air putih dingin untuk Aska.
Raya berdiri dari kursinya dan menepuk-nepuk punggung Aska.
"Huuuuhhh! pedas sekali?! kau mau meracuniku ya?"
"Bukannya tadi aku sudah melarangmu? aku memang penyuka pedas" Raya mengamati wajah Aska. Kulit putihnya terlihat memerah dan keringat terlihat di dahinya.
"Ayo kita pulang saja" ajak Raya.
Aska berdiri dan meraih lengan Raya. Raya memandang tangan Aska yang sedang memegang lengannya. Ia terlihat salah tingkah.
"Aku mau jalan-jalan, kau ikut saja!" Aska menyambar tas Raya dan membawanya agar gadis itu patuh padanya. Raya mengikuti langkah Aska menuju mobil. Keduanya pergi ke sebuah danau.
Aska dan Raya duduk di pinggiran danau sambil melihat pemandangan yang indah. Disana ada perahu sampan dan Raya ingin menaiki perahu itu.
sebenarnya aq masih cinta sama dia
betul2 munafik kalian 😡😡😡