NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23 Aku mau ikut

"Selamat pagi!" sapa Kenzo ceria. Semuanya menoleh. Lalu tersenyum pada bocah jangkung itu.

"Kemarin kemana, Bro? Katanya ada perlu," tanya Bimo.

"Iya." Kenzo hanya menjawab singkat sambil senyum. Ia menyampirkan tas ranselnya pada kursi lalu duduk. Bola matanya sesaat melirik ke arah ruang kubus milik Fela. "Kemarin gimana, Bang? Enggak ada aku enggak heboh ya?"

"Buh. Kata siapa enggak heboh." Siska malah menimpali dengan geregetan. Bimo mendengus mendengar itu. Kenzo mengerjap. Heran dengan respon kakak-kakak seniornya.

"Ada apa?" tanya Kenzo penasaran. Mirin melirik dari mejanya. Bocah itu ketinggalan berita.

"Kemarin ada kejadian gawat. Emosi! Asli emosi!" Bimo mengatakan dengan emosi meluap. Lagi. Padahal kemarin sudah ngomel di depan Fela.

Kenzo memajukan kursinya, melipat kedua tangannya di atas pembatas kubikel dengan wajah yang penuh rasa ingin tahu. "Gawat kenapa? Pihak W-Corp berulah lagi? Direktur barunya itu bikin masalah?"

Siska langsung mengangguk cepat, menggeser kursi rodanya agar lebih dekat ke meja Bimo dan Kenzo. "Bukan cuma bikin masalah, Ken. Kemarin draf iklan yang udah kita bikin setengah mati sampai begadang, dihapus total sama Manajer Fela langsung di depan muka dia!"

Kenzo terkejut hingga matanya melebar. "Dihapus? Kok bisa?"

"Ya karena Direktur baru yang songong itu menolak konsep kita mentah-mentah," potong Bimo dengan suara tertahan agar tidak terdengar sampai ke ruangan lain. "Dia merendahkan kerja keras kita, bilang kreativitas tim kita nggak tahu selera orang elite. Manajer Fela yang kesal langsung hapus file-nya di tempat. Ruang rapat kemarin langsung hening kayak kuburan."

Kenzo terdiam mendengarnya. Informasi itu membuat senyum cerianya tadi pagi langsung hilang. Dia menatap ke arah pintu ruang kaca Fela yang masih tertutup, mencoba mencerna situasi buruk yang baru saja menimpa tim kreatif kemarin saat dia tidak ada di kantor.

Klek.

Pintu ruang Fela terbuka. Perempuan itu keluar dari ruangannya.

"Selamat pagi Senior," sapa Kenzo.

"Pagi. Kamu masuk?"

"Ya. Maaf, kemarin saya ijin Senior." Kenzo membungkuk sedikit.

Fela hanya tersenyum tipis tidak terlalu mempedulikan. Dia justru bersyukur bocah ini tidak datang kemarin.

"Hari ini aku mau turun ke lapangan untuk riset lokasi dan cari konsep baru. Jika ada yang mencari ku suruh telepon saja," kata Fela memberi tahu agenda kerjanya hari ini kepada tim kreatif.

"Siap manajer."

Setelah berpesan pada anggota tim, Fela melangkah menuju pintu keluar. Dia berjalan terburu-buru, tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi di area kantor yang terasa makin menyesakkan sejak rapat kemarin.

​"Bang, aku keluar dulu ya," pamit Kenzo juga pada Bimo. Kenzo menepuk pelan bahu seniornya itu sekilas sebelum berbalik dan menyusul langkah Fela yang sudah berada beberapa meter di depannya.

​Bimo mau mencegah, tapi malas. Toh dia anak magang, titipan juga. Bimo hanya menghela napas panjang dan melambaikan tangannya pelan di udara tanpa minat untuk menahan remaja itu. "Biar deh. Terserah."

​Pria ini kembali menghadap layar komputernya, membiarkan Kenzo mengejar Fela yang kini sudah hampir mencapai pintu kaca pembatas luar.

"Kamu mau ke mana?" tanya Fela yang merasa diikuti Kenzo. Langkahnya masih terus bergerak menyusuri koridor lantai kantor.

"Aku mau ikut," jawab Kenzo pendek sambil menyamakan langkah jangkungnya di samping Fela.

"Ikut?" Fela terkejut, langkahnya langsung terhenti. Ia memutar tubuh menghadap bocah itu sepenuhnya. "Apa yang kamu maksud?"

"Tentu saja aku mau ikut riset," sahut Kenzo santai, seolah keputusannya bukanlah hal yang aneh.

Fela menatap Kenzo dengan dahi berkerut, mulai tidak suka dengan sikap keras kepala anak magang ini. "Kamu pikir ini main-main?"

"Aku tidak pernah menganggap begitu." Kenzo menjawab dengan nada suara yang berubah serius, kehilangan kesan santai yang ia tunjukkan beberapa detik lalu.

"Lalu kenapa kamu mau ikut?" tanya Fela lagi, menuntut alasan yang logis karena situasi proyek mereka saat ini sedang sangat pelik setelah konflik di ruang rapat kemarin.

"Aku lihat kamu sendiri. Jadi aku pikir lebih baik berdua daripada sendiri," ujar Kenzo mengutarakan alasan sederhananya.

Fela menghela napas pendek, menatap Kenzo dengan sorot mata yang meminta bocah itu untuk tidak menambah beban pikirannya hari ini. "Aku sedang bekerja, Kenzo."

"Aku tahu. Kamu bisa menyuruhku apa saja saat riset nanti. Itu sebagai ganti agar aku bisa ikut," bocah ini memaksa. Kenzo bahkan sengaja memajukan tubuhnya sedikit, menunjukkan bahwa dia benar-benar serius dengan tawarannya untuk menjadi asisten dadakan selama di lapangan.

Fela enggan. Dia masih diam berdiri di koridor, merasa malas harus berdebat dengan anak magang yang keras kepala ini di saat otaknya sudah penuh memikirkan bagaimana cara mencari konsep baru untuk draf iklan W-Corp yang kemarin dihapus.

Selain itu, dia tidak ingin ada sentilan soal malam itu dari bibir bocah ini. Fela khawatir jika mereka pergi berdua saja ke luar kantor, Kenzo akan mengungkit kembali kejadian malam itu yang sampai sekarang masih berusaha Fela lupakan.

Kenzo seolah bisa membaca keraguan di wajah atasannya. Ia langsung mengangkat dua jarinya membentuk tanda damai.

"Aku tidak akan membahas soal kita malam itu. Tidak. Aku akan profesional, janji," Kenzo meyakinkan Fela dengan nada bersungguh-sungguh. "Ini juga belajar, bukan riset lapangan biasa. Aku mau lihat cara Senior kerja di lapangan."

Fela menatap lekat-lekat manik mata Kenzo, mencari kebohongan di sana. Namun, sorot mata bocah jangkung itu tampak bersih dan fokus, benar-benar hanya ingin belajar dan membantunya menyelesaikan masalah proyek W-Corp.

"Aku juga tidak sudi dimaki mantan kekasihmu itu," tambah Kenzo pelan namun tajam.

Fela terkejut, ia langsung melangkahkan kaki menjauh. Jantungnya berdegup lebih kencang karena tidak menyangka Kenzo tahu status Dion sebagai mantan kekasihnya. Tanpa membalas kata-kata itu, Fela mempercepat langkahnya menuju pintu keluar kantor untuk menghindari pembahasan lebih lanjut.

Kenzo yang ditinggal begitu saja langsung menyusul dengan langkah lebar. "Aku dibolehkan ikut?" tanyanya memastikan dari balik punggung Fela.

Fela tidak menoleh sama sekali. "Terserah," sahutnya dingin sambil terus berjalan.

Jawaban tidak pasti itu membuat Kenzo memilih ikut. Karena itu memang keinginannya sejak awal. Bocah jangkung itu langsung tersenyum puas dan berjalan mantap di samping Fela, bersiap menemaninya turun ke lapangan.

Bibir Fela menipis mendapati Kenzo di sampingnya. Meski enggan, dia pikir lumayan bisa melampiaskan kesal pada bocah ini nanti. Setidaknya, jika dia merasa jengkel atau stres selama riset di lapangan karena tekanan dari Dion, ada Kenzo yang bisa dia suruh-suruh untuk membawakan barang atau melakukan hal lain tanpa perlu merasa sungkan.

Kenzo sendiri tampak tidak peduli dengan raut wajah tidak bersahabat dari mentornya. Dia tetap berjalan dengan santai, menyesuaikan langkahnya agar tetap berada tepat di sebelah Fela menuju area parkir mobil.

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!