NovelToon NovelToon
CINTAI AKU SUAMIKU

CINTAI AKU SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Poligami
Popularitas:274.6k
Nilai: 5
Nama Author: rola

Kirania, gadis berusia 23 tahun, sedang merasakan kebahagiaan di mana dia akan menjadi seorang pengantin. menikah dengan seorang pemuda tampan dari keluarga wijaya grub. salah satu keluarga terkaya di indonesia. dia bernama Devano wijaya.

Namun kebagian nya hancur saat Kirania tahu kalo Devano menikahinya nya hanya untuk segera mendapatkan hak waris dari orang tuanya, dan lebih parah lagi, Devano ternyata memiliki kekasih yang sangat ia cintai.

Kirania yang tau hal itu masih berusaha untuk menerima semua itu, bukan harta yang ia kejar, tapi Devano adalah teman masa kecil nya yang lama pergi. Di tambahan Kirania sangat mencintai Devano.

📿📿📿📿

Seperti apa perjuangan kirania merebut hati suami nya dan bagai mana perjuangan nya untuk tetap bertahan dengan Devano yang memutuskan untuk menikah kembali dengan kekasih nya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Devano sangat  terpukul akan  kepergian  Kirania, ia lebih  suka mengurung  diri di rumah,  bahkan  saat  berada  sekolah Devan lebih  suka menyendiri. Devano merasa sangat  kehilangan  akan kepergian Kirania. Dan hal itu  terjadi  selama bertahun-tahun.

Namun  kesedihan Devano mulai berangsur  sebuah  saat ia bertemu  dengan  Nara saat  keduanya  berada  di sekolah  menengah atas(SMA).

Pada  saat itu,  Nara yang baru saja  datang  dari indonesia  kurang  mengerti bahasa  yang  disana,  dan hanya  Devano yang  notabene  berasal dari  negara  yang  sama  diminta  oleh  sang  guru  untuk  membantu  Nara memahami pelajaran yang  diajarkan,   dan di sanalah kedekatan  Nara dan Devano terjalin.

Flashback off

"Dev,  apa kau merindukan nya?,"

memeluk Devano dengan lembut dari arah belakang. Nara terjaga dari tidur nya.

" Kau sudah bangun?, apa aku mengganggumu?," mengabaikan pertanyaan Nara.

" Tidak, aku hanya sedikit sulit untuk beristirahat."

" Mau aku temani?,"

" Tidak perlu,"  melepas pelukannya dan duduk di sebelah Devano. " Dev, maaf, maafkan aku karena belum bisa membuatmu bahagia."

" Hey, apa yang kamu katakan?," menggenggam tangan Nara dengan lembut." Seharusnya aku yang mengatakan hal itu,  maaf karena aku  kamu harus menjadi yang kedua, coba saja aku lebih sabar, mungkin hal ini tidak akan terjadi."

" Ini kesalahan kita berdua, jadi kita tidak perlu saling menyalahkan." membalas genggaman tangan Devano.

**

Beberapa hari kemudian. Hari ini Kirania sudah diperbolehkan pulang.  Nara datang seorang diri untuk menjemput Kirania.

" Mbak, bagaimana sudah siap?,"  Nara masuk kedalam ruang perawatan  Kirania.

" Sudah. Emm.. Nara, kamu sendiri, dimana mas Devan?,"

" Devan tidak ikut, di pergi, ada urusan kantor."

" Oh." Kirania  tampak jelas merasa kecewa.

" Sebenarnya Devan melarangku menjemputmu, tapi aku  tetap saja datang, aku merasa kasihan sama kamu, mbak,"

" Kasihan!, kasihan kenapa?," tanya Kirania.

"Yahh, kasihan, beberpa hari embak di rawat di rumah sakit tapi Devan tidak pernah datang jenguk embak, dia malah sibuk dengan ku."   tampak jelas niat buruk Nara dari ucapan nya, pada hal hal yang sebenarnya dia yang menghalangi Devano datang ke rumah sakit.

" Tidak apa-apa, mungkin menurut mas Devan kamu lebih membutuhkan nya dari pada aku, toh di sini sudah ada dokter,  Gaby juga menemaniku."

Nara terdiam mendengar jawaban Kirania. Kirania memang tidak banyak bicara tapi saat di merasa tersindie dia akan membalas sindiran orang yang menyindirnya. meskipun tidak pada semua orang ia lakukan hal itu.

" Nara ayo kita pulang,"  tegur Kirania yang melihat Nara diam saja.

" Ah iy," sedikit terkejut.

"Nara, kamu baik-baik saja kan?," tanya Kirania.

" Ah iya, aku baik, jangan khawatirkan aku" berjalan mendahului Kirania.

Saat di lobi, Kirania bertemu dengan Dokter Julian. dengan ramah Julian menyapa Kirania, dengan membawa satu buket bunga untuk Kirania.

" Kiran, Kamu sudah mau pulang?," tanya julian.

" Iya dok, dokter sendiri mau kemana?, apa ada tugas di sini atau- "

" Ah tidak, aku kemari untuk menjengukmu, tapi ternyata kamu sudah mau pulang, hampir saja kita tidak bertemu."

" Dan ini untuk mu," Julian memberikan buket bunga itu pada Kirania.

" Bagus sekali bunganya, terimakasih Dok, seharusnya dokter tidak perlu repot,"

" Tidak repot, cuma bunga. Oh iya, apa suami mu sudah datang menjemput?," tanya Julian.

"Tidak, suamiku tidak datang, di sedang ada tugas keluar kota."

" Tugas?, di luar kota?, ah baiklah, bagaimana kalau aku antar kamu dan Gaby pulang?,"

" Tidak, aku bersama adikku,  dia datang bersama supir."

"Adik?," ulang Julian.

" Iya, kenalkan ini adik ku, Nara namanya."  dengan ramah Kirania memperkenalkan Nara pada Julian.

" Ha Nara aku Julian, teman kakak kamu,i Kirania."

" Aku bukan-"

" Oh iya Dok, sepertinya aku harus pulang,  aku masih sedikit lemah." jelas Kirania menyela ucapan Nara.

" Ah iya, kamu benar, bumil memang harus banyak istirahat, kalau begitu mari aku bantu sampai di parkiran." Julian mengambil alih pegangan kursi roda dari tangan Gaby.

Melihat kedekatan Julian dan Kirania terbesit niat jahat Nara untuk membuat Kirania tampak buruk di hadapan Devano.

Tanpa Nara sadari, Nara sendiri yang membuat kesalahan kalau saja di tahu yang sebenarnya tentang siapa Kirania dan seperti apa perasaan Devano terhadap Kirania saat ini.

" Pak supir nyetirnya pelan-pelan saja, ada junior dalam perut Nyonya muda anda."  pinta Julian, sedikit meledek.

" Baik tuan."  supir  keluarga Devano menjawab dengan ramah.

" Bay Dok, " pamit Kirania.

"Bay," jawab Julian.

Nara menatap Kirania dengan tatapan tidak suka, entah apa yang membuat Nara tidak suka dengan  Kirania, dan berambisi untuk membuat Kirania pergi dari kehidupan Devano, tapi kebencian itu hanya tampak saat tidak ada Devano.

" Mbak, sepertinya hubungan mbak kiran dengan dokter Julian cukup dekak?," tanya Nara sedikit basa-basi.

" Tidak juga,  kami hanya teman biasa."

" Tapi mbak, dia cukup tampan, baik dan perhatian sama mbak, apa mbak sama sekali tidak tertarik?,"  tanya Nara lagi.

" Tidak Nara." Kirania menghela nafas. " Karena di hatiku cuma ada suami kita, Mas Devan, tidak ada yang lain.  walaupun ada seribu pria seperti Dokter Julian, aku akan berusaha semampuku untuk bertahan dengan Mas Devan.  karena apa, aku dan mas Devan sudah terikat sumpah janji setia di hadapan Allah." jelas Kirania.

Penjelasan Kirania membuat Nara tak Bisa berkata-kata lagi. dia hanya mencibir dalam hati.

" Oh iya Nara, bagaimana dengan Mas Devan?, dia baik-baik saja kan, bagaimana dengan makan dan tidurnya, cukup kan?," tanya Kirania mengalihkan pembicaraan.

"Tentu, tentu Mas Devan makan dan istirahat dengan teratur. kamu jangan kuatir."  Nara sedikit memaksakan untuk tersenyum saat Kirania memperhatikan nya.

" Syukurlah kalau begitu,  selama dirawat aku mencemaskan keadaan Mas Devan, bagaimana makannya dan bagaimana dengan pola tidurnya, tapi... setelah aku dengar dia melakukan semua dengan benar aku cukup lega."

Nara berusa menutupi rasa kesalnya dengan sikap yang ditunjukkan Kirania yang bersikap seolah tidak terjadi sesuatu.

" Kalau keadaanmu sendiri bagaimana Nara?, apa baik-baik saja?," tanya Kirania lagi.

" Yah, aku baik, aku baik-baik saja, jangan mencemaskan kesehatan ku."

" Tidak, bukan kamu, tapi Mas Devan, aku mencemaskan mas Devan, dia pasti akan khawatir kalau kamu sakit, jadi jaga kesehatanmu, jangan buat Mas Devan cemas akan kesehatanmu." jelas Kirania.

Lagi dan lagi Nara tampak kesal dengan penjelasan Kirania yang terkesan menyudutkan nya.

Merasa tidak ada yang perlu dibahas, Nara lebih memilih diam dan berpikir  bagaimana caranya untuk menyingkirkan Kirania dari kehidupan Devano. Melihat kebaikan Kirania dan perhatian Kirania terhadap Devano, membuat Nara takut kalau Devano akan luluh dan menaruh perasaan dengan Kirania.

----------------

1
TRI FAA
lnjut thorr apa ending untk devan
Alfida
ko bersambung lanjut
Fashion Shiip
banyak typo. nama kirania seperti susah. kadang autor bilang karina. kadang kurnia.
andi herianti
perfect
Susilawaty Uci
baik
Yunerty Blessa
rasakan Nara..sudah terbongkar dan bersiap masuk penjara dan diceraikan..
Yunerty Blessa
salah faham kau Kiran
Yunerty Blessa
pasti akan terbongkar juga kebusukan mu Nara
Yunerty Blessa
biar pun jelek dan dekik tapi itu adalah kenangan Devano dan Kiran
Yunerty Blessa
Devano pasti menyesal kalo mengetahui hal yang sebenarnya..
Yunerty Blessa
mantap Kiran.. pergi saja dari Devano..
Yunerty Blessa
smoga saja Julian bisa membantu Kiran dan Geby
Yunerty Blessa
karna hati mu sangat busuk Nara
Yunerty Blessa
kalo ada yang melihat nya bisa salah faham lagi
Yunerty Blessa
sungguh tragis kehidupan nya Kiran
Yunerty Blessa
sungguh mulia dan sabarnya hati mu Kiran
Yunerty Blessa
tega sekali kau Devano.. demi kekasih mu kau tinggalkan isteri mu..
Triana Purnami
komek bagus
nuna_army7
maaf thor banyak typo
nuna_army7
baru sekali baca karyamu thor, perkenalan dulu 😊😊😊
salfok sama boneka kudanya kirania mirip kudanya J-HOPE BTS
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!