NovelToon NovelToon
Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:128.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lyyana

Red Rose (Cinta di Tiga Negara)
Perjalanan Cinta yang berliku, kekecewaan dan kesedihan.
Ketika ketulusan hati dipertanyakan dapatkah mempercayai cinta lagi, setelah semua yang dialami.
"Bukan Cinta Pertama, Tapi Cinta Sejati"

Lin Yijia
Perjalanan hidup yang di jalani, suka dan duka ia rasakan, membawanya terombang ambing dalam dekapan dunia.
Pertemuan demi pertemuan, yang berakhir dengan perpisahan. Terbuai perasaan, berpikir cinta itu datang, namun selalu berakhir dengan kegagalan.
Dapatkah ia bertahan, lalu dimanakah cinta sejatinya (?) akankah cinta pertamanya menjadi cinta sejatinya (?)
Temukan jawabannya dalam Novel Red Rose-Cinta di Tiga Negara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yijia

* 08 . 30 "Pagi"

* Kedai Kopi BC ( bmBio Coffee) "

"Pagi Manajer" sapa Yijia pada Roy.

"Oh Yi, pagi...,"

"Em Manajer, apa aku boleh minta tolong?"

"Oh apa itu? katakan-lah, jika aku bisa pasti akan aku tolong."

"Emh..., bisakah Manajer memberikan ini pada Andrew dan sampaikan terimakasih ku padanya karena tempo hari dia sudah menolong ku?" ucap Yijia seraya menyodor kan sebuah kotak makan.

"Oh iya, sampai kan maaf ku juga, karena tidak bisa datang berterimakasih secara langsung, aku benar-benar minta maaf."

"Kenapa?"

"Eh kenapa?" Yijia bingung dengan apa yang di maksud Roy.

"Kenapa kamu tidak datang sendiri menjenguk nya?" ucap Roy datar

"Eh itu, karena...,"

"Jhonathan?"

"Em Manajer...,"

"Jhonathan kan? karena Jhonathan, iya kan?"

"Manajer jangan salah paham, aku bisa jelas-kan."

"Jadi sebenarnya itu...,"

" Dia melarang mu untuk menemui Andrew kan, dia tidak ingin kau mempunyai hubungan apapun dengan Andrew?"

"Tidak seperti itu Manajer, dia hanya tidak ingin aku berada dalam bahaya lagi, jadi dia melarang ku untuk pergi kemana-mana selain pergi bekerja."

"Oh benarkah?"

"Iya, seperti itu lah."

"Kalau begitu maaf, aku tidak bisa menyampaikan ini pada Andrew"

"Loh kenapa?"

"Andrew sudah pulang ke Korea tadi malam, dia hanya titip salam untuk mu."

"Apa? kenapa dia tidak pamitan?"

"Memang apa gunanya berpamitan? kamu sendiri pasti juga tidak bisa menemuinya."

"Bukan seperti itu, setidaknya dia bisa mengabari ku lewat telpon."

"Lalu, kamu sendiri pernah menelponnya?"

"Emh tidak, ponsel ku sudah diganti Jhon."

"Kalau begitu sudahlah, sekarang pergilah, kembali bekerja."

"Baik Manajer."

Tidak berselang begitu lama, Willona datang dengan terburu-buru menghampiri Roy.

"Kak Roy!"

"Oh Willona."

"Kak...hosh...hosh...," nafas Willona tersengal-sengal karena terus berlari dari parkiran mobil hingga sampai pada Roy.

"Tenanglah Willona, atur nafas dulu."

Yijia kaget karena tiba-tiba Willona datang dengan berlari kencang, seperti di kejar-kejar hantu.

Setelah berhasil mengatur pernafasannya jadi normal lagi, barulah Willona merasa agak tenang.

"Kak, kenapa Andrew buru-buru sekali perginya? kenapa tidak pamitan pada ku? kenapa tidak ada yang mengatakannya pada ku sebelumnya bahwa kepergiannya di percepat? katanya beberapa hari lagi baru pergi? kenapa Kak?"

Willona tidak henti-hentinya bertanya, ia terus berbica membuat Roy dan Yijia jadi melongo, bagaimana bisa dia berbicara begitu cepat.

"Sudah-sudah, bagaimana aku akan menjawab kalau kamu terus-terusan berbicara seperti itu?"

"Jawab Kak"

"Iya, ayo ikut ke ruangan ku, nanti akan aku beritahukan."

"Baik"

Willona mengikuti Roy berjalan ke arah ruang kerja Roy, mengekor seperti anak anjing, meninggal kan Yijia sendiri.

Setelah mereka berada di dalam ruangan Roy, Roy menutup pintu ruangannya dan mempersilahkan Willona duduk, dan dengan patuhnya Willona hanya mengikuti apa yang dikatakan Roy.

"Jadi?" Willona membuka suara, ia sudah tidak sabar mendengar penjelasan Roy.

"Apa kamu tau siapa perempuan tadi?"

"Yijia?"

"Kamu sudah tau?"

"Iya"

"Dia pacar baru Jhonathan."

"Aku tau,"

"Kamu tidak apa-apa?"

"Memangnya aku harus kenapa?"

"Ah sudahlah."

"Jadi bagaimana dengan Andrew, kenapa dia pergi begitu mendadak?"

"Apa kamu menyukai Andrew?"

"Aku selalu menyukai dia."

"Suka lebih dari teman?"

"Eh itu..., tidak."

"Tidak?"

"Iya, untuk suka yang seperti itu tidak, aku menyukainya sama seperti dulu, hanya teman."

"Ah, perasaan mu tidak pernah berubah yah,"

"Entah lah, hanya saja saat ini sulit untuk ku membuka hati."

"Baiklah aku tau itu, tapi kamu juga harus mulai menata hati lagi mulai sekarang, move on."

"Iya-iya aku tau, tapi itu tidak semudah yang dikatakan."

"Berusaha lah."

"iya, aku sudah menjawab semua pertanyaan mu itu, jadi berhentilah berbicara berputar-putar, katakan pada ku, kenapa Andrew pergi begitu mendadak?"

"Ibunya jatuh sakit."

"Apa? kenapa tidak beritahu aku, harusnya aku ikut bersama Andrew menjenguk Ibunya."

"Tidak-tidak, ini tidak semudah yang kamu pikirkan, kemungkinannya Andrew tidak akan kembali kesini, jika kamu ikut itu tidak akan mudah untuk Andrew."

"Hah baiklah, aku tau, jika aku ikut hanya akan menjadi beban bagi Andrew kan?"

"Entahlah,"

"Ya sudah, aku pulang saja, sampai jumpa Kak Roy"

"Iya, hati-hati di jalan."

 

*

 

"Jhon, apa yang kamu pikirkan?"

"Yijia?"

Jhonathan dan Yijia sedang duduk bersama di pinggir pantai Pentle Bay yang tidak begitu jauh dari resort pribadi Jhonathan, menikmati pemandangan langit malam yang di penuhi jutaan bintang, tiupan angin laut yang sejuk, terpanaan ombak naik turun mengenai kaki mereka.

Suasana yang begitu tenang dan damai, hanya ada mereka berdua disana. Walaupun bersama, namun Jhonathan tetap saja, hatinya seperti tidak disana, entah apa yang sedang ia pikirkan.

Yijia terus memperhatikannya, kegelisahan hati Jhonathan dimulai ketika pertemuan pertama mereka dengan Willona.

"Kenapa kamu melamun?"

"Tidak ada apa-apa,"

"Benarkah?"

"Hm"

"Apa kamu benar-benar menyukai ku Jhon?"

"Apa yang kamu katakan itu?"

"Yang aku tau, di dunia ini ada dua jenis orang, pertama dia yang bertahan untuk cintanya, kedua dia yang bertahan untuk kesetiaan."

"Yi?"

"Dia yang di hianati tapi tetap bertahan karena masih mencintai, Dan dia yang bertahan untuk setia meski tidak lagi mencintai."

"Menurut mu lebih baik yang mana?"

"Dua-duanya, sama buruknya."

"Itu tidak semudah yang dipikirkan Jhon, ketika kamu mencintai, meski kamu tau dia menyukai orang lain, meski hati mu sakit, kamu mungkin masih tetap ingin bersamanya."

"Yi, jangan bicara yang aneh-aneh."

"Iya Jhon."

"Tapi Jhon, apa mungkin kamu masih menyukai mantan pacar mu?"

"Yijia, apa maksud mu? apa Willona mengatakan sesuatu?" Jhonathan benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan Yijia barusan.

"Ah benar ya, jadi Willona itu benar-benar mantan pacar mu, pada awalnya aku benar-benar penasaran hari itu kenapa kamu berkata seperti itu padanya, kini semua sudah terjawab,"

"Yi, apa dia berbuat jahat pada mu?"

"Tidak-tidak, dia orang yang cukup ramah"

"Baguslah"

"Apa pernikahan tiba-tiba kita, karena kembalinya?"

"Yi, jangan berpikir yang tidak-tidak, ini tidak ada hubungannya dengan dia."

"Jadi apa kamu masih menyukai nya?"

"Yi...,"

"Cinta pertama itu memang sulit untuk di lupakan yah?"

"Kamu benar,"

"Eh, apa?"

"Kamu banar, entah kenapa hati ku terus gelisah, tapi percaya lah Yi, aku akan serius pada mu."

Jhonathan memeluk Yijia dengan erat, tapi tetap saja hati ya hati, tidak pernah bisa berbohong.

"Aku harap juga begitu."

"Percayalah pada ku, oke?"

"Baiklah, aku akan selalu mempercayai diri mu, aku bahkan sangat mempercayai mu, melebihi diriku sendiri Jhon."

"Terimakasih karena sudah bersama ku Yi, aku akan selalu menjaga dan mencintai mu."

"Aku harap juga begitu, tapi Jhon, aku mohon jangan paksakan sesuatu yang tidak kamu inginkan."

"Aku akan selalu menerima keputusan mu, jika...,"

"Tidak Yi, jangan teruskan kata-kata mu itu lagi, oke?"

"Jhon, mengertilah satu hal, aku tidak ingin kamu bersama dengan ku, hanya karena terpaksa ingin setia dan dapat menepati janji mu, aku tidak ingin bersama orang yang dihatinya ada orang lain."

"Aku berjanji padamu Yi, aku akan tulus menyukai mu."

"Tapi jika hati mu bukan benar-benar untuk ku, tolong jujur lah, setidaknya pada diri mu sendiri"

"Baiklah, tapi bisakah kita berhenti membicara-kan ini?"

"Iya Jhon, maaf."

"Sudahlah, ayo bicarakan rencana pernikah kita saja, 1 jam lagi aku harus pergi menemui Ayah."

"Hm...,baiklah."

1
Ratna Yuni
nyesek banget dah
Dhina ♑
terimakasih poinnya, Thor 👍👍👍
Reanza
Lanjut baca
Kurnia
Up lagi yah kak, aku tunggu.

Salam dari Edward dan Kimmy
I LOVE MY CEO

Mampir yah kak
Eyha
terus semangat berkarya kak
Eyha
suka
Eyha
semangat
Eyha
keren ceritanya
Eyha
lanjut
🦖 Aniedaa
SEMANGAT 🌻
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
lanjut like di sini
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hai.. hai..

cinta pak bos hadir lagi kak😊

semangat semangat 💪💪💪
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
kasih like lg buat kakak
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
hai.. hai..

cinta pak bos hadir lagi kak😊

semangat semangat 💪💪💪
Zhang A Yu
mantep ya Thor ilmunya. mirip kek kehidupan nyata gitu.
kalau sempet, mampir ya Thor. ke novel perdan aku.
INKHEART
Alur nya bagus 👍 tapi maaf ya thor ... aku rada risi soal banyaknya tanda koma


selebihnya oke semua👍👍👍
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
Ngenggg ~~🚁🚁🚁
5 LIKE & RAT 5 Terbang ke karyamu thor

Semakin seru & membuat penasaran 💓

Jangan bosan mampir
🌷REINKARNASI🌷

Menantimu dengan setia
Mutie Cutie
like kakak
Nate Lawliet: Halo kak, siapa tau tertarik mampir yuk ke novelku yang judulnya "If You Hate Me So" ditunggu like dan comment nya ya🤭💖
total 1 replies
ayyona
kereeen kak author. napa ya pd hiatus
btw ditunggu karya selanjutnya 😎😍😘
Nauri_: Hai ka...
Izin promosi di sini ya ka...
Kalau berkenan mampir juga yuh ke karyaku 'Diamku Kelemahanku'
Kalau suka, jangan lupa tinggalkan jejak ya ka. Kasih like, komen, rate dan vote.

Selamat membaca...
Dan terima kasih sebelumnya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!