Min Kiara gadis manis berusia 19 tahun mempunyai kekasih bernama Kim Taehyung seorang pengusaha muda yang terkenal dingin dan tidak tersentuh di Korea, tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka yang baru berusia 6 bulan itu.
Bagaimana jadinya jika Kim taehyung tiba-tiba di jodohkan dengan wanita lain? akankah Kim taehyung menolak perjodohan itu dan mempertahankan kekasihnya? atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kacau
Kiara masih setia memeluk tubuh tegap tersebut meski berulang kali suga dan jimin memanggilnya tapi gadis itu tidak peduli hingga ketika kiara sedikit lengah suga dengan cepat meraih tangan adiknya tersebut dan menggendongnya ala karung beras dan membawanya ke kamar dengan kiara yang terus meronta dan berteriak memanggil nama kekasihnya.
“Pulanglah tae, kami yang akan mengurus kiara" kata jimin dan tanpa menunggu jawaban dari taehyung jimin langsung meninggalkan taehyung untuk menyusul suaminya ke kamar kiara.
Sementara taehyung menatap kepergian jimin dengan pandangan yang sulit diartikan dan setelahnya dirinya keluar meninggalkan mansion min dengan emosi yang memuncak.
Taehyung membuka pintu utama mansion kim dengan keras dan langsung berjalan menuju kamar kakeknya mengabaikan kedua orang tua dan kakaknya yang sedang berkumpul di ruang tamu.
Melihat taehyung yang terlihat sangat emosi semua orang saling pandang dan bergegas menyusul taehyung.
Begitu tiba di kamar sang kakek taehyung langsung melempar undangan pernikahan itu tepat dihadapan kakek kim dengan emosi, "Jelaskan apa maksud semua ini kakek” tanya taehyung dengan nafas memburu.
“Keluarga bae yang menginginkan pernikahannya dipercepat karena kakek irene kembali kritis" kata kakek kim pelan.
“Dan kakek langsung setuju tanpa bertanya padaku? Kakek anggap aku ini apa hah???!! Aku cucu kakek dan aku bukan barang!!!!" Emosi taehyung.
“Aku sudah menuruti permintaan kakek untuk menikahi wanita yang tidak aku cintai tapi tidak dengan minggu depan" ucap taehyung frustasi.
“Karena undangan ini kak suga marah denganku, dan kakek tahu dia melarangku untuk bertemu dengan kiara" kata taehyung pelan menahan sesak di dadanya.
“Tae tenanglah" ucap seokjin sambil mengelus bahu lebar adiknya tersebut.
Taehyung menatap kakak perempuannya dan tersenyum hambar.
"Tenang?? Kakak nyuruh tae tenang setelah apa yang terjadi? Mereka mengatur tanggal pernikahan tanpa bertanya dulu kepada tae seolah tae ini boneka begitu??” Ucap taehyung dengan nada kecewa.
"Sekarang kamu memang tidak mencintainya tapi papa yakin suatu saat kamu bisa mencintai irene karena terbiasa” ucap chanyeol.
Taehyung hanya tersenyum sinis lalu menatap kakeknya setelah menatap keluarganya.
"Kakek tahu siapa gadis yang taehyung cintai dengan seluruh hidup tae saat ini bahkan tae rela mengorbankan hidup tae asal gadis itu bahagia" ucap taehyung dengan tersenyum getir.
“Kamu mempunyai kekasih? Kenapa kamu tidak bilang tae?" Kata baekhyun terkejut.
“Apakah dengan tae bilang jika tae mempunyai kekasih lalu kakek akan membatalkan perjodohan ini? Tae rasa tidak karena janji di masa lalu membuat tae yang harus mengorbankan diri tae bahkan saat ini tae juga terpaksa harus menyakiti kekasih tae" ucap taehyung pelan.
Semua orang terdiam mendengar perkataan taehyung.
“Maafkan kakek taehyung ah, maaf jika karena keegoisan kakek kamu jadi mengorbankan perasaanmu" ucap kakek kim penuh penyesalan.
“Tidak perlu meminta maaf kakek karena semuanya sudah terlambat, kak suga sudah terlanjur marah besar dan melarangku untuk bertemu dengan adiknya."
"Kakek besok akan menemui suga untuk menjelaskan semuanya dan kamu masih boleh berhubungan dengan kiara dengan syarat jangan sampai tercium oleh media."
Kedua orang tua taehyung dan seokjin terkejut dengan apa yang dikatakan oleh kakek kim.
"Pah, bagaimana mungkin papa mengizinkan cucu papa untuk selingkuh” kata chanyeol tidak percaya.
"Bukan selingkuh, karena sebenarnya mereka adalah sepasang kekasih dan karena janjiku di masa lalu harus membuat mereka berdua mengalami hal ini” ucap kakek kim tenang, lalu setelahnya menatap taehyung.
"Ingat perkataan kakek taehyung jangan sampai hubungan kalian tercium media dan jika suatu saat kamu ingin bercerai dari irene kamu harus bisa mencari alasan yang masuk akal" pesan kakek kim, setelah mendengarkan perkataan kakek kim taehyung bergegas keluar kamar sang kakek tanpa sepatah katapun dan langsung keluar mansion tujuannya adalah apartemen pribadinya karena dirinya ingin menenangkan diri.
Sepeninggal taehyung.
“Sebenarnya apa rencana kakek? Kakek menyuruh taehyung menikah dengan irene dan tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya" ucap seokjin heran.
"Kakek hanya ingin menebus rasa bersalah kakek pada cucu kakek” ucap kakek kim pelan.
"Bagaimana jika keluarga Bae tahu jika taehyung menjalin hubungan dengan wanita lain? Aku hanya takut mereka akan marah dan menyebarkan berita yang akan mempengaruhi bisnis kita” ucap chanyeol pelan.
"Itu akan menjadi urusan papa, lagipula papa masih harus menyelidiki kenapa mereka menentukan tanggal pernikahan secepat ini tanpa berdiskusi dengan kita” kata kakek kim.
"Papa benar sayang, bahkan undangan sudah tercetak dan mereka tidak mengajak kita berdiskusi. Kita jadi tidak bisa mengelak karena ini menyangkut nama baik keluarga besar kita” ucap baekhyun.
"Seperti apa sebenarnya wanita yang membuat seorang kim taehyung yang bersifat dingin dan cuek bisajatuh cinta” gumam seokjin dan itu didengar oleh yang lain.
"Mama juga penasaran jinnie” ucap baekhyun.
"Besok papa akan bertemu dengan min suga untuk menjelaskan semuanya dan semoga pria itu mau mendengarkan penjelasan papa” kata kakek kim penuh harap.
Sementara itu di sebuah apartemen mewah tampak taehyung yang duduk melamun di balkon kamarnya dengan pandangan lurus kedepan, pikirannya saat ini hanya penuh dengan kekasih kiara, taehyung benar-benar khawatir karena tadi meninggalkan kekasihnya dalam kondisi yang kurang baik.
“Bagaimana kondisimu sayang? Kakak khawatir" monolog taehyung sambil meminum segelas wine untuk menemani pikirannya yang kacau.
Sementara itu di kamar gadis itu, masih terjadi perdebatan.
"Mengertilah sayang, hubungan kalian tidak akan bisa berjalan dengan baik, taehyung pasti akan lebih fokus kepada istrinya kelak” bujuk jimin berusaha memberi pengertian.
"Kia tidak peduli, kia hanya mau kak taehyung” keukeuh kiara dengan air mata yang terus mengalir.
"Membiarkan kamu terus tersakiti karena cemburu begitu? Tidak kakak tidak akan membiarkan hal itu kamu adik kakak satu-satunya dan kakak tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu” ucap suga tegas.
"Kia tidak peduli jika harus tersakiti asal kak taehyung tidak pergi dari hidup kia” ucap kiara tegas.
“Ayolah sayang lupakan dia, ini juga demi kebaikanmu sendiri. Kami tidak ingin orang lain menganggap kamu sebagai orang ketiga dan perusak rumah tangga orang lain" bujuk jimin pelan.
“Kia bukan orang ketiga dan kia tidak akan meninggalkan kak taehyung" ucap gadis itu sambil menatap tajam dua orang didepannya. Inilah kiara gadis yang terlihat manis tapi memiliki sifat keras kepala yang bahkan kakaknya pun tidak bisa mengatasi sifat tersebut
“Terserah apa maumu, tapi keputusan kakak sudah bulat mulai hari ini kamu tidak punya hubungan lagi dengan taehyung" tegas suga setelah itu keluar kamar diikuti oleh jimin.
Hingga sebuah suara menyadarkan gadis itu.
Klek..bunyi pintu terkunci yang
membuat gadis itu tiba-tiba panik saat mendengar suara pintu dikunci dari luar.
“Kak suga jangan dikunci pintunya!!! Buka kaak!!!" teriak kiara sambil berusaha menggedor pintu tapi tak ada jawaban karena suga dan jimin sudah turun ke lantai satu mengabaikan teriakan kiara yang terus berteriak supaya pintu kamarnya dibuka.
Suga merebahkan tubuhnya di sofa dan memijat pangkal hidungnya.
“Apakah aku terlalu memanjakannya sayang? Sejak kecil dia selalu mendapatkan apapun yang menjadi keinginannya dan lihatlah sekarang bahkan dia mempertahankan sesuatu hal yang salah" ucap suga lirih.
“Apakah caraku memanjakannya salah? Aku takut akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri jika aku kembali menuruti keinginannya kali ini, ini bukanlah hal mudah karena ini menyangkut nama baik sebuah keluarga" ucap suga lagi.
“Kita pikirkan lagi besok ya kak, biarkan kiara lebih tenang dan besok kita bisa bicara baik-baik dengannya. Ingat kiara itu keras dan kita tidak bisa memakai kekerasan untuk membujuknya” nasehat jimin dan diangguki oleh suga.