NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 Kesakitan

Keesokan harinya....

Belva tidak bisa bangun sama sekali, kepalanya terasa semakin berat. Belva merasa haus, tapi dia berat sekali untuk bangun. Akhirnya dia berusaha bangun dan meraih gelas di atas nakas, tapi kondisi dia terlalu lemah membuat Belva akhirnya terjatuh dari atas tempat tidur.

“Astaghfirullah, Non. Non Belva kenapa?” tanya Bi Darsih.

“Kepala aku pusing sekali, Bi,” lirih Belva.

Darsih menyentuh kening Belva dan ternyata Belva demam. “ya, Allah Non Belva demam, sebentar ya, bibi buatkan bubur dulu,” seru Bi Darsih.

Darsih pun segera keluar dari kamar Belva dan membuatkan bubur untuknya. Awalnya Darsih hendak membangunkan Belva untuk sarapan, tapi pada saat hendak mengetuk pintu Darsih mendengar suara orang jatuh dan karena panik ia pun segera masuk. Ternyata Belva memang benar, Belva sudah terjatuh ke lantai.

Beberapa saat kemudian, Darsih datang dengan membawa bubur dan juga obat demam. “Non Belva, makan bubur dulu ya, nanti setelah itu baru minum obat,” seru Bi Darsih.

“Aku gak lapar Bi,” lirih Belva.

“Sedikit saja Non, bibi suapin ya,” ucap Bi Darsih.

Akhirnya karena Belva ingin sehat, dia pun mau makan bubur walaupun cuma dua suap. “Non, minum obat demam ini ya! Apa Non mau ke rumah sakit saja?” tanya Bi Darsih.

“Tidak Bi, aku minum obat ini saja,” sahut Belva lemah.

Belva pun mulai minum obat. “Mama mana, Bi?” tanya Belva.

“Nyonya Venny tadi sudah pergi pagi-pagi sekali,” sahut Bi Darsih.

“Pasti Mama pergi bertemu pria selingkuhannya itu lagi,” batin Belva.

“Kalau begitu, bibi ke bawah dulu. Bila Non butuh sesuatu, telepon saja ke bawah,” seru Bi Darsih.

Belva mengangguk pelan. Belva kembali meneteskan air matanya, kalau ada Papanya sudah pasti ia akan sangat khawatir dengan keadaan Belva. Ferdi paling panik jika melihat putrinya sakit, bahkan Ferdi akan libur ke kantor demi menemani putrinya.

“Pa, Belva rindu Papa,” batin Belva.

Sementara itu, Mario sudah siap-siap karena dia ingin mengembalikan dompet Belva. Dia mengendarai mobilnya menuju rumah Belva dan tidak lama kemudian, dia pun sampai di depan rumah Belva. “Maaf, Mas mau cari siapa?” tanya Satpam rumah Belva.

“Apa benar ini rumah Belva?” seru Mario.

“Iya, benar. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Satpam kembali.

“Bisa saya bertemu dengan Belva? Soalnya saya mau mengembalikan sesuatu kepada Belva,” seru Mario.

“Baik, tunggu sebentar!”

Satpam itu pun segera masuk ke dalam rumah, Mario menunggu di depan gerbang. Beberapa saat kemudian, Satpam itu pun kembali lagi. “Maaf Mas, Non Belvanya sedang sakit dan sekarang sedang istirahat,” seru Satpam.

“Oh begitu. Ya, sudah tolong Bapak berikan dompet ini kepada Belva soalnya kemarin dompetnya ketinggalan di mobil saya,” seru Mario.

“Oh, baik Mas.”

“Kalau begitu saya pamit dulu, Pak,” ucap Mario.

Mario pun segera masuk ke dalam mobilnya, ada rasa kecewa yang menyelimuti hati Mario. Padahal dia ingin bertemu dengan gadis cantik itu, tapi ternyata saat ini Belva sakit sehingga Mario tidak bisa bertemu kembali dengan Belva. “Sayang sekali tidak bisa bertemu dengan Belva,” gumam Mario.

Sementara itu di rumah Bondan. “Sayang, kapan kita bisa menikah?” tanya Bondan.

“Sabar dong sayang, masa baru kemarin Ferdi meninggal kita sudah menikah, apa kata orang-orang? Minimal tunggu habis masa idah dulu lah biar gak jadi omongan tetangga,” sahut Mama Venny.

Bondan terus saja mendesak Venny untuk segera menikah dengannya. Apalagi sekarang Venny sudah menjadi janda kaya raya, dia takut Venny keburu kepincut pria lain. Maka dari itu Bondan sebisa mungkin pepet Venny supaya Venny tidak menikah dengan pria mana pun.

Menjelang siang, Belva pun mulai bangun dari tidurnya. Ternyata demamnya sudah turun dan rasa pusingnya pun sudah menghilang. Belva turun dari atas ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi karena tubuhnya sudah lengket dengan keringat.

Belva menuruni anak tangga. “Bi, Mama belum pulang?” tanya Belva.

“Belum, Non. Non Belva sudah baikan sekarang?” tanya Bi Darsih.

“Iya, Bi. Tolong masakan aku sesuatu Bi, soalnya aku lapar sekali,” seru Belva.

“Baik, Non.”

Darsih hendak melangkah tapi dia ingat sesuatu. Darsih pun mengeluarkan dompet Belva dari saku apron. “Non, tadi ada yang memberikan dompet Non, katanya kemarin terjatuh di mobilnya,” seru Bi Darsih sembari memberikan dompet Belva.

Belva mengerutkan keningnya. “Siapa Bi?” tanya Belva.

“Tidak tahu, kata satpam seorang laki-laki,” sahut Bi Darsih.

Belva terdiam sejenak. “Bibi masak dulu ya, Non.”

Belva mengangguk dengan pikiran ke mana-mana. Dia berusaha mengingat, dan dia baru sadar kalau kemarin dia diantar seorang laki-laki dari makam. “Astaga, ternyata dompet aku terjatuh di mobil dia. Siapa ya, dia? Mana kemarin aku gak sempat ngucapin terima kasih lagi,” gumam Belva.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang dimasak Darsih pun jadi. Belva langsung melahapnya karena memang perut dia sangat lapar dari kemarin tidak makan. Sedangkan Mamanya sama sekali tidak perhatian kepada dirinya.

***

1 minggu kemudian....

Belva sudah mulai masuk sekolah, hari ini kondisi dia sudah lebih mendingan walaupun tidak bisa dipungkiri kalau saat ini hidupnya begitu hampa tanpa kehadiran Papanya. Pada saat sarapan, Venny sibuk dengan ponselnya bahkan dia seakan anak ABG yang senyum-senyum sendiri membuat Belva merasa jijik.

“Ma, bisa tidak ponselnya di simpan dulu?” celetuk Belva.

“Memangnya kenapa? Suka-suka Mama dong, Mama saja tidak pernah ikut campur urusan kamu,” ketus Mama Venny.

Tiba-tiba ponsel Venny berdering tanda ada yang video call. Venny dengan santainya mengangkat video call itu dan ternyata itu dari Tissa. “Halo, sayang! Ada apa, tumben pagi-pagi video call sama Mama?” tanya Mama Venny dengan ramahnya.

Belva geram, siapa yang menghubungi Mamanya? Mana anak itu memanggil Mama. “Ma, hari ini aku pakai liptint yang mana ya? Aku bingung,” seru Tissa dengan manjanya.

“Kamu pakai yang pink itu, yang kemarin Mama belikan,” sahut Mama Venny.

“Ok kalau gitu, ya sudah Tissa siap-siap dulu mau berangkat sekolah, dadah Mama,” seru Tissa.

“Hati-hati sayang!”

Venny pun memutuskan sambungan video call itu dengan senyuman yang mengembang. “Siapa dia? Kenapa dia memanggil dengan sebutan Mama?” tanya Belva dengan mata berkaca-kaca.

“Kamu tidak perlu tahu,” sinis Mama Venny.

“Aku anak kandung Mama, kenapa Mama lebih perhatian kepada anak lain dibandingkan anak sendiri? Apa itu anak dari hasil selingkuh?”geram Belva.

Venny bangkit dari duduknya lalu menampar Belva. “Jangan kurang ajar kamu, Belva!” bentak Mama Venny.

Belva memegang pipinya, air matanya mengalir di pipinya dengan derasnya. Belva mengambil tas sekolahnya, lalu pergi tanpa berpamitan kepada Venny. Belva sakit hati dengan perlakuan Mamanya, Belva seperti anak tiri padahal Belva adalah anak kandung Venny.

“Siapa perempuan yang manggil Mama kepada Mamaku? Ada hubungan apa Mama dengan perempuan itu?” batin Belva dengan deraian air matanya.

1
yaniSuryani
selamat Hiatus ya author kesayangan,,, ditunggu kembalinya dengan cerita² yg lebih seru lagi 🫰🥰
yaniSuryani
padahal nungguin si amar loh ini,, 😂
yaniSuryani
bagi pak Suharto Belva udah kaya anak sendiri
yaniSuryani
kasian juga ya si amar 🤭
yaniSuryani
ngebentak bentak bos besar kan jadinya,,, malu banget tuh muka 😂😂
yaniSuryani
kukira tadi si anak tiri yang bangkit dari kubur,,, ternyata cuma orang gila 🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
si amar gak jadi ngomong itu ke Belva tentang rasa cinta nya 🤭
yaniSuryani: hooh ya,,, di kirain Belva bakalan bawa Abi k kantor jadi ketemu sama Amar,,, patah hati duluan tuh si Amar 🤣
total 1 replies
ꪶꫝNOVI HI
lanjut 😅
Naysila mom's arga
si abi jangan mudah cemburu dong kasihan belva nunggu kamu lama
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
malu kan anda maya makanya jangan pernah sombonk, kekayaan itu cuma sementara😂
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ngakak sama si Maya ...gimana itu kelanjutannya kok tiba2 dah setahun aja 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
asem dateng2 maen geruduk aja tuh anak manja 🤣
Naysila mom's arga
si maya pd bgt ya 🤣🤣🤣🤣
ꪶꫝNOVI HI
minta di tampol tu maya 😅
Naysila mom's arga
nambah lagi orang gila 1 si tissa udah modiar gantian maya
Riasusi
kk lom up lgi kk poppy 😘😍
yaniSuryani
si Yuri terlalu ugal²an kagat lah mas Amar baru pertama kali ketemu juga 🤣
yaniSuryani
lama ya nungguin setahun,,, dalam waktu setahun pasti banyak yg deketin Belva 🤭
ꪶꫝNOVI HI
main cantik donk yuri 😂
Naysila mom's arga
yuri jodoh amar 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!