Zhang Chen, seorang pemuda yang hidup dengan ketidak adilan oleh langit. tanpa sengaja ia terjatuh ke dimensi lain dan di pertemukan dengan seorang dewa yang nantinya akan menjadi gurunya.
dengan tekad yang kuat menjadi seorang pendekar yang berpegang teguh untuk melindungi orang orang yang ia sayangi dan menciptakan kedamaian
dengan tubuh istimewa yang tiada dua di alam semesta dan pelayan setianya yang merupakan raja agung dewa naga azure bersama para pasukan akan membawanya ke puncak dunia persilatan.
dan pada saat melakukan pengembaraan tanpa sengaja Zhang Chen bertemu dengan seorang wanita cantik nan anggun yang nantinya akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang_gabut07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zhang Chen si gadis yang tampan
seiring berjalannya waktu kini Zhang Chen telah menguasai jurus seruling neraka dengan sempurna, malam itu juga ketika Zhang Chen sedang bermeditasi untuk mengisi energi pada dantian nya untuk menerobos tingkatan selanjutnya, lu Ling keluar dari lubang seruling berwujud asap kemudian membentuk sebuah tubuh wanita dan memadat menjadi lu Ling.
kemudian lu Ling memandangi Zhang Chen yang sedang duduk bersila, lu Ling berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Zhang Chen kemudian menggoyang goyangkan bahu Zhang Chen menggunakan kedua tangannya.
''hei bangun, bangun'' teriak lu Ling sambil menampar nampar pipi Zhang Chen.
plakkk.. plakkk.. suara Tamparan lu Ling terdengar sangat keras sehingga membekas di pipi Zhang Chen.
Zhang Chen yang menerima tamparan keras lu Ling seketika berteriak.
''ahhh sakit, kau kasar sekali sebagai wanita, seharusnya kau tidak di lahirkan sebagai manusia kau lebih cocok menjadi hewan buas'' ucap Zhang Chen kesal sambil mengusap usap pipinya yang di tampar lu Ling.
''apa? pedas sekali mulutmu, jika aku hewan buas aku akan mengigit mulutmu'' ucap lu ling kesal sambil memanyunkan bibirnya.
saat Zhang Chen mendengar ucapan Lu ling seketika ia tersentak dan membayangkan lu Ling mencium bibirnya, baginya itu sangat menjijikan, lalu ia tersadar dari lamunannya kemudian cepat cepat menutup mulutnya mengunakan kedua tangannya dan mengeleng-geleng kan kepalanya dengan cepat.
saat melihat tingkah Zhang Chen, terbesit rencana nakal dalam pikiran lu Ling, dengan senyum licik Lu ling berjalan menghampiri Zhang Chen, di hadapan Zhang Chen, lu ling menatap Zhang Chen dengan wajah sendu kemudan menepatkan kedua tangan nya di belakang leher Zhang Chen, perlahan tangan kanan lu Ling membelai rambut Zhang Chen dengan lembut kemudian mengusap pelan pipi Zhang Chen lalu turun kebawah sampai dibagian dada Zhang chen dan memainkan jari telunjuknya di sana.
Zhang Chen ingin melawan pikiran nya namun tubuhnya menolak, keringat dingin bercucuran membasahi keningnya, terdiam menelan ludah, dengan tubuh bergetar. ketika lu ling melihat wajah konyol Zhang Chen, ia mencoba menahan tawa namun ia tidak dapat menahannya sehingga tawa lu Ling terdengar sangat keras.
''ha..ha..ha.. apa yang kau pikirkan, lihatlah wajah konyol mu itu, dan apa ini? seorang pendekar berkeringat dingin menghadapi godaan seorang wanita apa kau pantas di sebut pendekar, ha.. ha.. ha..''ucap lu Ling dengan tawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.
Zhang Chen yang baru menyadari bahwa dirinya di bodohi lu Ling menjadi sangat malu dan kesal.
''apa kau menertawai seseorang yang jijik ketika melihatmu, beruntungnya kau karna aku bukan seorang mafia wanita'' ucap Zhang Chen dengan wajah datarnya.
''ya ya terserah, aku sudah puas tertawa, sebenarnya aku datang menemuimu untuk menanyakan hal janggal yang aku rasakan dalam tubuhmu'' ucap lu ling terlihat mulai serius
saat Zhang Chen mendengar ucapan lu Ling yang mulai serius ia pun mulai berbicara serius pada lu Ling.
''hal janggal dalam tubuhku? apa yang kau maksud, aku tidak mengerti'' ucap Zhang Chen sambil menggelengkan kepalanya.
''apa kau benar benar tidak merasakannya? seperti mengalami hal hal aneh'' tanya kembali Lu ling pada Zhang Chen.
Zhang Chen kemudian mengingat ingat hal hal yang terjadi di masa lalunya, namun ia tetap tidak menemukan hal aneh yang pernah terjadi padanya.
''aku rasa tidak'' Jawab Zhang Chen masih menggelengkan kepalanya.
''ini aneh, sebenarnya ada energi iblis murni dalam tubuhmu, biasanya orang yang memasukkan energi iblis dalam tubuhnya secara paksa akan mengalami perubahan pada tubuhnya secara fisik maupun pikiran'' ucap lu Ling yang sedikit bingung.
''apa, energi iblis, apa itu? apa aku seorang iblis?'' ucap Zhang Chen sedikit panik.
saat lu Ling mengatakan hal itu Zhang Chen menjadi terkejut tidak percaya jika dirinya memiliki energi iblis murni, ia menjadi sedikit gelisah dan takut jika ia mengamuk dan tidak dapat mengontrol tubuhnya sendiri orang lain akan terkena dampaknya.
''entahlah namun di lain sisi aku juga merasakan energi dewa terkuat ada dalam tubuhmu, jadi aku tidak tau dirimu itu apa'' ucap lu Ling mengeleng-geleng kan kepalanya pelan.
''bagaimana kau bisa tau jika ada energi iblis dan energi dewa terkuat ada dalam tubuhku? lalu apa yang harus aku lakukan, aku takut jika aku mengamuk dan tidak dapat mengontrol diri sehingga membuat orang lain terluka.''
''dan di masa lalu aku adalah seorang pengembara yang tidak memiliki teman dan tidak memasuki aliran manapun, aku melawan orang orang yang berani menghalangi tujuanku, saat itu aku pernah melawan iblis yang memiliki energi murni sama sepertimu namun aku tidak dapat mengalahkannya, setelah itu aku berfikir bagaimana caranya untuk mengalahkan iblis itu sehingga aku pergi ke alam dewa dan mencuri buah empedu naga illahi yang hanya di miliki dewa terkuat masa itu, namun sayangnya aku tertangkap dan aku di segel dalam serulingku sendiri, dan aku juga tidak tau harus memberimu solusi apa, yang terpenting tetaplah jalani hidupmu dan biarlah waktu yang menentukan'' ucap lu Ling dengan nada sedih dan tersenyum kecut saat mengingat masa lalunya.
saat Zhang Chen mendengar ucapan lu Ling ia merasa bersalah karna telah mengingatkan lu ling tentang masa lalunya.
''maafkan aku, karna telah mengingatkanmu tentang masa lalu yang harusnya kau lupakan'' ucap Zhang Chen merasa bersalah.
''ya aku akan memaafkanmu, asalkan aku boleh memanggilmu dengan sebutan Cece, karna nama Chen menurutku tidak imut'' ucap lu Ling sambil pura pura berfikir dengan keras.
''itu bukankah nama perempuan, apa di matamu aku terlihat seperti gadis yang tampan, tidak tidak, aku ini laki laki bukan anak gadis'' ucap Zhang Chen dengan nada tinggi sambil melambai lambaikan kedua tangannya di depan dada.
''kau membentak ku, apa kau ingin aku merasa sedih'' ucap lu Ling dengan nada yang di buat sedih.
''apa hubungannya nama perempuan dengan dirimu yang bersedih''
''dulu ak..''
''sudah hentikan tidak perlu menceritakan dirimu yang dulu dulu aku sangat muak dengan wajah jelek mu itu'' ucap Zhang Chen memotong perkataan lu Ling.
''lalu apa aku boleh memanggilmu dengan nama cece'' ucap lu Ling dengan senyum mengembang di bibirnya.
karena Zhang Chen tidak ingin berdebat lebih lama dengan lu Ling ia hanya bisa menghela nafas panjang dan mengangguk pelan.
''baiklah terserah, kau boleh memanggilku dengan sebutan itu walaupun terdengar sedikit gatal di telingga.''
''baiklah Cece aku akan kembali dan jangan lupa mengunakan pusaka seruling neraka saat bertarung, kau akan tau fungsinya ketika kau menggunakannya'' ucap lu Ling sambil tertawa kecil.
lu Ling merasa sangat senang saat menyebut Zhang Chen dengan sebutan Cece ia langsung merubah wujudnya menjadi kabut asap kemudian kembali masuk ke dalam seruling neraka.
Zhang Chen kemudian kembali melanjutkan meditasinya hingga pagi tiba. Zhang Chen kemudian melakukan pemanasan untuk meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku sambil memikirkan hal yang akan di lakukannya hari ini.
''baiklah hari ini aku akan kekota untuk melihat lihat keadaan di sana'' gumam Zhang Chen langsung melesat meninggalkan gua yang berada di pingiran kota.