NovelToon NovelToon
Stuck With You

Stuck With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri
Popularitas:42.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Ini squel dari novel : only you, my possessive husband dan the dark side of love. Anak anak mereka.

Hidup Adelion Zildzyan Febriano, dan kembarannya Anindhita cheisya Febriano berubah drastis ketika mengenal sosok Alula Carletta. Gadis cantik dengan segudang misteri.


Pertemuannya yang tidak sengaja dengan Alula membuat Adelion jatuh cinta. Namun, justru menyeret saudara kembar itu dalam kubangan teka-teki yang amat rumit dan membawa keluarga mereka dalam bahaya.


Siapakah Alula?

Mampukah Delion dan Dhita menyatukan kepingan puzzle itu, dan mengungkap jati diri Alula?

Ikuti kisahnya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

semuanya harus terjadi.

Sore itu, Edo dan Ray sedang mengobrol santai di teras belakang. Membicarakan tentang bisnis dan juga keluarga mereka kedepannya. Sampe-sampe Ray gak jadi berangkat kerja karena Edo ngajakin ngobrol terus.

Lama lama obrolan bapak bapak itu ngalor ngidul, nyerempet kemana mana. Sampe akhirnya Edo pun curhat pada Ray tentang masalah rumah tangganya dengan Ayrin.

Setiap tahunnya umur Edo bertambah terus, semakin tua tentunya. Tapi dia belum juga di beri kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki momongan.

Dokter memang sudah memvonis Ayrin tidak bisa memiliki anak, karena pukulan keras melukai rahimnya. Tapi Edo tak berhenti untuk terus berdoa dan berharap Tuhan memberikan keajaiban pada keluarga kecil mereka dengan menghadirkan seorang malaikat kecil di tengah tengah mereka. Meskipun nyatanya Edo terkadang merasa lelah dan ingin menyerah.

Bahkan beberapa bulan lalu sempat terjadi pertengkaran hebat di antara mereka bedua, nyaris berujung cerai. Saat  Ayrin tiba tiba saja meminta Edo untuk menikah lagi dengan sahabatnya, namun Edo dengan keras menolak permintaan tidak masuk akal istrinya itu.

Ya kali Edo nikah lagi. Perjuangan untuk mendapatkan Ayrin saja luar biasa susahnya.

Semua itu berawal dari omongan tetangga. Ayrin sering di sindir oleh mulut tak berakhlak itu karena belum juga memiliki anak, dan itu terlalu menyakitkan bagi Ayrin. Mereka sepertinya senang di atas kesakitan yang Ayrin rasakan. Tentu saja hal itu meracuni pikiran Ayrin yang semula ikhlas dengan keadaan, kini menjadi seperti membenci takdir Tuhan.

Wanita muda itu juga sempat melakukan hal gila, yaitu membawa seorang wanita bayaran ke rumah, hanya untuk mengandung anak dari Edo tanpa harus menikah.

Gila sekali bukan?

Mulut tetangga memang mengerikan. Seperti virus yang perlahan tapi pasti membunuh mereka yang lemah. Dan terus menggerogoti hingga si korban gunjing benar benar menyerah.

Edo merasa amat sangat kasihan dengan Ayrin, yang begitu menginginkan seorang anak tinggal di rahimnya, atau setidaknya darah keturunan Edo. Dan itu membuat Edo jadi ikutan stres.

"Terus sekarang gimana?" Ray membuka suara, setelah tadi hanya diam saja menyimak. Ray merasa prihatin dengan apa yang di alami sahabatnya itu.

Edo pun menolehkan kepalanya ke arah Ray, mukanya masih sendu gara gara curcol tadi.

"Sekarang udah mendingan, semenjak sering gua ajak ke panti asuhan." Tutur Edo, raut mukanya gak sesedih tadi.

Semenjak Ayrin mendatangi panti asuhan, dimana banyak anak anak yang tidak memiliki orang tua itu, membuat istrinya sadar. Jika anak-anak yang sudah di buang oleh orangtuanya saja masih bisa tersenyum dengan kepahitan takdir, maka Ayrin harus lebih kuat dari mereka. Dan perlahan istrinya sudah mulai bisa mengerti dengan keadaan yang sedang mereka jalani, meski belum sepenuhnya.

Ray pun manggut manggut mengerti, "syukurlah, gua ikut seneng dengernya."

Edo reflek mendorong bahu Ray, sampe pria ganteng itu bergeser nyaris jatoh dari kursi.

"Gak cocok bahasa Lo, jadi geli gua." Edo tertawa keras, sampe bikin Ray ikutan ketawa.

"Gua lagi pengen jadi orang bener, gak usah mulai" Ray keluar sifat aslinya.

Edo makin ngakak, dia jadi inget jaman masih kuliah dulu. Dimana Ray yang selalu gelut, dan anti perempuan. Juga dirinya yang selalu menjadi bulan bulanan Ray.

"Makanya Lo nambah anak, biar Ayrin yang urus, dia pasti seneng." Celetuknya lagi.

"Lo mau berapa? Sekarang gua bikinin." Ray bangkit dari kursinya dengan tampang mesum.

"Anjirrr!!! Gua masih disini woiii"

***

Masih di kota yang sama, di sebuah gedung berlantai lima. Nina dan dua cewe lain di giring ke sebuah tempat yang di dominasi warna serba putih, persis seperti rumah sakit. Aromanya pun sama.

Sepanjang berjalan mengikuti para pria bertubuh tinggi besar itu, Nina melihat terdapat banyak pintu berwarna coklat berjajar di sisi kanan dan kiri.

Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya mereka pun berhenti tepat di depan pintu ganda berwarna silver. Pria itu berbalik badan, dan salah satu dari tiga pria bertubuh besar itu menyeret satu cewe yang berjalan di barisan paling depan, menyuruh untuk masuk ke dalam ruangan.

"Masuk!"

Seolah tuli, tak mengindahkan perintah untuk masuk. Cewe berperawakan sedikit gempal itu tak bergerak dari posisinya. Dia diam di tempat sambil menggeleng pelan, dengan kedua tangan yang saling bertaut karena saking takutnya.

"Cepet masuk!!" Perintah pria itu lagi sedikit keras.

Tapi tetap tak di gubris sama si cewe.

Pria itu pun maju selangkah, menarik baju si cewe dengan kasar dan mendorongnya.

Bruk!!

"Aww" kening cewe bertubuh sedikit gempal itu menabrak pintu dan jatuh terduduk.

"Bangun!" Pria itu menjambak rambut si cewe sambil menariknya ke atas, agar berdiri tegak.

Cewe itu spontan meringis kesakitan, dengan kedua tangannya yang berusaha melepaskan jambakan si pria dari kepalanya.

"Aku gak mau masuk om, tolong lepasin aku." Mintanya dengan tangis tersedu. Tapi si om-nya masa bodoh.

Nina dan satu cewe di depannya tentu merasa ketakutan dengan apa yang di lihatnya. Mereka berdua hanya bisa menangis dalam diam.

"Jangan sampe si bos marah karena kelamaan, mending Lo ikut masuk" kata teman si pria menimpali.

Pria itu pun menguatkan cengkraman di kepala si cewe sembari menghela nafas. Mencoba menahan amarahnya dengan sekuat tenaga, agar tak lepas kendali sampai membunuh cewe itu. Atau anak dan istrinya sebagai ganti.

Lantas pria itu pun masuk ke dalam ruangan sembari menarik lengan cewe itu paksa, sesuai saran temannya.

Nina dan satu cewe di depannya menunggu di luar dengan ketar ketir, berusaha menuliskan telinga agar tak mendengar suara apapun dari dalam. Tapi nyatanya di detik kemudian terdengar teriakan histeris dari dalam ruangan.

"Aaaa..."

"Diam!!"

"Kalo kamu diam, ini gak akan sakit." Suara pria lain turut menyahut, namun nadanya sedikit lembut.

Tapi tetap tak mengurangi rasa takut dua cewe di luar ruangan itu, mereka berdua justru semakin merasakan ketakutan dan kesakitan yang di rasakan cewe itu. Bayangan bayangan mengerikan yang terjadi dalam sana pun turut berkeliaran di kepala mereka.

"Ya Allah tolong aku." Nina memejamkan matanya, berdoa dengan penuh harap Tuhan mengirimkan malaikat penolong untuknya.

"Hey, giliran Lo!" Pria tinggi dengan kumis tipis itu menunjuk cewe kedua yang berdiri tepat di depan Nina.

Takut takut cewe itu melangkahkan kakinya ke arah pintu. Namun, baru dua langkah cewe itu bergeser dari hadapan Nina, suara pria kumis tipis itu terdengar lagi.

"Lo juga, buruan masuk!!"

Deg, jantung Nina seolah berhenti berdetak ketika pria itu menunjuk ke arahnya.

***

Alula berhenti melangkah, begitu mendengar namanya di sebut.

Kerutan dalam terlihat jelas di kening Alula, ketika melihat siapa yang baru saja memanggilnya.

"Elo? Ngapain disini?" Respon Lula tak bersahabat. Cewe itu bahkan menyilang kan kedua tangannya di depan dada.

"Kalian saling kenal?" Anindita menatap Alula dan abangnya bergantian.

"Gak" jawab Lula.

"Iya" kata Adelion.

"Yang bener yang mana?" Anindita bingung.

Baik Alula maupun Adelion tak menjawab, mereka berdua masih saling tatap tanpa berniat membuka suara. Sampai detik detik berlalu akhirnya Alula yang memutusnya lebih dulu, lalu berbalik badan. Alula malas meladeni cowo yang sudah memukuli kekasihnya, meskipun dia pernah berhutang nyawa.

"Tunggu dulu, ada yang mau aku omongin sama kamu." Adelion menahan tangan Alula, dan cewe itu menepisnya kasar.

"Gak usah pegang pegang! Gue juga gak ada waktu buat dengerin omongan Lo."

Alula melanjutkan langkahnya, tapi lagi lagi tanganya di tahan oleh Adelion, sampe cowo itu bangkit dari kursinya.

"Aku mau minta maaf." Kata Adelion tulus.

Anindita jadi tambah bingung liat tingkah abangnya dengan Alula. Sebenarnya ada apa di antara mereka berdua? Kenapa abangnya sampe minta maaf, dan kenapa juga Alula sampe semarah itu?

"Bukan sama gue, tapi sama Ano." Ketus Alula.

"Ano siapa?" Tambah bingung. Entah pertanyaan itu Anindita lontarkan untuk Alula atau abangnya. Yang jelas Anindita butuh penjelasan.

"Tanya sama cowo Lo yang sok jagoan itu." Sahut Alula masih ketus, kemudian pergi menjauh dari hadapan saudara kembar itu. Karena masih ada urusan yang jauh lebih penting, mencari keberadaan Nina.

Adelion pun tak bisa memaksakan kehendaknya. Hanya bisa melepaskan Alula dengan perasaan kecewa.

"Cowo gue?" Anindita ketawa geli, sambil menatap abangnya. Si Abang cuma mengedikan bahu lalu mendudukkan dirinya di kursi.

"Abang apain Alula sampe marah gitu? Dia salah paham tuh sama kita, masa Abang di bilang cowo aku." Tutur Anindita.

"Biarin aja" Adelion menyeruput kopinya santai.

"Bukan kali ini doang kita di kira pacaran kan?" Kata Adelion lagi. Padahal bukan itu alasan Alulaarah padanya.

"Iya juga sih. Tapi ngomong ngomong, Ano itu siapa bang? Kenapa Abang suruh minta maaf sama Ano?"

"Ano, peliharaannya Lula." Jawab Adelion seenak udelnya.

🍁🍁🍁🍁

To be continued...

Asal nyeletuk aja si Lion. Orang kesel mah bebas ya😂😂

Siapa yang kangen sama Ray dan Edo..

Rayhan Febriano

Rayhan, Edo

Adelion

Alula

1
evita19
udah 3 tahun berlalu ternyata ceritanya gak dilanjutkan
Dewi Himawati
tp kayaknya sdh lama ngak up lagi ni novel ya kak
Maisyaroh
Bru mmpir thor....kisahnya seru!!!!tp gimana nasib pr cintaan Lula n Anin y??secara kn kisah mereka rumit Thor..Lula suka sama Ano,sementara Ano sukanya sama Anin,n si kembarnya Anin suka sama Lula jd gimana kelnjutn kisah mereka y Thor???aq jd pnsrn nih lnjt.....
Melan Kenzie
kok blm ada up lagi yah
siti muhlihah
wooooaaaah kak oby dirimu tapa nya blm kelar kelar kah,rindu nya sm karya mu,,,,smg sehat sll ya kak oby,,dn diberi kelncaran jd di dumay sm real nya,smngaaat💪
Shanty Alviani
bneran stuck dsini ieu teh by....lanjutan nya manaaaaa
Shanty Alviani
hallllllaaahhhhh lebaaayyyy.....kya lagu vina panduwinata aja ada kamu😂
αуʳⁱᵉ
seruuu bangettt
αуʳⁱᵉ
updatenya jgn lama” masthor .. aku rindu karyamu 😊
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
Aku nmbacanya nunggu tamat aja ya thor... Daripada penasaran akut 😂... Semngat thooor.. Karyamu semua keren
Aydil Ayda
jangan lama"thor...
takut rindu🤭🤣🤣🤣
noona jekey💜💜💜
kalo Lula nikah ma Ano..yah kasian bang lion jadi sadboy dong😢,,
noona jekey💜💜💜
geser dikit kekiri z Jes biar bener dikit🤭
noona jekey💜💜💜
gass otw ..tunggu gw no ,gw jemput lu🤸
ryvii putriee
ko berasa dikit y,,,,, apa terlalu antenk gtu baca'y,,,,,
💎hart👑
"aku akan mengajarkan kalian menjadi iblis sebenarnya. " ujar louis🤪
jan kelamaan bang oby iklannya
💎hart👑
🤣🤣🤣
💎hart👑
ani... tunggu ani🤪
Imoest Yaya
aelah gantung by🙃
Siti Muhlihah
semngaaaat kak oby,mksh dh up kmbli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!