NovelToon NovelToon
Desa Sabo

Desa Sabo

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Spiritual / Tamat
Popularitas:61k
Nilai: 5
Nama Author: risna 020

Sebuah desa yang penduduknya paling sedikit, berpenghasilan rendah namun hampir semuanya memilki rumah yang bagus, hidup santai dan kehidupan sehari-hari pun terpenuhi.

Tetapi penduduk desa lain enggan tinggal di sana dan mereka mengaku jika memandangi desa itu awalnya tampak indah dan tenang namun semakin lama auranya semakin aneh seperti ditutupi oleh awan gelap.

Tina memilih ikut pindah bersama keluarganya untuk membuka lahan pertanian setelah menyelesaikan kuliahnya dari jurusan agribisnis. Desa itu adalah tempat neneknya dari ayahnya. Dia memliki seorang adik berumur sembilan tahun dan akan pindah sekolah di sana.

Sebagai pendatang Tina pergi ke berbagai tempat di desa itu hingga dia berhenti di sebuah gubuk yang penuh darah dan sesajen. Dengan perasaan tak tenang dia keluar dari sana namun diluar seorang pria dan wanita tua dan pendek menunggunya. Tubuh mereka yang pendek karena tulang punggung yang bungkuk hampir seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risna 020, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Kacau dan Dicurigai

"Ayah. Aku tidak tahu apakah ayah akan percaya semua dengan yang aku katakan ini."

"Yang pasti kita dalam bahaya. Sebaiknya kita segera pindah dari sini" ucap Tina setelah menjelaskan semua apa terjadi dan dia lihat kepada Dino.

"Ya sudah. Aku akan bujuk Ibumu, kamu tahu kan dia sangat suka tinggal disini tapi jika Ibumu tidak mau apa yang harus kita lakukan" balas Dino dengan perasaan gelisah.

"Ayah cukup jaga Ibu saja dan Dion di rumah, aku akan cari cara lain dengan Pak Iman."

"Oh iya, Ayah jangan bilang ke Pak Ade dia juga salah satu dari mereka" jelas Tina.

Dino menuruti perkataan Tina tanpa menyanggah omongannya.

"Ibu. Bagaimana kalau kita liburan dulu beberapa hari ke rumah mami. Di sana kita bisa makan enak dan jalan-jalan, supaya kamu ngga bosan di rumah" ucap Dino dengan lembut.

"Ayah, kamu tahu kan aku sangat nyaman di sini dan itu udah cukup. Aku tidak pernah merasa bosan tinggal di sini" jawab Sani dengan pelan karena dia masih harus istirahat dan tubuhnya sangat lemah.

Semakin Dino membuat alasan untuk keluar jauh dari situ, Sani semakin malas berbicara dan hanya tersenyum menjawab suaminya.

Malam itu suara petir dan hujan deras menyelimuti desa itu.

"Hahaha.... hahaha... " suara Sani terdengar dari kamarnya.

"Ibu kenapa? Ibu sadar Bu...!" teriak Dino.

"Ibu sangat suka tinggal disni... Kalian mau mengusir Ibu hah???"

"Tidak bisa. Ibu sangat suka sekali disini.. Hahahaha... " ucapnya dengan rambutnya acak-acakan dan menari-nari gerakan jaipong.

"Ibu..! Lihat Tina..! Ibu sadar Bu" teriak Tina memegang erat tangan Sani.

Tatapan Sani semakin tajam dan seram, tubuhnya kaku dan semakin kuat melawan Dino.

"Ayah. Pegang Ibu. Aku akan menghubungi Pak Iman" ucap Tina dengan cepat mengambil ponselnya.

"Pak.. Tolong Ibu saya. Dia seperti kesurupan, cepat kesini Pak" sahut Tina dalam teleponnya.

Keadaan Sani semakin kacau, tatapannya seolah-olah ingin menerkam dan meludah sembarangan.

Pak Iman tentu membutuhkan waktu sedikit lama untuk sampai karena hujan.

Tina segera mengambil kalung dari kamarnya dan memasangkannya ke Sani. Dia tak tahu apa apa artinya, dia hanya melakukan apapun itu yang menenangkan Ibunya.

"Tolong jauhkan ini dari Ibu... Ibu tidak suka" Sani memelas dengan menangis.

"Memangnya kenapa Bu" tanya Tina.

"Panas sekali dan.... Aaaaa...Lepaskan..lepaskan..!!" tiba-tiba dan dia teriak tak karuan.

Semuanya panik dan Dion sudah menangis dari tadi dipojok sana, Dino masih memegang kuat tangan Sani.

"Tunggu sebentar lagi, jika masih sama cabut kalungnya" sahut Dino.

Tina sudah menangis melihat Ibunya kesakitan dan tiba-tiba....Sani pingsan dipangkuan Dino.

"Tok.. tok.. " suara dari luar dan Tina segera membukakan pintu.

"Semoga saya salah, tapi dia seperti sedang dijadikan tumbal ritual."

"Untung kalung ini cepat kalian berikan kalau tidak keadaanya semakin parah karena kesakitan, tapi kalung ini tidak bertahan lama jika mereka menambah kekuatan maka keadaanya akan semakin buruk bahkan.... kematian" jelas Pak Iman.

"Apa saya dapat mempercayai semua apa anda katakan? Bagaimana kalau bukan itu penyebabnya?" ucap Dino seperti menyangkal.

"Seharusnya anda tidak heran lagi, karena anda pernah tinggal di sini justru saya yang seharusnya bertanya kenapa membawa keluarga anda ke desa ini?" jawab Pak Iman dengan ketus.

"Maksud Anda apa? Anda menuduh saya sudah mengetahui ini semua? Jangan asal menuduh ya, tidak mungkin saya menyakiti keluargaku sendiri" balas Dino mulai kesal.

"Cukup ayah..."

"Sekarang aku memanggil Pak Iman kesini untuk membantu kita dan Ibu. Jika ayah berdebat, terus apa yang ayah lakukan untuk Ibu?" cetus Tina.

"Pak. Tolong Ibu saya, apapun akan aku lakukan untuk menyelamatkannya" pinta Tina, sementara Dino langsung masuk ke kamarnya.

"Besok kamu datang ke rumah saya jam 2 siang. Untuk sementara letakkan ini di kamar Ibumu" jawab Pak Iman memberikan beberapa kapur sirih yang dibungkus kain putih.

Tina yang dulunya susah mempercayai hal mistis namun saat ini dia mengabaikan pendapat itu demi menyelamatkan ibunya.

Keesokan harinya...

"Perkenalkan ini Pak Daus, dia akan membantu kita menyelamatkan Ibumu" ucap Pak Iman ke Tina di rumahnya.

Pak Daus sekitar umur 50 tahunan, berpakaian seperti jubah, rambut dan jenggotnya putih dan sebuah pengikat kepala menyalami Tina dan Firman , genggaman tangannya sangat kuat dan berani.

Dia adalah sepupu dari Pak Iman, sama sepertinya namun indra keenam Pak Daus lebih buat dan dia hanya menggunakannya untuk membantu orang-orang.

"Ibumu sudah lama diincar dan ayahmu..., Ya sudahlah mari kita bicarakan yang akan kita lakukan" ucap pria itu.

"Maksudnya ayahku kenapa.. " tanya Tina mendengar ucapannya.

Pak Iman segera menggelar tikar pandan putih kecil dan mempersiapkan beberapa perlengkapan pria itu untuk melakukan ritual. Tina dan Firman hanya mengikuti mereka dan duduk di depannya.

"Yah... rabala... bala... " ucap pria itu dengan bahasa yang tidak mereka mengerti.

Dia duduk dengan sopan, matanya mulai tertutup dan seperti kerasukan dan tubuhnya gemetar seperti menahan sesuatu.

"Waktu Ibumu tidak banyak lagi, mereka telah mengincarnya sejak tiba di sini. Semua harta dan tanah ayahmu akan diambil termasuk pekerjaan yang baru saja kamu buka."

"Dan ayahmu... dia juga menyakiti Ibumu tapi bukan dari bagian mereka" ucap Pak Daus dengan perlahan dengan suara berat dan lambat.

"Maksudnya?"

"Ayahku kenapa? Tidak mungkin, bahkan dia sangat kuatir dengan kami dan Anda jangan berbohong" sahut Tina dengan kesal.

"Tenang Tina, semoga ini tidak benar" ucap Pak Iman menenangkannya.

"Saya juga tidak memaksa kamu percaya, nanti pada akhirnya kamu akan lihat seperti apa ayahmu."

"Desa ini... desa.. ini sangat gelap dan angker, mereka sudah dikuasai roh itu.. " ucapnya dengan ekspresi sedih dan murung.

"Kamu bisa menyelamatkan Ibumu jika kamu dapat menghancurkan sebuah peti kecil milik perantara roh itu dan hanya bisa kalian lihat jika mereka sedang mengadakan ritual memberikan tumbal kepada roh jahat itu" jelas Pak Tua Daus dan tiba-tiba dia kembali berbicara seperti semula.

"Acara syukuran itu tepat tiga hari lagi, kita harus bersiap" sahut Firman dengan antusias.

Tina masih ragu dan kebingungan maksud dari perkataan Pak Tua itu tentang ayahnya.

"Sebaiknya kita bicarakan lagi besok, aku harus pulang Ibuku menghubungiku" ucap Tina terburu-buru meninggalkan tempat itu.

"Kak, coba lihat Ibu dari tadi menangis dan Dion tidak tahu apa maksud yang Ibu bicarakan" ucap Dion menghampiri Tina yang masih di teras.

"Ibu kenapa? Apa ada yang mengganggu Ibu?" tanya Tina menggenggam tangannya.

"Ibu sedih, ayah kamu... ayah jahat sama Ibu" ucapnya.

"Jahat kenapa, cerita sama Tina Bu. Ayah kenapa" tanya balik Tina.

"Tidak tahu, Ibu hanya merasa ayah sangat jahat padahal Ibu sayang Ayah dan kalian berdua" balasnya dan tiba-tiba menangis.

Tina tidak melanjutkan pembicaraannya hanya memeluk Sani dan seketika tersedu-sedu menangis.

1
Pandu Putra
keren, saya sampai terbawa suasana novelnya
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
maap Thor,, baru minta ijin sekarang buat jadi dubbernya maap ya kalo dalam penyampaian nya tidak seperti ekspektasi author 🙏🙏🙏🙏 masih dalam tahap belajar soalnya
Ananda Trizna
ceritanya sangat menarik thor. 👍
💎hart👑
coba baca ahh
Veri Darmawan
coba ah mampir kayanya seru
risna 020: Silahkan ka, dengan senang hati 😇😇
total 1 replies
winna voo
Keren ceritanya..
winna voo
Wooow .. kereen thor.. tp knpa hrs nama nya wina.. itu namakuuh
Mami Mara
typo?
🕌 M⃟ars™Melia ᵐᴵʷ🍭🌺⃟⃝࿐🕌🖤
mampir thor
J
lanjut
Agus Mulyono
semakin seru ceritanya .. semangat thor. 👍💪
Agus Mulyono
awal membaca , aku sudah punya feeeling kalau ini cerita yang sangat menarik .
risna 020: Makasih ya...
Diikutin terus 😄👍
total 1 replies
ㅤㅤ
aku datang..
semangat kak..
risna 020: Makasih 😇

Jangan bosan2 ya bacanya... 😊
total 1 replies
NewJerseyJack
jangan PHP-in aku thor, cukup cerita aku aja sama dia yg gk tau endingnya, cerita ini mah jangan thor!
risna 020: Siap akan diupdate...makasih ya udah baca 😊😊
total 1 replies
Prabu Marbun
Thor-nim, aku kepo banget sama lanjutannya, nih. Ditunggu crazy upnya!
risna 020: Akan segera di update ya... 😇😇
total 1 replies
Budi Saputra
20 Like buat kamu thorr, semangat terus thhorr.
jangan lupa mampir ya kak
risna 020: Siap thor,,👍👍
total 1 replies
skyeandstaghorn
makin penasaran ni lanjutn nya...
Budi Saputra
Yuk kak mutualan sesama Author. Pls kak bantu Like ceritaku yang ALLIED [Berhubungan Dengan Iblis] nanti aku back.
risna 020: Oke siap.

Baca eps selanjutnya ya, akan semakin seru.
total 1 replies
TexasTiger
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
risna 020: Ditunggu eps selanjutnya ya... 😊😊
total 1 replies
riski iki
semangat 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!