NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Di dalam kamar itu Akila terhuyung saat William menarik tangannya hingga tubuh mereka menyatu satu sama lain.

"Apa yang kau lakukan Akila?!" Tanya William dengan wajah yang tampaknya marah pada Akila.

Akila menjauh dari tubuh William, ia dorong dada William.

"Memangnya kau tak bisa mendengar? Aku mengumpat mu. Aku sangat lega setelah puas memakimu." Ucap Akila.

Rahang William mengeras, ini bukan tentang makian tapi tentang pakaian yang saat ini Akila pakai. Lebih tepatnya William merasa tak terima orang lain bisa melihat Akila indah dengan memakai kemeja miliknya.

"Apa kau tak mengerti pertanyaanku?" Tanya William dengan tatapan yang semakin marah.

Jelas Akila tak mengerti, William ini aneh padahal Akila sudah jujur kalau ia hanya puas memaki William.

"Memangnya aku kenapa? Bukankah aku mengatakan kebenaran bahwa kau itu memang sialan! Kau mengunciku di kamar tanpa memberiku makan." Ucap Akila.

William dengan sekali tarikan membuat tubuh Akila kembali menyatu pada William.

"Jangan pernah keluar dari balkon kamar ini lagi. Kau dilarang membuka pintu balkon itu." Ucap William.

Akila bingung, ia heran atas ucapan William.

Akila berusaha menjauh tapi tangan William kuat sekali di pinggangnya.

"Kau mau apa William?" Tanya Akila terus berontak sampai akhirnya berontak itu terhenti kala bibir William menempel di puncak kepala Akila.

Apa itu? William mengecup puncak kepala Akila dengan lembut? Mau apa sebenarnya pria itu?

Pikiran Akila dipenuhi banyak pertanyaan.

Bug!

Akila terbebas dari pelukan William dan tubuhnya oleng lalu jatuh ke lantai.

"Jangan berani memberikan kecupan di puncak kepalaku lagi." gumam Akila kecil.

William tersenyum mendengar ucapan itu, ia berjongkok di dekat Akila yang saat ini duduk di lantai.

"Pergilah memasak Akila, aku akan mandi lebih dulu. Nanti kita makan malam bersama." Ucap William begitu santai.

Cup!

Lagi William meninggalkan kecupan singkat di kening Akila. Tangan Akila langsung terangkat hendak menampar William tapi tangan William malah menahan tangan Akila.

"Boleh kau tampar, dan setelahnya jangan salahkan aku jika kita bercinta saja. Aku sedang... dalam mood yang cukup baik saat ini." Ucap William.

Akila menarik tangannya dari William dengan cepat, ia tak mau jika William sampai menggigit jari jemarinya.

Tak lama Akila menjauh, ia berada di depan pintu kamar lalu memutar tubuhnya menatap William yang masih jongkok.

"Kau akan menyesal. Aku akan masak banyak cabe." Ucap Akila.

William tertawa kecil saat Akila pergi dengan langkah tergesa.

---

Di dapur.

Akila terus memasak, ia tak lupa memberikan cabe yang sangat banyak dalam makanan itu. Ia ingin William menderita karena makanannya.

"Rasakan itu William. Aku harap kau tenggorokanmu terbakar." Ucap Akila.

Tiba-tiba ide jahat muncul di pikiran Akila, bagaimana jika ia kabur saja? William sedang mandi, artinya ini saat yang tepat bagi Akila untuk lari dari Mansion William.

"Ini adalah waktunya aku kabur." ucap Akila yakin.

Kesempatan tak akan datang dua kali, tepat saat William mandi disitulah Akila bisa kabur. Akila berusaha meyakinkan dirinya.

Pintu kamar itu sudah Akila buka, persetan kalau akhirnya ia tertangkap. Saat ini tujuan Akila adalah kabur karena itu jauh lebih penting, mungkin saja ia akan beruntung.

Akila meraih satu kunci mobil milik William, ia menggigit bibirnya dengan perasaan berkecamuk.

Mungkin setelah tertangkap ia akan dibunuh. Semoga saja Akila tak tertangkap.

"Nyonya." Tiba-tiba suara mengejutkan Akila sampai kunci mobil hampir terjatuh.

Pelayan wanita itu menatap heran pada Akila.

"Apa Nyonya butuh bantuan? Nyonya mau mengambil sesuatu di mobil?" Tanya pelayan itu.

Akila mengangguk, ia terpaksa berbohong untuk bisa kabur.

"William memintaku untuk mengambil berkas miliknya yang tertinggal. Bisa bantu aku tunjukan tempat mobil William berada?" Tanya Akila berusaha tak gugup walau jantungnya benar-benar berdetak kuat sekali.

Pelayan itu tersenyum setelahnya mengangguk, ia hendak melangkah mengantar Akila namun suara dari arah luar sana malah terdengar begitu berisik. Gerbang bahkan dibuka karena suara desakan yang memaksa itu.

Ada mobil mewah masuk ke halaman Mansion milik William.

Akila masih diam di tempatnya, seorang wanita keluar lebih dulu baru disusul oleh seorang pria.

Keduanya melangkah ke arah Mansion, mereka adalah Amel dan juga Antonie.

Tatapan Antonie tampak dingin dan datar, ia berhenti tepat didepan Akila yang saat ini masih diam.

Mata itu menyorot Akila seakan bertanya siapa perempuan yang kini tengah ada dihadapannya itu.

"Dimana William?" Tanya Antonie pada Akila.

Akila mau acuh, ia tak mau terlibat dan mau pergi saja tapi tangannya malah ditahan oleh Antonie.

"William tak pernah membawa wanita manapun, siapa kau?" Tanya Antonie lagi, ia tak terima tangannya disentuh oleh Antonie. Apalagi ia tak kenal pada Antonie.

Akila segera menarik tangannya dari Antonie.

"Aku bukan siapa-siapanya William!" Tegas Akila.

Akila hendak menggapai tangan pelayan itu untuk mengantarnya pergi tapi lebih dulu tangan Akila yang digapai oleh tangan lain, tubuhnya oleng hingga menyatu dengan sosok yang kini wanginya mendominasi.

Dia adalah William, rambutnya basah hingga mengenai pakaian Akila.

"Dia istriku!" Ucap William dengan tegas.

Akila mau menarik diri tapi tangannya lagi-lagi digenggam kuat oleh William seakan ingin dipatahkan oleh William.

Antonie menghela nafasnya, ia tersenyum pada William.

"Daddy hanya ingin..."

"Pergi dari Mansion ku. Aku tak pernah menerima tamu yang tak kuundang, jangan pernah datang atau menyebut dirimu sebagai Daddy bagiku. Karena untukku, Daddy ku sudah lama tiada." Ucap William.

Rahang Antonie langsung mengeras mendengar ucapan William.

"Kau masih saja seperti ini William, kedatangan Daddy hanya ingin mengatakan dan merayakan bahwa kau akan memiliki Adik. Daddy juga mau..."

"Tutup mulutmu sampah! Aku tak peduli padamu dan jalangmu! Pergi dari sini sebelum kemarahanku benar-benar membuatmu mati!" Ucap William.

Akila memilih diam, ia bisa melihat amarah William.

Amel menahan tangan Antonie yang terkepal.

"Kita pulang saja, mood William pasti sedang..."

"Jangan menyebut namaku bitch! Sampah seperti kalian..."

Bugh!

Antonie akhirnya memberikan pukulan di wajah William hingga sudut bibir William terluka.

"Tutup mulutmu! Daddy datang dengan baik-baik tapi kau terus mengatai Amel, ingat William... Amel adalah Mommy mu juga." Ucap Antonie emosi.

"Sial! Aku tak pernah sudi punya Mommy selain Wanita yang melahirkanku! PERGI!" Usir William pada Antonie.

Tatapan William seperti akan membunuh Antonie dan Amel secara bersamaan.

Amel langsung menarik tangan Antonie, jujurnya ia kesal melihat ada wanita lain yang kini berdiri disamping William. Apalagi William tanpa ragu menyentuh Akila seakan mereka dekat.

Dua orang itu kembali masuk ke mobil dan pergi.

Langkah William tampak menuju ke arah bawahannya yang saat ini menunduk penuh ketakutan.

"Reno, ambilkan aku pisau." Ucap William dengan datar.

Reno menurut, ia berlari lalu kembali datang dengan sebuah pisau.

"Putar tubuh kalian semua, kalian berhak mendapatkan hukuman karena membuka gerbang ini untuk para sampah itu bisa masuk." Ucap William.

William menggores punggung para bawahannya dengan pisau itu.

Akila membuang tatapannya, William terlalu gila dan menakutkan.

"Sekali lagi kalian melakukan kesalahan yang sama, maka aku akan membunuh kalian semua. Aku tak pernah main-main jika mengancam." Ucap William.

"Baik Tuan." Balas orang-orang itu.

Anehnya bawahan William masih saja patuh dengan ucapan William.

William memutar tubuhnya, ia menatap Akila yang diam sambil menggenggam tangannya sendiri untuk menyembunyikan kunci mobil milik William.

"Apa kau berniat kabur dariku? Apa kau tak mengerti kalau aku memintamu untuk memasak bukan kabur dariku, Akila?" Tanya William.

Akila hendak mundur tapi tangannya dicekal William cukup kasar.

"Sungguhan mau lari dariku? Apa saat ini kau sedang memintaku melepaskan kedua kakimu itu Akila? Aku tak peduli jika harus punya Istri yang cacat. Sungguh." Ucap William membuat Akila menggeleng dengan cepat.

Ancaman William memang tak main-main. Akila tak sudi menjadi cacat, ia masih ingin punya dua kaki yang lengkap.

"Maaf," hanya ucapan itu yang mampu keluar dari mulut Akila.

Sungguhan Akila takut sekali jika William akan melepaskan kedua kakinya. William kan gila, kalau mengancam pasti tak bohong.

Akila menatap rahang William, ada luka di sudut bibir William.

"Kau...kau terluka. Akan aku bantu obati." Ucap Akila lagi.

Aneh! Biasanya amarah William tak akan reda, apalagi saat ini yang memancing amarah William itu Antonie. Bagi William sejak dulu Antonie itu sumber penderitaannya. Biasanya sekali marah, ada banyak korban yang pasti terluka ditangan William.

William menghela nafasnya saat Akila tak berhenti menatapnya.

"Kau laparkan? Aku akan masak, nanti kita makan malam bersama." Ucap Akila kembali bersuara menatap diamnya William.

Bukan hanya Reno yang menjadi saksi disana, tapi pelayan yang ada di dekat Akila pun terkejut saat William mengangguk kecil seakan menurut pada ucapan Akila.

Tuannya tak pernah seperti itu, ini kali pertama William bisa melemah dibalik emosinya yang tak mudah surut itu.

William tak menggenggam tangan Akila dengan kuat lagi.

Terlihat Akila cepat-cepat menyerahkan kunci mobil pada William lalu ia masuk kembali ke dalam Mansion.

Tanpa sadar William mengukir senyum yang sangat kecil saat melihat tingkah Akila yang tampak lucu di matanya.

'Dia mau mengobatiku, atau memasak lebih dulu?' tanya William membatin seraya menyusul langkah Akila ke arah dapur.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!