NovelToon NovelToon
Journey Of Love

Journey Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:360.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mila Arida

Haiii semua.. Ini Novel karya pertamaku.. Mohon dukungannya ya, semoga kalian suka alur ceritanya. 🙏🙏

Ini menceritakan tentang romansa cinta anak sekolah. Kisah cinta yang penuh dengan berbagai perasaan.

Menceritakan seorang gadis remaja lugu dan apa adanya yang tiba-tiba menjalani kehidupan yang sangat rumit.

Febhia Putri Kusuma gadis remaja berusia 16 tahun ini tinggal bersama kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya. Febhia menjalani kehidupan gadis remaja pada umumnya, hingga suatu ketika dia mengalami sebuah situasi dimana kedua orang tuanya harus berpisah.

Dan disituasi yang bersaam Febhia harus mengalami penghianatan dari sahabatnya. Hidupnya makin rumit dan membuatnya putus asa. Cinta pertamanya berpaling darinya. Febhia merasa semua yang ia cintai mulai menghilang perlahan-lahan.


Mau tau kelanjutan ceritanya?? ayoo baca Novel pertamaku ini.. Mohon dukungannya ya.. ❤️❤️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Arida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Complicated

****

Fero masih terduduk diam, Bhia yang melihat sikap Fero merasa sangat kesal. Bhia pun beranjak dari tempat duduknya berdiri dan meninggalkan Fero. Dengan cepat Bhia berjalan menuju kamarnya, membuka pintu kamar dan menutupnya dengan penuh amarah. Bhia menangis, ia tak kuasa menahan amarahnya. Ia merasa perasaannya di permainkan oleh Fero.

Di teras, Fero yang menyadari akan perasaannya yang tidak pasti, sangat merasa bersalah pada Bhia. Ia sadar bahwa sikap dan perlakuannya pada Bhia belakangan ini membuat Bhia bingung.

Terlihat sebuah mobil berwarna hitam masuk ke halaman kost-an Bhia. Dibukalah pintu mobil itu dan Gio pun turun dari mobil sambil membawakan tas Bhia. Ia berjalan menghampiri Fero yang sedang duduk dengan keadaan yang lesu sambil menundukkan kepalanya.

" Fer.. Mana Bhia? " Tanya Gio sambil mengamati raut muka Fero.

" Udah masuk ke dalem, yaudah gue balik dulu. " Ujar Fero yang ingin buru-buru pulang

Saat Fero ingin beranjak dari tempat duduknya Gio menahan pundaknya, sehingga Fero kembali duduk di kursinya. Gio pun duduk di sebelah Fero dan mulai menanyakan Fero tentang kemana ia membawa Bhia pergi.

" Lo abis dari mana? " Tanya Gio masih mengamati wajah Fero.

" Gue abis nengokin Ferdian. " Jawab Fero dengan nada bicara yang malas. Fero sedang tidak mood untuk membahas kejadian tadi, karna ia merasa bersalah pada Bhia.

Gio yang mendengar jawaban Fero terkejut dan mengambil kerah baju Fero dengan kedua tangannya.

" Lo ngapain bawa Bhia kesana?!! " Tanya Gio dengan penuh amarah.

Fero pun dengan segera menarik tangan Gio yang memegang kerah bajunya lalu menghempaskan nya .

" Sejak kapan lo perduli sama urusan orang lain?!! " Pekik Fero yang mulai emosi.

" Gue nggak perduli, gue cuman nggak mau aja lo nyakitin Bhia. Lo masih sayang kan sama Alin sahabatnya Bhia itu.? Trus kenapa lo ngajak Bhia kesana? Sedangkan cewek yang lo suka, bahkan lo nggak pernah kasih tau dia tentang Ferdian. " Gio makin kesal dengan Fero yang hanya mementingkan perasaanya sendiri itu.

" Lo kenapa sih? Ini urusan gue, nggak biasanya lo ikut campur urusan gue. Apa jangan-jangan lo suka sama Bhia?" Tanya Fero tiba-tiba yang membuat Gio tersadar akan kemarahan nya.

Mendengar pertanyaan Fero seketika itu Gio terdiam, ia tidak sadar bahwa sikapnya semakin jelas dan itu bukan karna kasihan melainkan rasa sukanya pada Bhia. Tapi Gio tetap tidak mengakui perasaannya dan ia menyangkal pertanyaan Fero.

" Gue suka sama Bhia? Ya nggak mungkin lah Fer, Gue cuma kasian sama Bhia dan nggak lebih." Bantah Gio memalingkan wajahnya dari pandangan Fero

" Gue yang kasian sama lo." Ucap Fero yang berlalu pergi meninggalkan Gio.

Fero yang melihat sikap tidak biasa sepupunya itu dengan waktu yang singkat bisa mengerti bahwa Gio menyukai Bhia. Namun Gio terlalu angkuh hingga tidak mau mengakui perasaannya. Fero juga tidak mengerti dengan perasaannya sendiri, ia tidak bisa melupakan Alin tetapi melihat sikap Gio yang seperti itu terhadapnya juga membuat perasaanya kacau. Ia kesal mengetahui kebenaran bahwa Gio menyukai Bhia.

Bhia yang berada di dalam kamar mendengar semua percakapan Fero dan Gio. Dan yang tambah membuatnya merasa terpukul adalah kenyataan bahwa Gio juga hanya mengasihaninya . Ia sangat benci dengan kata-kata itu. Bhia merasa ia tidak perlu dikasihani. Bhia keluar dari kamar dan melihat Gio yang sedang berdiri di depan pintu kost-an lalu ia menghampirinya dan mengambil tas nya yang sedang di pegang Gio.

" Sini tas gue, makasih. " Ucap Bhia sinis sambil merebut tas nya dari tangan Gio.

" Sama-sama. " Ujar Gio yang melihat Bhia dengan tatapan yang penuh haru.

Lalu Bhia kembali masuk ke dalam kamarnya, Gio hanya bisa menatap punggung Bhia yang semakin lama semakin menjauh. Saat Bhia sudah masuk kekamar nya Gio pun pergi meninggalkan teras kost-an nya dan kembali ke rumahnya yang berada di samping kost-an Bhia.

" Baru pulang Yo ? " Tanya Ayahnya Gio {Deny Setiawan } yang sedang duduk di sofa ruang tamunya.

" Iya yah, tumben ayah ada di rumah jam segini?" Tanya Gio melihat jam yang ada di dinding rumahnya.

" Ayah agak nggak enak badan jadi balik kantor awal." Jelas Deny yang sesekali memijat punggungnya.

" Oh, yaudah Ayah istirahat trus minum obat, aku masuk dulu Yah .. Mau istirahat dulu " Ujar Gio lalu berjalan menuju kamarnya dengan wajah yang lesu.

" Nggak makan dulu.?" Tanya Deny yang melihat raut wajah anaknya yang lesu itu.

" Nanti aja." Jawab Gio sambil membuka pintu kamarnya.

Gio masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Ia terus bertanya-tanya dalam hatinya. " Apa iya gue suka sama Bhia? Ah nggak-enggak, nggak mungkin. Tapi kalo bener iya gimana? "

" Ahh mending gue keluar aja lah cari angin." Ucap Gio yang tidak mau memikirkan hal-hal yang aneh dalam pikiran nya.

Gio mengganti pakaiannya dan mengambil kunci mobilnya, ia bergegas keluar dari kamar menuju mobilnya. Saat ia membuka mobilnya Arkan yang baru datang menghampirinya.

" Wihh mau kemana Bro? " Tanya Arkan sambil menepuk pundak Gio.

" Cari angin. " Jawab Gio singkat.

" Wahh pas nih, gue lagi capek banget trus Bhia tadi telfon gue, dia bilang lagi suntuk mau cari angin. Yaudah berdua aja lo sama Bhia cari anginnya. " Usul Arkan sambil menaikkan kedua alisnya.

" Tapi.." Belum selesai Gio bicara Bhia pun datang.

" Ayo kak." Ajak Bhia pada Arkan yang sedang berdiri di samping Gio.

" Bhi .. kakak hari ini capek banget pengen istirahat, kamu sama Gio aja ya? dia mau keluar cari angin juga." Bujuk Arkan pada adiknya itu.

Bhia menatap Gio dan memberikan isyarat supaya Gio menolak usulan kakaknya itu, tetapi Gio hanya mengangkat kedua pundaknya. Akhirnya Bhia menyetujui usulan kakaknya, karna Bhia tidak tega melihat kakaknya yang sudah terlihat tampak lelah.

*** Mobil Gio ***

Masih hening, mereka berdua masih dalam keadaan canggung satu sama lain. Bhia memang sedang malas sebenarnya berurusan dengan Gio, namun di sisi lain Gio senang bisa melihat Bhia. Sudah 15 menit mereka saling berdiam diri Gio yang merasa tidak nyaman Akhirnya memulai pembicaraan terlebih dahulu.

" Bhi, mau kemana? " Tanya Gio yang mulai tidak nyaman dengan keheningan di dalam mobilnya.

" Terserah. " Jawab Bhia tidak menatap Gio sedikitpun.

" Mau makan?" Tanya Gio kembali mencoba membujuk Bhia.

" Kenyang " Bhia menjawab lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela.

" Hemmpp cewek mah gitu, bilangnya terserah tapi pas di tawarin nggak mau. " Gumam Gio

Gio membawa Bhia ke sebuah taman, lalu mereka turun dari mobil dan berjalan menuju bangku yang kosong.

Mereka duduk sambil memandangi sekeliling taman, melihat banyak anak-anak yang sedang bermain di taman itu. Bhia sesekali tersenyum melihat tingkah anak-anak kecil yang menggemaskan itu . Dan Gio pun sesekali tersenyum melihat Bhia yang tersenyum.

" Yo, thanks ya lo udah bawain tas gue dan nggak laporin gue ke guru. " Ucap Bhia yang bersyukur Gio tidak mengadukannya pada guru. Ia juga menyadari sikapnya tadi yang sedikit kekanak-kanakan.

" Iya Bhi. " Ujar Gio masih dengan perhatiannya yang tertuju pada Bhia.

" Sorry gue dari tadi sinis sama lo. " Lanjut Bhia meminta maaf sambil menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jari telunjuknya

" Iya udah biasa itu mah " Ledek Gio yang tidak ingin melihat Bhia merasa bersalah padanya.

Bhia yang mendengar perkataan Gio lalu melihat kearah Gio dan menatapnya tajam dengan wajah yang cemberut. Dan tanpa sadar Gio yang merasa gemas melihat wajah Bhia mencubit pipi gadis mungil itu.

" Eh sorry refleks. " Ucap Gio salah tingkah.

HA HA HA HA HA HA...

Melihat tingkah Gio, Bhia pun tertawa disusul Gio yang ikut tertawa, dan mereka tertawa bersama. Mereka menikmati setiap moments di taman itu.

" Gue mau beli minum dulu ya. " Ucap Gio yang mulai berdiri.

Bhia menganggukkan kepalanya, Gio segera menuju sebuah toko dan membeli minum untuk mereka berdua.

Jam menunjukan pukul 16.30 Bhia sudah merasa jenuh ia memberitahu Gio bahwa dirinya ingin pulang. Tapi sebelum pulang Gio berniat untuk meminta maaf pada Bhia soal perkataannya tadi siang.

" Bhi, soal yang di teras tadi siang. " Gio bermaksud untuk menjelaskan.

" Iya nggak apa-apa, lagian lo nggak salah kok." Ucap Bhia memotong perkataan Gio.

Gio menyadari kalau Bhia mendengar percakapannya dengan Fero, dan ia memaklumi sikap Bhia yang sinis tadi padanya. Merekapun kembali ke kost-an, dan Gio merasa lega karna Bhia baik-baik saja .

MAKASIH YANG UDAH SETIA BACA NOVEL AMATIR INI, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA . LIKE, COMMENT VOTE AND KLIK TOMBOL FAVORIT. ❤️❤️❤️

1
bunda DF 💞
saluuut sm cintanya gio bwt bhia,,, dalem bgt
viva vorever
vero sepertinya mulai punya rasa ke bhia,rasa nyaman yg mkn berubah menjadi cinta nantinya
Coretan Senja: Hai ka kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
Cicilia
novelnya bagus bnget
신치🦊: haalloooo kak mampir yuk ke karya aku 'gadis cantik milik sang nol besar' mampir kak siapa tau suka
total 1 replies
Imarin
hello aku mampir lagi..
신치🦊: haalloooo kak mampir yuk ke karya aku 'gadis cantik milik sang nol besar' mampir kak siapa tau suka
total 1 replies
Imarin
Hello kak aku mampir baca bawa like dan favorit...
mampir juga yuk dinovelku
Deandra🕊🌻
darah tinggi gw kambuh tengah malam kalo kek gini mhaa...
신치🦊: haalloooo kak mampir yuk ke karya aku 'gadis cantik milik sang nol besar' mampir kak siapa tau suka
total 1 replies
Y
Baca novelku juga dong thor!!
신치🦊: haalloooo kak mampir yuk ke karya aku 'gadis cantik milik sang nol besar' mampir kak siapa tau suka
total 1 replies
Ryantie A
Sukses terus thor buat karyanya, aku gak lupa like juga. Maaf jika berkenan mampir yuks ke Novel CS aku , JUDULNYA GADIS KRISTAL BIRU.TERIMAKASIH.
신치🦊: haalloooo kak mampir yuk ke karya aku 'gadis cantik milik sang nol besar' mampir kak siapa tau suka
total 1 replies
Karen_gold
kalau liat tulisan author terdahulu suka ngiri sama cara penyampaian bahasa nya, masuk banget ke otak, giliran aku yang nulis kok kayak susah di pahami ya🥴
Lies Atikah
ayo gi aku dukung semoga uthor meridoi nya jangan cari yng susah kalau yang mudah ada bikin bucin ya thor
신치🦊: haalloooo kak mampir yuk ke karya aku 'gadis cantik milik sang nol besar' mampir kak siapa tau suka
total 1 replies
Yuni Verro
mksh thor
Yuni Verro
cepet banget thor gak ada season ke 2
Yuni Verro
ye ingatan bhia kembali tapi sbr gio yah
Yuni Verro
sbr yah bhi
Yuni Verro
semoga bhi gpp thor ini laki2 itu emang gak tau diri
Yuni Verro
lucu banget febri yah tapi buat bhi nnti kamu akan ingat siapa kamu dan keluargamu yah
Yuni Verro
utut
Yuni Verro
sweet deh
Yuni Verro
senangnya
Yuni Verro
yang sbr yah gio
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!