Seorang Duda kesepian menikahi Dua Janda. Karena rasa ibanya Rafka menikahi dua janda. Pernikahan yang seharusnya bahagia tapi penuh luka dan air mata. Rafka seorang duda yang ditinggal mati istrinya saat mengandung 9 bulan. Dia dipertemukan dengan dua janda yang memiliki nasib yang cukup tragis hingga membuatnya iba dan akhirnya memutuskan menikahi mereka berdua secara bersamaan di hari yang sama.
Akankah Rafka bahagia dengan kedua janda yang sama sekali tidak mencintainya begitupun dengannya yang tidak mencintai kedua janda itu?
Bisakah dia merubah air mata kedua janda itu jadi sebuah kebahagiaan?
Mampukah dia adil dan membuat kedua janda itu mencintainya?
Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Cerita ini murni pemikiran saya pribadi. Apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat, waktu, dan alur cerita saya yang tidak disengaja mohon maaf. Apabila ada kata-kata yang salah atau sulit dipahami saya mohon maaf. Kedepan saya akan memperbaiki dan belajar lagi.Cerita ini hanya fiksi semata-mata hanya untuk menghibur pembaca. Selamat Membaca, Semoga Bermanfaat.
Dilarang Copy Paste! Hargai Karya Orang Lain!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri Tersiksa
Rafka masuk ke rumahnya setelah mengantarkan Manda dan Emak Eni pulang ke rumahnya. Dia berjalan menaiki tangga ke lantai atas. Rafka hendak masuk ke kamarnya tapi Freya menghampirinya dan mengajaknya bicara.
"Kamu sudah sampai Rafka?"tanya Freya.
"Sudah Mi"ucap Rafka.
"Jauh nggak rumahnya?"tanya Freya.
"Lumayan jauh kampung rambutan"ucap Rafka.
"Rafka, bisakah kita ngobrol berdua di balkon?"tanya Freya.
"Oke Mi"ucap Rafka.
Rafka mengikuti Freya berjalan ke balkon lantai atas. Mereka mengobrol berdua di balkon itu.
"Rafka, bagaimana Manda menurutmu?"tanya Freya.
"Baik"ucap Rafka.
Jawaban Rafka simple tidak ada gambaran di pikirannya tentang Manda seperti apa dan bagaimana, dia hanya melihat Manda dari luarnya terlihat baik itu saja.
"Baik saja? apa tidak ada sesuatu?"tanya Freya.
Freya berusaha memancing Rafka dengan perkataannya dia ingin tahu seperti apa isi hati Rafka terhadap Manda di awal pertemuan mereka.
"Tidak"ucap Rafka singkat.
"Aduh.....ternyata tak ada kesan lain tentang Manda dipikiran Rafka"batin Freya.
"Maksud Mami apa dia cantik atau....apalah gitu" ucap Freya.
"Ngorok"ucap Rafka.
"Apa? ngorok?"ucap Freya terkejut dengan perkataan Rafka.
Freya tidak tahu kenapa kata ngorok keluar dari mulut Rafka, apa Rafka tidak memahami pertanyaan ibunya, itu yang ada dipikiran Freya.
"Maksudku saat Manda mengorok lucu"ucap Rafka.
"Oh gitu"ucap Freya.
"Rafka, Mami tidak akan memaksa kau akan menikah dengan siapa, tapi Mami harap kau bisa segera menikah nak biar Mami dan Papi tidak kepikiran terus"ucap Freya.
"Kalau aku sudah bertemu dengan jodohku, Insya Allah akan segera menikah Mi"ucap Rafka.
"Ya.... Mami harap secepatnya biar tidak ada fitnah dan kamu juga tidak terjerumus dalam lembah dosa"ucap Freya.
Harapan memahami keinginan Maminya itu, dia tahu Mami sangat menyayanginya dan ingin yang terbaik untuknya.
"Iya Mi, Rafka ke kamar dulu"ucap Rafka.
"Iya nak"ucap Freya.
Meninggalkan balkon berjalan menuju ke kamarnya. Dia memikirkan apa yang dikatakan Freya tadi.
"Apa mungkin sudah seharusnya aku menikah lagi?"pikir Rafka.
"Rasanya baru kemarin aku menikahi Diana"ucap Rafka.
Rafka masuk ke kamarnya. Dia berdiri tepat di depan foto pernikahannya bersama Diana.
"Diana aku masih sangat mencintaimu, apa aku bisa menikahi wanita lain dan mencintainya, bagaimana jika aku justru melukainya karena aku belum bisa melupakanmu"ucap Rafka.
Raka bukannya tidak ingin menikah dalam waktu dekat tapi dia belum bisa melupakan almarhum Diana. Rasa cintanya pada Diana begitu besar hingga dia belum bisa melangkah ke depan bersama orang lain.
Radhitya berbaring diranjangnya sambil melihat daftar wanita yang dikejarnya selama ini. Dia sedang melakukan review ulang dengan semua profil mereka.
"Anita cantik tapi suka buang upil sembarangan" ucap Radhitya.
"Cintia montok tapi lemot lama kalau ngomong dan mikir, hampir terbakar saat aku berkencan dengannya"ucap Radhitya.
"Sania gadis desa yang lugu tapi pingsan mulu kalau digombalin"ucap Radhitya.
"Mika sexy, tapi kakinya budukan"ucap Radhitya.
"Dara liar, sekali kencan maunya buka-bukaan bikin masuk angin aja, masa kencang diatas pohon mulu tiap malam"ucap Radhitya.
"Aku harus mencari cewek yang bener-bener cewek tulen, Kak Rafka aja mau nikah dua kali. Masa aku sekali aja belum"ucap Radhitya.
Radhitya membayangkan jika dia sudah menikah.
Dia duduk diruang tv bersama lima istrinya.
"Sayang kapan giliranku?"tanya Anita sambil buang upil.
Pluuuk....pluuuk....pluuuk..........
Anita mengumpulkan upilnya dimangkuk.
"Sayang udah banyak upilnya? lumayan buat bumbu masak"ucap Radhitya.
"Sa...yang.....a...ku....du....lu....an"ucap Cintia.
"Udah selesai ngomong sayang? kita kaya nyamuk nih"cap Radhitya.
"Sania sayang cantik malam ini aku padamu" ucap Radhitya.
Bluuuug.............
"Yah pingsan lagi, kapan malam pertamanya?" ucap Radhitya.
"Sayang kakimu dioplas aja biar mancung"ucap Radhitya.
"Aku mau bawa ke Mak Erot"Mika.
"Dara kemana?"tanya Radhitya.
"Lagi jalan-jalan ma monyet di atas pohon, shopping katanya"ucap Anita.
Radhitya senyum-senyum membayangkan seandainya memiliki istri banyak.
"Ha....ha......ha.....ugh....ugh....ugh.....kok nyamuk masuk mulutku, gak bisa apa aku seneng dikit" ucap Radhitya.
**************
Gista sudah bangun pukul 3 malam. Dia memasak berbagai kue basah dan gorengan di dapur. Semakin hari kebutuhannya semakin banyak. Dia harus mencari sampingan untuk memenuhi kebutuhannya. Derry menghampirinya ke dapur.
"Gista bukannya kau baru gajian?"tanya Derry.
"Iya Mas"ucap Gista.
"Lalu untuk apa kau berisik di dapur jam segini?"tanya Derry.
"Kebutuhan kita banyak Mas, hanya dengan ini aku bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari"ucap Gista.
"Makanya jadi istri kerja yang bener, godain atasanmu biar dapet bonus dan tunjangan yang banyak, syukur-syukur gajimu naik berkali-kaliblipat"ucap Derry.
"Astagfirullah, kenapa Mas berkata seperti itu?"tanya Gista.
Gista terkejut dengan perkataan suaminya yang benar-benar tak layak keluar dari mulut seorang suami yang seharusnya melindungi kehormatan istrinya.
"Itu karena gajimu kecil, untuk terapiku saja gak cukup, belum lagi jatah ibuku kurang"ucap Derry.
"Aku akan berusaha lebih baik lagi Mas"ucap Gista.
Derry langsung menendang kue basah yang berada di wadah di depannya.
Dug...........
Semua kue basah itu jatuh ke lantai. Gista begitu sedih melihat kue basah yang sudah susah payah di buatnya malah ditendang Derry hingga berserakkan di lantai. Gista langsung memunguti kue basah itu.
"Mas kenapa ditendang susah payah aku membuatnya hik....hik....."ucap Gista sambil menangis.
Gerry bukannya minta maaf malah menginjak-injak kue basah itu dengan kakinya.
"Jangan Mas.....jangan....."ucap Gista memegang kaki Gerry.
Dug.............
Gerry justru menendang Gista dengan keras.
"Aw..........."ucap Gista kesakitan.
Derry menghampiri Gista dan menginjak kakinya.
"Aw......sakit Mas"ucap Gista.
"Kau mulai berani melawanku"ucap Derry.
"Kenapa kau selalu begini Mas, apa penyiksaan ini tak cukup untukku hik....hik......hik...."ucap Gista.
"Gista, gara-gara kamu aku lumpuh"ucap Derry.
"Aku minta maaf Mas hik....hik...."ucap Gista.
"Minta maaf katamu, lihat aku jadi lumpuh"ucap Derry.
Derry semakin kencang menginjak kaki Gista.
"Sakit Mas hik...hik.....kau kejam"ucap Gista.
Gerry semakin muak melihat Gista mengatainya kejam, dia menampar Gista dengan tangan kanannya.
Plaaaaak....................
"Aw.............ayo lagi Mas, tampar aku lagi, hajar aku lagi, mungkin kalau aku mati kau baru puas hik....hik....."ucap Gista sambil menangis.
Kemudian Gerry menarik rambut Gista dengan kencang.
"Aw..........hik....hik....hik....."Gista kesakitan saat rambutnya ditarik Gerry.
"Aku takkan membiarkanmu mati, kau akan jadi budakku seumur hidupku"ucap Derry.
"Hik.....hik.....hik......."Gista menangis.
"Ceraikan aku Mas, aku gak sanggup terus disiksa"ucap Gista.
azura berjuang demi kelangsungan hidup
miris....
anak n isteri terlantar
mantan tak tau terima kasih, tidak kekurangan materi
sadar nga ya si Gista 😏😏😏😏😏
kalo ada duo saudara ini bikin ngakak
aku cari kok ga ada
Azura aja mencintai Rafka tp dia rela melepaskan krn masih memikirkan perasaanmu dan Rafka dia tidak mau Rafka terbebani atas pilihan Egois mu Agista. seharusnya kau bersyukur punya suami dan mertua kayak gitu perhatian tdk menderita kayak dlu pernikahan pertama
kau bahkan berdosa Gista krn seolah kau menyuruh Rafka melantarkan anaknya dan istrinya dan parahnya kau menyuruh suamimu utk menceraikan Azura yg sdg hamil demi kebahagianmu? tak tahu diri kali kau sdh mandul tidak tahu berterima kasih