Follow ig: Caiyo_03.horelalalay
cerita tentang dua pasutri beda usia, tentang hancurnya hati yang kembali menyatu atas nama cinta, tentang sakitnya suatu yang di rebut secara paksa dan tentang dia yang menemukan arti cinta sejati yang sebenarnya.
Obsesi? cinta? atau hanya sekadar pelarian di kala dia merasa kesepian?
Leona Graham, seorang Fashion Designer berusia 26 tahun. Kurang lebih tujuh tahun menatap di New york, Amerika. Leona memutuskan untuk pulang ke tanah air, karena desakan sang bunda.
Hidupnya semakin rumit ketika berurusan dengan sosok remaja SMA yang terkenal mesum dan begitu menyebalkan di matanya.
"pasti pink"- Ethan Marjorie everett
"Dasar sinting!"- Leona Graham.
Apakah kehidupan leona yang tenang memang sudah di takdirkan berurusan dengan sosok Ethan?
Ethan dengan semua ketampanan, kekayaan, dan kemesuman serta sifat kekanak-kanakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 14
HAPPY READING ALL...
***
Melihat sudah tidak ada pergerakan dari Leona, nafas gadis itu juga sudah terdengar beraturan, Ethan melepaskan lingkaran tangannya lalu beranjak turun dari tempat tidur dengan gerakan yang di buat sepelan mungkin.
"you are very beautiful, baby" Gumam Ethan membenarkan selimut yang membungkus tubuh Leona.
Perlahan tangan Ethan kembali bergerak merapikan rambut yang menghalangi wajah cantik Leona, sungguh Ethan tak tahan jika harus berlama-lama menatap wajah cantik yang tengah terpejam dengan tenang di atas kasurnya itu, aliran darahnya memanas pikiran-pikiran liar berkeliaran di otaknya.
Tapi di sisi lain pemuda bule-Korea itu berkeinginan menjaga Leona, ia ingin memperlakukan Leona secara istimewa berbeda dari gadis-gadis lainnya, ada perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan jika itu terkait tentang Leona Graham.
Entahlah Ethan tidak tau rasa yang ia miliki untuk Leona itu adalah cinta atau hanya sekadar obsesi belaka.
"Yang aku tau adalah kamu harus bahagia dan aku tidak percaya ada lelaki lain yang bisa membahagiakan kamu selain aku" gumam Ethan dengan senyum simrik.
Tok..tok
"Masuk" ucap Ethan tanpa menoleh siapa yang tadi mengetuk pintu kamarnya.
"Permisi tuan muda, di bawah ada teman-teman anda" ucap Simon sekretaris tuan Vincent.
Ethan hanya membalas ucapan Simon dengan lambaian tangan tanda ia mengerti sekaligus menyuruh Simon untuk keluar dari kamarnya.
"Aku tinggal sebentar oke" ucap Ethan tidak lupa memberikan kecupan singkat di pelipis Leona sebelum ia benar-benar pergi menemui ketiga temannya.
***
Tak..tak..tak
Langkah kaki Ethan menggema di seluruh penjuru ruangan sehingga membuat Kai, Daniel dan Nolan yang tengah sibuk dengan ponsel mereka masing-masing menatap dirinya dengan tatapan penuh maksud.
"Apa?"
"Gila man BESTAI kita udah tunangan diam-diam gak friend lagi kita!" Ucap Nolan sengaja menekan kata bestai di tengah-tengah kalimatnya.
"Gajebo" sinis Ethan mendudukkan bokongnya di samping Kai yang tengah menatap dirinya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Lo serius udah ada gandengan?" Tanya Daniel memastikan.
Bukannya menjawab pertanyaan Daniel yang tengah di landa rasa penasaran Ethan menarik tangan kirinya tepat di hadapan Kai, Daniel dan Nolan secara bergantian. Tertampang dengan jelas di jari manis Ethan cincin dengan ukiran nama Leona di sana.
"Leona" beo ketiganya secara bersamaan.
"Anak kecil di larang kepo" ledek Ethan yang mendapat tiga sentilan sekaligus di keningnya.
Puk...
Puk...
Puk...
"Sakit bego!" ucap Ethan mengelus keningnya.
"Cakep gak? Body nya bagus gak? Pasti pink yakan? Ayo ngaku sama kita" tanya Daniel menghiraukan ringisan Ethan.
"Udah gue bilang anak kecil di larang kepo"
"Ingat mas bro kita bertiga jauh lebih dulu keluar dari rahim, jadi jangan belagu. Ceritain semuanya sama kita jangan bikin orang mati penasaran" serkas Kai yang sedari tadi diam dengan tangan yang ia lipat di depan dada.
"Kita cuman beda setahun doang"
Jengah dengan Ethan yang terkesan mengalihkan pembicaraan mereka, Nolan beranjak berdiri lalu mengapit kepala Ethan dengan ketiaknya, di susul Daniel yang menduduki kakinya sedangkan Kai, pemuda berdarah lombok itu terpaksa berdiri dari posisinya lalu menggelitiki Ethan.
Hingga tawa lepas Ethan di sertai kata ampun dan hentikan menggema, tidak jauh dari tempat mereka tuan Vincent dan Yulia tersenyum simpul melihat interaksi keempat pemuda itu.
"Mereka masih seperti dulu, kekanak-kanakan" ucap Yulia menyandarkan tubuhnya ke lengan tuan Vincent.
"Kita seperti memiliki empat bayi besar, gelar Tuan muda yang di sandang Ethan sama sekali tidak berlaku untuk mereka" jawab Tuan Vincent dengan senyum tulus yang tidak di buat-buat.
BERSAMBUNG!
NEXT OR STOP?
Nb:
Gajebo: gak jelas bro
Bestai: itu adalah best friend/ bestie tapi di bengkokkan menjadi bestai😭🤣