Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman?
Pagi ini, Aluna dan Talia ada kelas pagi. sesampainya di kampus mereka langsung masuk kelas dan dihadapkan dengan dosen killer mereka.
-Setelah selesai kelas-
"Gilaa akhirnya selesai juga matkul nya tuh dosen killer" Ujar Talia menghela nafasnya panjang
"Iya nih, akhirnya" timpal Sesil dengan wajahnya yang lesu
"Sil lo kenapa?" tanya Aluna saat menyadari wajah kusut milik Sesil tidak seperti biasanya yang selalu segar dan tersenyum manis
"Gue kenapa emangnya?"
"Kenapa muka lo lesu banget, lo sakit?" Khawatir Aluna
"Eh iya nih, kenapa lo sil?" tanya Talia
Sesil tersenyum, kedua sahabatnya ini sangat memperhatikannya. Dia sangat senang
"Gue gakpapa, cuman kecapekan aja. Kemaren habis bantuin papa beresin kerjaan" Jelas Sesil, sambil tersenyum manis
"Yang bener lo?" Selidik Aluna, dia merasa Sesil sedang menyembunyikan sesuatu
"Iya Lun, gue gapapa. Thanks udah peduli sama gue"
"Sil, kita itu sahabat. Tentu kita peduli sama lo. Kalo lo ada masalah, lo bisa cerita. Jangan dipendem sendiri, anggep kita sebagai saudara" Ujar Aluna diikuti anggukan oleh Talia, mereka berdua menggenggam kedua tangan Sesil
"Iya iya udah kenapa jadi sedih gini sih?" Celetuk Sesil mencairkan suasana sambil tertawa
Mereka terus berbincang sampai terdengar suara ribut dari depan kelas mereka
"Apaan sih tuh ribut-ribut?" Ujar Talia yang mulai terganggu dengan keributan di depan
"Tau tuh, liat kuy" Ajak Aluna berjalan ke arah pintu diikut Talia dan Sesil
Saat Aluna sudah di depan pintu, Aluna memutar bola matanya malas saat melihat apa yang terjadi di depannya. Dia diam saja dan tetap memerhatikan, begitu juga dengan Talia dan Sesil. Talia yang awalnya sedikit terkejut kemudian paham, dan Sesil yang kebingungan kemudian diberi penjelasan Talia. Sesil juga sangat terkejut ternyata yang mendekati sahabatnya adalah pewaris tunggal keluarga Kusuma, yang terkenal dingin tak tersentuh oleh wanita manapun. Tentu Sesil sangat tahu, karena keluarga Kusuma sangat terkenal di dunia bisnis, Perusahaan papa Sesil juga menjalin kerja sama dengan Kusuma group.
"Kak Rey, minta nomer wa nya dong"
"Kak Rey ganteng banget sih"
"Kak, ayo foto sama gue. please"
"Kak lagi nyari gue ya?"
Ya begitulah suara ribut yang daritadi mengganggu pendengaran orang. suara riuh dari fans pangeran kampus ini
Rey menghela nafasnya berat, dia paling benci dikerumunin seperti ini. sampai kedua mata Rey menatap kehadiran seorang gadis yang belakangan ini mengganggu tidurnya. Rey kemudian tersenyum manis saat tatapan mata mereka bertemu
"OH MY GOD KAK REY YOU ARE SO HANDSOME"
"Gilaaaaaa Kak Rey senyum dong woii"
"Yaampun blasteran surgaaaa ya kakk?"
"Hehh itu senyum ke gue kan, iya kan?"
"Please Kak, lo bikin kita semua meleleh disini"
Pekik fans-fans Rey, saat melihat senyuman maut Rey yang hampir tidak pernah ditunjukkan selama ini. Mereka berteriak histeris menatap pesona Rey yang memabukkan itu. Namun, ekspresi mereka berubah saat melihat Rey menghampiri cewek cantik yang terkenal arogan dan jutek itu padahal baru beberapa minggu masuk kampus
"Hai" Sapa Rey pada Aluna
"Ngapain lo disini?" Ketus Aluna, Rey terkekeh
"Ternyata masih belum jinak ya?" Tanya Rey sambil mengelus rambut panjang Aluna. Teriakan fans Rey semakin menjadi jadi saat melihat Rey berperilaku manis seperti itu, selama ini Rey selalu saja cuek, dingin, dan kasar.
"Ck, apasih lo kira gue hewan apa?" Kesal Aluna sambil menyingkirkan tangan Rey dari kepalanya
"Iya lo itu singa" Jawab Rey santai, yang langsung mendapat tatapan mata tajam dari Aluna
"Tapi lo sama singa ada bedanya kok" Sambung Rey, saat menyadari tatapan tajam dari cewek Cantiknya itu. Aluna hanya menaikkan sebelah alisnya
"Kalo singa penguasa hutan, kalo lo penguasa hati gue"
Deg
Deg
Deg
Jantung Aluna berdetak lebih cepat, bukan karena gombalan Rey. Aluna sudah sangat kebal dengan gombalan seperti itu. Tapi, kali ini Aluna sangat gugup karena Rey mengatakan nya sambil berbisik, Aluna dapat merasakan nafas Rey menerpa kulitnya. Hal itu, membuat wajah Aluna memanas.
"Apasih receh" Ujar Aluna sambil mendorong Rey menjauh, dia berusaha mengatur detak jantungnya dan ekspresi wajahnya
Kedua sahabat Aluna hanya mengamati interaksi dari dua insan beda gender ini
"So sweet" Celetuk Talia saat melihat mereka berdua, dan langsung ditatap Aluna tajam
"Diem lo" bentak Aluna, membuat Talia mengerucutkan bibirnya. Dan Sesil? dia langsung tertawa saat melihat Talia langsung bungkam dan cemberut begitu saja
"Ayo" Ajak Rey pada Aluna, sambil meraih telapak tangan Aluna
"Apaan sih lo, mau kemana coba?" Aluna kesal saat Rey masih menggenggam erat tangan Aluna, Aluna merasa sangat tidak nyaman saat menyadari tatapan para fans Rey yang menatapnya tidak suka. Ingin sekali Aluna mencolok mata mereka semua yang menatapnya seperti itu.
"Rey lepasss gak" Aluna masih saja memberontak, tapi Rey tetap tak bergeming
"Reynandaaa!!!" Aluna berteriak sambil menarik tangannya membuat Rey terkejut
"Apasih kok teriak?" tanya Rey kesal, karena teriakan Aluna sangat keras dan membuat mereka semakin menjadi bahan perhatian publik.
"Lo yang apa apa an? main narik-narik aja? Lo kira gue barang apa hah?" Cecar Aluna sambil emosi
"Gue cuman mau ajak lo ke kantin, kata lo kemaren kita temenan" ujar Rey pada Aluna mengingat perkataan Aluna pada malam itu saat Rey mengantar Aluna pulang ke kos nya
Flashback
Setelah acara makan malam, Rey mengantar Aluna pulang. saat di mobil mereka hanya diam, tidak ada yang membuka pembicaraan. Sampai akhirnya mereka sampai di depan kos Aluna. Aluna langsung melepas seat belt nya dan hendak turun dari mobil
"Makasih" Ujar Aluna sambil akan membuka pintu mobil, tapi tangan Rey menghentikan pergerakannya
Aluna hanya menaikkan satu alisnya seakan akan bertanya 'kenapa?'
"Aluna?" Panggil Rey
"Hm?" hanya dijawab deheman oleh Aluna
"Soal ucapan gue di taman tadi gue serius" Ucap Rey sambil menatap dalam Aluna. sedangkan Aluna semakin salah tingkah dan gugup saat ditatap Rey seperti itu
"Ehm ucapan lo yang mana kan lo ngomong banyak?" Ucap Aluna, dia berusaha berbicara senormal mungkin
Huh
Rey mengehembuskan nafasnya berat
"Aluna, gue tertarik sama lo. Sejak awal gue lihat lo, sejak awal kita ketemu. Lo udah buat gue jatuh, jatuh dalam pesona lo. Lo berhasil bikin gue percaya kalau jatuh cinta pandangan pertama itu nyata, awalnya gue emang mikir kalo ini cuman rasa penasaran gue ke lo karena lo emang cewek yang berbeda dari kebanyakan cewek yang gue temui. cuman lo yang berani ngebentak gue dan gak jatuh hati pada rupa gue ini, saat lo tau gue boss di tempat lo kerja. lo tetep jutek sama gue, lo gak jatuh pada rupa dan harta gue. tapi sejak pertemuan pertama kita, pikiran gue terpusat di lo. hanya lo, Aluna. lo udah berhasil ngedobrak hati gue yang udah gue tutup rapat sejak dulu, karena gue merasa semua cewek itu sama hanya mau tampang dan harta. hanya mami yang beda. Aluna Berliana mungkin ini terlalu cepat. Tapi Lun, I love you so much" Jelas Rey panjang lebar membuat Aluna mematung, Aluna sangat terkejut. Aluna tahu kalau Rey menyukainya. Tapi dia tidak menyangka kalau Rey akan mengungkapkannya secepat ini. Mereka bahkan baru bertemu 3 kali
"Aluna?" panggil Rey, membuyarkan Aluna dari lamunannya
"Ehm.. Rey, gue gak tau apa yang lo suka dari gue. apalagi dengan sikap gue yang jutek arogan ini. Rey, kita baru kenal. Gue rasa lo emang cuma penasaran aja sama gue seperti kata lo yang awal tadi" Jelas Aluna mencoba tetap tenang
"Gak. gue tau ini bukan sekedar penasaran Lun. Tiap gue dideket lo, jantung gue berdetak lebih cepat. saat gue deket lo, gue ngrasa ada rasa yang berbeda yang muncul di hati gue"
"Hmmm... Sorry Rey, gue gak bisa. Makasih buat perasaan lo, gue sangat menghargai"
"Kenapa? lo udah punya cowok?" tanya Rey dengan raut wajah kecewa
Aluna menggeleng cepat
"So?" tanya Rey lagi
"Sama seperti lo yang bentengin hati dari cewek, gue juga bentengin hati gue sangat kuat Rey. Gue gak mau deket sama cowok manapun. gue ada alasan sendiri untuk itu" Aluna menarik napasnya dalam lalu kembali berkata
"Tapi kalo lo menawarkan pertemanan, mungkin bakal gue terima"
Rey tersenyum
'Lo berhasil luluhin hati gue, sama seperti itu gue bakal luluhin hati lo, Aluna. Lo gak bakal gue lepas. Gue bakal dapetin lo' batin Rey
"Oke, kita teman?" tawar Rey mengulurkan tangannya dan dibalas Aluna
"Teman"
"Yaudah masuk sana, good night Lun"
"Night, thanks ya and sorry"
"It's Ok" Jawab Rey tersenyum sambil mengelus rambut Aluna
Flashback End
"Ya tapi gak harus narik narik gini dong, liat noh mata fans fans lo udah kayak mau bunuh gue aja" ucap Aluna kesal
"Biarin aja, udah deh ayo ke kantin. Laper nih"
"Tunggu dulu, gue ninggalin Sesil sama Talia gara gara lo. gak enak deh jadinya" Aluna masih saja kesal dengan Rey yang membawanya tiba tiba
"Kirim chat aja, suruh nyusul"
"Hmm yaudah"
Lalu mereka berdua pergi ke kantin bersama.