Ratting 18+.
Harap bijak dalam membaca.
Menceritakan tentang Aisyah, gadis cantik yatim piatu berusia 22 tahun yang dijual oleh pamannya pada seorang mucikari disebuah club malam.
Menjadi simpanan pria hidung belang terpaksa harus ia jalani, demi terlepas dari jeratan sang mucikari.
Dari situlah kehidupan Aisyah bermula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode. 13
"Apa sarapanku sudah siap.? " ujar Alex yang baru saja turun ke lantai bawah.
Aisyah menoleh kebelakan, tampak Alex yang terlihat sudah rapi selesai mandi berjalan menghampirinya.
"oh.. iya sebentar lagi Tuan. " jawab Aisyah, sambil mengaduk nasi goreng yang sedang dimasaknya.
"Ya sudah ,selesaikan cepat.
Aku sudah sangat lapar . " ujar Alex, lalu membalik badan berjalan menuju meja makan dan menunggu disana.
Selang beberapa menit kemudian, Aisyah datang membawa makanan yang telah selesai dimasaknya.
Setelah makanan tersaji dan tersusun rapi dimeja makan, ia langsung mempersilahkan Alex untuk mencicipinya.
"Silahkan dimakan Tuan. "ujar Aisyah setelah menaruh dua sendok nasi goreng dan lauk dipiringnya.
Alex langsung menyantapnya.
Sementara Aisyah tersenyum melihatnya memakan nasi goreng buatannya itu dengan lahap.
Merasa diperhatikan, Alex menghentikan suapannya dan menoleh pada Aisyah.
"Kenapa kau senyum-senyum memperhatikanku seperti itu dan malah tidak ikut makan.? tanya Alex .
"Saya sudah kenyang melihat Tuan makan, sepertinya lahap sekali. " balas Aisyah sambil tersenyum menatap Alex.
"owh begitu .
sebenarnya nasi goreng buatanmu ini tidak terlalu enak.. hanya saja aku sedang sangat lapar. " kilah Alex.
Padahal saat itu lidahnya tidak bisa membohongi bahwa sebenarnya masakan Aisyah sangatlah enak dan ia menikmatinya.
Aisyah sedikit kecewa mendengarnya.
karena rasa penasaran ingin memastikan apa benar masakannya tidak enak, akhirnya Aisyah ikut makan juga.
Kini giliran Alex yang tersenyum-senyum sendiri melihat Aisyah.
Ada kepuasan tersendiri baginya melihat raut kekecewaan di wajah gadis cantik itu.
Setelah selesai makan Aisyah merapikan semua piring-piring kotor yang berada di atas meja.
"Nanti setelah kau selesai membereskan semua ini, susul aku ke kamar..! " perintah Alex pada Aisyah.
"Baik Tuan" jawab Aisyah patuh.
Kemudian ia bergegas menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah selesai ia segera menyusul kekamar.
Baru saja memasuki kamar, Alex sudah langsung memerintahnya lagi.
"Tolong ambilkan kemeja dan jas ku dilemari.! aku mau berangkat keluar kota pagi ini. "
"Baik Tuan. "
Aisyah segera mengambil stelan kemeja kantor dan jas beserta dasinya di lemari sesuai yang diperintahkan Alex.
"ini Tuan.. " ujar Aisyah sambil menaruh pakaian itu di atas kasur.
"Bantu aku memakainya.!" ujar Alex sembari membuka kaos yang sedang dipakainya.
Kemudian dengan segera Aisyah memakaikan kemeja berwarna maroon itu ketubuh Alex ,kemudian memasang kancing dibagian depannya satu persatu.
"Pasangkan dasi ku sekalian. " perintahnya lagi.
"Tapi saya tidak pandai memasangkan dasi orang lain Tuan. " balas Aisyah merasa tidak yakin dengan kemampuannya.
"Aku akan mengajarimu , ayo cepat lh aku sudah telat .!"
"Baik Tuan. "ujarnya.
kemudian langsung mengalungkan dasi itu keleher Alex.
Alex lalu mengajarinya perlahan bagaimana cara memakaikan dasi yang benar.
hingga dasi itu berhasil terpasang dan hanya tinggal merapikannya saja sedikit lagi.
Aisyah terlihat senang saat berhasil memakaikannya.
"Alhamdulillah berhasil.. " ujarnya sambil tersenyum kegirangan.
"ini akan menjadi tugasmu setiap pagi kalau aku berangkat kekantor dari sini, mengerti. "
"mengerti Tuan. " jawab Aisyah terus tersenyum pada Alex.
Seketika Alex terpesona melihat senyuman yang merekah di bibir Aisyah.
karena selama beberapa hari mereka bersama, Alex belum pernah melihatnya tersenyum se sumringah itu.
Jangankan untuk tersenyum, Alex malah sering dibuat kesal karena dirinya yang selalu saja menangis setiap saat.
"Gadis ini, cantik sekali dia bila tersenyum . " batin Alex berucap.
Sementara Aisyah sibuk merapikan dasinya, Alex malah sibuk memperhatikan setiap lekuk wajah Aisyah.
Ada kekaguman saat Alex memandangi paras cantiknya.
Bulu matanya yang lentik, hidung mancung dan dagunya yang runcing, Alex merasa tak bosan-bosan memandangnya.
Hingga pandangannya tertuju pada bibir Aisyah, entah mengapa bibir ranum itu terlihat begitu menggoda.
Aisyah yang merasa diperhatikan mulai grogi.
Ia berusaha mengalihkan pandangannya dengan menunduk.
Namun tiba-tiba tangan Alex menyentuh dagu Aisyah, lalu mengarahkan wajah Aisyah menghadap padanya.
Tatapan mata merekapun akhirnya saling beradu.
Kemudian perlahan wajah Alex mendekat, hingga sebuah kecupan berhasil mendarat dibibir Aisyah dengan lembut.
Mata Aisyah membelalak begitu menerima perlakuannya.
Saat itu memang bukan kali pertama Alex mencium bibir Aisyah.
namun itu merupakan hal baru yang dirasakannya saat Alex melakukan dengan penuh kelembutan dan dalam keadaan sadar, bukan karena mabuk ataupun sekedar melampiaskan nafsu semata.
Wajah Aisyah memerah seperti tomat dibuatnya, Ia pun kembali menunduk karena malu.
Saat Alex hendak melanjutkan aksinya, Aisyah langsung mengelak.
"Ma.. maaf Tuan, dasinya sudah selesai saya rapikan. "ujar Aisyah sedikit gugup.
Alex tersenyum menatapnya dan tiba-tiba ia pun tertawa mengejek Aisyah.
"Hahaa... Baru satu ciuman saja kau sudah seperti kepiting rebus, bagaimana kalau lebih dari itu.
Sayang sekali aku tidak mengingat bagaimana reaksimu menikmati permainanku semalam." ujarnya terus menertawakan Aisyah yang sudah terlihat sangat malu.
Aisyah hanya membalas dengan tersenyum kecut.
"Oh ya, semalam apa ada omonganku yang ngelantur .?
Soalnya aku sangat mabuk ,aku bahkan tidak mengingat apapun yang terjadi tadi malam. "
Mendengar pertanyaan Alex, Aisyah teringat saat dia menyebut-nyebut nama Bianca.
Namun ia memilih untuk tidak mengatakannya .
"Tidak Tuan. " ujarnya berbohong.
Padahal semalam semua itu sangat mengganggu pikirannya.
"owh baguslah kalau begitu.
lagi pula kalaupun ada, kau cukup melupakannya saja. " ujar Alex dengan entengnya sambil terus menyisir rambutnya.
"Kalau begitu aku pergi sekarang.
ingat pesan ku, selama aku diluar kota kau jangan coba-coba keluyuran atau menerima tamu dirumah ini.!
paham.? "
"Iya baik Tuan. " ujar Aisyah patuh.
Kemudian Alex turun ke lantai bawah, disusul oleh Aisyah yang mengantarnya hingga keteras.
Diluar tampak Pak Yusuf telah datang dan sedang memindahkan koper dari mobilnya kemobil mewah milik Alex.
Koper berisi pakaian Alex itu baru saja dijemputnya dari rumah Maria.
Setelah selesai memindahkan kopernya, Pak Yusuf pun pamit pada Aisyah.
Mereka berangkat menggunakan mobil Alex, sementara mobil Pak Yusuf ditinggal di Villa.
Aisyah memperhatikan mobil itu hilang setelah keluar dari pekarangan.
Sepeninggal Pak Yusuf dan Alex, Aisyah kembali masuk kedalam dan mengunci pintu.
Di kamarnya, Aisyah mengambil ponsel pemberian Alex yang terletak di atas nakas.
Ia bingung juga akan memainkan apa di ponsel barunya itu .
Sementara akun sosmed apapun Aisyah tak punya.
Tiba-tiba ia teringat bahwa 5 tahun yang lalu teman sekelasnya semasa SMA pernah membuatkan sebuah Akun facebook untuknya.
Dan berkat kecerdasan dan daya ingatnya yang cukup kuat, Aisyah bisa mengingat kembali email dan password akun facebook tersebut.
"Alhamdulillah bisa dibuka." ujarnya sambil tersenyum kegirangan.
Namun setelah berhasil login ,ia masih saja kebingungan.
Kali ini Aisyah bingung mau mencari apa di aplikasi tersebut.
Jumlah pertemanannya saja baru ada sekitar 15 orang, jadi tidak berapa berita juga yang keluar di beranda facebooknya.
Merasa penasaran dengan Alex, iseng-iseng Aisyah mencoba mencari namanya pada kolom pencarian.
Ada banyak nama Alex yang keluar ,salah satu diantaranya adalah Alex Bryan Prakoso.
Dilihat dari photo profilnya yang berukuran kecil, Aisyah yakin itu Alex yang dicarinya.
Tanpa ragu lagi ia langsung mengklik nama itu, hingga terpampanglah photo profil yang lebih jelas.
Ternyata benar akun itu milik Alex, si pria b*jat yang telah menikahinya.
"owh jadi namanya Alex Bryan Prakoso. " ujar Aisyah sambil membaca seluruh info di akun facebook milik Alex tersebut.
Akun itu sepertinya juga sudah lama tidak dibuka.
Aisyah kemudian membuka album dan melihat satu persatu foto di dalamnya.
Hanya ada beberapa foto yang diunggah disana.
Diantaranya foto Alex tengah duduk ditaman, sedang bekerja dikantor,sedang olah raga, berenang, liburan, dan ada juga fotonya sedang memeluk seorang ibu berpenampilan mewah khas ibu-ibu sosialita yang Aisyah yakini adalah orang tuanya Alex.
Entah yang lainnya telah dihapus atau mungkin memang hanya sebanyak itu foto yang pernah ia posting.
Dari semua foto yang Aisyah perhatikan, Alex tampak seperti lelaki baik ,penyayang, suka berolah raga dan yang pastinya tidak kelihatan b*jat sama sekali.
Saat Aisyah menscroll bagian terakhir tampak satu buah foto yang menggambarkan Alex sedang mencium kening seorang gadis cantik memegang Kue ulang tahun bertulisan Happy birthday sayang 25 tahun.
Merasa penasaran Aisyah mengecek tanggal pengunggahan foto tersebut.
4 tahun yang lalu.
Aisyah jadi makin penasaran.
"Siapa wanita ini, apa mungkin dia yang bernama Bianca.? " batin Aisyah bertanya-tanya.
lalu tampak caption pada foto tersebut bertuliskan "thank you my love, i'm so happy to have you".
"Apa mungkin dia mantan kekasih Alex. ?" Aisyah masih bertanya-tanya.
Tapi ia tidak begitu yakin bahwa lelaki seperti Alex pernah mencintai seorang wanita, karena yang dia tahu wanita bagi Alex hanyalah seperti boneka yang bisa ia mainkan dan ia buang kapan saja dia mau.
********