Nasib Celina yang yatim piatu bertambah malang karena suatu malam ia diculik dan diperkosa oleh 3 orang pria..
"Aku tidak pantas untuk mu.. Aku sudah kotor! Bahkan sangat kotor. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari diriku!."
Bagaimana nasib Celina setelah kejadian itu?
Akankah dia membalaskan dendam nya pada ketiga pria keji tersebut?
Cerita ini hanyalah fiksi belaka dan mengandung unsur kekerasan, pembaca diharap bijak dalam menyikapinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13
"Apa masih ada lagi yang ingin kau undang Mark?."
"Sepertinya sudah semuanya babe."
"Baiklah undangan kita akan mulai disebar besok. Momy and Dady akan datang 3 hari sebelum acara pernikahan kita Mark."
"Apa kau ingin aku memesankan kamar hotel lainnya untuk Momy and Dady babe?."
"Tidak perlu Mark. Aku sudah memesankan nya kemarin. Kau tidak perlu repot-repot Mark."
Mark tersenyum penuh cinta menatap Mauren tunangan nya. Semakin mendekati tanggal pernikahan mereka, lelaki itu masih resah. Dia bingung apa dia mampu setia hanya pada Mauren saja, atau sifat maniak dirinya akan tetap ada?.
Mark tertegun mengingat ucapan John waktu itu tentang rasa cinta atau obsesi nya pada Mauren. Namun lelaki bertubuh kekar itu yakin kalau perasaan nya untuk Mauren adalah rasa cinta yang sesungguhnya.
Mark berjanji akan pelan-pelan merubah sifat buruknya yang tidak bisa berhenti berganti-ganti wanita setelah mereka menikah nanti. Meski Mark sendiri pun masih ragu untuk itu.
"Kenapa melamun Mark? Apa yang kau pikirkan?."
"Nothing babe. Aku hanya tidak sabar untuk segera menikah dengan mu saja."
Mauren tersenyum malu mendengar ucapan Mark. Dia memang sangat mencintai pria tampan yang sejak dulu tidak pernah menyerah mengejar-ngejar dirinya, meyakinkan hati dan perasaan Mauren tentang rasa cinta Mark yang begitu besar untuknya.
Walau sempat ragu pada pria Cassanova itu, namun nyatanya Mark mampu meyakinkan Mauren kalau dia telah berubah dan sangat mencintai dirinya.
Saat ini Mauren tengah berada di apartemen milik tunangan nya itu, mereka sedang duduk menikmati hari Minggu di depan TV 24 inc sambil menonton film romantis kesukaan Mauren.
Wanita keturunan Belanda itu sedang bersandar di bahu bidang Mark yang selalu terasa nyaman untuknya.
"Oh iya Mark, aku lupa memberitahu mu. Besok aku harus berangkat ke Washington untuk menemui rekan bisnis ku disana. Mereka ingin bertemu langsung membicarakan produk yang ingin aku produksi bersama mereka."
Mark membelai lembut wajah cantik Mauren.
"Berapa lama kau akan pergi babe? Apa kau ingin aku menemani mu kesana?."
"Tidak perlu Mark, aku tahu kau sedang sibuk dengan proyek mu dikantor. Aku juga hanya 2 hari saja disana Mark."
"Baiklah. Tapi aku akan mengantarmu besok ke bandara babe "
Mauren mengangguk dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu bidang lelaki yang dia cintai.
Finally, 2 hari ini aku bisa bebas pergi kemanapun nanti. Rasanya sudah sangat lama benda pusaka ku ini tidak pernah merasakan surga dunia. Mark memikirkan rencana nya untuk 2 hari ini selama Mauren tidak ada, dan memutuskan untuk mengajak sahabatnya John untuk berburu wanita-wanita malam sampai dia puas.
"Jam berapa penerbangan mu besok babe?."
"Jam 6 pagi Mark. Nanti kau bisa menjemput ku lebih pagi di hotel."
"Kenapa tidak tidur saja disini babe? Lagipula aku pasti akan sangat merindukan mu selama 2 hari kita tidak bertemu babe."
Mark mencolek dagu wanita cantik itu ingin menggoda dirinya.
"Apa sih Mark."
Mauren memukul sayang tangan Mark malu-malu.
"Kenapa babe? Lagipula kita akan segera menikah bukan, jangan malu-malu seperti itu lagi babe."
Mark mencium mesra pipi sang pujaan hati. Dia sekarang memang sudah lebih berani menciumi Mauren, saat wanita itu lebih dulu mencium nya waktu itu. Meski hanya sebatas mencium pipi namun Mark sangat bahagia karenanya.
"No Mark. Aku ingin menyimpan nya saat malam pertama kita nanti. Aku ingin itu akan berkesan untuk mu dan aku Mark. Bersabarlah sebentar lagi Mark sayang."
Mauren tersenyum lembut menatap netra cokelat lelaki bertubuh kekar di sampingnya. Dia pun tidak sabar untuk segera menyatu dan berjanji dengan Mark di depan Tuhan dan semua orang. Dan saat itu tiba, dia ingin Mark mendapatkan hadiah yang selama ini selalu dia jaga untuk suami nya kelak.
"Baiklah babe. Aku akan menunggu saat hari itu tiba. Terima kasih karena sudah menjaga nya untuk ku. Maafkan aku yang tidak sempurna untuk dirimu babe."
"Jangan bicara seperti itu Mark. Aku menerima dirimu dengan segala masa lalumu itu Mark. Aku hanya ingin masa depan nanti, hanya ada aku dan kau Mark."
Mark sedikit terenyuh mendengar ucapan Mauren. Ada rasa bersalah di hatinya saat mendengar ucapan tunangan nya itu. Sampai detik ini pun lelaki itu belum bisa berubah dengan sifat buruknya. Bahkan dia sudah memikirkan hal kotor saat Mauren masih berada di samping dirinya.
Maafkan aku babe. Aku berjanji setelah kita menikah aku akan pelan-pelan merubah sifat buruk ku itu. Tolong jangan meninggalkan diriku nanti saat kau mengetahui selama ini aku masih membohongi dirimu babe.
Mark bergumam dalam hati dan mendekap tubuh ramping Mauren penuh cinta.
"I love you babe."
Mauren tersenyum di balik dekapan hangat sang tunangan. Dia selalu merasa nyaman saat berada dekat dengan lelaki bertubuh kekar itu. Mencintai Mark adalah hal terindah dalam hidup wanita cantik itu.
"I love you too Mark."
Mauren mengelus lembut tangan kekar Mark yang tengah mendekap tubuhnya.
"Nanti saat kau kembali hubungi aku agar nanti aku bisa menjemput mu di bandar babe. Dan ingat, jangan nakal nanti disana babe."
"Hahaha... kau sungguh lucu Mark. Justru aku yang harus berkata seperti itu padamu! Awas saja jika kau macam-macam saat aku tidak ada nanti Mark. Aku akan mencakar habis wajah tampan mu itu agar tidak ada lagi perempuan lain yang akan tertarik pada wajahmu, jika kau sudah jelek nanti."
"Hahaha...."
Mark tertawa geli mendengar ucapan cemburu Mauren. Meski dia tahu kalau wanita yang sedang dipeluknya itu hanya bercanda, namun tetap saja membuat Mark merasa was-was jika nanti kelakuan nya selama ini diketahui Mauren.
"Baiklah babe. Aku sudah mengunci mata dan hatiku hanya untuk mu babe."
Meski benda pusaka ku bukan hanya untuk mu saja babe. Mark tidak meneruskan ucapan nya dan hanya bergumam dalam hati.
Dia berpikir selama mereka belum menikah dan terikat di atas perjanjian dengan Tuhan dan kertas, lelaki itu bisa bebas melakukan apa saja dengan wanita mana saja yang dia sukai.
"Awas saja jika kau berani membohongi ku Mark. Aku akan memotong kecil-kecil benda pusaka mu itu agar kau tidak akan lagi berbuat macam-macam di luar sana!."
"What babe? Lalu bagaimana dengan dirimu nanti babe? Apa kau bisa menahan diri jika aku sudah kehilangan benda berharga ku nanti?. Aku hanya kasihan nanti saat kau menginginkan nya tapi kau justru tidak bisa menikmati benda itu."
"Ish... ucapan mu itu benar-benar tidak bisa di sensor sedikitpun Mark!."
Mauren mencubit tangan Mark yang sama sekali tidak sakit untuk lelaki itu. Mark justru semakin tertawa terbahak-bahak melihat Mauren yang jengkel karena mendengar kata-kata nya.
Dia tahu kalau wanita itu sedang berusaha menahan rasa malu dihatinya, dengan wajah yang sudah merona merah.
...**∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Dukung terus karya Author yaa 🤗
Like and Vote 🌹**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tdk setimpal...