Perhatian novel ini mengandung teori dan misteri
Jika kalian tim yang lebih mementingkan judul, dari pada alurnya silahkan berpikir dulu sebelum membaca, takutnya tidak suka alurnya malah berakhir hate koment🙏🏻
Setelah bertengkar hebat dengan orang tua nya Serin memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup sendiri
hidupnya berubah ketika dirinya mengenal Glen yang tidak lain adalah seorang Presdir tampan yang sukses di usia yang terbilang muda
ikuti keseruan cerita mereka di PENGAWAL CANTIK
yang mau info up bisa follow ig
@sweetdream
Mohon maaf jika ada kesalahan atau typo soalnya ini karya pertama autho, happy reading🥰🙏🏻
cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author, jadi mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul atau tempat, itu semua murni kebetulan
jika kalian suka ceritanya jangan lupa like, tambah kedaftar favorit, vote dan tentunya tinggalin jejak dengan koment ya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweetdream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak sengaja
Setelah mengantar Serin pulang, kedua orang tuanya langsung pergi kerumah sakit, karena hari ini ibunya punya jadwal operasi
Saat perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba Marisa melontarkan sebuah ucapan
“apa papah yakin, jika anak itu melakukan hal bodoh itu, dari yang ku tau Glen adalah anak baik, jadi aku tidak yakin sepenuhnya jika dia memanfaatkan tubuh Serin untuk kepuasannya” ucap Marisa, dia tau betul bahwa anaknya itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya terlebih dia dan David mendidiknya dengan baik jadi tidak mungkin Serin dengan mudahnya memberikan mahkotanya pada bosnya sendiri
David menghela kasar nafasnya mendengar ucapan sang istri, dia juga merasa jika ini hanya akal-akalan anaknya, karena itu dia sengaja mendatangi Glen agar tau kebenarannya, ketika melihat Glen yang tadi kebingungan, David yakin jika Glen tidak pernah dan tidak akan melakukan hal seperti itu pada karyawannya, terlebih dia juga memiliki hubungan yang baik sebagai rekan bisnis dengan Ayah Glen sebelum kematiannya
“minggu depan aku akan mengirimnya keluar negri” tuturnya sontak membuat ibu Serin yang sedang duduk di sampingnya itu menatap pria yang duduk di sampingnya
...****************...
Wanita yang kini tengah duduk santai dikamarnya, merasa senang karena akhirnya dia bisa lepas dari sang Ayah
Saat dirinya sedang menikmati pemandangan di balkon kamarnya, dering ponselnya berbunyi menandakan ada yang menelponnya
Meraih ponselnya Serin melihat nama sahabatnya yang terpampang di layar ponsel
📞In Call-
“kau bisa pergi?”
“bisa memangnya kenapa?”
“tidak..., kau yakin bisa keluar apa bosmu itu tidak akan marah?”
“tidak, lagian aku juga ingin bercerita denganmu tentang keadaanku sekarang”
“maksudmu?”
“nanti saja ku ceritakan setelah kita bertemu, oh ya kau tadi mau mengajakku kemana?”
“ah itu! aku ingin mengajakmu shopping, aku perlu membeli pakaian untuk ke kantor dan ingin membelikan beberapa hadiah untuk orang tuaku”
“oke.. baiklah nanti aku akan menjemputmu”
“oke….”
📞End Call-
Serin keluar dari kamarnya dengan dress hitam, yang cukup pendek, ia berjalan menuju ruang tamu, disana terlihat Ayahnya sedang bicara dengan tangan kanannya
“kamu mau kemana?” tanya David yang melihat Serin yang sepertinya akan pergi
“aku mau ke mall dengan Lidiya, bisa aku minta kunci mobil yang kemarin” ucapnya mengingat jika dia tidak mengambil kunci mobil yang diberikan Kelvin padanya
David melihat jam tangannya yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 19.31, “Kelvin berikan kunci mobilnya” ucap David dan di angguki oleh Kelvin
Setelah mendapat kunci mobil dan kartu debitnya, wanita itu melangkah menuju mobil yang sudah lama tidak dia pakai, masuk kedalam mobil Serin melajukan mobilnya menuju rumah Lidiya untuk menjemputnya
...****************...
Sampai di mall mata mereka menjelajah kesetiap sudut mall melewati store-store baik itu pakaian, tas, perhiasan dan yang lainnya, setelah mendapatkan apa yang mereka cari Serin masuk kedalam mobilnya dan melajukannya kerumah Lidiya untuk mengantarnya
Tapi karena Lidia ingin menemui seseorang, dia menyuruh temannya itu untuk menemaninya sebentar ke bar karena dia harus menemui seseorang di sana
Sampai di parkiran bar, Serin mengatakan jika dia akan menunggu di mobil, tapi Lidiya menyuruhnya untuk masuk karena takut sahabatnya itu akan menunggu lama, Serin mengangguk dan mengikutinya masuk kedalam bar
“duduklah disini... aku ingin menemui temanku dulu” ucap Lidiya menyuruh sahabatnya itu duduk
Setelah Lidiya pergi dia tidak tau harus apa, karena wanita itu memang tidak bisa pergi ke bar, Serin hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat ke sekeliling bar
Terlihat banyak pasangan yang bercumbu mesra tanpa rasa malu di depan umum, “hallo cantik, sendirian saja” sapa seorang pria yang terlihat mabuk dan duduk di sofa panjang tempatnya duduk, karena Serin tidak meresponnya pria itu pergi dengan langkah sempoyongan khas orang mab*k
“Serin!” seru seorang pria yang sedang berdiri di depannya dengan segelas minuman di tangannya
“sedang apa kau disni?” tanyanya seraya mendudukkan dirinya di sofa panjang tempat Serin duduk
“aku sedang menemani sahabatku” jawabnya, dan di angguki oleh Ryan
“apa kau mau minum?” tawarnya pada Serin tapi di tolak oleh Serin karena dia tidak bisa minum
Tapi Ryan terus memaksanya hingga wanita itu berakhir dengan meminum satu gelas minuman yang diberikan Ryan padanya
“aku hanya akan minum satu gelas” gumamnya dalam hati, tapi entah kenapa wanita itu malah kembali menenggak satu gelas lagi
Lidiya yang sudah selesai dengan urusannya, datang menghampiri Serin, tapi kagetnya dia ketika melihat temannya itu sudah tepar dan sedang bersandar di sofa
"Yak! kau apakan temanku!!!” ucap Lidiya marah, karena melihat temannya itu sudah mab*k padahal baru dua gelas tapi sudah tepar
“tenang... tenang... aku kenal dengannya, aku tidak melakukan hal buruk padanya, lebih baik sekarang kita bawa dia keluar dulu” ucap Ryan agar Lidiya tidak salah paham
Setelah keluar dari bar dengan dipapah oleh Ryan dan Lidiya, mereka mamasukkan Serin kedalam mobil
“kau akan membawanya kemana?” tanyanya pada Lidiya, wanita yang ditanya itu sempat bingung pasalnya, dia akan berangkat keluar kota menemui orang tuanya jadi tidak mungkin baginya untuk membawa Serin menginap di rumahnya, membawanya pulang kerumahnya pasti akan membuat orang tuanya marah besar, ketika tau anaknya sedang dalam keadaan mab*k
Melihat Lidiya yang diam Ryan tau jika wanita yang sedang berdiri di depannya itu sedang bingung, “bawa kerumah Glen saja” ucap Ryan memberi jalan keluar dari pikiran Lidiya
“Glen yang mana?” tanyanya karena Lidiya tidak tau jika pria yang ada di depannya adalah sepupu atasannya di kantor
“Glen Alexander Darion mantan bosnya Serin, kau pasti tau” ucap Ryan dan di angguki oleh Lidiya, tanpa pikir panjang Lidiya langsung melajukan mobilnya menuju rumah Glen, karena hanya Lidiya yang tidak minum, jadi dia yang mengambil alih kemudinya
...****************...
Melihat Ryan, bodyguard langsung membukakan pintu untuk Ryan, Lidiya dan Serin yang sedang dipapah mereka
Meletakkan Serin di sofa, Ryan duduk di sofa seraya menyandarkan tubuhnya di punggung kursi, sedangkan Lidiya pamit lebih dulu, karena dia harus mengejar penerbangan
Setelah di beritahu pelayan, Glen yang saat itu tengah bersiap untuk tidur harus menundanya untuk menemui Ryan di bawah
“ada apa?” tanya Glen yang sedang menuruni anak tangga, sontak pria yang tengah bersandar di punggung sofa itu menoleh kearah Glen
Saat berjalan menuju sofa dia kaget karena melihat Serin sudah terbaring di sofa dengan keadaan tidak sadar
“apa yang terjadi padanya?” tanya Glen seraya mendudukkan dirinya di dekat kepala Serin yang tengah berbaring
“aku tidak sengaja membuatnya mab*k, ku kira dia bisa minum” jelasnya dan berhasil membuat Glen melayangkan tatapan tajam padanya
Melihat kakak sepupunya itu melayangkan tatapan tajamnya, lantas Ryan langsung ngacir untuk melarikan diri, sebelum Glen membuka mulutnya untuk mengomel
Glen menghela kasar nafasnya, lalu beralih menatap Serin yang sekarang tengah tidak sadar akibat pengaruh minuman
“Serin” panggil Glen mencoba membuatnya sadar, karena Serin tak kunjung sadar, ia mengangkat Serin ala bridal Style menuju kamarnya
Sampai di kamar, Glen meletakkan tubuhnya dengan lembut ke kasur
...****************...
.
.
.
beberapa epesode kedepannya masih dalam tahap revisi ya untuk tanda baca nya terimakasih🥰