Kisah cerita Cinta Dua Alam dimulai ketika Ana menemukan sebuah botol yang didalamnya terdapat tulisan Arab seperti ukiran Jawa berpadu padan dengan bahasa Arab. Tanpa Ana sadari bawah didalam botol itu ada jin yang selama ini disembah orang tua Ana, tanpa sepengetahuan Ana. Glen adalah jin yang ada di botol yang ditemukan Ana. Ana dan Glen saling jatuh cinta.
Glen makhluk gaib yang sangat mencintai Ana sehingga siapapun laki laki yang mendekati nya akan mati.
Ana sering disiksa Glen jika ada laki laki yang mendekati Ana. Ana dibanting, dicakar, dicekik bahkan dilempar keluar jendela hingga Ana mengalami patah tulang yang cukup parah.
Ana tidak boleh menikah jika menikah laki laki yang dinikahi Ana akan mati. itu janji Glen pada Ana tapi Ana tidak pernah memperdulikan Glen.
Ana 2 kali menikah dengan dokter dan kepala desa dan Glen membunuh semua suami Ana dengan caranya.
yuk baca selengkapnya di cinta dua alam
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dini Sulistyowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13
Sesampainya dirumah Ana
"Ana" Ucap Ahmad
"Iya Pak" Ucap Ana
"Kok belum siap-siap" Ucap Ahmad
"Siap-siap kemana Pak?" Ucap Ana
"'Ana Kitakan mau ke alun-alun" Ucap Ahmad
"Oh, ke alun-alun, ngapain mending dirumah aja deh Pak, aku lagi males keluar" Ucap Ana
"Ya sudah, kamu ganti baju sana" Ucap Ahmad
"Ganti baju kenapa, inikan masih bersih" Ucap Ana
"Bukan gitu, coba ganti baju yang sopan dikit Ana sayang" Ucap Ahmad
"Enggak ah, aku kan mau menghibur kamu" Ucap Ana
"Ana" Ucap Ahmad sambil marah
"Enggak mau, pokoknya aku mau pakai baju ini aja biar kamu" Ucap Ana sambil tersenyum menggoda
Malam itu Ana dan Ahmad duduk di kursi depan tv, Ana menggunakan kaos putih yang panjang dan rok selutut, Ana terlihat begitu menggoda Ahmad, namun Ahmad mencoba untuk tidak menatap Ana, Ahmad terus mengalihkan pandangannya.
"Sayang, lihat aku dong" Ucap Ana
"Ana kamu ini kenapa sih" Ucap Ahmad.
"Sayang" Ucap Ana sambil menarik tangan Ahmad agar memeluknya
"Tidak Ana, aku tidak mau mengulangi kesalahan yang pernah kulakukan dulu, sudahlah Ana, kamu ganti pakaian mu atau aku akan pergi dari sini" Ucap Ahmad.
"Huuh😡" Ucap Ana sambil membanting remot tv didekat nya
"Ana" Ucap Ahmad
"Sudahlah, aku sudah malas denganmu, pulanglah" Ucap Ana pergi meninggalkan Ahmad.
"Ana, aku hanya ingin menghindari kejadian itu lagi, aku mohon kamu mengertilah Ana" Ucap Ahmad.
"Sudahlah" Ucap Ana sambil menutup pintu kamar dengan kencang
"Baiklah, Ana jika kamu mau itu" Ucap Ahmad
" Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi" Ucap Ana
Malam itu, Ahmad pun kembali pulang dan sepanjang perjalanan Ahmad merasa hatinya gelisah, entahlah apa yang membuat Ahmad gelisah hingga membuat Ahmad memutar balikkan mobilnya kerumah Ana.
Tiba-tiba ada yang mengetok pintu rumah Ana,
Ana pun segera membukakannya.
"Ana, buka pintunya" Ucap orang itu
"Iya, siapa" Ucap Ana
"Aku pacarmu" Ucap orang itu
"Siapa" Ucap Ana
Tidak ada jawaban, Ana pun membuka pintu rumahnya, sembari berfikir siapa tengah malam yang datang berkunjung kerumahnya.
Betapa terkejutnya Ana diluar rumahnya tidak ada siapa-siapa, Ana pun kembali kedalam rumah dan menutup pintu rumahnya, setelah masuk kerumah, Ana merasa mencium bau bunga mawar.
"Seperti bau bunga mawar, bunga mawar yang di Villa waktu itu" Ucap Ana
Ana pun memasuki kamarnya dan Ana dikejutkan lagi dengan kondisi kamar yang begitu berantakan, semua barang-barang Ana berceceran dan yang paling membuat Ana terkejut adalah sebuah tulisan didinding kamar Ana yang bertuliskan "KAU INGIN MATI", Ana sangat takut dan merasa ada seseorang didalam kamarnya, Ana tidak bisa bergerak, badannya seperti tiba-tiba kaku dan keringatnya mengucur seluruh badannya.
"Brakk" tiba-tiba pintu kamar Ana terbuka
Ana sangat terkejut didepan matanya ada seseorang laki-laki yang merupakan kekasihnya, yang pastinya bukan Ahmad melainkan Glen, sesosok jin tampan yang pernah menghabiskan malam dengannya, malam dimana Ana kehilangan kesuciannya.
"Ana" Ucap Glen dengan suara lantang, mata merah dan tangan mengepal.
"Glen" Ucap Ana dengan tubuh bergetar hebat
"Hai, masih ingat dengan ku" Ucap Glen sembari mengelus rambutnya.
"Glen, maafkan aku....aku" Ucap Ana sambil terbata-bata
"Maaf untuk apa ha" Ucap Glen sambil melepaskan baju yang dikenakan Ana.
"Glen kumohon jangan, Glen" Ucap Ana sambil menangis
"Kenapa, apa kamu sudah senang dengan laki-laki itu!!!'' Ucap Glen
"Bukan begitu Glen, kumohon jangan" Ucap Ana sambil berlutut menutupi badannya dengan tangan dan sesekali menangis.
"Ayolah sayang, kamu sudah berhianat dan kamu sudah melanggar janjimu" Ucap Glen
Diluar rumah, Ahmad Yang kembali kerumah Ana, merasa sangat cemas dan bergegas masuk ke rumah Ana, Ahmad melihat rumah Ana dengan kondisi tidak tertutup, Ahmad merasa semakin cemas, Ahmad langsung mencoba memanggil Ana berulang kali dan terus memanggil, hingga Ana pun menjawab panggilan Ahmad.
"Aku disini Pak, tolong aku" Ucap Ana
"Ana kamu dimana, disini dimana An" Ucap Ahmad
Ana tidak menjawab lagi, Ahmad terus mencari Ana dan sampailah Ahmad didalam kamar Ana, Ahmad sangat terkejut melihat Ana tanpa mengenakan pakaian dan kamar Ana sangat berantakan, Ahmad mendekati Ana dan mencoba membangunkan Ana, ya Ana dalam kondisi tidak sadarkan diri, Ahmad mencari sarung untuk menutupi tubuh Ana dan memberi Ana minum.
Jam sudah menunjukkan pukul 01:11 Glen merasa ada yang tidak beres dirumah Ana, Ahmad pun mengangkat Ana dan membawanya kerumahnya.
"Ana sayang bangunlah, kumohon!!" Ucap Ahmad
Beberapa menit kemudian Ana terbangun dan sudah berada diatas tempat tidur Ahmad, Ana mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan celana pendek batik-batik milik Ahmad.
"Ahmad" Ucap Ana memanggil Ahmad yang tertidur di sofa kamar Ahmad.
"Ana apa kamu sudah sadar, syukurlah, aku sangat menghawatirkan keadaanmu, aku tidak mau membawamu kerumah sakit dan tidak menghubungi kantor polisi karena aku tidak mau semua tetangga mengetahui kondisi mu tadi." Ucap Ahmad
"Ahmad" Ucap Ana sambil memeluk Ahmad
"Jelaskan padaku Ana siapa yang melakukan ini" Ucap Ahmad
"Hiks hiks" Ucap Ana menangis tersedu-sedu
"Jawab Ana siapa yang melakukan ini, siapa Ana?" Ucap Ahmad
"Aku tidak tahu, hiks hiks" Ucap Ana sambil memeluk erat Ahmad
"Maafkan aku Ahmad, aku tidak mungkin menceritakan kejadian tadi, maafkan aku" Ucap Ana dalam hati
"Baiklah Ana, jika kamu tidak mau bercerita kepadaku, tapi ku harap besok kamu mau bercerita kepadaku" Ucap Ahmad
"Aku ingin tidur" Ucap Ana sembari menarik Ahmad
"Tidurlah, tapi aku tidur disini saja" Ucap Ahmad sambil menepuk sofa yang ia duduki
"Ayolah, aku takut tidur sendirian" Ucap Ana sambil terus menarik Ahmad menuju ranjang.
"Baiklah, tapi kamu jangan memelukku" Ucap Ahmad
"Kenapa??" Ucap Ana
"Ana, aku ini laki-laki, aku juga punya nafsu, tolonglah An, mengertilah" Ucap Ahmad
"Tapi aku takut, aku takut dia akan kesini dan menarik ku disaat aku tertidur" Ucap Ana
"Dia, dia siapa yang kamu maksud?" Ucap Ahmad
"Sudahlah lupakan, baiklah aku tidak akan memelukmu tapi aku akan menggandeng tanganmu, bolehkan?" Ucap Ana
"Baiklah,ayo kita tidur karena besok aku ada jadwal mengajar di kelas X" Ucap Ahmad
Malam telah berlalu, pagi pun telah tiba, jam menunjukkan pukul 06:11 Ahmad bangun dari tempat tidurnya dan melihat disampingnya sudah tidak ada Ana, Ahmad langsung bangun dari tempat tidurnya dan mencari Ana.
"Ana..Ana.."Ucap Ahmad
"Ana siapa Mas, saya namanya kan Sumina bukan Sumana"Ucap Pembantu Ahmad
"Bukan kamu Bi, tapi sudahlah"Ucap Ahmad sembari berjalan menuju kamar mandi.
"Aneh, kemana perginya Ana"Ucap Ahmad dalam hati
Jam menunjukkan pukul 06:45 Ahmad sudah sampai di sekolah, Ahmad mencoba mencari Ana kedalam kelas Ana dan disana Ana sedang asyik mengobrol dengan temannya, Ahmad merasa lega dan kembali keruang guru.
Hari itu sangat cerah, burung-burung terbang dan berkicau seakan sedang bernyanyi, Ana dan Ica pulang sekolah bersama, mereka pulang dengan berjalan kaki, Ana yang berjalan didepan Ica ,berjalan didepan Ica.
"Ana, stop deh" Ucap Ica
"Iya, ada apa ca" Ucap Ana
"An, kamu enggak kenapa-kenapa kan?" Ucap Ica
"Enggak" Ucap Ana dengan santai
"Ana, kaki kamu lebam semua loh" Ucap Ica sambil duduk dan memegangi kaki Ana.
"Au, sakit ca, jangan ditekan" Ucap Ana sambil menyingkirkan tangan Ica.
"An, jujur deh kamu kenapa?" Ucap Ica penasaran
"Sambil jalan yuk Ca, nanti aku cerita" Ucap Ana sambil menggandeng tangan Ica
"An..." Ucap Ica
"Gini Lo Ca, aku kan kemarin ngasih makan Kambing, nah terus Kambingnya itu kayak lagi badmood gitu, jadi kakiku ditendang sama tuh Kambing 😂😂" Ucap Ana berbohong
"Serius, terus kamu nggak teriak minta tolong sama Ayahmu" Ucap Ica
"Ya, enggak lah ca, orang kambingnya juga kan pasti nggak sengaja, he.he" Ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Aduh Ana..., aku kira kamu lagi berantem" Ucap Ica
"Nggak lah, mana mungkin aku berantem, aku kan anak orang Ca, jadi nggak berani macem-macem Sama orang, takut" Ucap Ana sambil tersenyum.
"Oh" Ucap Ica
Jam menunjukkan pukul 02:05.
-TBC-
Ni yang sering minta di panjangi dong ceritanya ,oke,aku akan panjangin ceritanya ,biar cepat tamat ,ok
Seru gak 😀
Next??
walaupun ceritanya pendek tp ada hal yg bisa kita ambil adalah ga ada satu kekuatan pun yg bisa melewati kekuatan dan kebesaran Allah swt