Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Pagi telah tiba sudah 3 hari Bapak dan Kakak nya tidak ada di rumah, entah pergi ke mama mereka berdua. Karena mereka berdua belum juga pulang Liana pun menginap di rumah tante nya, bukan tak berani di rumah sendirian hanya saja Liana tak ingin tante nya marah.
Liana pun sudah bersiap-siap dengan tapi, ia pun melihat sang adik juga sudah siap berangkat sekolah.
"Udah siap De berangkat bareng yu, tapi mulai sekarang Kakak enggak bisa jemput soal nya pulang kerja nya sore" ucap Liana
"Iya kak enggak papa ko, aku bisa naek ojek atau bareng sama teman" jawab Septi
"Kamu kerja mau bawa motor"? tanya tante Amih.
"Iya tante soal nya kalo naik mobil umum, lebih mahal ongkos nya,belum muter-muter dulu takut nya tar malah kesiangan" ucap Liana
"Tapi hati-hati ya soal nya jarak lumayan kan jauh" ucap tante Amih
"Iya tante, kita berangkat dulu ya tante" ucap Liana sambil mengenakan helm nya.
Septi pun langsung naik di belakang selama di perjalanan Septi terlalu banyak bicara, sampai-sampai menanyakan pendapat Liana memilih antara Alex dan.Adit.
"Kak seandainya suruh milih antara mas Adit sama mas Alex, Kakak pilih siapa??" ucap Septi
"Siapa ya?? Kakak enggak bisa jawab achk, ngapain juga ngurusin itu" ucap Liana
"Kakak gimana sih, cuma suruh pilih doang juga" ucap Septi
"Kakak enggak mau De, karena pikiran di otak kakak sudah banyak" ucap Liana
"Kakak enggak asik lah, tapi menurut aku ya mereka berdua tuh suka sama kakak" ucap Septi
"Udah lah jangan bahas itu, ini udah sampe lagian kamu tuh fokus belajar aja katanya ada ujian" ucap Liana
"Iya kak, aku masuk ya kak" ucap Septi lalu pamit masuk sekolah.
Liana pun langsung berangkat menuju tempat kerjanya setelah sampai ia pun langsung masuk, tak lupa melakukan absensi karyawan dan Liana pun di tempatkan di bagian pemasaran sesuai dengan kemampuannya.
Liana pun di ajarkan beberapa hal yang belum ia kuasai sebenarnya itu semua rencana Adit, Adit percaya kalo Liana bisa menguasai semua yang di ajarkan oleh staf nya.
Sampai waktu makan siang pun tiba, Adit langsung masuk ke ruangan pantry tempat Liana belajar.
"Liana gimana pembelajaran nya mudah kan" ucap Adit
"Mas Adit, lumayan lah hehe" jawab Liana
"Ini sudah waktunya makan siang, kita makan dulu yu" ajak Adit
"Bentar mas aku beresin dulu ya" jawab Liana
Sementara Liana sedang membereskan, buku-buku yang tadi ia pelajari salah seorang staf yang mengajari nya membungkukkan badan nya ke arah Adit.
Staf nya membisikkan sesuatu ke Adit lalu pamit ke luar ruangan, dan Adit pun hanya menganggukan kepala sambil tersenyum.
"Hebat kamu ya, cepat menguasainya" ucap Adit
"Sedikit mas, enggak sebanding sama yang lulusan sarjana" jawab Liana
"Ya udah yuk kita makan dulu, mau makan siang di mana" tanya Adit
"Enggak usah ke mana-mana mas di sini aja, aku bawa bekal kok sengaja bawa 2 porsi" ucap Liana
"Rajin kamu ya" ucap Adit
"Sudah cantik rajin bisa masak pula, benar-benar calon istri idaman" gumam Adit dalam hati.
"Ayo mas di makan, atau mas enggak suka ya" ucap Liana
"Kata siapa aku suka kok, apalagi masakan rumahan seperti ini" ucap Adit
Akhirnya Adit pun makan-makanan yang di bawa oleh Liana, Ia memakan nya sampai habis. Setelah selesai makan Adit pun kembali ke ruangan nya, sementara Liana masih ada bimbingan dari staf pemasaran sampai sore. Dan jam pulang pun tiba karyawan dan karyawati yang lain nya sudah ada yang pulang, sebelum pulang Liana pun nge chat Adit untuk pamit pulang duluan.
Adit yang kebetulan sore itu sedang ada rapat tida sadar ada notifikasi di Hp nya, karena ia menonaktifkan nada dering nya.
Sesampainya nya di rumah Liana pun langsung ke kamar mandi, sudah lama tidak kerja giliran kerja dapat yang jarak nya lumayan jauh dari rumah.
Sementara Alex dan Agus sedang dalam perjalanan menuju rumah Liana, setelah sampai ia pun melihat Septi dan teman nya yang sedang duduk di teras rumah tante Amih.
"Septi, Kakak nya ada"? tanya Alex
"Eh mas Alex tumben maen ke sini, kak Liana ada yuk aku anterin" ucap Septi sambil menunjuk kan jalan ke rumah orang tuanya.
"Silahkan masuk mas, ini rumah kita kalo yang tadi itu rumah tante, bentar ya aku liat dulu kayak nya kak Liana lagi mandi" ucap Septi sambil ke belakang
"Ada siapa de"? ucap Liana sambil mengeringkan rambut nya dengan anduk
"Kak di depan ada mas Alex tuh" jawab Septi
"Lho ko dia ke sini si"? tanya Liana
"Enggak tau Kakak samperin aja, udah dulu ya kak soal aku lagi kerja kelompok" ucap Septi sambil keluar dari rumah lewat pintu belakang.
"Iya de" jawab Liana sambil ke depan ke ruang tamu.
"Ada apa mas ke sini" tanya Liana
"Aku cuma mampir sebentar ko, kamu gimana udah baik kan atau masih terasa sakit" ucap Alex
"Aku udah enggak papa kok, ya kalo hati aku ya tetep masih sakit" jawab Liana
"Aku minta maaf" ucap Alex
"Sudah lah mas, yang sudah terjadi tidak bisa kembali lagi" ucap Liana
Alex yang merasa bingung mau bicara apa lagi, akhirnya menemukan ide ketika melihat buku-buku yang ada di meja.
"Ini buku-buku siapa"? tanya Alex basa basi
"Oh itu buku yang di pinjam dari tempat aku kerja" ucap Liana
"Kamu udah kerja, di mana"? ucap Alex
"Aku masih training di perusahaan BP" ucap Liana
"Oh gitu, ada yang belum mengerti enggak sini aku bantu" ucap Alex sambil membuka salah 1 buku.
Akhirnya Liana pun belajar lagi dari Alex, entah kenapa ia lebih mudah mengerti dengan apa yang Alex jelas kan. Sedangkan Alex tidak fokus mengajari Liana karena hanyamemakai celana pendek, Alex pun berulang kali menelan saliva nya sendiri.
"Kalo yang ini bagaimana mas" tanya Liana mendekatkan diri ke arah Alex, maksudnya agar suara Alex lebih terdengar.
"Oh itu itu" ucap Alex gugup
Alex gugup karena jarak nya dengan Liana sangat dekat belum lagi wangi tubuh Liana membuat nya jadi salah tingkah.
"Kenapa mas, di tanya ko malah jawab nya itu-itu mulu" ucap Liana
"Enggak papa sayang, cuma tadi agak kurang konsen aja" ucap Alex sambil cup ia pun mencium pipi Liana.
Liana yang kaget pun langsung menampar nya.
"Jangan pernah berbuat macam-macam ya" ucap Liana marah
"Itu semua bukan salah ku sayang, coba siapa yang memulai mancing-mancing duluan" ucap Alex
"Mancing-mancing gimana" ucap Liana
"Sayang kamu duluan yang mancing aku, dengan rambut basah dan celana pendek ini" ucap Alex sambil memegang celana Liana.
Liana yang menyadari keteledoran nya langsung ke kamar mengganti celana nya dengan yang panjang.