NovelToon NovelToon
BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:710.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Zein Aditya Atmanegra seorang pemilik Perusahaan terbesar dan seorang Putera Mahkota dikeluarganya harus berhadapan dengan wanita yang sangat menyebalkan yang bernama Karren Puteri Pratama seorang Puteri dari keluarga yang sama kayanya dengan Zein.

Zein tidak menyadari kalau Karren adalah anak gendut yang selalu mengganggu dan mengikutinya dulu.

Bagaimana keseruan Zein dan Karren yang selalu tidak pernah akur ketika bertemu,akankah akhirnya mereka saling jatuh cinta?sementara keduanya saat ini sama-sama sedang menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Magang part 2

👑

👑

👑

👑

👑

"Kamu ga pegel dari tadi menundukan kepala terus?" tanya Zein.

Zein duduk tepat didepan Karren dengan menyilangkan kakinya dan tatapannya tajam kearah Karren.

"Ma--maaf."

"Saya ada disini bukannya dibawah,kalau bicara dengan orang itu tatap matanya bukannya malah menunduk,tidak sopan kamu," ketus Zein.

Dengan sangat terpaksa Karren memberanikan diri untuk menatap mata Zein,Karren bukannya takut sama Zein tapi saat ini posisinya dia sedang butuh dengan Perusahaan dan pekerjaan ini.

Kalau diluaran mungkin Karren sudah menghajar Zein habis-habisan.Sesaat kedua mata itu saling tatap dan sedetik kemudian Zein mengalihkan pandangannya.

"Sial,kenapa gue jadi gugup kaya gini," batin Zein.

"Ehmm...Ok,kamu saya tempatkan sebagai Asistennya Romi dan membantu pekerjaan dia," seru Zein.

"Ba--baik Pak," sahut Karren dengan gugup.

Tidak lama kemudian Romi pun datang...

"Maaf Bos,saya mau lapor kalau ketiga Mahasiswa magang itu untuk sementara saya tempatkan di bagian Akutansi," seru Romi.

"Ok..Romi ajarkan wanita ini cara kerja yang benar,dia akan menjadi Asisten kamu dan membantu semua pekerjaan kamu," seru Zein.

"Siap Bos...mari Nona kamu ikut saya."

Karren pun beranjak dari duduknya dan pergi mengikuti Romi.Zein tampak menghela nafasnya.

"Mata itu..kenapa gue selalu merasa kalau gue pernah ketemu sama cewek itu," gumam Zein.

Zein pun kembali mengerjakan pekerjaannya dia ga mau memikirkan wanita yang jelas-jelas sudah berani memukulnya tempo hari.

Sementara itu,Karren dibawa keluar ruangan oleh Romi.

"Nona,ini meja kerja anda kalau ada apa-apa panggil saja Romi si ganteng," seru Romi.

"Jangan panggil saya Nona Pak,panggil saya Karren saja," sahut Karren.

"Kamu wanita yang nabrak mobil Zein kan?" tanya Romi.

"Iya Pak."

"Kayanya kamu jodoh deh sama Zein,soalnya ketemu mulu," goda Romi.

"Idih amit-amit Pak,saya ga mau punya suami galak,angkuh,dan dingin kaya gitu bisa-bisa saya tua sebelum waktunya dan mati berdiri,ih ngebayanginnya aja aku ngeri pak," sahut Karren dengan bergidik ngeri.

"Lho siapa yang bilang dia akan menjadi suami kamu?aku cuma bilang jangan-jangan kalian berjodoh,hayo lho mikirnya udah suami aja," goda Romi.

"Ih Pak Romi apa-apaan sih?ya sudah Pak,sekarang apa yang harus aku kerjakan Pak?" tanya Karren mengalihkan pembicaraan.

"Oh iya tolong kamu revisi semua ini,kalau sudah selesai kamu berikan langsung kepada Pak Bos," seru Romi.

"Lho mesti aku juga ya Pak yang ngasih hasilnya?" tanya Karren dengan polosnya.

"Astaga Karren,ya iyalah kamu yang ngasih emangnya mau siapa lagi?saya kan sibuk ngurus yang lainnya."

"Oh..ok deh Pak."

Karren pun langsung mengerjakan apa yang disuruh oleh Romi,dengan serius dan penuh ketelitian.

"Sial,baru kerja aja udah dikasih kerjaan berat kaya gini," gerutu Karren.

***

Waktu menunjukan pukul 11.45,sebentar lagi waktunya makan siang,Karren sudah siap-siap membereskan meja kerjanya.Tiba-tiba Zein yang baru saja keluar dari ruangannya melirik sebentar kearah Karren.

"Mau kemana kamu sudah beres-beres?" tanya Zein dingin.

"Sebentar lagi kan waktunya makan siang Pak," jawab Karren dengan ragu-ragu.

"Waktu makan siang masih lima belas menit lagi,memangnya pekerjaan kamu sudah selesai?" Zein kembali bertanya.

"Belum Pak sedikit lagi,nanti habis makan siang saya lanjutkan lagi bekerja."

"Bagus,enak banget kamu kalau semua Karyawan saya kelakuannya seperti kamu,saya yakin Perusahaan saya akan langsung bangkrut," seru Zein dengan marahnya.

Karren tampak mengerutkan keningnya,dia bingung dan tidak mengerti dengan apa yang Zein ucapkan.

"Karyawan disini tidak akan ada yang bersantai-santai seperti kamu kalau pekerjaannya belum selesai,mereka akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu,jadi sekarang kamu selesaikan dulu pekerjaan kamu dan jangan kemana-mana sebelum kamu menyelesaikannya kalau perlu kamu istirahat di jam kedua," seru Zein dengan tegasnya.

"Hahh..tapi Pak----"

"Tidak ada tapi-tapian,saya tidak menerima setiap bentuk bantahan,kamu selesaikan pekerjaan kamu atau kamu berhenti sampai disini dan cari Perusahaan lain," tegas Zein.

"Maaf..." Karren menundukan kepalanya tapi dia mengepalkan tangannya menahan emosi.

Zein tidak bicara apa-apa,Zein langsung pergi meninggalkan Karren.

"Dasar Bos sombong,angkuh,kejam,emangnya lo pikir gue ini patung apa?gue ini manusia yang butuh makan juga,mana tadi pagi gue ga sarapan dulu karena saking paniknya takut kesiangan," gerutu Karren dengan gemasnya.

Romi yang baru keluar dari ruangannya tampak menahan tawanya melihat tingkah Karren.

"Sabar Karren,ini ujian," seru Romi dengan menepuk pundak Karren dan berlalu meninggalkan Karren.

Karren menghembuskan nafasnya secara kasar,dengan perasaan yang dongkol bercampur kesal Karren pun terpaksa menyalakan Laptopnya lagi dan mulai menyelesaikan pekerjaannya.

Kriuuuukk...kriuuukkk...

"Sial,gue lapar banget," gumam Karren dengan mengusap perutnya sendiri.

Sementara itu Milly,Selly,dan Darren sedang menyantap makan siangnya di kantin Kantor.

"Kasihan Karren,dia tidak bisa makan siang karena pekerjaannya belum selesai," seru Selly.

"Ini Perusahaan apa sih?sampai-sampai Karyawannya tidak diperbolehkan makan sebelum pekerjaannya selesai?kan habis makan bisa dilanjut lagi," tanya Darren dengan geramnya.

"Kak Zein memang seperti itu orangnya segala sesuatu harus dikerjakan dengan cepat dan on time,makannya Karyawan disini semuanya sangat cepat dan bagus dalam bekerja bahkan mereka tidak ada waktu untuk sekedar berbicara dengan rekan kerjanya," jelas Milly.

"Pantesan saja,gue lihat tadi semua orang serius banget kerjanya ga ada yang leha-leha ataupun main-main," sahut Selly.

"Makannya Perusahaan milik Keluarga Gunawan sangat disegani dimana-mana bahkan sampai Luar Negeri,tak heran banyak Perusahaan yang berbondong-bondong ingin menjalin kerjasama dengan Perusahaan ini,bahkan biasanya Perusahaan ini hanya menerima dua orang saja Mahasiswa magang,tapi karena waktu itu aku merengek-rengek sama Kak Zein,akhirnya Kak Zein mengizinkan aku bawa kalian," jelas Milly.

Sementara Darren dia tidak menghiraukan ucapan Milly,dia makan dengan cepatnya seperti yang dikekar-kejar sesuatu.

"Gue dah selesai makan,gue duluan ya gue mau bawain Karren makanan kasihan dia pasti lapar banget soalnya tadi pagi kita ga sempat sarapan dulu," seru Darren.

Darren pun dengan cepat memesan makanan dan membawanya keruangan Karren.Kebetulan disana khusus ruangan Direktur utama jadi hanya ada dua ruangan yaitu ruangan Zein dan ruangan Romi.

Sementara Karren ditempatkan didepan pintu ruangan Zein,jika sewaktu-waktu Zein membutuhkan sesuatu dan Romi tidak ada bisa diganti oleh Karren.

Sesampainya disana,benar saja Karren sendirian sedang mengerjakan pekerjaannya meskipun saudara kembar itu tidak pernah akur,tapi mereka juga saling menyayangi terbukti jika salah satu dari mereka sedang susah yang satunya lagi ikut merasakan.

"Kenapa lo ga makan Nyet?" tanya Darren yang membuat Karren terlonjak karena kaget.

"Kerjaan gue belum selesai,gue ga boleh keluar kalau kerjaannya belum selesai," ucap Karren lemah.

"Astaga Nyet,kok gitu sih Bos lo kejam banget atasan kita aja ga sekejam itu kita bisa makan siang dulu," sahut Darren.

"Hai lo lupa Dugong,kalau atasan lo itu masih bawahannya jadi atasan lo itu masih punya hati karena masih sama-sama Karyawan kaya lo,sementara Bos gue itu kan emang yang punya Perusahaan ini jadi gue mana bisa melawan apa perintahnya," jelas Karren.

"Nih gue bawain lo makanan,cepat makan tadi kan kita ga sempat sarapan kalau lo sekarang ga makan,lo bisa sakit."

"Gue ga bisa,kerjaan gue belum selesai kalau sekarang gue ketahuan makan bisa-bisa gue diusir dari sini,lo tenang aja gue masih bisa nahan lapar kok sampai nanti istirahat di jam kedua," jelas Karren.

Darren sangat emosi dengan keras kepalanya saudara kembarnya itu,tanpa banyak bicara Darren pun membuka makanan yang dia bawa.

"Buka mulut lo."

"Apaan sih lo Dugong,gue bukan anak kecil gue bisa makan sendiri," sahut Karren.

"Buka mulut lo,jangan keras kepala kalau lo sakit gue juga yang susah," bentak Darren.

Akhirnya Karren pun membuka mulutnya dan Darren menyuapi Karren,sungguh kalau orang yang tidak tahu melihat pemandangan seperti itu pasti akan menyangka kalau mereka itu sepasang kekasih.

Ting....

Suara pintu lift terbuka,Zein dan Romi tampak mengerutkan keningnya saat melihat pemandanga dihadapannya.Dengan langkah lebar Zein pun menghampiri Karren.

"Bagus,enak banget ya main suap-suapan mesra banget ini di Kantor bukannya dirumah kalian," bentak Zein.

Karren dan Darren langsung berdiri dan menundukan kepalanya.

"Maaf Pak," seru Karren.

"Kalian ga bisa apa pacaran itu di rumah saja,ini Kantor tempat bekerja dasar tidak tahu malu," bentak Zein emosi.

Karren sudah tampak geram dengan ucapan Zein dia ingin melawan tapi dengan cepat Darren menggenggam tangan Karren sebagai kode kalau Karren jangan berbicara sedikitpun.

"Maaf Pak,ini memang salah saya soalnya tadi saya tidak melihat Karren jadi saya susul dia kesini dan saya bawakan makanan karena Karren itu tidak boleh telat makan soalnya Karren punya penyakit Magg," dusta Darren.

Karren langsung menoleh kearah Darren dan melototkan matanya tapi Darren pura-pura tidak tahu karena dia berbohong demi perdamaian dunia juga.

"Wah so sweet banget kamu,ternyata perhatian juga ya kamu,Ok untuk kali ini saya maafkan kalian tapi kalau kejadian seperti ini terulang lagi,saya tidak akan segan-segan mengusir kalian dari Perusahaan saya," tegas Zein.

"Iya Pak,maafkan kami kalau begitu saya permisi Pak,mari."

Darren pun buru-buru meninggalkan tempat yang menurutnya sangat terasa horor itu.Sementara Karren melongo badannya terasa kaku,Karren merutuki kebodohan saudara kembarnya itu yang dengan seenaknya pergi begitu saja meninggalkannya berhadapan dengan singa jantan yang siap menerkamnya.

"Ngapain bengong,cepet kerjakan pekerjaan kamu saya beri waktu kamu tiga puluh menit untuk menyelesaikannya dan saya tunggu kamu diruangan saya," seru Zein dengan dinginnya.

Zein pun memasuki ruangannya,tubuh Karren terasa lemas mendengar perintah dari Zein bagaimana dia bisa menyelesaikannya dalam waktu tiga puluh menit sementara pekerjaannya masih banyak.

Romi yang melihat Karren merasa kasihan juga karena dia yang sudah memberikan tugas yang banyak,Romi lupa kalau Karren itu baru saja masuk Perusahaan butuh adaptasi.Romi menghampiri Karren dan menepuk pundak wanita cantik itu.

"Ayo semangat Karren," ucap Romi dengan mengepalkan tangannya.

Karren hanya bisa nyengir dan memaksakan senyumannya.

"Semangat..semangat,ini juga gara-gara lo ngasih kerjaan ga kira-kira," batin Karren merasa dongkol.

***

30 menit pun berlalu,Karren masih belum bisa menyelesaikan pekerjaannya.

"Aduh gawat ini,kerjaan gue masih banyak," batin Karren.

Bunyi telpon diatas meja Karren sungguh membuat Karren kaget sampai-sampai Karren terlonjak dibuatnya.

"Ha--hallo."

"Mana hasil pekerjaan kamu ini sudah tiga puluh menit,cepat bawa keruangan saya sekarang juga," perintah Zein.

Baru saja Karren mangap ingin menjawab ucapan Zein,tapi Zein keburu menutup telponnya membuat Karren merasa kesal dan dongkol.

"Untung lo Bos gue,kalau enggak gue udah bejek-bejek lo kaya adonan donat," gerutu Karren.

Karren pun kembali menghembuskan nafasnya secara kasar,dia menyiapkan diri untuk menerima bentakan,hinaan dan apalah itu yang akan membuat harga dirinya down seketika.

Karren kembali memberesan file-file yang sudah selasai dia revisi,perlahan dia melangkahkan kakinya kedalam ruangan Zein.

Tok..tok..tok..

m

"Masuk."

"Maaf Pak,belum selesai semuanya ini baru sebagian tapi saya janji sehabis ini saya akan mengerjakannya," ucap Karren.

Zein pun memeriksa hasil kerja Karren satu persatu,Zein tampak manggut-manggut.

"Bagus juga cara kerjanya," batin Zein.

"Ehmmm...ok kamu boleh kembali bekerja dan selesaikan pekerjaannya," seru Zein.

"Baik Pak."

Karren pun pergi meninggalkan ruangan Zein dan kembali duduk di meja kerjanya yang tepat berada didepan ruangan Zein.Karren tampak menarik nafasnya dalam-dalam.

"Huft...sungguh mengerikan sekali menghadapi manusia kutub itu," gumam Karren.

Karren pun kembali mengerjakan pekerjaan yang sangat menumpuk itu,tidak terasa waktu pun berjalan dengan sangat cepat,konsentrasi Karren terganggu dengan bunyi deringan Ponselnya.

Tanpa melihat siapa yang menghubunginya,Karren langsung mengangkatnya.

"Hallo."

"Nyet,lo dimana?gue udah nunggu lo di parkiran nih," seru Darren.

"Gue masih banyak kerjaan,kayanya gue pulang telat deh,lo balik aja duluan sama Selly nanti gue bisa pulang naik taxi," sahut Karren.

"Oh ok..lo hati-hati ya."

Karren oun langsung memutuskan sambungan telponnya secara sepihak karena ada Romi didepannya.

"Karren,maaf ya kalau kamu kerja di bagian sini pulangnya ga menentu,soalnya kita tergantung Bos kalau Bos belum pulang,kita juga ga boleh pulang," seru Romi.

"Iya gapapa Pak,tapi Pak saya boleh tanya ga?"

"Mau nanya apa?"

"Sini Pak saya mau bisikin sesuatu,takutnya didengar sama Pak Zein."

Romi pun mendekat kearah Karren dan membungkukkan badannya.

"Ada apa?" bisik Romi.

"Pak Zein memang orangnya galak ya?apa dia sedang ada masalah mungkin dengan istrinya?" tanya Karren dengan polosnya sembari berbisik.

Seketika tawa Romi pecah sehingga membuat Karren panik karena takut Zein datang.

"Aduh Pak Romi jangan kenceng-kenceng ketawanya nanti Pak Zein dengar," ucap Karren.

"Lagian kamu itu lucu banget,bagaimana bisa si Bos punya masalah dengan istrinya,orang si Bos ga punya istri," seru Romi.

"Hah..jadi maksud Pak Romi,Pak Zein itu duda gitu?" Karren kembali melayangkan pertanyaan yang lagi-lagi membuat Romi tertawa terpingkal-pingkal.

"Astaga Karren..Karren,sudah ah kamu lanjutkan lagi pekerjaan kamu nanti kalau si Bos tahu pekerjaan kamu belum selesai,bisa-bisa kamu dimakan mentah-mentah sama dia," ucap Romi dan melangkah masuk kedalam ruangannya.

Karren hanya bisa mengerutkan keningnya merasa bingung dengan gelagat kedua atasannya itu.

"Dasar aneh,yang satu dingin dan galak lah yang satu lagi kayanya otaknya rada gesrek,ampun deh.." Karren tampak geleng-geleng kepala dan mulai melanjutkan pekerjaannya.

👑

👑

👑

👑

👑

Selamat pagi,,mana nih suaranya dan dukungannya jangan lupa ya sehabis baca selalu tinggalkan jejak 🙏🙏😘😘

Dan maaf Author hanya mampu up satu bab satu hari jadi mohon dimengerti🙏🙏

Jangan lupa

like

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU💜💜💜

1
Patrick Khan
.mampir sini
Mira Wahyuni
Thor, adakah cerita tentang anak2 mereka 🤔 dicari2 blm dapat 😊
Mira Wahyuni
yeah...si bos emang pintar cari alasan. bilang aza modus 😂😂
Mira Wahyuni
eh ternyata mudah bawa si bos pulang. triknya karren emang mantap 😁
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Sri Ningsih
yuhuuuuuu,, aku done karya ke 6. makasiiihhhh ya thorr. novelnya bagus. terus berkarya. aku baca nya maraton ya. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: terima kasih ya sudah mau baca karya recehku 🙏🙏amin ya Allah🤲🥰
total 1 replies
Sri Ningsih
emang thorr yg kece badai ini udh membolak balikkan hati kami pembaca🤭, kita mesti dukung. semangat berkarya. terimakasih selalu memberikan yang terbaik buat kami. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
aku mau baca berurutan sesuai yg disarankan. supaya ga bingung baca novel berikutnya.
Zahfira Khairani
banyak cerita keluarga karren..bukannya lngsung bertindak..
VERALI
Menarik dan lucu
VERALI
Karren si bar bar mantull 😂🤣😂
VERALI
Mampir
Kecombrang
cie.... cie.... cie.... zein 😘
Salsha Bila Maharani
apa masih ada kelanjutannya?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anak Zein yang polisi ada di CINTA DOSEN GENIUS, cus kepoin🤭
total 1 replies
Fitri Kosongempat
next thor
Nazla K. R
kok udh hbis.. gk di lnjut lg kh novel ini?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anaknya Zein dan Karren ada di CINTA DOSEN GENIUS
total 1 replies
Nazla K. R
gk bc novelnya jd aku gk tau sp alya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: baca Polisi Penjaga Hati, nanti tahu siapa Alya🤗🤗
total 1 replies
Nazla K. R
dag dig dug bcnya
Nazla K. R
zein blm mandi hbis plg krja
Nazla K. R
usil sih, gangguin zein krja, enakan di cium zein 😄😄
Nazla K. R
klo mau lbh dr skedar pegangan tangan sharusnya ajaklah nikah biar km bebas Daniel mau ngapain karren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!