NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Casting

"Bagaimana apa kamu sudah siap untuk casting hari ini?" Rina menoleh ke arah Laluna yang tengah menghafalkan beberapa adegan yang akan ia gunakan untuk casting.

Laluna mengangguk, ia menatap ke arah manajer sekaligus asistennya itu.

"Aku siap,bukankah aku akan selalu siap jika menyangkut kepentingan syuting?" ujarnya, pandangannya kembali menatap ke arah teks drama yang ia genggam.

Setelah beberapa menit berkendara, sampailah mereka di studio. Laluna segera menggunakan masker hitam dan kacamata hitan sebelum melangkah memasuki gedung itu. Rina masih sigap mengikutinya dari belakang.

"Apa bisa langsung masuk ke dalam?" tanyanya, saaat mereka sampai di depan ruangan casting.

"Bisa. Tapi sebelumnya, tunggu sebentar. Tim casting sedang mempersiapkan ruangan."

Rina mengangguk kecil. Belum sempat mereka beranjak, pintu ruangan itu terbuka. Seorang perempuan yang tampaknya merupakan staf produksi keluar sambil membawa beberapa lembar berkas.

"Nona Laluna?"

Laluna segera menoleh. "Iya, benar dengan saya sendiri."

"Silakan masuk. Sutradara dan produser sudah menunggu."

Laluna menarik napas dalam-dalam. Tangannya menggenggam naskah sedikit lebih erat. Meski sudah sering berada di depan kamera, casting selalu terasa berbeda. Kali ini, ia tidak datang sebagai aktris yang sudah mendapatkan peran.

Ia datang untuk membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan peran tersebut. Sekaligus membuktikan bahwa dirinya bukan artis penuh skandal.

Rina menepuk pelan bahunya. "Semangat."

Laluna tersenyum tipis. "Aku tidak akan mengecewakanmu."

Ia kemudian menyerahkan naskah kepada Rina sebelum melangkah masuk ke dalam ruangan.

Begitu pintu tertutup, suasana di dalam terasa jauh lebih sunyi. Beberapa orang duduk di belakang meja panjang, sementara sebuah kamera telah terpasang mengarah ke tempat Laluna berdiri.

Seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun mengangkat wajah dari berkas di depannya.

"Nona Laluna, kami sudah melihat beberapa proyek yang pernah anda bintangi." Pria itu meletakkan berkasnya. "Tapi hari ini kami ingin melihat apakah kamu benar-benar cocok dengan karakter ini. Tapi saya harap anda tidak mengecewakan saya."

Lalu hanya tersenyum,ia segera memulai beberapa adegan yang tercatat di naskah yang telah ia baca. Selang tiga puluh menit, sutradara dan produser yang berada di sana segera bangkit dan bertepuk tangan.

"Bagus, bagus sekali nona Laluna. Saya benar benar kagum dengan bakat akting anda. Mulai besok syuting akan segera dimulai."

Senyum lebar terukir di wajah cantik itu, ia sudah berhasil mendapatkan peran setelah beberapa bulan ini ia harus menghadapi skandal yang mmebuatnya di benci dan di pandang remeh.

"Terimakasih... Terimakasih, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat drama ini booming," ujarnya, sambil menunduk.

Setelah tanda tangan kontrak, ia segera keluar dengan perasaan yang begitu bahagia. Namun, belum sempat kebahagiaan itu bertahan lama. Seorang pria dan wanita yang ia benci menabraknya dengan kasar, yang membuatnya buru buru mendongakkan kepalanya.

"Wah, setelah membayar buzzer untuk menghilangkan skandal itu. Sekarang kamu sudah berani berlalu lalang di sini," ujar Selena.

Melihat pasangan itu membuat Laluna benar benar muak, bagaimana bisa ia harus bertemu dua pengkhianat itu disini.

"Laluna, kenapa kamu disini?" tanya Kevin.

Laluna hanya mendengus melihat pasangan selingkuh itu, ia menatap datar ke arah mereka.

"Kenapa?kalian gagal menjatuhkanku kan?" Senyum miring terukir di wajahnya.

Selena langsung mengernyitkan kening. Jelas sekali ia tidak menyangka Laluna akan membalas dengan tenang seperti itu.

"Jangan terlalu percaya diri," balas Selena sinis. "Kalau bukan karena agensimu dan keluarga kayamu itu yang sibuk membersihkan namamu, menurutmu kamu masih bisa berdiri di sini?"

Laluna tertawa kecil. Bukan karena ucapan Selena lucu, melainkan karena ia sudah muak mendengar tuduhan yang sama berulang kali.

"Lucu, sangat sangat lucu." Laluna bertepuk tangan saat mendengar ucapan mantan asisten pengkhianat itu.

"Apa yang lucu?" Selena membalas dengan nada tinggi.

"Kalian berdua. Kalian sangat lucu hingga aku mau muntah saat melihat wajah menjijikan kalian."

Tatapan Laluna berpindah dari Selena kepada Kevin.

"Setelah semua yang kalian lakukan, kalian masih punya keberanian untuk berdiri di depanku dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Tampang kalian begitu tebal ternyata."

Wajah Kevin berubah. Ia melirik ke sekitar, memastikan tidak ada orang yang terlalu memperhatikan percakapan mereka.

"Laluna, jangan membuat keributan di sini."

"Keributan?" Laluna terkekeh. "Bukankah kalian yang memulai semuanya?"

Kevin terdiam. Sedangkan Laluna segera berjalan dan mendorong tubuh Selena yang menghadangi jalannya. Namun baru melangkah, Selena kembali membuka suaranya.

"Kita lihat nanti Laluna, aku akan debut dan menggantikan posisimu."

Laluna tidak menoleh, ia berkata dengan suara yang tinggi.

"Silahkan, kita lihat siapa yang akan menjadi ratu Akting tahun ini," ujarnya, ia kembali melangkah meninggalkan pasangan selingkuh itu."

Rina yang sejak tadi menunggu di luar langsung menghampiri ketika melihat Laluna keluar dari gedung.

"Bagaimana? Sudah selesai?"

Laluna mengangguk, tetapi langkahnya tetap cepat.

"Sudah. Aku mendapatkan perannya."

Mata Rina langsung berbinar. "Serius?"

"Serius."

"Ya ampun, akhirnya!" Rina spontan memeluk Laluna. "Aku sudah bilang, mereka pasti akan melihat kemampuanmu, bukan rumor-rumor tidak jelas itu. Selamat ya sayangku."

Laluna tertawa kecil.

"Jangan terlalu senang dulu. Syutingnya belum dimulai. Kita harus memastikan bahwa rumor itu tidak mempengaruhi drama ini."

"Tenang saja, yang terpenting kita harus mulai mempersiapkan semuanya."

Rina kemudian melihat ke arah belakang Laluna. Selena dan Kevin masih berdiri di depan pintu gedung.

Alis Rina langsung terangkat. "Mereka?Kenapa mereka ada disini?"

"Biarkan saja, jangan merusak suasana hati gara gara dua pengkhianat itu."

Laluna segera menarik tangan Rina untuk masuk ke dalam mobil. Meninggalkan dua pengkhianat itu yang masih menatap ke arahnya.

Setelah Laluna dan Rina pergi, Selana menghentak hentakkan kakinya. Ia sungguh sungguh kesal dengan Laluna yang kembali bangkit.

"Kevin, mau tidak mau aku harus bisa menjadi pemeran utama di drama yang kamu bintangi," ujarnya.

Kevin menatap Selena yang masih terlihat kesal. Ia menghela napas panjang sebelum memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Memangnya kamu yakin bisa mendapatkan peran utama itu?Kamu masih sangat pemula Lena."

Selena langsung menoleh. "Kenapa tidak?Aku sudah menemani gadis itu dari lama, aku sudah tahu tips tips akting dari dirinya."

Kevin menghela nafas sejenak, ia menepuk bahu Selena yang masih terlihat kesal.

"Aku tahu, tetapi drama itu sudah memiliki pemeran utama."

"Siapa?" tanyanya, tidak percaya.

"Laluna."

Jawaban Kevin membuat Selena terdiam beberapa saat. Tangannya kembali mengepal.

"Memangnya kenapa dia?Aku pasti lebih unggul dari dirinya."

"Aku tahu tapi dengan kemampuan aktingmu saat ini, kamu jangan terlalu berharap."

Selena menatap Kevin tajam.

"Kamu seharusnya mendukungku, bukan malah meragukanku."

"Aku bukan meragukanmu." Kevin menghela napas. "Aku hanya mengatakan kenyataan. Rumah produksi tidak akan mengganti pemeran utama hanya karena kamu menginginkannya."

"Kalau begitu aku akan membuat mereka menggantinya."

Kevin mengernyit. "Bagaimana caranya?"

Selena tersenyum tipis. Kali ini bukan senyum bahagia, melainkan senyum penuh keyakinan.

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!