NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Melepaskan Akila? Untuk apa aku melepaskannya? Dia istriku!" Tegas William.

Istri? Ucapan itu jelas membuat Kevin terkejut luar biasa.

"Apa yang kau bicarakan? Akila Istrimu? Omong kosong apa itu?!" Tanya Kevin terkejut.

Rasanya Kevin tak terima, selain itu ia juga terluka. Selama ini Kevin berharap bisa kembali bertemu dengan Akila lagi dan Tuhan menjawab permohonannya.

Kevin berjanji akan menjaga Akila, ia akan membawa Akila pergi bersama dengannya tapi kenapa malah fakta lain yang ia temukan? Kevin merasa ini bukan takdir yang baik.

"Itu fakta." Ucap William.

William hendak menarik tangan Akila, namun Akila menahan diri.

"Aku perlu bicara dengannya William." Ucap Akila.

Rahang William mengeras, ia tak suka mendengar ucapan yang Akila katakan barusan.

"Ulangi sekali lagi Akila. Pilih aku atau dia." Ucap William.

Sungguh, William ini mengerikan. Dia meminta memilih tapi Akila tahu bahwa pilihan itu hanya satu, yaitu Akila harus ikut William.

"Akila katakan dengan benar. Katakan pada pria ini, bahwa kau Istriku." Ucap William.

Akila menoleh pada Kevin, saat mata keduanya saling bertatapan tampak William menarik dagu Akila.

Wajah Akila jadi menatap ke arah William.

"Aku tak suka mengulang kata yang sama, tapi untukmu tak masalah. Katakanlah Akila." Sekali lagi William berucap.

Akhirnya Akila berucap.

"Aku memang Istrinya William." Ucap Akila.

Senyum terbit di bibir William, memang pada dasarnya bagi William mulut Akila harus mengakui dirinya sebagai suami Akila.

Karyawan keluar, mereka menyerahkan beberapa paper bag membuat William bersiap membayar dengan ponselnya.

"Tuan semua belanjaannya sudah dibayar." Ucap wanita itu.

Lagi-lagi emosi William diuji, ini seperti harga dirinya baru saja diinjak-injak.

"Kembalikan uang itu balik, biar aku yang bayar semuanya!" Ucap William.

Wanita itu terlihat takut dengan nada bicara William. William tetap memaksa pembayaran pakaian yang sudah ia beli.

Pembayaran untuk kedua kalinya berhasil melalui uang digital William.

Setelahnya William meraih paper bag itu lalu pergi membawa Akila.

Kevin mengejar.

"Lepaskan Akila, aku mau bicara dengan Akila!" Ucap Kevin.

William sungguh tak suka dengan cara Kevin menyebut nama Akila.

"Apa kau tak mengerti kalau yang sedang kau kejar ini adalah Istri orang? Kau tak waras ya?" Tanya William.

"Kau memaksa Akila! Lepaskan Akila." Ucap Kevin.

Belum William berucap, terdengar lebih dulu Akila berkata.

"Sudahlah Kevin, kita tak punya urusan lagi. Masalah apapun yang ada di masa lalu tak perlu dibahas lagi. Aku juga hampir lupa dan terlebih jangan pernah memperdulikan soalku lagi. Aku memang Istri William." Ucap Akila.

"Tapi Akila, aku tahu bahwa kau sedang dipaksa. Kau juga..."

"Kevin!" Bentak Akila.

"Jangan ikut campur dalam hidupku! Apapun yang ada di masa lalu, anggap saja tak pernah terjadi. Kita tak punya urusan sama sekali. Lupakan saja, aku tak mau mendengar cerita darimu!" Ucap Akila.

Akila lega, tangannya sudah tak digenggam sekuat sebelumnya oleh William.

Sejauh ini Akila mulai memahami William. Lebih tepatnya Akila jangan mengusik iblis yang sedang tidur dalam diri William.

"Jangan pernah bertemu lagi." Ucap Akila pada Kevin.

Akila mencoba menarik tangan William, tapi sekali lagi Kevin berucap membuat Akila sungguh muak.

Saat ini Kevin menyulitkan Akila.

"Aku masih mencintaimu Akila." Ucap Kevin.

Cinta apalagi yang harus dibahas? Akila sudah lama menghilangkan yang namanya arti cinta. Hidup Akila kosong, kalau pun ada cinta jelas itu hanya untuk dua Anak kembarnya. Bukan lagi untuk pasangan.

Akila seorang Ibu, bukan seorang wanita yang butuh cinta dari sosok pria.

Bagi Akila hidupnya sudah sangat cukup karena ada Atheos dan Athena.

Akila berharap William tak marah padanya, tapi cengkraman itu kembali terasa cukup kuat di pergelangan tangan Akila.

Akila meringis pelan, ia kembali menatap Kevin.

"Aku tidak mencintaimu, perasaanku sudah mati Kevin. Kita sudah lama berakhir, jangan membahas cinta denganku lagi!" Ucap Akila dengan tegas.

"Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi!" Akila menarik tangannya dari William.

Saat terbebas, lebih dulu Akila pergi.

Tatapan William menatap Kevin dengan tak suka.

"Aku yakin kalau kau tak tuli! Jadi simpan saja perasaan cinta mu itu seorang diri. Ingat, Akila itu istriku. Aku tak pernah rela berbagi dengan orang lain. Aku akan membunuhmu kalau kau menginginkan Akila!" Peringat William.

Setelah mengucapkan kata itu, tampaklah William pergi dari dekat Kevin. Ia jelas menyusul Akila.

Rupanya Akila sudah ada di dalam mobil.

Reno membukakan pintu agar William juga masuk.

Paper bag yang berisi pakaian sudah diambil alih oleh Reno.

Di dalam mobil itu Akila memilih memejamkan matanya, ia berharap tak berdebat lagi karena terlalu lelah.

"Kenapa kau bersama pria itu?" Tanya William.

"Bukan keinginanku." Jawab Akila seadanya.

"Lalu, apa kau memohon dia membayar semua belanjaan itu?" Tanya William lagi.

Mata Akila terbuka, Akila menoleh ke arah William.

"Apakah itu mungkin?" Tanya Akila.

"Jawab saja Akila! Dia kan kekasihmu, jadi jelas sekali kalau kau..."

"Aku tak akan bertemu dengannya kalau kau tak hilang tiba-tiba! Kau memintaku memakai gaun tapi kau hilang begitu saja, karyawan itu memintaku membayar sedangkan aku tak punya uang sama sekali. Aku mau mencarimu tapi malah orang lain yang kutemukan. Pahamkan? Jadi kau masih mau menyalahkan ku?" Tanya Akila dengan wajah emosi.

William menatap Akila, tak lama setelahnya helaan nafas William terdengar.

Tangannya William terulur menyentuh puncak kepala Akila.

William mengusapnya seperti tengah menenangkan seorang anak kecil.

"Ada panggilan penting, aku mengangkatnya. Bukan berarti aku pergi meninggalkanmu, sudah aku katakan bahwa aku tak akan pernah melepaskanmu. Kecuali aku mati atau kau bisa membuat Mommy ku kembali hidup." Ucap William.

Akila kembali membuang tatapannya dari William. Mau selembut apa William berucap atau berlaku, tetap saja pria itu tak masuk akal.

"Kita pulang sekarang Reno, malam ini pakailah gaun itu Akila. Aku ingin kau melihat dan menonton langsung sosok yang menyebalkan yang sudah aku dapatkan. Kau harus ikut menyaksikan aku yang akan menghukum seseorang yang sudah membuat kerugian di Perusahaan ku." Ucap William.

Seringai William muncul, ia tak sabar bertemu sosok yang membuat kepalanya sakit karena banyak berpikir.

Sikap lama itu tak berubah, dulu Akila juga sering dipaksa melihat William membunuh banyak orang dengan santai. Bagi William nyawa orang lain memang seperti mainan.

"Aku tak mau." Ucap Akila.

"Kau tak bisa menolak karena aku tak menerima penolakan darimu. Aku hanya ingin mengatakan, bukan meminta persetujuan darimu." Ucap William.

Akila menepis tangan William yang masih ada di puncak kepalanya.

"Berubahlah William, sikapmu terlalu buruk untuk disebut sebagai manusia." Ucap Akila.

William jadi tertawa kecil.

"Bisa Akila, bisa jika kau ingin mengubahku. Berikan aku Anak, aku mau Anak laki-laki." William mengatakan hal yang sama seperti waktu itu.

Akila memilih diam.

'Asal kau tahu William, aku bahkan sudah memiliki dua Anak sekaligus. Namun melihat sikap burukmu ini, aku tak akan sudi membawa mereka padamu. Aku tak mau mereka sedih memiliki Daddy yang menakutkan sepertimu. Kau terlalu buruk William.' ucap Akila membatin.

William memandangi wajah Akila, diamnya Akila itu memang seperti sedang berucap di dalam hati dan William yakin kalau Akila tengah mengumpatnya yang tiba-tiba meminta Anak laki-laki pada Akila.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!