NovelToon NovelToon
TEROR!

TEROR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Sinopsis

Sabrina, seorang gadis desa yang cerdas, berhasil meraih impiannya berkuliah di kampus elite ibu kota lewat jalur beasiswa.

Namun, kehidupan barunya yang tampak sempurna hancur berantakan ketika sebuah tragedi tak terduga terjadi: Sabrina nekat melompat dari lantai atas gedung kampus dan tewas seketika.

Kematian tragis tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok kampus megah itu hingga mendorong Sabrina mengambil langkah se-ekstrem itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya binatang saja

Mobil sedan hitam itu merangsek masuk ke halaman rumah mewah Adrian. Ban mobilnya mencicit kasar di atas lantai batu koral sebelum akhirnya berhenti tepat di depan pintu utama.

Mesin dimatikan, namun jantung Adrian masih menderu kencang, bahkan, terasa jauh lebih keras daripada suara mesin mobil yang baru saja ia parkir.

Adrian keluar dari mobil dengan tungkai kaki yang terasa lemas. Ia tidak memedulikan penampilannya yang berantakan atau kondisi mobilnya yang memiliki retakan besar di kaca depan dan penyok di bagian kap mesin. Ia hanya ingin masuk. Ia hanya ingin menghilang.

Dengan tangan gemetar hebat, ia merogoh saku celananya, mengeluarkan kunci rumah, dan membuka pintu utama.

Rumahnya besar, megah, dan sunyi senyap, sebuah kontras yang menyakitkan dengan kekacauan yang berkecamuk di dalam kepalanya.

Adrian mengabaikan suara langkah kakinya yang bergema di marmer ruang tamu. Ia terus berlari kecil menuju anak tangga, naik ke lantai dua, menutup pintu kamarnya hingga tertutup rapat.

Ia mengunci pintu itu dengan kunci putar, lalu menyandarkan punggungnya pada daun pintu yang kokoh. Napasnya memburu seperti orang yang baru saja lolos dari kejaran maut.

Adrian meluncur jatuh ke lantai, memeluk lututnya sendiri di sudut ruangan yang gelap. Ia menggigit bibir bawahnya begitu keras hingga terasa perih, berusaha menekan rasa takutnya.

"Bukan salah gue... itu bukan salah gue," gumamnya berkali-kali, suaranya parau dan bergetar. Dia mondar-mandir di dalam kamar itu.

Namun, bayangan tubuh yang terpental di aspal tadi terus berputar di balik kelopak matanya yang tertutup rapat.

Setiap detak jam dinding di kamarnya terasa seperti detak jantung korban yang perlahan melemah, lalu berhenti.

Adrian menghentikan langkah kaki lalunya di tengah kamar. Ia menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan lewat mulut yang gemetar, mencoba mencerna kembali kekacauan yang baru saja terjadi.

Tiba-tiba, sebuah pemikiran melintas di kepalanya, pemikiran yang perlahan mulai mengurai simpul ketakutan yang mencekik dadanya.

Ayahnya.

Branoto bukan sekadar pejabat biasa. Ayahnya adalah politikus senior, dan sosok yang memiliki jaringan kekuasaan yang sangat kuat, bahkan membelokkan arah penyelidikan hukum dalam hitungan jam jika ia mau.

Adrian mendongak, menatap bayangan dirinya di cermin besar di sudut kamar. Perlahan, kepalan tangannya yang bergetar mulai mengendur.

"Iya... buat apa gue takut?" gumamnya pada diri sendiri, suaranya kini terdengar jauh lebih tenang dan dingin.

Rasa panik dan bersalah yang tadinya membakar dadanya perlahan meluruh, digantikan oleh rasa aman semu yang sembrono.

Jalanan tadi sepi, gelap, dan tidak ada kamera pengawas di sekitar lokasi. Bahkan jika ada hal terburuk yang terjadi, ayahnya pasti bisa membereskannya dengan mudah.

Uang dan kekuasaan selalu punya cara untuk menyelesaikan masalah seperti ini.

Sambil tersenyum sinis, Adrian berjalan santai mendekati tempat tidurnya. Ia melempar kunci mobil ke atas meja rias, melepaskan kemejanya yang kusut, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk.

Bayangan orang yang ia tabrak di jalanan sunyi tadi tak lagi membuatnya merinding, baginya, orang itu hanyalah sebuah nasib buruk yang kebetulan melintas di jalan yang salah.

Sinar matahari pagi menembus kaca mobil Alphard hitam yang melaju tenang menuju area kampus.

Di kursi penumpang belakang, Adrian duduk bersandar santai sambil menyesap kopi dinginnya. Tidak ada lagi sisa-sisa wajah pucat, napas tersengal, atau panik yang menyiksanya semalam.

Di kepalanya, insiden tabrak lari itu hanyalah sebuah kecelakaan kecil yang tak berarti, sesuatu yang dengan mudah bisa diselesaikan oleh kekuasaan dan uang ayahnya.

Mobil berhenti mulus di pelataran parkir gedung utama. Sopir pribadi Adrian bergegas turun dan membukakan pintu untuknya.

Dengan langkah tegap dan gaya busana kasual yang selalu stylish, Adrian melangkah keluar, menyisir rambutnya ke belakang dengan jemari seolah hari itu hanyalah hari biasa yang membosankan.

Tak jauh dari situ, di bawah naungan pohon rindang dekat koridor, tampak Rian, Fano, dan Julian yang sedang berdiri mengobrol. Ketiganya menoleh ketika melihat Adrian turun dari mobil, bukan membawa sedan mewahnya sendiri seperti biasa.

"Lah? Tumben amat lo diantar sopir, Yan?" seru Rian memecah keheningan, suaranya terdengar heran seraya membetulkan tali ransel di bahunya.

"Biasanya lo paling pantang diantar-jemput kaya anak TK."

Fano menyikut lengan Rian pelan lalu ikut menimpali dengan cengiran khasnya.

"Iya nih. Mobil kesayangan lo mana? Jangan bilang lo teler parah semalam terus mobilnya lo tinggal di parkiran?"

Julian yang berdiri di samping mereka hanya diam, matanya yang masih tampak lelah menatap Adrian dengan datar, menunggu jawaban dari sahabatnya itu.

Adrian tertawa kecil, melangkah santai menghampiri ketiga sahabatnya dengan raut wajah tanpa beban. Ia mengibaskan tangan dengan gestur meremehkan, seolah pertanyaan mereka hanyalah angin lalu.

"Kagak lah," jawab Adrian santai, nada suaranya mengalir begitu mulus tanpa ada nada ragu sedikit pun.

"Mobil gue lagi masuk bengkel, di service."

"Service? Baru juga bulan lalu, Yan," sahut Fano mengerutkan dahi.

"Bukan masalah mesin," potong Adrian dengan senyum tipis yang amat tenang.

"Semalam pas jalan balik dari diskotik, gue ketapesan. Ada binatang melintas sembarangan di jalanan sepi. Nggak sempat ngerem, ya udah... kebentur lumayan kencang."

"Binatang?" Rian menaikkan sebelah alisnya, agak terkejut.

"Anjing liar? Atau kucing?"

"Kucing kayaknya, atau anjing... entahlah, gelap banget semalam," balas Adrian santai seraya mengibaskan tangannya lagi.

"Kap depan agak penyok dikit sama kaca depan retak kena pentalan. Makanya langsung gue suruh orang rumah bawa ke bengkel langganan bokap pagi-pagi tadi biar beres."

"Kucing atau anjing, masa separah itu Yan," timpal Fano sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Tapi ya udah lah, yang penting lonya nggak kenapa-napa."

"Yoi, santai aja. Cuma binatang ini," jawab Adrian mantap.

Julian masih memperhatikannya sejenak, lalu mengangguk pelan tanpa curiga. Di balik senyum tenang Adrian, kebohongan itu meluncur begitu sempurna.

Bagi Adrian, menyamakan nyawa manusia yang ia tabrak semalam dengan seekor binatang liar adalah cara termudah untuk mengubur rasa bersalahnya, dan di bawah naungan nama besar ayahnya, ia yakin rahasia kelam itu tidak akan pernah tersentuh oleh siapa pun.

1
Nurr Tika
apa teman"julian ada hubunganya dengan kematian sabrina
Nurr Tika
julian km ga akan hidup tenang
Nurr Tika
kayanya sabrina hamil terus julian ga mau tanggung jawab
Nurr Tika
nanti km menyesal sabrina
Nurr Tika
sabrina knpa langsung suka sih harusnya selidiki dulu
Nurr Tika
ternyata julian palayboy
Siti Yatmi
nah kan..bener 1 lagi test pack menghancurkan wanita bodoh....sabrina kamu sadar ga sih...kamu itu cinta bukan budak nafsu, setiap ketemu ko pasti anu2..ya hamil lah...
Siti Yatmi
test pack.....jawaban yg selalu membuat hancur wanita bodoh....
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..kasian banget kamu, terlalu naif kamu jd cwe....
Siti Yatmi
nah..kan hamidun...deh...hadehhh..sabrina oon amat sih..ga selamanya itu pil bisa cegah kehamilan...astogeeeee....
Siti Yatmi
masih abu2 sementara..menerka nerka...😄
Siti Yatmi
ya Tuhan sabrina..lo mah bukan polos, tapi begoooo....pacaran aja belom lama, udh mau aja di anu anu..haduhh
Siti Yatmi
hadehhh .julian....kamu mah bukan cinta, tapi nafsu....harus nya sabrina jgn mau...
Siti Yatmi
ngga ada caption nya thor..🤣
Siti Yatmi
thor...itu flash back kah???sumpah..ga mudeng aku...😄
Maple latte: iya itu flashback🤭 aduhh🤣
total 1 replies
Siti Yatmi
kaya lagu kotak...🤭
Siti Yatmi
masih teka teki banget..hemmmm...ayo thor...jadi penasaran tingkat dewa...wk2
Maple latte: 🥰🥰 Sabar ya, pelan2 aja🤭
total 1 replies
Siti Yatmi
ya ampun julian....org mah ikut kata hati, bukan kata temen, ya kali temen lu mati, lu juga ikut..dablek banget ih...
Siti Yatmi
kaya nya julian cinta sama sabrina,tapi ego nya terlalu tinggi, kasian sabrina ..
Riska Salahudin
masih penasaran apa yg membuat sabrina bundir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!