NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah Sang Mafia

Dendam Berdarah Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Malam itu, Akila Georgina kehilangan segalanya.

Tunangan yang dicintainya ternyata berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, Akila kembali dijadikan kambing hitam atas kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wanita bernama Natalie Hartawan.

Dan putra wanita itu adalah William Hartawan—mafia kejam yang dikenal sebagai The Reaper.

William yakin Akila adalah penyebab kematian ibunya.

Maka ia menjadikan Akila istrinya. Bukan karena cinta, melainkan demi dendam.

"Mulai hari ini, kau adalah istriku. Dan hidupmu menjadi harga atas kematian ibuku."

Namun, semakin lama William mengenal Akila, semakin ia menyadari bahwa wanita yang ingin ia hancurkan ternyata hanyalah korban dari permainan orang lain.

Dendam perlahan berubah menjadi rasa memiliki.

Sementara Akila mulai dihadapkan pada satu pilihan: tetap membenci pria yang memaksanya masuk ke dalam pernikahan itu, atau mempercayai hati yang diam-diam mulai luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tampak dua Anak menggemaskan itu turun dari sebuah bus, di punggung masing-masing mereka ada tas ransel kecil.

Jangan ditanya kemana tujuan mereka saat ini, karena mereka tengah kabur dari Sari dan Feby.

Yang mengajak kabur itu idenya Atheos dan satu lainnya malah setuju tanpa ragu. Padahal sejak awal Atheos...

"Kau yakin kita akan baik-baik saja?" Tanya Athena.

"Tenang, tadi juga aku sewa orang untuk membantu kita naik bus kan. Santai saja jangan jadi penakut." Ucap Atheos meyakinkan.

Athena menatap Atheos lalu setelahnya ia melihat wajah Atheos yang sedari tadi diam saja.

"Atheos, kau tak mau bicara? Lihat dirimu, berlagak dewasa dan bodohnya aku malah ikut kamu. Bagaimana kalau aku diculik? Aku sungguhan perempuan seorang disini." Ucap Athena seolah cemas.

Atheos malah lebih dulu pergi meninggalkan Athena.

Ah, sungguh Athena mendadak menyesal kabur dan menghilang mengikuti saudara kembarnya ini.

Atheos mengulurkan tangannya lalu mengacak rambut Athena dengan kasar.

"Ikuti aku saja, kalau kau pergi sendiri baru kau diculik." Ucap Atheos.

Atheos berlalu pergi membuat Athena ikut menyusul.

Dua Anak itu berdiri di depan sebuah Apartemen.

"Apa ini? Kau beli? Memangnya bisa? Caranya bagaimana? Bukannya kita masih kecil?" Tanya Athena penasaran.

Atheos benar-benar sakit telinga dan sakit kepala karena mendengar pertanyaan dari mulut berisik Athena.

"Itulah pentingnya uang, selama kau punya uang dan punya otak maka semuanya mudah. Diam saja, ayo masuk." Ajak Atheos.

Athena mengikuti Atheos sambil menggerutu didalam hati, Apartemen itu cukup luas dan termasuk mewah.

Tubuh Athena segera terlempar ke sofa panjang itu.

"Sari dan Aunty Feby apa kabar ya? Mereka pasti cemas sekali tentang kita, tapi kalau kita ajak mereka pasti lebih tidak bagus. Kita kan kabur, bukan liburan. Ah Mommy, aku rindu sekali." Ucap Athena mulai memejamkan matanya.

Dari tadi Athena memang sangat mengantuk, ia belum mendengar cerita dari Atheos. Entah apa yang terjadi, ia hanya diajak bawa beberapa baju dan ponsel lalu pergi dari kota Y.

Beberapa menit berlalu suara nafas teratur Athena terdengar. Pada nyatanya Athena sudah lelah dan mengantuk.

Atheos mulai bersuara.

"Katamu mau menjelaskan segalanya kan? Memangnya apa yang kau tahu hingga berubah pikiran sampai membuat kita ke kota X?" Tanya Atheos pada dirinya sendiri.

Atheos yang duduk di bawah tampak menoleh ke arah Athena yang sudah tertidur.

"Kasihan Mommy. Ternyata Mommy bukan Putri dari keluarga kaya raya. Mommy hanya Anak adopsi, cerita Mommy yang sering berkata bahwa Mommy punya kebahagiaan itu bohong." Ucap Atheos membatin.

Atheos mendekati Athena yang tertidur.

"Mommy hanya Anak yang diambil dari sebuah panti asuhan, Mommy diperlakukan dengan tidak adil. Ada banyak bukti yang Uncle Diego berikan ke ponselku." Ucap Atheos dalam hati.

Atheos menghela nafasnya. Ia akan menceritakan semuanya pada Athena besok. Untuk saat ini, biarkan adiknya tidur.

---

Di kota Y.

Sari dan Feby benar-benar sangat cemas. Mendadak dua Anak Akila menghilang begitu saja tanpa tahu kemana mereka pergi.

"Ya Tuhan, Nona bagaimana ini? Saya benar-benar takut sekali." Ucap Sari sungguh cemas.

Feby tak kalah cemas, ia bingung kemana perginya Anak-anak itu. Kamar mereka kosong, pakaian masih ada tapi tetap saja ini terlalu bahaya.

Feby mencoba tenang.

"Mereka tak mungkin tahu dimana Akila berada kan? Kalaupun begitu, apa iya mereka berniat mencari Akila? Sari, tolong bantu aku berpikir." Pinta Feby.

Sari sungguh ingin menangis, Tuan muda dan Nona mudanya memang sedikit sulit diatur. Feby hanya tak tahu saja seberapa melelahkan sifat asli Anak-anak itu kalau masuk dalam mode nakalnya. Kadang saja Sari kerepotan kalau mereka sedang berkelahi.

Apalagi kehilangan Akila jelas bukan hal yang mudah bagi dua Anak itu.

"Nona saya juga tak tahu, tapi ada kemungkinan kalau ucapan Nona benar." Ucap Sari yang yakin kalau saat ini Anak-anak itu tengah mencari keberadaan Akila.

Semakin dipikirkan, keduanya makin bingung dan cemas.

"Coba telepon Akila, katakan pada Akila bahwa Anak-anaknya pergi dari Apartemen, Sari." Ucap Feby.

Sari sebenarnya ragu, ia takut apalagi sudah diperingatkan Akila untuk tidak mengatakan hal yang mungkin menyulut emosi William. Nyatanya saat ini Akila ada bersama William.

"Sari, ayolah." Pinta Feby lagi.

"Baik Nona, saya akan mencoba menelpon ponsel Nyonya Akila." Ucap Sari.

Feby mengangguk, ia melihat Sari mulai menekan nomor Akila.

Panggilan tersambung tapi tak diangkat.

Keduanya semakin frustasi karena panggilan itu tampak diabaikan.

---

Malam itu.

Di kota X.

Akila benar-benar ingin tidur saja, ia sudah berusaha berpura-pura tidur di ranjang karena tak mau ikut campur dengan urusan William yang gila itu.

Kebohongan Akila membuat langkah William mendekati Akila.

"Mau sampai kapan berpura-pura hm? Bangunlah Akila, kau harus ikut denganku. Kau harus melihat sosok yang saat ini mengusik pekerjaanku." Ucap William.

Akila menahan diri untuk tidak bicara. Kalau William mau menggila, ya gila saja sendiri. Akila tak mau terlibat, William itu jahat apalagi kalau sudah mengambil nyawa orang lain.

"Akila!" Ucap William lagi dengan nada yang geram.

Mata Akila terbuka, tubuhnya masih membelakangi William.

"Ikut denganku ke Markas, atau bercinta di ranjang ini sampai besok pagi hm? Bahkan sekalipun kau tidur, aku bisa membuatmu mendesah." Ucap William.

Akila jengah atas ucapan William itu.

"William, kau kapan mau berhenti jadi orang jahat? Kau pikir membanggakan sampai ingin mengajakku melihat dirimu yang hendak membunuh orang? Kau itu tak normal William!" Ucap Akila.

Akhirnya Akila duduk, ia menyingkir dengan cepat saat William hendak mendekat padanya.

Tangan William hendak terulur, ia mau menyentuh helaian rambut Akila tapi lebih dulu Akila menepis tangannya.

"Jangan menyentuhku, tanganmu kotor. Tangan pembunuh!" Ucap Akila.

Dengan santainya, William malah mengukir senyum membuat pria itu makin tampan saja.

Lagipula ucapan Akila memang fakta, tangan William memang suka membunuh banyak musuh.

"Ikut aku Akila." Ucap William.

Kali ini nadanya rendah, ia mengamati wajah cantik Akila dengan cukup lama.

Jujurnya William betah. Ini kalau ia dan Akila punya Anak, pasti akan terlahir dengan tampan sekali. William terus memikirkan soal Anak laki-laki yang ia inginkan.

"Aku tidak mau. Aku tak mau ikutan dengan tingkah kriminal mu William. Jangan membunuh lagi, kau pikir membunuh adalah solusi paling tepat? Bahkan kalau orang itu pun bersalah, maka dia masih berhak untuk memberikan penjelasan. Dia mengambil uangmu, lalu bagaimana denganku yang juga mendapatkan transferan? Apa kau mau membunuhku juga?" Tanya Akila.

---

Bersambung...

1
Adinda
coba diperhatikan lagi nama tokohnya biar gak salah
Alia Chans: oke kak 🙏🥲
total 1 replies
Adinda
valen bukannya aqila
Nayla Syberia
Sebenernya bagus sih,cuman entah knp si William tetep ga berubah yaa,kek iblis gitu berwujud manusia,mungkin para pengikutnya bakal sungkem kalik yaa.
Yaa sejauh ini sih bagus² aja ceritanya, semangat yaa buat kakak penulis nya
Alia Chans: Makasih buat saran nya
Btw kan sifat William mencerminkan judul novel nya ya kak🤭🤭
total 1 replies
mary dice
sangat rumit ckckck
Alia Chans: ..🤭🤭🤭
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Nelson Sihombing
Dah di curi, kasih makan pun tak
Haryati Atie
harus nya akila bisa ambil kepercayaan william dh dia percaya bru kabur akila.
Alia Chans: Ini lagi ngajari Akila hal sesimpel itu🤭
total 1 replies
Nelson Sihombing
suka karakter Akila
Haryati Atie
thourr tipo ya jdi vallen .
Alia Chans: Sorry atas ketidaknyamanan nya, soalnya seingatku Valen tadi😭😭
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
kok jadi Valen kak
Mia Camelia
suka nih sama sisi posesif nya wiliam ke akila🤭
lanjut thor😄
Alia Chans: siap kak🤭/Smile//Smile/
total 1 replies
nurulmarisa
seru banget ceritanya 😘
Alia Chans: Thank you kak🙏🏻
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
crazy up kak
Alia Chans: Ditunggu ya 🤭/Slight//Slight/
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
🔵🌹 Widian🧕
nah ...jadi sial kan mengolok-olok kakak sendiri.
duhh...moga Akila bisa terselamatkan .
Alia Chans: emm gimana ya...🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!