Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.
Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?
Baca selengkapnya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Bos S
Jam 00.15 - Gudang Pelabuhan Tanjung, Blok C-12 hujan makin deras. Genteng gudang bocor
Tes…
Tes...
Tes…
Tes...
Galen matiin mesin mobil 50 meter sebelum gudang.
"Matikan lampu, jalan kaki" Titah Galend membuat Nabila ngangguk dengan napasnya tidak teratur.
"Kamu yakin ini ide bagus?" Tanya Nabila merasa khawatir
"Nnggak juga, tapi kita nggak punya pilihan lagi" Jawab Galend
Mereka merayap dengan hati-hati, sepatu mereka kena lumpur. Di sana berbau amis laut serta bau besi karat. Gudang C-12 yang temboknya udah berlumut, terdapat gembok besar di pintu. Dengan keahlian yang dia punya Galen memakai linggis, untuk mmebuka gembok itu.
Kraaak …
Gembok patah, mereka langsung masuk ke gudang tersebut tapi di dalam gelap gulita. Senter di nyala dan pemandangan pertama yaitu kasur busa kotor, rantai di tembok. Botol air mineral bekas.
Di pojok ada tas sekolah pink dengan resletingnya kebuka, terdapat buku tulis dengan nama Dinda, Kelas 1 SMP. Melihat itu Nabila langsung jongkok, lalu memegang tas itu.
"Anak umur 13... sama kayak Git dulu" Ucap Nabila
Galen nahan marah.
"Cari pintu bawah tanah, surat itu bilang ada ruang arsip" Ujar Galend
Mereka menggeser karpet kotor, dan beneran ada pintu besi lalu ada gembok lagi. Di saat Galen akan mendobraknya terdengar langkah kaki.
Dug …
Dug …
Dug …
Langkah kaki dari belakang, dengan senter nyala.
"Jangan gerak" Ucap Salah satu dari mereka
Mereka 3 orang, mereka memakai jas dengan senyuman yang mengerikan.
"Selamat malam, Pak Galend. Saya tunggu dari jam 11" Ucapnya
Galen maju 1 langkah, melihat itu Nabila narik bajunya.
"Siapa kamu?" Tanya Galend dengan suaranya rendah.
Laki-laki itu ketawa…
"Sopan sekali, perkenalkan saya Suryo Wijaksono dan saya teman bisnis Arvin serta donatur platinum yayasan 'Untuk Anggita'" Jawab Suryo
Mendengar itu otak Galend kosong 3 detik.
"Omong kosong" Ucap Galend
Suryo ngeluarin poselnya dan memperlihatkan video, saat dia potong pita 2 minggu yang lalu.
Dan mengezoom ke spanduk: "Donatur Utama: PT. Maju Bersama"
"Perusahaan saya" Kata Suryo sambil nunjuk dadanya
"Lucu ya? Kamu teriak keadilan pake duit saya" Lanjut Suryo
Nabila merasa mual
"Jadi selama ini kamu..." Ucap Nabila yang tidak bisa melanjutkannya
"Aku yang kasih Arvin tempat, aku yang cari pembeli, aku yang bayar polisi biar diem" Potong Suryo santai
"Arvin itu cuma satpam, aku yang bos" Lanjut Suryo
Galend maju.
"Dimana Dinda?" Tanya Galend to the poin
Suryo nunjuk tas pink
"Itu bekasnya, dia kabur 5 tahun lalu. Sayang sekali, dia nggak pernah ketemu lagi" Jawab Suryo tanpa rasa bersalah
Galend ngepal ingin maju, namun 2 anak buah Suryo langsung halangin dan membawa linggis.
"Santai" Kata Suryo
"Kita bisa ngobrol baik-baik, serahin HP kamu, serahin data yayasan. Aku kasih kamu Anggita" Lanjut Suryo
"Anggita ada di rumah, aman" Jawab Galend
"Yakin?" Tanya Suryo sambil tersenyum miring
Tak lama ponsel Galend getar, pertanda pesan masuk dari nomor tak dikenal yang isinya foto Anggita di kamar sedang tidur.
"Mereka ngawasin rumah kita..." Ucap Nabila
"Lihat? aku nggak mau ribut, aku cuma mau bisnis jalan lagi. Kamu diem, aku lepas Anggita" Ujar Suryo
Suryo jongkok, buka pintu besi
Krek…
"Ini arsip 10 tahun, 40 nama, 40 video dan semua ada di hardisk ini" Lanjut Suryo
Suryo angkat hardisk kecil
"Mau?" Tanya Suryo
DORRR …
Pintu gudang jebol
"POLISI! LETAKKAN SENJATA! ANGKAT TANGAN!" Tim Resmob masuk 12 orang.
Lampu sorot dari luar, ternyata pengacara Galen nggak diem. Dia langsung lapor dan memberi rekaman WA Galend ke Kapolres.
Melihat itu Suryo kaget
"Sialan. Siapa yang..." Ucap Suryo tidak selesai
Anak buahnya panik, 1 orang lari ke belakang dan langsung ditembak peringatan. Galend langsung terjang Suryo dan Bergulat di lantai membuat hardisk jatuh.
"KAMU IBLIS!" Teriak Galend
"Kamu nggak akan menang! Aku punya hakim! Aku punya..." Ujar Suryo masih merasa di atas
Bugh …
Bugh …
Galend memukul wajah Suryo
"DIAM!" Polisi langsung borgol Suryo serta 2 anak buahnya.
"Galend, bagus. Bukti ini cukup buat jerat 10 tahun lebih" Ujar Kepala Polisi
Mereka membuka ruang bawah, di sana terdapat Hardisk 3 buah, buku catatan, Foto 40 anak. USB, dan ada map bertulis: "Proyek 2019-2024". Nabila nangis buka 1 map, ada foto Dinda dan anak-anak lain yang di bandrol harga layaknya barang jual.
"Ya Tuhan..." Bisikn Nabila
"Kami akan umumkan besok. Ini kasus terbesar tahun ini" Ujar Kapolsek
*****
Jam 02.00, Galend dan Nabila masuk ke dalam mobil untuk kembali pulang karena misi mereka telah selesai.
Sebelum menyalakn mobilnya, ponsel Galen berbunyi, nomor dari rumah.
Galen [Git? Kamu kenapa?]
Suara Anggita gemetar
Anggita [Kak... ada orang ngetok pintu. Dia bilang... 'Titipan Mr. S'... dia bawa kotak...]
Galen [KAMU BUKA PINTUNYA??]
Anggita [Belum... tapi dia... dia bilang kalau kakak nggak ke Blok C-13 jam 4 pagi, aku...]
Tut Sambungan mati, Galen teriak ke supir
"PUTAR BALIK! RUMAH! SEKARANG!" Titah Galen
*****
Jam 02.40 – Rumah, Pintu depan kebuka, lampu mati.
"GIT!!!" Galen teriak.Kosong.
Di meja ada kotak kado memaki pita merah dan terdapat kertas
‘Kerja bagus nangkep Suryo, tapi permainan belum selesai. Anggita ada sama saya, kalau mau dia hidup, datang sendiri ke gudang lama Blok C-13. Jam 04.00, tanpa polisi, tanpa Nabila.
Nabila gemetar baca itu.
"Mereka culik dia... karena kamu nangkep Suryo..." Ucap Nabila sambil berlinang air mata
Galen banting meja
"ANJ*NG!" Sarkas Galen
*****
Jam di dinding menunjukkan pukul 02.42, waktu tinggal 1 jam 18 menit. Galen melirik Nabila, mata merah.
"Aku harus pergi" Pamit Galen
"Aku ikut" Ujar Nabila
"Dia bilang tanpa kamu" Tolak Galen
Nabila nangis …
"Terus aku nunggu di sini? Nunggu kamu mati?" Tanya Nabila merasa sangat khawatir
Galen peluk Nabila erat lalu mengecup keningnya.
"Denger, kalau aku nggak balik jam 5, langsung lapor polisi dan kasih dia alamat C-13. Janji?" Ujar Galen tapi Nabila menggeleng.
"Jangan tinggalin aku lagi" Jawab Nabila
"Aku janji jemput Anggita, terus kita pulang bertiga" Kata Galen lalu mengambil jaket, senter, dan kunci mobil.
Sebelum keluar Galen nengok sekali lagi.
"Jaga diri" Tambah Galen lalu pintu ketutup.
Nabila sendirian di rumah kosong, dengan kotak merah.