NovelToon NovelToon
Trapped By You

Trapped By You

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

​​"Bagaimana rasanya ketika terbangun dari koma panjang, hanya untuk menemukan bahwa dirimu sudah bertunangan dengan seorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalnya?"

Itulah yang di alami Kayna Ramida. Begitu membuka mata setelah koma hampir satu bulan lamanya, ia langsung di sambut dengan senyuman seorang pria asing yang mengaku sebagai tunangannya. Damara Lexander Veldens.

"Kenapa menatapku seolah aku ini orang asing, Sayang? Aku adalah pria yang paling kau cintai, ingat?" Mara berbisik lembut.

​"Kalau aku memang sangat mencintaimu...kenapa setiap sentuhanmu justru membuatku merasa seperti seekor mangsa yang sedang diincar di tengah kegelapan?"

​"Karena kau adalah milikku, Kayna. Dan aku akan melakukan segalanya agar kau tidak akan pernah lari dari sisiku lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbang

Sementara itu, di lantai bawah Mansion Veldens.

​Liliana dan Erick berdiri di lobi utama yang megah, menatap tangga melingkar yang menuju ke kamar putri mereka. Wajah Liliana tampak sembap karena air mata, sementara Erick merangkul pundak istrinya dengan erat untuk memberikan kekuatan.

​"Kita benar-benar harus meninggalkan Kayna di sini, Erick?" tanya Liliana dengan suara bergetar. "Dia bahkan tidak mengingat kita dengan jelas. Rasanya sangat menyakitkan melihat putri kita menatap kita seperti orang asing."

​Erick menghela napas berat, mencoba menenangkan istrinya meskipun hatinya sendiri terasa remuk. "Ini yang terbaik untuk pemulihannya, Lily. Damara sudah mendatangkan tim dokter spesialis saraf terbaik langsung dari Belanda untuk merawat Kayna di sini. Mansion ini juga dijaga ketat selama dua puluh empat jam. Di luar sana, para wartawan terus memburu kita setelah berita kecelakaan itu beredar. Di sini, Kayna aman dari sorotan publik."

​"Tapi tetap saja..." Liliana menjeda kalimatnya, mengingat bagaimana Damara bersikap di rumah sakit tadi. Pria itu tidak sedetik pun meninggalkan sisi ranjang Kayna. Tatapannya yang begitu khawatir dan perhatian yang luar biasa membuat Liliana sangat tersentuh. "Damara memang pria yang luar biasa. Aku bisa melihat seberapa besar dia mencintai Kayna. Mungkin... keputusan kita untuk menjodohkan mereka adalah hal paling tepat yang pernah kita lakukan."

​Erick mengangguk setuju. "Ya. Bisnis restoran Sunny Bless kita dan kerja sama butikmu dengan keluarga Veldens juga berjalan lancar berkat bantuan Damara. Dia bukan hanya menantu yang sempurna di atas kertas, tapi dia benar-benar tulus menyayangi putri kita. Kita bisa memercayakannya pada Damara."

​Mereka berdua tidak pernah tahu bahwa di balik dinding-dinding kokoh mansion mewah yang tampak damai ini, terdapat rahasia berdarah yang sangat mengerikan. Mereka tidak tahu bahwa kecelakaan yang menimpa Kayna terjadi justru karena gadis itu berusaha melarikan diri dari pertunangan paksa yang mereka setujui.

Dan mereka sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang mereka anggap sebagai pelindung berhati malaikat itu adalah seorang yang penuh manipulasi.

Seorang yang bisa melakukan apa saja tanpa terkecuali agar keinginannya tercapai.

​Malam harinya, setelah orang tua Kayna pergi, keheningan kembali menguasai Mansion Veldens. Di dalam mansion hanya ada dua pembantu. itupun kamarnya berada di ujung ruangan lantai bawah. Jadi saat malam suasananya benar-benar sepi.

Di dalam kamarnya. ​Kayna berbaring di ranjang, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang berkecamuk. Ia mencoba memejamkan mata, namun setiap kali ia mencoba tidur, bayangan kecelakaan itu kembali menghantuinya.

Ia melihat kilatan cahaya lampu mobil, mendengar decitan ban yang memekakkan telinga, dan... suara teriakan seorang pria yang memanggil namanya dengan penuh keputusasaan.

​Siapa pria itu? Apakah itu Mara?

​Kayna bangkit dari ranjang dengan perlahan. Haus menyerangnya, dan segelas air di meja nakasnya sudah kosong. Mengingat bahwa Mara melarangnya keluar kamar tanpa pengawasan, jiwa pemberontak Kayna yang selama ini terkubur oleh amnesianya tiba-tiba bergejolak. Ia tidak suka dikurung.

​Dengan langkah sangat pelan, Kayna membuka pintu kamar dan menyelinap keluar. Koridor mansion itu tampak remang-remang, hanya diterangi oleh lampu dinding temaram yang memberikan kesan tenang sekaligus mencekam.

​Saat ia melewati ruang kerja Mara yang pintunya sedikit terbuka, langkah kaki Kayna terhenti. Sayup-sayup, ia mendengar suara Mara tengah berbicara dengan seseorang dengan nada suara yang sangat berbeda dari apa yang biasa ia dengar. Tidak ada kelembutan di sana. Hanya ada dingin yang membekukan darah.

​"Aku tidak peduli dengan metode apa yang kalian gunakan," suara Mara terdengar begitu dingin dari dalam ruangan. "Singkirkan siapa saja yang mencoba mendekati rumah sakit atau mencari tahu tentang kecelakaan Kayna."

​Kayna membeku di tempatnya. Napasnya tercekat di tenggorokan.

​"Dan satu lagi," suara Mara kembali terdengar, kali ini terdengar lebih dekat ke arah pintu. "Pastikan siapapun tidak boleh menemui Kayna tanpa seizinku. Siapapun tanpa terkecuali. Gadis itu sekarang sepenuhnya berada di bawah pengawasanku. Satu-satunya kenyataan yang perlu dia ketahui adalah bahwa aku adalah dunianya... dan dia tidak bisa hidup tanpaku."

​Jantung Kayna berdetak begitu kencang hingga rasanya ingin melompat keluar dari dadanya. Kakinya gemetar hebat, dan saat ia mencoba melangkah mundur untuk melarikan diri kembali ke kamarnya, ujung gaun tidurnya tanpa sengaja menyenggol sebuah guci pajangan kecil di koridor.

​Prang!

​Suara pecahan itu memecah kesunyian malam di Mansion Veldens bagaikan petir di siang bolong.

​Dari dalam ruangan, suara percakapan langsung terhenti seketika. Langkah kaki yang berat dan cepat terdengar mendekat ke arah pintu yang terbuka.

​Kayna membelalakkan mata dengan panik. Ia ingin berlari, namun kakinya seolah terpaku pada lantai marmer yang dingin. Di bawah temaram lampu koridor, pintu ruang kerja itu terbuka lebar, menampilkan sosok Damara yang berdiri dengan tatapan mata abu-abu yang kini sepenuhnya gelap, tanpa ada lagi kehangatan palsu di sana.

​"Kayna..." desis Mara, menatap gadis itu dengan seringai yang membuat seluruh tubuh Kayna meremang ketakutan. "Apa yang sedang kamu lakukan di sini, sayang?"

...●Bersambung●...

1
Putri💅🏻💅🏻
bagus banget
AzhuraAstra
Lanjut seng!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!