Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Samudra Terkejut
Apartemen Samudra di Glasgow
Samudra melihat Queen sibuk di dapur untuk memasak. Meskipun dia kesal dengan istrinya, tapi harum masakan khas Indonesia, membuat perutnya berbunyi juga.
"Kamu mau makan malam sekarang? Kebetulan smoor daging sudah matang lalu ada tumis buncis dengan bawang putih. Oh, aku juga nemu kerupuk udang mentah di toko Asia. Sudah aku goreng juga," senyum Queen saat mendengar suara perutnya.
"Kamu makan saja sendiri!" balas Samudra.
Queen menghela napas panjang. "Kamu belum makan malam."
"Paling masakan kamu tidak enak!" ejek Samudra.
Queen hanya menghela napas panjang. "Ya sudah kalau kamu tidak mau makan. Lapar juga kamu yang rugi. Aku tahu kamu marah sama aku tapi aku pastikan, aku tidak akan menyerah begitu saja!"
Samudra menganga. Dia mengira Queen akan menangis karena dia tidak mau makan masakannya dan pasti akan ada drama. Tapi istrinya bodo amat! Tidak ada rengekan ala novel picisan atau sinetron. Tidak!
Queen duduk manis di kursi makan lalu menyendok mashed potatoes dan daging smoornya serta tumis buncis. Wanita itu seperti ogah menguras energi berdebat dengan Samudra.
Suara piring dan garpu beradu dengan gigitan kriuk kerupuk udang, membuat Samudra yang memilih untuk duduk di sofa, merasa kelaparan juga. Queen pun selesai makan dan mencuci piring bekas dia makan.
Samudra pura-pura sedang menyelesaikan tugas kuliahnya karena esok dia hendak maju ke dosen untuk bimbingan tugasnya. Queen melirik ke arah suaminya.
"Aku tidur dulu Mas. Selamat malam," pamit Queen.
"Iya," jawab Samudra pendek.
Samudra menunggu sampai Queen masuk ke dalam kamarnya dan mendengar suara kunci diputar. Setelah dirasa aman, Samudra pun berdiri dan berjalan ke arah meja makan. Dilihatnya masih ada semangkuk smoor daging, sepiring mashed potatoes dan sepiring tumis buncis yang sudah disisihkan separuh.
Dia melihat yang disisihkan itu tidak ada bekas diambil seperti memang disiapkan separuh untuknya. Samudra mengambil piring dan mulai makan. Entah karena dia lapar atau masakan Queen memang enak, semua habis tidak tersisa.
"Ternyata masakannya enak," gumamnya. Samudra pun berdiri dan mencuci semua peralatan makan kotor karena dia suka semua bersih.
Tak lama pintu kamar Queen terbuka, dan Samudra nyaris menjatuhkan gelasnya akibat terkejut. Queen melihat ke arah meja makan yang sudah bersih.
"Mas Sam masih lapar?" tanya Queen dengan wajah polos.
"Nggak ...."
Queen berjalan ke arah dapur dan mengisi gelas dengan air putih. "Kalau masih lapar, aku masakin."
"Nggak usah!" sergah Samudra.
Queen hanya mengangguk. "Oh ya sudah." Wanita itu pun berbalik dan kembali ke kamarnya.
Samudra berdiri di tengah-tengah dapur sambil memandang punggung Queen.
***
"Kamu yakin Queen?" tanya dokter Harry Gregg, seniornya di onkologi. "Daddymu harus tahu. Mommy kamu harus tahu kondisi kamu."
"Selama aku masih memakai metode obat dulu, tidak apa-apa Dok," jawab Queen.
"Memang masih stadium satu, Queen. Tapi kalau aku boleh sarankan, kamu lebih baik melakukan prosedur Breast-Conserving Surgery (BCS). Kamu kan dokter onkologi. Seharusnya lebih tahu, Queen," ucap dokter Harry Gregg.
"Dokter Gregg, aku ada di Glasgow jadi tolong lakukan dengan sangat rahasia ya? Aku tidak mau suamiku tahu kondisi aku. Bukan apa-apa, aku hanya ingin bahagia sejenak selama enam bulan."
"Queen ... Tolong! Sebagai senior dan dosen yang sangat tahu bagaimana kamu, jangan seperti ini! Biarkan keluarga kamu tahu ... Bagaimana dengan Qiarra?" Dokter Harry Gregg tahu Qiarra sangat sayang pada Queen.
"Qia tahu ... jadi dia memilih pergi dari Inggris agar aku lebih tenang. Anda tahu kan kalau Qia disini, suamiku akan lebih cari tahu soal Qia."
Dokter Harry Gregg menatap wajah Queen dari layar laptopnya. "Suamimu suka sama Qiarra?"
"Iya tapi Qiarra tidak suka dia. Katanya bukan tipenya. Aku yang jatuh cinta pada suamiku," jawab Queen.
"Jadi Qiarra memilih pergi demi kamu?" tanya dokter Harry Gregg tidak percaya.
"Karena Qia tahu, dia tidak bisa menikah dengan Mas Sam!" jawab Queen.
Dokter Harry Gregg memejamkan matanya. "Bagaimana dengan kamu? Orang sakit kanker itu tidak boleh stress, Queen."
"Aku tidak stress dokter Gregg."
Dokter Harry Gregg hanya menggeleng. "Besok, kamu harus ke rumah sakit Queen. Aku akan buatkan janji untukmu!"
***
Keesokan paginya, Samudra sudah bersiap hendak ke kampus dan melihat Queen juga sudah rapi. Alisnya bertaut melihat istrinya juga membawa snelli di dalam tas ranselnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Samudra bingung.
"Ke Glasgow University Hospital. Salah satu senior aku di kedokteran, meminta aku bekerjasama dengannya sebagai asisten," jawab Queen.
"Bagaimana dia tahu kamu di Glasgow?" Samudra menatap tajam ke arah Queen. "Apakah kamu sudah mempersiapkan ini?"
"Dalam waktu dua hari setelah menikah? Tidak seperti itu, Mas!" senyum Queen. "Justru karena dia dengar dari Daddy makanya dia menghubungi aku."
"Siapa namanya?"
"Dokter Harry Gregg. Dia tahu aku baru di Glasgow jadi menawarkan pekerjaan ke aku," jawab Queen.
Samudra masih tidak habis pikir bagaimana secepat itu Queen mendapatkan pekerjaan di Glasgow.
"Apakah tetap atau kontrak?" tanyanya.
"Belum tahu. Karena aku baru menemuinya hari ini." Queen menuju ke dapur dan mulai membuat sandwich untuk bekalnya. "Kamu mau sekalian aku buatkan bekal?"
Samudra menggelengkan kepalanya. "Tidak usah! Aku bisa makan di kampus!"
"Baiklah." Queen membuat sandwich dengan potongan alpukat, salmon, mayonaise dan potongan tomat serta daun selada. Tidak lupa dia mengisi Tumbler nya dengan air putih.
Samudra melihat dua hari ini, Queen lebih banyak minum air putih dibandingkan kopi atau teh. Apa dia sedang menerapkan pola hidup sehat?
Dia juga teringat selama pergi di London, Queen selalu membawa Tumbler kemana-mana. Queen memang minum teh tapi tidak pernah soda maupun kopi.
Suara bel apartemen Samudra berbunyi dan pria itu membukanya. Tampak Ron Walcott berdiri di depan pintu.
"Apa Ron?" tanya Samudra judes.
"Oh, aku mau ajak pergi Queen ke rumah sakit. Siapa tahu bisa bekerja di sana," jawab Ron santai.
"Terlambat! Dia sudah mendapatkan posisi di Glasgow University Hospital. Salah satu seniornya sudah menghubungi dirinya," jawab Samudra judes.
Ron menatap Queen yang ada di belakang Samudra. "Siapa?"
"Dokter Harry Gregg," jawab Queen. "Dia senior dan juga mentor aku di kampus dulu."
"Wah! Kamu diajak kerjasama oleh Professor Gregg?" seru Ron semangat.
"Kamu kenal? Tunggu ... Professor?" Queen menatap bingung.
"Iya. Dia baru saja mendapatkan gelar itu. Jadi, bagaimana jika aku antar kamu kesana? Jupiter berbeda jalannya." Ron menoleh ke arah Samudra. "Aku ada pertemuan di rumah sakit yang sama."
Samudra hanya mengedikkan bahunya. "Sana! Aku malas memutar!" Pria itu pun pergi meninggalkan Queen dan Ron.
Ron hanya menggeleng. "Ada apa dengan dia?"
"Tidak apa-apa. Sungguh aku tidak tahu kamu mau ke rumah sakit?" senyum Queen sambil menutup pintu apartemen.
"Aku malah tidak tahu kamu kenal dengan Professor Gregg," kekeh Ron. "Ayo, berangkat!"
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?