"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."
"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."
Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan.
Bintang terdiam, jawaban yang sudah dia tebak dari sebelum dia menanyakannya sekarang dia meyakini semuanya, tapi pertanyaan lain masih bersarang di pikiran Bintang.
“Kuasa apa yang Rain punya sampai dia lolos dari jeratan hukum?” Sekarang giliran Andra yang diam, dia kaget dengan pertanyaan Bintang, dan untuk sekarang mungkin dia harus berbohong.
“Bukan kuasa yang membuat dia lolos tapi kecerdikannya yang membuat dia lolos, sebulan sebelum kejadian itu terjadi dia sudah mengumpulkan banyak bukti tentang kejahatan Leon bahkan pembakaran kantor itu juga sudah diketahui sama polisi dari sebelum kejadian.”
“Kenapa polisi diam dan membiarkan?”
“Banyaknya bukti yang Rain berikan membuat polisi tak bisa mencegah dan di dalam kantor juga dijadikan tempat untuk melakukan perjudian, itu sedikit alasan polisi diam.” Ini alasan jujur yang memang juga terjadi tapi dibalik semua itu ada sosok yang sangat kuat yang bisa membungkam polisi dan melindungi Rain, cuma Andra yang tak bisa membocorkan semua itu.
Bintang kembali diam, dia tak menyangka kalau istrinya sudah menyiapkan semuanya secara matang hanya untuk membela suami yang tidak pernah menganggapnya ada.
Satu bulan, waktu dimana Bintang menghukum Rain hanya karena dia yang sedang bingung dengan masalahnya dengan Leon tapi mengkambing hitamkan Rain untuk melampiaskan amarahnya yang tak bisa dia lampiaskan pada Leon dan hanya bisa dia lampiaskan pada Rain dengan cara mengurung Rain di gudang.
“Ini juga alasan kenapa dulu gue ngotot agar lo tak memarahi Rain karena gue tahu alasan Rain menghilang yang bahkan lo sebagai suaminya tak tahu.”
“Kenapa lo gak bilang?”
“Rain tak mengizinkan gue bilang sama lo, karena bagi dia, lo pasti gak akan percaya dengan semua yang sudah dia lakukan jadi dia meminta gue untuk diam dan merahasiakan semuanya dari lo.”
Bintang sadar, andai dulu Andra menjelaskan sekalipun pasti dia tak akan percaya karena bagi Bintang dulu Rain bukan orang yang berjasa untuknya.
“Jujur sama gue, kenapa lo menanyakan hal ini setelah berlalu dua tahun?”
Bintang menceritakan kejadian tadi di tempat les kasih bunda dan Andra pun ikut kaget, kenapa cara mereka menyelesaikan masalah bisa sama, apa benar mereka orang yang berbeda?
“Lo sudah minta Hexa menyelidiki Black belum?”
Bintang baru teringat bahwa adiknya itu punya janji untuk menyelidiki Black, Bintang berdiri dan pamit pergi lalu berlari keluar tanpa menunggu jawaban Andra, tujuannya sekarang adalah kantor detective, tempat dimana Hexa berada.
Sangat berat bagi Bintang untuk menerima jika Black itu bukan Rain, dia tetap merasa jika mereka berdua orang yang sama.
Jarak yang tidak terlalu jauh membuat Bintang bisa dengan sangat cepat sudah sampai di kantor Hexa, dia berjalan masuk menuju ruangan adiknya yang sekarang sedang berkutik dengan banyak sekali berkas.
“Kenapa kak? Kok datang gak ngabarin?”
Bintang berjalan maju, duduk di depan Hexa yang masih bingung dan diam untuk beberapa saat membuat Hexa semakin bingung.
“Lo kenapa sih kak?”
“Gimana hasil lo menyelidiki Black, sudah seminggu gue menunggu?”
“Lo pikun apa gimana sih? Gue waktu itu sudah sempet kasih tahu lo kalau data tentang Black seakan ada yang menutupi, gue tidak bisa membobol apapun tentang dia.”
“Jujur sama gue!”
“Gue sudah jujur tapi kemarin gue sempet dapet sedikit info tapi ini gak ada hubungannya sama Rain sih cuma ini fakta tentang Black doang.”
Bintang membenarkan duduknya dengan muka antusias. “gak apa-apa, apa fakta yang lo dapat?”
“Black lagi hamil lima bulan, waktu dia dirawat gue gak sengaja denger dokter dan suster pada bicarain tentang itu.”
“Jadi perut buncit yang tadi gue lihat dan dia yang mencoba menutupi dari gue itu semua benar, dia hamil? Tunggu sebentar, kalau hamil lima bulan rasanya perutnya gak sebesar itu, ini buncitnya udah kaya hamil sembilan bulan.”
“Itu karena Black hamil kembar jadi perutnya lebih besar dari waktu dia hamil.”
“Oh pantes, kalau gue deketin dia bisa saja terjadi masalah dong, secara dia sudah punya suami.”
“Lebih baik lo sedikit menjauh dari Black, meski gue belum bisa mendapatkan siapa suami Black setidaknya jangan memancing api kalau lo gak mau terbakar.”
“Iya gue tahu, tapi gue rasanya seneng kalau deket sama dia, entah kenapa gue juga seneng denger dia lagi hamil meskipun itu alasan gue harus menjauh.”
“Aneh lo.”
Bintang berdiri dan pergi dengan senyum yang mengembang meskipun jawaban dari Hexa tak menjawab apakah Black itu Rain atau bukan.
“Maaf kak, gue belum ikhlas lo tahu kenyataannya, gue mau lihat lo benar-benae berubah dulu baru gue akan kasih tahu semuanya.” Hexa sebenarnya sudah tahu mengenai Black adalah Rain karena dia juga sempat mendengar saat Rain di rumah sakit tapi dia tak ingin kakaknya tahu, ada sedikit kebencian yang masih tersimpan dihati Hexa.
Keesokan harinya, berita heboh benar-benar tersiar, bangkrutnya lima pengusaha terkenal, hukuman yang mereka berlima berikan untuk anak mereka, pemecatan dan hancurnya karir dari dua guru yang mengajar di kasih bunda bahkan terbakarnya tempat les kasih bunda, semua menjadi berita heboh di pagi minggu itu, tanpa ada yang menyebutkan siapa pelakunya.
Berita itu juga membuat keluarga Bintang yang sedang berkumpul sedikit kaget, dia tak menyangka dibalik kebaikan seseorang ada kejahatan yang sangat besar yang mereka lakukan dan kejahatan itu juga yang sudah menyeret mereka kedalam jurang yang sangat dalam.
Bintang yang sudah mengetahui semuanya juga ikut kaget, dia kaget karena Black yang menepati semua ucapannya, demi Naren, anak yang baru saja Black kenal dia rela melakukan semuanya,tapi dari mana dia bisa mendapatkan bukti tentang lima pengusaha itu? Bukti yang sangat berat sampai bisa membuat mereka masuk penjara dengan kemungkinan seumur hidup.
“Xa, lo tahu gak bukti apa yang kiranya orang itu berikan ke polisi sampai polisi langsung menangkap mereka padahal mereka punya kuasa cukup tinggi.”
“Gue juga gak tahu kak, gue belum denger kabarnya, gue juga heran, padahal biasanya meskipun gue sudah kasih bukti kejahatan mereka tetap gak bisa menjebloskan mereka ke penjara.”
“Papa lebih penasaran siapa yang melakukan semua ini, papa jadi teringat kejadian Leon dulu yang sama persis hanya sekarang korbannya lebih banyak.”
Bintang diam, dia tahu siapa pelakunya dia juga dulu korban dari Leon hanya pelaku dulu dan sekarang berbeda.
“Ada kalanya tidak semua bisa kita akses dan tidak bisa kita ketahui karena ada beberapa hal yang lebih baik kita tidak tahu dan ada beberapa hal yang sudah kita salah pahami ternyata menjadi penyesalan untuk kita juga.” Setelah mengucapkan itu Bintang pergi ke kamar dan keluarganya menatap bingung dengan ucapan Bintang yang terdengar aneh.
“Penyesalan apa lagi yang lo ketahui?” Tanya Hexa sambil menatap punggung Bintang yang sudah menghilang terhalang pintu kamar.
BERSAMBUNG.