Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
열세 번째 장
"Untuk mengirim kalian Ke perbatasan.... aku baik hati bukan? aku tidak langsung membunuh kalian, aku mengirim kalian untuk menjadi pemuas para prajurit... seperti kalian diam dan setuju dengan keputus asaan para pelayan, yang di lecehkan orang suami putra dan ayah kalian" teriak Chyen Ming. dia muak untuk berbicara lembut dengan para wanita yang begitu tega membiarkan wanita lain tersiksa dan menderita.
"Apa hak anda menghukum kami?" tanya gugup Ratu You. Chyen Ming tertawa kencang, dia pun memiringkan kepalanya.
"Kau tidak ingin aku menghukum kalian? bagaimana kalau aku memberitahu beberapa kerajaan dan juga tiga kekaisaran? tentang kematian para pangeran atau putra mahkota mereka yang ingin membantu desa Ciun, aku tidak tahu bagaimana cara mereka menghukum mu nanti nya Ratu You... bisa kita sebut Putri dari bangsawan Ci, seorang ketua para bandit di hutan desa Ciun" ucap Chyen Ming. mata ratu You melotot, dia terkejut dengan ucapan putra mahkota kekaisaran Ming itu. apa lagi statusnya di sebut secara detail, sama saja ini dengan bunuh diri.
"Le lepaskan aku... aku akan memberikan putri ku untuk anda jadikan Permaisuri nantinya" ucap Ratu You. Chyen Ming mendelik geli saat mendengar percaya diri wanita paruh baya di depan nya itu, di tambah putri pertama dan kedua ratu You tersenyum malu-malu Bagong. Chyen Ming mendengus, dia mana mau menjadi dua dakocan itu Permaisuri nya.
"Cih... terlalu mimpi hidup anda ratu You, kau pikir aku setidak laku itu? jadi memungut sampah masyarakat kerajaan You ini? cih.... menjijikan" ucap Chyen Ming. Chyen Ming pun langsung memanggil Pengawal Dong, pengawal bayangan milik ayahnya.
"Kirim para wanita ini ke perbatasan" ucap datar Chyen Ming. pengawal Dong pun mengangguk, para wanita yang di ikat tiba-tiba pun memberontak. Mereka tidak ingin di kirim ke perbatasan, mereka tidak ingin hidup menjadi pelac*r para prajurit yang haus karena belaian.
"Lepaskan aku brengsek.... kau tidak akan sanggup membayar kemarahan orang-orang Ayahku" teriak Ratu You. Chyen Ming menatap datar, dia pun mengeluarkan beberapa hewan kecil yang di siapkan Mei Hui Ming di dalam cincin ruang lain nya.
Setelah selesai membersihkan mayat-mayat yang dimakan hewan kecil itu, Chyen Ming langsung berjalan menuju kediaman Raja You. dia menelusuri setiap ruangan yang ditempati oleh raja You, Chyen Ming melihat sekeliling ruangan itu. dia melihat tumpukan laporan keuangan dan pajak milik kerajaan You, Chyen Ming mendekati meja tersebut dan membaca setiap kata dan angka yang tertulis rapih di kulit hewan.
"Dia menaikkan pajak sesuka hati nya? dia pikir para rakyat itu ladang uang... para pemimpin biadab...... Mereka semakin menyekik leher para rakyat, pantas para orang tua membiarkan para putri nya berkerja di istana? ternyata mereka mengancam para rakyat... sial, tau gitu aku cing Cang tubuhnya dengan tangan ku sendiri" gumam Chyen Ming. dia pun menyimpan semua nya, Chyen Ming mencari gudang penyimpanan harta milik Raja You. dia akan minta Chin Ming, membagikan kepada Rakyat yang tersiksa.
Chin Ming yang berada di gendongan pengawal Li pun terlihat linglung, dia melihat sekitar. pengawal Li yang mendapatkan surat dari putra mahkota pun langsung menggendong Chin Ming yang sedang tertidur karena kelelahan berlatih, pengawal Li menurunkan Chin Ming yang menatap sekitar.
"Dimana ini?" tanya Chin Ming yang melihat sekitar. Pengawal Li menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Chin Ming menatap tajam pengawal pribadi nya.
"Kau bawa aku kemana?" tanya kesal Chin Ming.
"Hehehe... Kerajaan You pangeran kedua" jawab pengawal Li yang mendapatkan tatapan tajam.
"Apa.... kau Gila Li? aku sedang tidur dan kau menculik aku kesini? tunggu... apa kau mengajak ku kawin lari? tidak-tidak Li... aku masih suka wanita" teriak Chin Ming. Pengawal Li yang di tuduh seperti itu pun menatap males tuanya itu,
"Pangeran... hamba juga masih suka wanita.... hamba mendapatkan surat dari Putra mahkota, beliau meminta anda secepatnya datang kesini. karena anda sedang tidur, jadi hamba gendong saja... lagi nya pangeran sore-sore malah tidur" ucap kesal pengawal Li. mata Chin Ming melotot, demi nenek gayung rambut pink pun Chin Ming benar-benar kesal pada pengawal pribadi nya itu.
"Kau sudah datang? Tidak perlu banyak bertanya Chin... Gege yang meminta Li membawa mu kesini kalau kau sedang tidur, ternyata benar kau tidur?" ucap Chyen Ming yang dari tadi menyaksikan drama adik Pertama nya itu, Chin Ming langsung berbalik menatap tajam kearah Gegenya itu.
"Tidak di gendong juga Gege... hancur harga diriku kalau ada yang lihat" ucap kesal Chin Ming.
"Tunggu... kenapa Gege berada di kerajaan You? bukan nya Gege akan pergi ke desa Ciun?" tanya Chin Ming penuh selidik. Chyen Ming memutar mata malasnya, dia pun meninggalkan Chin Ming yang masih berdiri kokoh di depan ruang kerja Raja You.
"Masuk cepat... apa kau ingin Li yang menggendong mu lagi?" teriak Chyen Ming. Chin Ming tersentak mendengar teriakkan kencang Gegenya, dia pun menatap pengawal Li yang tersenyum manis. Chin Ming yang melihat itu pun merinding disko.
"Pangeran ingin hamba gendong lagi?" tanya pengawal Li dengan nada manis. bulu kuduk Chin Ming pun berdiri seketika,
"Tidak..... menjauh kau dari hadapan ku Li" teriak Chin Ming sambil berlari kencang masuk kedalam, pengawal Li yang melihat itu pun terkekeh.
"Apa salahku? aku kan hanya mengikuti ucapan putra mahkota?
BERSAMBUNG......
dan tu tasyih phote untut mu 😁