NovelToon NovelToon
Lara Di Tapal Batas

Lara Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:58.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mengulik kisah seorang pria bernama Rafael yang menerima kesepakatan menjadi bapak rumah tangga dan membiarkan istrinya berkarier di luar rumah.

Seiring bertambah usia pernikahan, kesepakatan mereka perlahan mulai mengusik ego dan jadi dilema bagi Rafael sebagai laki-laki.

》Apakah Rafael bisa bertahan menjalani aktivitasnya sebagai bapak rumah tangga dan melihat kesuksesan karier istrinya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Lara Di Tapal Batas"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.

...~•Happy Reading•~...

Ketika mendengar Laras mengatakan My ex, Rafael jadi waspada. Dia mengerti yang dimaksudkan Laras adalah mantan pacarnya.

Apa lagi melihat pandangan Jarem lurus ke arah Laras, sambil sesekali melirik kepadanya. "Kenapa terintimidasi olehnya? Tenang..." Rafael masih berbisik, seakan tidak melihat Jarem yang terus melangkah mendekati mereka.

Laras kaget mendengar suara Rafael yang sangat tegas. "Apa gunanya kau meminta bantuan saya, kalau kau sendiri tidak bisa lepas darinya? Tunjukan kau putri Pak Yafeth dan Bu Ester." Rafael menyebut nama Papa dan Mama Laras, agar dia bisa terbebas dari tekanan Jarem.

Sontak Laras merenggangkan pegangan pada lengan Rafael. Dia mengerti maksud Rafael, agar tidak tertekan menghadapi Jarem. Dia menghembuskan nafas perlahan, menegakan punggung dan menurunkan bahu untuk hadapi Jarem, karena ada Rafael bersamanya.

"Kau bilang aku mengkhianatimu, lalu kau sendiri apa? Belum juga tiga minggu sudah bawa gandengan." Jarem berusaha menyalahkan Laras atas kandasnya hubungan mereka, sebab dia mengira Laras berpacaran dengan Rafael.

Rafael tersenyum dalam hati melihat wajah Jarem memerah menahan emosi. Dia jadi ingat yang dikatakan Pak Yafeth, tentang hubungan Laras dan Jarem yang pasang surut. Selama ini mungkin dia mudah balik lagi berpacaran dengan Laras yang menerima berbagai alasan dan rayuannya.

"Siapa?" Rafael kembali menanyakan hal yang sama kepada Laras, seakan belum tahu siapa pria di depan mereka.

"Orang tak penting." Laras jadi menjawab berani dan sinis.

"Tak penting? Tapi mau bersamaku bertahun-tahun?" Jarem jadi emosi dan geram mendengar jawaban sinis Laras yang sudah tidak menganggapnya. Dia juga mau menjatuhkan Laras di depan Rafael.

"Tahun-tahun itu yang kuselali saat ini. Minggirrr...." Ucap Laras yang mulai menemukan jati dirinya, lalu menghalau Jarem dari depan mereka.

Tetapi Jarem tidak beranjak, sebab penasaran pada pria yang datang bersama Laras. "Kapan kau mengenal dia?" Jarem bertanya kepada Rafael yang hanya diam mendengar mereka.

"Kenapa?" Tanya Rafael singkat. Dia mulai mengerti, mengapa Pak Yafeth keberatan dia pergi bersama Laras.

"Saya ingin tahu..." Jarem ingin membalas Laras yang menuduhnya berselingkuh. Jadi dia ingin tahu sejak kapan Laras pacaran dengan Rafael untuk membalasnya.

"Kalau saya bilang kenal Laras sejak lahir, anda percaya? Simpan rasa penasaranmu." Rafael sengaja mengganggu konsentrasi Jarem yang bersikap seperti bocah. Oleh sebab itu, dia ingin menggantung rasa penasarannya.

Rafael jadi tidak menyukai sikap Jarem yang tidak profesional. Dia curiga, Jarem sengaja mau memancing emosi Laras untuk merusak reputasinya di depan para karyawan dan petinggi perusahaan.

Jarem menatap Rafael yang tidak terprovokasi oleh kehadirannya setelah mengetahui dia mantan pacar Laras. "Anda kira saya bodo, hingga bisa dipermainkan dengan jawaban konyol itu?" Jarem jadi emosi mendengar perkataan Rafael, namun mulai berhati-hati.

"Saya tidak bilang anda bodo." Rafael memajukan badannya ke arah Jarem.

"Tapi sepertinya anda tidak mengerti situasi. Laras bilang, anda tidak penting lagi baginya. Tapi mengapa anda ingin tahu tentang orang di sekitarnya?"

"Anda tidak perlu menanyakan hubungan saya dengan Laras untuk memvalidasi hubungan kalian yang sudah tidak berarti." Ucap Rafael lagi sambil menatap tajam Jarem.

Jarem makin emosi. Wajahnya memerah dan tangan mengepal. "Mas, aku cari ke mana-mana ternyata di sini." Tiba-tiba seorang wanita mendekati Jarem. Dia menatap tidak suka kepada Laras, tapi terkejut melihat Laras menggandeng seorang pria seperti pengusaha muda dan tampan.

Rafael hampir tertawa melihat Jarem jadi kikuk dan berusaha kendalikan emosi. Rafael menepuk tangan Laras di lengannya, agar tenang hadapi wanita yang baru datang.

"Tolly, aku men cari mu." Jarem menjawab terbata, karena kaget.

Tolly melihat Jarem yang berusaha menghindari tatapannya. Dia mau bertanya, sebab apa yang dikatakan Jarem tidak sesuai. Dia pamit ke toilet, tapi Jarem mencarinya ke pintu masuk lobby.

Tolly mengalihkan emosi dan rasa kesalnya kepada Laras yang menunjukan sikap dominan dan bisa mengalahkan dia. "Kau belum move on dan mau mengganggu Mas Jarem?" Tanyanya sambil melihat Laras dengan wajah galak untuk mengalihkan rasa hatinya yang mulai menciut.

Rafael merasakan kegeraman Laras di lengannya. Sehingga dia menepuk lagi jari Laras, agar tidak melawan Tolly. "Ganti Softlens anda supaya bisa melihat lebih jelas." Ucap Rafael, karena warna matanya coklat sangat pucat.

"Kalau kornea matamu sakit melihat orang itu mendekati mantannya, segera obatin. Kau tidak lihat posisi kami yang baru masuk dan disambut orang tak penting ini?"

"Siapa kau?" Tolly terbelalak mendengar perkataan Rafael dan melihat Jarem yang memegang tengkuknya.

"Yang pasti, saya bukan siapamu." Jawab Rafael tegas. "Mari kita masuk. Biarkan orang yang tidak bisa melihat orang lain senang ini berkolaborasi." Rafael mengajak Laras melangkah meninggalkan Jarem dan Tolly yang saling pandang sambil mengirimkan sinyal pertengkaran.

'Pantas Laras minta didampingi.' Rafael membatin. Dia bisa bayangkan tindakan Laras yang emosian terhadap mereka.

"Mba Laras, sudah datang rupanya. Ayo Mba, dicari boss." Tiba-tiba seorang anggota team mendekat dengan wajah ceria melihat Laras sudah datang.

"Ok. Sebentar, ya." Laras mengangkat tangan ke arah anggotanya. "Ikat kakinya, supaya gak lari ke mantan." Bisik Laras ke telinga Tolly, hingga membuat wajahnya memerah.

Rafael hanya bisa tersenyum. "Lepaskan tanganmu supaya bisa bersalaman." Rafael mengingatkan Laras, sebab melihat para karyawan mulai bersalaman.

Setelah Laras melepaskan tangannya, Rafael mundur menjauh sambil mengawasi dari jauh. Dia tidak mau jadi pusat pertanyaan para karyawan atau pejabat perusahaan yang mengajak bicara Laras.

"Ditinggal sendiri, gimana rasanya?" Tiba-tiba Jarem mendekatinya setelah mengambil minuman.

"Tidak sendiri. Ada anda." Jawab Rafael santai, lalu mengambil gelas soft drink.

"Jangan sok keren. Saya tahu maksudmu mendekati Laras."

"Oh, anda tahu maksud saya?"

"Anda mau merekrut dia kan? Tidak usah berpura-pura menjadi pacarnya."

"Oh, jadi selama ini anda berpacaran dengannya, karna kemampuan isi kepalanya?"

"Kau tidak usah munafik." Jarem membentak, karena mengira Rafael dari perusahaan kompetitor yang mengincar Laras.

"Mungkin anda yang munafik. Silahkan pergi dari sini, sebelum membuka topeng anda." Rafael mengusir sambil merapatkan gerahamnya, karena jadi tahu, Jarem memanfaatkan Laras.

'Pantes Pak Yafeth khawatir dengan hubungan mereka. Huuuu... Cinta bisa digunakan sebagai alat untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya.' Rafael membatin.

"Anda belum mau pergi? Saya mau menyaksikan kesuksesan Laras mengalahkanmu." Ucap Rafael tenang, lalu melihat ke arah Laras dan anggota teamnya menerima ucapan selamat dan bonus.

"Mas, bikin apa di situ? Dicari boss." Tolly mendekati mereka. "Aku ambil minuman." Jawab Jarem cepat, tapi tidak bisa menutupi tingkahnya seperti orang kepergok mengintip.

"Saya akan terus mengawasimu." Bisik Jarem yang kesal kepada Rafael. Namun Rafael bersikap seakan tidak mendengar.

Mengetahui mereka belum juga beranjak, Rafael jadi tergelitik mengganngu Jarem yang masih menatapnya. "Anda jatuh cinta pada saya?" Ucap Rafael dengan wajah serius, tapi tertawa dalam hati melihat mata mereka terbelalak.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Rafael sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangga yang pondasi nya tidak kuat padahal sebelumnya sudah dijelaskan Rafael apa konsekuensi nya nanti, ternyata Laras hanya ingin mendapatkan sanjungan biar dikatakan hebat padahal asli nya bertolak belakang, kasihan anak yg tak berdosa itu sekarang terpisah dengan Papa nya yg menyayangi nya sepenuh hati
Aku kamu tak terpisahkan
Laras kenapa main logika padahal kamu pasti perkataannya menyakiti mama kamu
Risa Istri Yayang
Wah Juano mau makan saat di tawari Rafael tapi ayahnya Laras malah menyuruh membawa makanan ke rumah dan langsung pulang ke rumah
Risa Istri Yayang
Rafael senang ya melihat perkembangan darah dagingnya ngga seperti Laras yang sibuk bekerja
Risa Istri Yayang
Rafa kamu luar biasa menjadi ayah yang merawat anakmu ngga seperti Laras yang ngga merawat anak sama sekali
Risa Istri Yayang
Laras papanya kamu marah ke kamu karena kamu keterlaluan ngga menuruti perintah papamu padahal dia menyuruh baik supaya kamu ngga sakit lagi
Risa Istri Yayang
Laras kalau kamu mau meminta maaf ke mamamu pasti rasa sakit yang kamu alami sembuh
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Rafael kenapa Laras semakin semena mena dan semaunya sendiri
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Laras kenapa ngga memikirkan anak sendiri malah sibuk kerja deh
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Rafael memang ayah yang baik dan bertanggung jawab mengurus darah dagingnya
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
kasihan aileen. aku pingin jorokin laras ke empang. mungkin dia sadar kalau ubun2nya disedot cacing tanah.. pasti aileen merasakan hati papanya 🙈🙈🙈
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Ayahnya Laras nasehatnya ngga di dengarkan oleh Laras keterlaluan Laras pengen banget menyeburkan Laras ke laut
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Laras kamu ngga mau mendengarkan omongan papamu padahal dia menasehati supaya kamu ngga sakit lagi
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭђi̽єʀᴀ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Pasti Aileen nangis terus nyari apaaa nya dan anak kecil biasanya lebih peka karena ikatan batin juga kalo orangtuanya sedang tidak baik2 saja, takutnya nanti dia sakit karena biasa ada Rafa disisinya. Kalo bisa larang juga tuch Laras ambil anaknya biar diurus aja sama orangtua Laras sampai Rafa kembali
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
kasian Aileen nyariin Rafael terus dia dan ibu Esther sama Pak Yafeth sungguh merasakan kesedihan mereka bisa tahu kalo anaknya sendiri pasti berkata kata yang tidak baik ke Rafael makanya Rafael pergi dan menitipkan Aileen kerumah mertuanya 🤔kira kira Laras nanti apa akan bicara jujur sama kedua orang tuanya tentang permintaan dia yg minta cerai 🤔
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭђi̽єʀᴀ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
huaaaa ceritanya bawang banget sich /Sob//Sob//Sob/ Rafa pasti sedih banget harus berpisah sama anaknya, semangattt Rafa hinaan jadikan motivasi semoga segera mendapatkan pekerjaan tetap agar bisa mengambil hak asuh anakmu. Laras aku tunggu amukan dari keluargamu😤😡
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Pas aja, Rafa hrs 'pergi' dulu utk bangun karir ny yg tertunda saat mmilih mnikah dg Laras, biar Laras sadar juga 👍👍👍
Risa Yayang Cinta Sejati
Laras bukan cuma egois tapi ngga menghargai pengorbanan Rafael yang selalu mengurus anak
Risa Yayang Cinta Sejati
Rafael kasihan banget merawat anaknya tanpa bantuan Laras tapi Rafael ngga pernah mengeluh sama sekali
Risa Yayang Cinta Sejati
Laras sibuk banget dengan pekerjaannya sampai ngga menyayangi anaknya sendiri ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!