Nathan Dwi herlangga atau yang biasa dipanggil Nathan adalah anak dari sepasang suami istri Ibu Dewi dan Pak Rama yang tinggal di gubuk sederhana.Semenjak Nathan lahir tidak ada tanda-tanda menunjukan kalau dirinya punya mata batin.Namun seiring berjalan nya waktu Mata batin Nathan terbuka saat ia menginjak usia 7 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kematian Pak Rama dan Sari.
Malam itu Nathan tidak dapat tidur,memikirkan perkataan teman Arwah nya tadi siang.Rasa takut menghantui hati dan pikirannya.Ia ingin mengutarakan kecemasan pada ibunya namun ia khawatir kalau ibunya akan drop..
****
Kini pak Rama dan Sari hanya bisa meratapi nasibnya.Keduanya tinggal di gubuk kosong di tengah hutan karena sudah di usir oleh warga kampung.Penyakit yang di deritanya semakin hari semakin parah,hingga tubuhnya di penuhi dengan belatung menggerogoti luka-luka nya.Badan nya semakin kurus kering.Satu orang pun tidak ada yang peduli sama sekali.
Sari dan Rama sudah tidak kuat lagi.Nafas nya sudah diujung tenggorokan, beberapa hari menahan haus dan lapar.Malam itu pak Rama dan Sari meninggal secara bersamaan.
.
Ibu Dewi juga seperti punya firasat yang buruk.Ia tak dapat tidur dengan nyenyak.Suara burung gagak sesekali berbunyi di atap genteng nya.Seperti memberi pertanda orang terdekat nya telah tiada.
"ah mungkin cuman perasaan ku saja"gumamnya lirih.
Keesokan harinya.....
Seseorang ingin menebang pohon dihutan.Lalu melewati sebuah gubuk kosong yang berbau menyengat.
"bau apa ini,busuk sekali"ucapnya.
Bapak tua itu penasaran menghampiri gubuk itu sambil mual-mual karena memang busuk sekali baunya.Dibukalah pintu gubuk itu.
"astagfirullah mayat"teriak nya.
Bapak tua itu hanya seorang diri,mana mungkin ia sanggup membawa dua jenazah sendirian ke desa.Bapak tua itu berlari terbirit-birit ke desa.
"Tolong,ada dua mayat digubuk tengah hutan"Teriak bapak tua itu.
Lalu orang-orang langsung berdatangan mengerumuni bapak tua itu.Salah satunya Dewi.
"mayat siapa pak ?Dimana "Tanya Dewi cemas.
"Di gubuk di tengah hutan sana,Ayo kita lihat sama-sama"ucap bapak tua itu.
Semua warga berbondong-bondong prgi ke tengah hutan untuk menyaksikan sendiri mayat siapa itu.Dewi cemas pikiran nya sudah tidak karuan.
"astagfirullah mas Rama,mbak Sari"teriak Dewi dengan syok setelah melihat mayat yang digubuk hutan adalah suami nya dan kakaknya yang di usir dari desa.
Orang-orang tidak tahan dengan bau busuk dua mayat itu.Lalu seseorang menelfon polisi dan polisi yang membawa mayat itu ke kediaman Dewi.
"bau sekali mayatnya, astagfirullah masih di dunia sudah terkena azab"ucap orang-orang yang menyaksikan.
Nathan menangis tersedu-sedu,benar yang dikatakan oleh teman Arwah nya.Ternyata hari ini Ayahnya wafat secara mengenaskan.
Teman Arwah nya memberi nya semangat.
"jangan sedih ya Nathan pasti kuat"
Kedua mayat itu dibawa oleh polisi menuju rumah Dewi.Sementara Bapak-bapak menyiapkan dua makam untuk memakamkan si mayat.Dewi menangis melihat jasad suaminya itu.Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini,padahal dirinya berusaha memaafkan kesalahan suaminya.
Dua mayat yang ditemukan di gubuk hutan akhirnya dikubur sore hari.Para warga takut keluar rumah karena takut kalau arwah Rama dan Sari akan gentayangan di malam hari.
Malam itu acara doa bersama di kediaman Dewi.Semua warga masih tidak menyangka kalau kematian keduanya berakhir dengan tragis seperti itu.
Nathan melihat Arwah ayahnya yang sedang menangisi jasad nya.Seperti tidak rela kalau dirinya pergi secepat itu.Namun apalah daya dia sudah berada di alam lain.Akibat dia menghianati istrinya dia jadi begini.