NovelToon NovelToon
Everything About You

Everything About You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:457.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

"Bukan karena aku sudah bahagia, hanya saja aku sangat pandai dalam menyembunyikan luka"

Anisa Rahmawati

Tidak ada yang indah dari sebuah pernikahan tanpa cinta, begitulah yang di rasakan oleh Dimas Prasetyo hingga dia memilih menghadirakan kembali kekasihnya sebagai istri kedua di tengah - tengah pernikahannya dengan Anisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Dimas melajukan mobilnya menyusuri jalanan ibu kota menuju kediaman Ayah dan Ibunya. Dia akan mengakui semua sikap buruknya pada Anisa, dan memohon pengampunan dari Ayahnya. Mungkin hari ini dia akan benar-benar mendapatkan kemarahan dari sang Ayah belum pernah dia dapati sebelumnya.

Umpatan yang jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah terdengar dari mulutnya, kini terus meluncur begitu saja saat mobil-mobil yang ada di depan mobilnya seakan tidak pernah habis. Dia terus merutuki kebodohannya, melampiaskan kekesalannya karena Rania pergi meninggalkannya pada gadis yang tidak bersalah.

Meskipun waktu yang dia tempuh dari Apartemen menunu Rumah Ayah Pras terasa begitu lama, namun kini mobilnya kini sudah terparkir asal di halaman rumah orang tuanya.

Dengan langkah cepat, Dimas langsung menerobos masuk kedalam rumah. Tidak lagi memperdulikan apapun, Dimas langsung menuju kamar tempat Ayah dan Ibunya beristirahat namun dua orang paruh baya itu tidak berada disana.

"Bi." Panggil Dimas pada asisten sang Ibu.

"Iya Den ?" Jawab Bi Asih sambil melangkah dari belakang.

"Ibu dan Ayah kemana ?" Tanya Dimas.

"Tadi katanya mau ke Rumah Sakit, bukannya Non Anisa masuk Rumah sakit ? Den tidak tahu ?" Kata Bi Asih panjang lebar.

Tanpa berkata apapun lagi, Dimas segera membalik tubuhnya. Sambil merogoh benda pipih dari kantong celana panjang berbahan kain yyang membalut tubuh bagian bawahnya.

"Ada apa ?" Tanya Tio.

"Cari tahu Anisa di bawa kerumah sakit mana ? Ayah dan Ibu sudah ada disana." Ucap Dimas terburu - buru kemudian mengakhiri panggilan itu.

"Pak Pras dan Nyonya ke Bandung hari ini menggunakan jet pribadi." Isi pesan dari Tio membuat Dimas semakin Gusar.

"Tunggu aku di depan kantor, antar aku ke Bandara." Balas Dimas pesan dari Tio.

Dimas segeraelajukan mobilnya menuju kantornya, klakson mobil yang selalu dia teriakkan di tengah jalan, membuat beberapa pengemudi berteriak marah padanya namun Dimas sama sekali tidak memperdulikan apapun lagi. Dia terus memacu mobilnya, menuju kantor untuk menjemput Tio.

Saat mobil Dimas sudah berhenti di depannya, dengan cepat Tio masuk kedalam mobil dan duduk dengan Diam disana. Dia masih sangat kesal pada sahabatnya ini, namun dia juga ikut merasa kasihan dengan wajah gusar bercampur khawatir itu.

Sesekali dia mengumpat saat Dimas tidak terus saja memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Bandara Soekarno Hatta menjadi tujuannya, dia berharap tidak akan ketinggalan pesawat yang akan terbang sedikit lagi menuju Bandung.

***

Di sebuah ruang perawatan, Anisa masih terbaring di atas ranjang pasien. Bagian pangkal pahanya masih terasa sakit dan terpaksa harus di pasang cateter agar tidak perlu ke kamar mandi lagi. Inti tubuhnya masih terasa begitu sakit.

Beberapa kali Ibu mertuanya, mengajaknya berbicara. Bertanya apa saja yang sudah di lakukan oleh putranya, namun Anisa masih bungkam. Dia hanya menjawab biar Dimas yang akan menjelaskan. Sungguh dia tidak ingin menjelaskan apapun mengenai aib rumah tangganya ini. Seburuk-buruknya Dimas, dia masih berstatus sebagai suaminya, dan dia berkewajiban menjaga nama baik dari suaminya itu.

Beberapa kali pnsel Ayah Pras terus bergetar, namun pria paruh baya itu terus saja menolak panggilan dari putranya. Dia merasa sangat geram dengan putranya itu, entah dari mana dia mencontoh hal buruk ini.

"Angkatlah Pras, biarkan Dimas datang. Saya juga perlu mendengar penjelasan darinya mengenai putri kami." Ucap Abi Arif.

dan setelah ponsel yang masih ada di dalam gemgaman Ayah Pras itu kembali bergetar, tidak lagi membutuhkan waktu lama, dia langsung menjawab panggilan dari putranya itu.

"Ayah aku di Bandung." Ucap Dimas terburu-buru di ujung sana.

"Datanglah ke Rumah Sakit Kasih Bunda." Jawab Ayah Pras singkat kemudian mengakhiri panggilan itu.

***

Mobil taxi yang membawa Dimas kini berhenti di depan Rumah Sakit yang di katakan sang Ayah tadi. Dengan langkah terburu-buru Dimas segera masuk menuju meja resepsionis untuk menanyakan pasien dan menyebutkan nama istrinya.

Dimas masih berdiri di hadapan pintu ruangan yang tertutup rapat. Entah kemana perginya semua keberaniannya tadi. Beberapa kali dia menarik nafasnya untuk menetralkan gemuruh di dalam dadanya.

Dimas mengetuk pintu lalu mendorongnya perlahan. semua mata yang ada di dalam ruangan kini tertuju padanya. Namun tidak dengan Anisa, dia sungguh tidak ingin lagi melihat wajah ini. Tatapan Dimas kini tertuju pada Anisa yang terbaring di ranjang menatap keluar jendela ruangan.

Ayah Pras langsung bangkit dari tempat duduknya. dan Plak... Tamparan keras kini melayamg di pipi putranya. Selama dia menjadi seorang Ayah, baru kali ini dia merasa kecewa dengan sang Putra. Selama tiga puluh dua tahun kehidupan putranya, batu kali ini dia menampar putranya ini.

Ibu yang masih duduk terdiam di samping ranjang Keyla, hanya bisa terisak pelan. Dia juga begitu sangat kecewa dengan Putranya.

"Nis maafkan aku." Lirih Dimas, dia tidak perduli rasa panas di pipinya. Kini dia merasa sangat sakit melihat Anisa yang bahkan tidak ingin menatap kearahnya. Namun gadis itu hanya terdiam. Bahkan sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari jendela ruangan.

"Nak Dimas, jelaskan pada Abi nak. Apa Anisa berbuat kesalahan ?" Tanya Abi Arif pada menantunya.

Dimas menggeleng, sungguh dia merasa malu dengan mertuanya ini. Anisa yang sudah seperti itu, beliau masih berbicara sebaik ini padanya.

"Lalu mengapa menyakitinya ?" Tanya Abi lagi.

"Maafkan Dimas Abi, Dimas dalam pengaruh alkohol dan tidak swngaja melakukannya." Jawab Dimas dengan menundukkan wajahnya. Dan lagi-lagi tamparan dari sang Ayah kembali mendarat di pipinya.

"Kamu mengecewakan Abi, maaf Abi tidak bisa lagi memepercayakan Nisa padamu. Biarkan Nisa kembali pada Abi, biar Abi yang akan menjaganya. Dan mungkin dengan ini, kamu bisa melanjutkan pernikahanmu dengan baik Nak Dimas." Ucap Abi Arif tenang. Indra sudah menjelaskan padanya di Jakarta, jika menantunya ini sudah memadu anakannya dengan wanita lain. Dia tidak marah dengan itu, jika anisa mampu menjalaninya dan Dimas bisa adil, namun ketika mendapati putrinya mengenaskan seperti ini, dia juga haris mendukung permintaah putrinya untuk bercerai.

"Maksud kamu apa Rif ?" Tanya Ayah Pras terkejut.

"Putramu sudah menikah lagi dengan wanita lain sejak enam bulan lalu." Jawab Abi Arif.

"Benar begitu nak ?" Kini ibu yang sudah mendekati putranya. Dimas hanya terdiam, dan Ibu Mirna sudah menebak jika semuanya benar. "Apa yang sudah kamu lakukan pada Anisa nak, seharusnya kamu menolak saat Ayah memintamu menikah bukan menyakitinya seperti ini. Ayqh dan Ibu tidak pernah mengajarimu untuk tidak menghargai orang lain." Ibu Mirna terua terisak sambil memukul-mukul tubuh putranya.

Ayah Pras tidak lagi memperdulikan Dimas. Dia berjalan menuju ranjang dimana menantunya terbaring.

Menggenggam tangan yang sudah membiru pergelangannya. memeberikan usapan lembut pada kepala yang tertutup hijab itu.

"Jangan pernah memaafkan dia, biarkan dia akan terus di hantui rasa bersalahnya hingga ajal menjeput karena sudah melakukan ini padamu." Ucap Ayah Arif. "Ayah dan Ibu tetap akan menyayangimu, kami akan tetap menganggapmu sebagai putri kami." sambungnya lagi. Kini buliran-buliran bening mulai jatuh membasahi bantal tempat Anisa berbaring.

"Ayah akan membantumu agar perceraian kalian akan cepat selesai. Jangan lagi mengkhawatirkan apapun, hanya fikirkanlah untuk segera sembuh dan setelah itu hiduplah dengan bahagia nak." Ucap Ayah Pras lagi, dan semakin membuat Anisa terisak.

Ibu Mirna sudah menangis di dalam pelukan Dimas yang terus mengucapakan kata maaf pada sang ibu.

Dia tidak berniat menyakiti Anisa, entah setan apa yang sudah merasukinya semalam hingga tega berbuat hal sekeji itu.

Setelah mengatakan kalimat panjang lebar pada Anisa, Ayah Pras berpamitan pada sepasang suami istri yang begitu berbaik hati untuk tidak memperbesar masalah ini lalu keluar begitu saja dari ruangan tanpa melihat kearah putranya.

1
falea sezi
g jelas ne novel pantes sepi like
falea sezi
tau agama tp kumpul. satu rmh ma mantan suami. yg buat novel gmna /Pooh-pooh/
falea sezi
males klo ujungnya balikan/Drowsy/ bekas rania aja. lu doyan nis begooo
falea sezi
goblok aja g bs. move on dr laki bekas jalang di kasih spek. baik kayak angga g mau oon
Annie Soe..
Cerita yg bagus thor, cuma tlg revisi typo nya ya..
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Yunior
typo lagi
Yunior
nama orang banyak yang typo
Saini Jamudin
anak sya sja suda 5 thn masi mnyusu
Jumadin Adin
jgn ada pelakor ya thooor kasian anisa
Jumadin Adin
akhirnya cinta yg menang....horee cinta
Jumadin Adin
perasaan mengalahkan luka
Jumadin Adin
Ya Allah ANISA kamu bkn muhrim,kenapa mau di gandeng
Jumadin Adin
cinta mmg tdk masuk akal,sesakit apapun pada seseorang tp di hadapkan dg hati yg masih bersamanya...perih itu tak terasa
Jumadin Adin
sakitnya hati ini thoorr..melihat nereka berdua sama² tersakiti
Jumadin Adin
lho dimas dan ANISA kan hidupnya di apartemen.kenapa melihatnya trenyuh di rumah Dimas
Jumadin Adin
pergumulan yg menyakitkan
Jumadin Adin
sesuatu baru terasa setelah kehilangan.Pada saat msh bersama sering terabaikan
Jumadin Adin
dimas betul² jomblo ngenes.Anisa menggugat ceria,Rania di cerai krn memilih hidup dg suami orang
Jumadin Adin
thooorrr banyak typo²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!