Cerita ini adalah fiktif belaka, semua yang terjadi adalah khayalan Author semata, nama pemeran dan lokasi hanyalah sebuah karangan Author.
Utari Candra Kirana bertemu kembali dengan orang yang selama ini dia benci. Selama mereka berpisah tidak pernah lagi mendengar bahkan bertemu dengan laki-laki yang sudah menyakiti hati nya begitu dalam. Disaat hidupnya mulai damai dan bahagia bersama sang putri, tiba-tiba harus berhadapan dengan laki-laki yang sudah menorehkan luka di hati Tari. Sialnya dia harus bertemu sepanjang hari dan berusaha berinteraksi dengan nya walaupun masih ada kebencian yang terpancar dari sorot mata nya.
Reksa Arya Nugraha laki-laki yang sudah menggores luka di hati seorang wanita yang dulu mencintai nya dengan tulus. Karena sebuah ide konyol para sahabatnya, dia melakukan sebuah tindakan yang fatal dan bahkan membuat perempuan itu membencinya.
" Kamu tahu, orang paling aku benci? jawabannya adalah KAMU, REKSA ARYA NUGRAHA !!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertama ( R)
" Tari, saya minta mulai hari ini dan seterusnya kamu yang buatkan kopi untuk saya." Tari yang mendengar penuturan Reksa langsung terkejut.
"Tapi...
"Saya ingin kamu lakukan apa yang saya ucapkan tadi!" dengan tegas Reksa memotong ucapan Tari yang ingin menolak permintaan Reksa.
Mendengar ucapan Reksa Tari tak bisa lagi membantah. Kedua orang tua Reksa pun hanya diam dan melihat ekspresi kedua orang yang terlihat seperti ada sesuatu yang memang mereka sembunyikan.
Hanum menatap ke Tari dan melihat ekspresi Tari yang begitu membuat Hanum heran. Tanpa Tari sadari, Hanum melihat kedua tangan Tari mengepal kuat saat Reksa dengan tegas meminta Tari untuk menyiapkan kopi untuk dirinya.
"Tari, kamu nggak apa-apa kalau Reksa minta kamu untuk buatkan kopi untuk dia setiap hari?"
Tari menoleh ke arah Hanum dan tersenyum canggung.
"Emmm..tidak masalah nyonya, itu sudah tugas saya."
"Baiklah," dengan menganggukan kepalanya.
"Saya permisi dulu nyonya,tuan." Tari kemudian melangkah meninggalkan ruang makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Reksa mulai menyambangi kantor barunya. Mobilnya berhenti tepat di depan lobby kantor. Saat dia keluar mobi, terlihat laki-laki seumuran dengannya mendekat kearahnya. Dia Reno, asisten yang sudah ayahnya tunjuk untuk membantu Reksa dalam pekerjaan nya di Indonesia.
"Selamat pagi tuan muda, perkenalkan saya Reno, asisten yang di tunjuk oleh tuan besar untuk mendampingi anda." Reno merupakan salah satu orang kepercayaan tuan Pram ayah dari Reksa.
"Hemm.." dengan seperti biasa, wajah yang terlihat datar dan aura kewibawaan dan juga sifat dingin yang selalu terpancar dari seorang Reksa Arya Nugraha.
"Mari tuan, saya antar ke ruangan tuan." Reno mempersilahkan Reksa untuk melangkah lebih dahulu.
Saat menapaki lobby kantor, terlihat deretan orang-orang yang sudah menyambut dirinya.
"Selamat pagi tuan!" semua karyawan yang ada di Lobby dengan tugas menyambut kedatangan CEO baru kantor mereka menyambut dengan antusias seorang Reksa Arya Nugraha.
Melihat sambutan para karyawannya, Reksa hanya menanggapi dengan anggukan dan ekspresi wajah datarnya.
"Semuanya bisa kembali, dan melanjutkan pekerjaannya masing-masing!" Reno yang sudah mendapat pesan dari Pram langsung membubarkan para karyawan disana.
Semua karyawan yang disana pun langsung membubarkan diri dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Reno memberikan isyarat pada Reksa untuk masuk ke dalam lift khusus untuk menuju ruang kerjanya.
"Gil* ya bos baru kita, pengganti pak Pram kelihatan serem. Aku rasa dia bakal rubah banyak kebijakan pak Pram deh.." salah satu karyawan mulai berkomentar soal sosok Reksa yang baru saja beberapa karyawan temui.
" Masa sih, tapi dia masih muda kan? Ganteng pastinya, pak Pram aja sudah berumur masih kelihatan gagah. Pasti anaknya keren.."
"Kalau ganteng jangan di tanya, tatapannya tajam kayak liat mangsa. Pokoknya, kayak mafia-mafia di film-film itu loh.."
"Astaga, kebanyakan nonton film sih sampe segitunya.."
Ehemmmmm...
Sebuah suara terdengar dari arah pintu dan mereka melihat sosok Reno berdiri di ambang pintu.
"Sudah gosip nya! Pak Reksa tidak suka karyawan yang kebanyakan ngomong waktu jam kerja. Jangan sampai laporan kalian ada yang salah. Pak Reksa orangnya perfeksionis dia hanya bisa memberikan satu kesempatan untuk kalian revisi laporan jika masih gagal. Jika masih saja gagal, jangan harap kalian bertahan di kantor ini ! Setelah makan siang, perwakilan divisi meeting dengan beliau. Jadi jangan sampai beliau kecewa dengan kinerja kalian!"
Setelah menyampaikan informasi tersebut, Reno langsung melangkah meninggalkan ruangan itu yang menyisakan keriuhan dan kepanikan para karyawan disana.
"Mamp*s kita !" salah satu dari mereka pun langsung mengumpat setelah mendengar info mendadak dari Reno.
"Cepet kerjakan pekerjaan kalian, jangan sampai ada kesalahan. Saya nggak mau divisi kita di obrak abrik nantinya." seorang karyawan senior pun langsung menimpali ucapan karyawan tadi dan mewanti-wanti agar memberikan yang terbaik untuk divisi mereka.
"Selly, kamu kenapa masih santai begitu.Laporan kamu yang periode kemarin banyak yang salah, jangan sampai___
"Sssstttt...aku tahu apa yang aku lakukan, kamu tenang saja. Kamu tahu siapa suami ku kan?" dengan sombong Selly pun dengan wajah pongah nya membalas ucapan seniornya.
Para karyawan yang ada di ruangan itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap sombong Selly.
--------------
Brakk...
Sebuah suara keras terdengar di sebuah ruangan meeting.
Dengan wajah dingin dan mata tajamnya Reksa menatap orang-orang yang ada di dalam ruangan meeting itu dengan tatapan membun*hnya.
"JADI INI KINERJA KARYAWAN DISINI, HAH!! PANTAS SAJA PERUSAHAAN INI JALAN DI TEMPAT. TERNYATA PUNYA KARYAWAN YANG TIDAK KOMPETEN MACAM INI !!"
Suara menggelegar terdengar dari mulut seorang Reksa dengan tegas mengevaluasi kinerja para karyawan yang ada dalam perusahaan.
"Siapa Manager pemasaran disini!" dengan wajah pucat seorang laki-laki menaikkan tangannya.
"Sa_saya pak." suara yang terdengar pelan dan gemetar membuat Reksa menatap ke arah laki-laki tersebut.
"Namanya pak Wisnu bos.." Reno berbisik pada Reksa nama orang yang saat ini terlihat syok.
" Sudah berapa lama kamu bekerja di perusahaan ini, hah!! Kenapa laporan yang kamu kasih kesaya tidak ada yang memuaskan! Sebenarnya kamu bisa kerja nggak sih! Kalau kamu tidak niat kerja, lebih baik kamu segara ajukan surat pengunduran diri !!"
Dengan panik Wisnu langsung mencoba meminta maaf dan meminta kesempatan.
"Ti_tidak pak, saya masih ingin bekerja disini. Berikan saya kesempatan sekali lagi, saya janji akan lebih baik lagi!" sebuah senyum miring terbit dari bibir Reksa mendengar ucapan laki-laki itu.
"Kamu minta kesempatan, apa kamu anggap ini lelucon hah!! Saya kasih kamu kesempatan dalam dua bulan ini untuk bisa meningkatkan kinerja kamu dalam pemasaran. Kalau sampai dua bulan ini tidak ada peningkatan, saya tidak butuh orang yang hanya bisa tunjuk dan terima beres, mengerti!" wajah Wisnu sudah terlihat pucat dan tubuhnya tiba-tiba saja gemeter.
"Ba_baik pak, terimakasih pak. Terimakasih atas kesempatan nya. Saya janji...
"Saya tidak butuh janji kamu. Say butuh kamu buktikan kinerja kamu!" Wisnu dengan cepat langsung mengangguk mengiyakan perkataan Reksa dan menarik nafas panjang karena masih selamat tidak di pecat.
Setelah beberapa lama meeting pun selesai. Semua karyawan yang ikut meeting merasa lega karena akhirnya bisa bernafas . Selama meeting Reksa menunjukan ketegasannya sebagai pimpinan baru perusahaan.
Pram sang ayah memang masih di bilang masih tergolong baik walaupun auranya tak kalah tegas dengan Reksa. Tapi, untuk Reksa benar-benar tidak bisa mentolerir karyawan yang kerjanya hanya main-main saja.
"Hahh... benar-benar pak Reksa itu terlalu kejam. Baru juga datang, sudah buat para pimpinan divisi kena semprot."
"Wajar saja, kita memang salah. Masih untung kita bisa selamat kali ini, entah besok kalau kita buat salah lagi, pastinya akan ada sangsi yang lebih ekstrim. Bahkan mungkin kita langsung di pecat."
"Sudahlah, kita bubar. Kita harus tunjukkan kalau kita bisa kerja. Ayo!"
Para karyawan yang ikut meeting tadi pun akhirnya meeka membubarkan diri dan kembali ke ruangan mereka masing-masing.
Mereka bertekad untuk membuktikan bahwa mereka bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan lebih baik. Tapi, ada satu orang yang merasa dirinya tidak terima dengan perlakuan Reksa padanya.
Bersambung
like + 🌹✍️😉