Cinta bisa datang dan juga pergi, tetapi cinta sejati akan datang pada waktunya...!!!
Siapa yang tak memiliki masa lalu....?
Semua orang tentunya memiliki masa lalu bukan....?
Dan akan ada orang-orang dari masa lalu itu yang tidak pernah dan tidak mungkin kita lupakan .....
Kadang kenangan atau memori yang masih begitu lekatlah....
Yang menjadi faktor utama, mengapa orang-orang dari masa lalu itu begitu sulit kita lupakan.
📖📖📖
Pagi ini terasa sangat berbeda bagi seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih dan mata biru bening, sudah hampir sejam dia terus mondar-mandir di dalam kamarnya
" Apa yang harus kulakukan sekarang.... " Tanyanya pada dirinya sendiri
" Apa aku harus meninggalkan ibu dan juga ayah...? Hik... hik... jika kalian tidak meninggalkan kami semua tidak akan seperti ini.... " Ucapnya lagi sejenak dia menghentikan langkah kakinya dan memandang foto seseorang yang begitu di rindukannya
" Kau apa kabar sekarang...? Apakah kau sudah bahagia di sana...? " Ucapnya seraya menatap sendu ke arah foto di hadapannya itu
" Kau bilang tak akan meninggalkanku, kau bilang kau akan kembali... hik... hik... kau bohong, kau pembohong, aku sangat merindukanmu jadi kembalilah... " Kini wanita cantik itu semakin menangis piluh seraya mengelus perutnya yang makin hari makin membuncit
Ya kini wanita cantik ini tengah menggandung dan usia kandungnya sudah memasuki minggu ke 36
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur inayah safariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.13
Terlihat wajah Andres memerah dan menahan tangis, nafasnya terasa sesak ketika mengetahui kondisi putrinya saat ini,dia berjalan keluar dari ruangan tersebut seolah sudah tak bernyawa lagi, air matanya menetes tampa permisi
Sementara Tuan Antaraksa hanya mematung di tempatnya tampah berkedip sedangkan nyonya Sena menangis sejadih-jadinya
" Ini semua salaku hik... hik... " Teriak nyonya Sena frustasi dan setalah itu dia jatu pingsan
**Flashback
Saat di ruangan dokter Marta
" Jadi begini tuan, nyonya... " Kata dokter Marta seraya menarik napas dan menatap 3 orang di hadapannya secara bergantian
Sedangkan ketiga orang yang ditatap itu sudah kelihatan begitu tegang
" Jadi nona muda mengalami kecelakaan yang begitu fatal, karna kecelakaan ini nona mudah dapat memiliki resiko besar untuk mengalami amnesia dan lebih parah lagi ada serpihan kaca yang merusak kornea mata nona mudah dan itu menyebabkan nona mudah kehilangan penglihatannya " Tutur dokter Marta panjang lebar
Flash off**
Andres berjalan menapaki koridor rumah sakit perkataan dokter Marta tentang kondisi putrinya begitu tergiang-ngiang di telinganya, ingin rasanya dia menggantikan posisi putrinya saat ini, dia begitu menyayangi Ayumi lebih dari dirinya sendiri
***
" Tuan apa yang akan kita lakukan kepada wanita itu...? " Tanya seorang pengawal kepada Dev
" Buat dia pergi sejauh mungkin dari lelaki tua itu " Jawab Dev dengan suara beratnya
"Baik tuan " Jawab sala-seorang pengawal serayah membungkuk hormat dan berlalu pergi
Sedangkan Dev kembali menatap kosong dan seketika wajah Ayana kempali memenuhi isi pikirannya
" Aaargh... sebenarnya siapa wanita itu, kenapa wajahnya begitu familiar di hadapanku "Batin Dev frustrasi seraya menjabak kasar rambutnya
***
Terlihat di sebuah ruangan yang begitu luas dengan nuansa biru terang berpadu putih cerah dengan banyak mahasiswa di dalamnya tengah fokus menyimak materi yang di berikan oleh dosen namun itu semua tidak berlaku bagi seorang gadis cantik yang terus-terus saja merasa gelisah sejak tadi entah apa yang sebenarnya terjadi namun perasaannya kali ini benar-benar tidak dapat dia kendalikan
" Ana... kau kenapa menjadi gelisah seperti ini, tidak biasanya kau begini " Tanya Racel serayah berbisik takut terdengar oleh dosen
Sedangkan Ana tidak merespon perkataan dari Racel dan pikirannya melayang entah kemana, sesaat pikirannya tiba-tiba saja mengarah kepada sosok gadis kecil yang sangat mirip dengan nya, memorih kecil itu kembali di ingatnya lagi seketika air matanya langsung terjatu tampa seijinnya, sedangkan Racel yang melihat semua itu menjadi semakin bingung sekaligus panik
Racel lalu berusaha menyadarkan Ayana dari lamunannya dengan menyenggol pelan lengannya
" Hei... Ana" Kata Racel yang masih terus berbisik
Seketika Ana tersadar dan baru menyadari bahwa dia sedang berada di kelas saat ini
" eeh..? Ii.. iya..? " Kata Ayana kaget
Dan karna masker yang di gunakannya basah akibat air matanya tampa sadar Ayana melepaskan maskernya seketika orang-orang yang ada di kelas itu begitu terpukau dengan kecantikan Ayana pasalnya selama ini mereka belum pernah melihat wajah Ana secara langsung
Racel yang menyadari tatapan orang-orang kepada Ayana, segera memberi kode kepadanya dan alangka terkejutnya Ayana atas kecerobohannya itu, dia lalu dengan cepat mengambil masker cadangan yang ada di dalam tasnya lalu memakainya dan segera keluar dari ruangan kelas dan disusul oleh Racel yang berjalan dengan langka cepat untuk menyesuaikan langkanya dengan Ayana
" Ana tunggu.. " Teriak Racel sambil terus berjalan menghampiri Ana yang tiba-tiba saja berhenti dan membalikkan badannya
" Aa.. Racel maafkan aku " Jawab Ayana serayah menunduk
" Eeh..? Kenapa kau malah minta maaf, aku ini sahabatmu jika kau ada masalah beri tahu aku,jangan kau pendam sendirian Ana" Kata Racel sembari memeluk Ayana yang sudah mulai terisak
Ayana memang belum menceritakan tentang adiknya yang hilang kepada Racel meskipun mereka sudah bersahabat, Ana memang tipikel orang yang lebih suka memendam masalahnya sendiri
" Aku tidak apa-apa ko Ra " Jawab Ayana berbohong
" Aku hanya merindukan bibi dan juga bunda" Lanjut Ayana lirih
" Ooh... begitu rupanya, kau jangan terlalu sedih Ana kan di sini ada aku yang selalu menemanimu, aku bahkan mengangapmu lebih dari sahabat " Jawab Racel serayah tersenyum
Sedangkan Ayana terkejut dan memelototkan matanyah
" Kau kenapa terkejut seperti itu Ana, jangan berpikir yang bukan-bukan " Kata Racel dengan cepat ketika menyadari ekspresi wajah Ayana yang berubah
" Aku itu mengangapmu seperti saudaraku sendiri " Lanjut Racel, seketika Ayana langsung tersenyum dan kembali memeluk sahabat rasa saudaranya itu
" Sudah... sudah... jangan sedih-sedih lagi mending kita kekantin untuk makan, kau kan tau aku belum sarapan sejak pagi " Kata Racel serayah menggirin Ayana untuk menuju ke kantin
" Tunggu " Teriak seseorang dari arah belakang mereka
Seketika Ayana dan Racel menoleh ke arah sumber suara dan terlihat seseorang yang begitu familiar dimata merekah
" Ana apa kau mengenalnya? "Tanya Racel sambil berbisik
" Aku rasa tidak, tapi aku merasa familiar dengan wajah itu " Jawab Ayana pelan
" Hai... " Kata seseorang tersebut sambil mengangkat tangannya ingin menyalami Ayana
"Eeh..? "Jawab Ayana agak kaget
Sementara Racel sudah mematung di tempatnya karena terpana dengan ketampanan orang di samping wanita yang menyalami Ayana
" Ha.. hai.. " Jawab Ayana agak terbata
" Owh ya kau pasti Ayana kan dan kau Racel " Kata gadis tersebut sementara pria di sampingnya hanya menatap malas ke arah mereka
" Wah dari mana kau tau nama kami " Jawab Racel antusias, sambil matanya secara sembunyi-sembunyi mencuri pandang kepada pria di depannya itu
" Kenalkan namaku Swini dan ini sepupuku Aiden " Kata Swini memperkenalkan diri mereka
" Dan mengapa aku mengetahui nama kalian itu karna aku sekelas dengan kalian " Lanjutnya serayah tersenyum
" Owh maafkan kami Swini kami tidak menyadarinya " Jawab Ayana dengan suarah yang begitu lembut, dan membuat pandangan Aiden langsung tertuju ke arahnya
" Hei kau tak perluh merasa bersalah, memang selama beberapa minggu ini aku baru saja sakit dan baru masuk ke kampus hari ini, jadi wajar jika kalian tidak mengenalku " Kata Swini panjang lebar
Sedangkan Aiden terus memerhatikan Ayana ada rasa penasaran di benaknya tentang bagaimana wajah Ayana yang di tutupi masker itu dengan hanya memperlihatkan mata birunya, Aiden memang tidak sekelas dengan mereka lebih tepatnya dia adalah senior mereka.
" Bolehka kami ikut gabung bersama kalian? " Kata swini penu harap
" Tentu saja... " Jawab Racel cepat sambil tersenyum namun tatapannya terus tertujuh kepada Aiden
Sontak Ayana dan Swini hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah Racel yang begitu antusias
" Tadi kau terlihat lemah karena lapar, tapi kurasah sekarang kau terlihat begitu berenergi " Bisik Ayana kepada Racel, seketika wajah Racel langsung memerah dan berusaha mengalikan pembicaraan
" Aa.. ayo kami tadi akan ke.. kekantin " Kata Racel berjalan dengan cepat mendahului mereka semau
Dan di ikutih oleh mereka dari arah belakang
***
" Suster cepat periksa tekanan daranya, pasien dalam kondisi kritis saat ini " Kata seorang dokter yang berusaha menangani seorang pasien wanita
" Baik dok " Jawab suster itu cepat
Sementara orang yang menunggu di luar ruangan sudah gelisah sejak tadi
.
.
.
.
###
Assalamualakum semuanya
Mohon dukungannya ya, jangan lupa beri like dan komentar yang membangun biar author semangat buat lanjutin nulis ceritanya
Jangan lupa juga beri votenya ya 😊🙏
salam dari my Kids My Hero
Salam dari"Cium aku atau bunuh aku"
mampir juga di karyaku terbaru ku
kisah Aluna