NovelToon NovelToon
Love Quest

Love Quest

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Frendaa

Freya, seorang wanita karir yang terbilang cukup sukses di usia nya 27 tahun, koma dalam kecelakaan.

Dalam situasi komanya, sosok yang tidak dikenal mengirim jiwa Freya ke dunia game otome yang selalu ia mainkan, untuk selamat dari koma, Freya diharuskan menaklukan semua tokoh utama pria disana agar bisa kembali sehat di dunia nyata.

Game selalu mudah dimainkan, tapi bagaimana jika sekali mati langsung game over?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frendaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Kasih Sayang

Langit semakin berwarna oranye, dari arah barat matahari hampir tidak terlihat, angin dingin yang sedikit kencang mulai menerpa seluruh tubuh Freya, tapi Freya tidak sedikitpun terganggu dengan angin tersebut, ia tetap melamun sambil melihat ke arah matahari.

"Diluar dingin loh."

Terdengar suara berbicara dengan lemah lembut dari pintu beranda. Freya menoleh ke belakang, melihat Lucy yang mengenakan gaun sore nya, meskipun itu gaun tapi itu terlihat seperti piyama.

"Ibu, ada apa?" Tanya Freya seraya berjalan ke ibunya.

Lucy menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa, kamu sendiri sedang apa diluar? apa tidak kedinginan?"

Freya mengalihkan pandangannya. "Ah... tidak ada apa-apa... hanya mencari angin saja."

Lucy hanya diam menatap anaknya yang mengalihkan pandangannya, tak ambil pusing ia membiarkan hal itu. "Begitu? Kalau begitu ayo masuk, diluar dingin."

Lucy dan Freya pun melangkah masuk ke dalam, Freya berjalan ke sofa ditengah ruangan, sementara Lucy menutup pintu beranda dan menguncinya. Lalu dari arah pintu koridor, Lily terlihat membawa troli teh dengan gelas-gelas dan porselen mewah masuk kedalam ruangan.

"Nona tehnya sudah siap, ah-" pandangan Lily teralihkan dengan Lucy yang tengah berjalan ke sofa. "Saya tidak tau nyonya juga ada, saya akan ambilkan jenis teh lain." ucap Lily sambil bersiap pergi membawa trolinya.

"Tidak usah Lily, aku juga ingin mencoba teh lemon ini." ucap Lucy sambil duduk di sofa.

Lily menghentikan langkahnya lalu membawa kembali troli teh yang ia bawa tadi, Lily berjalan lalu berhenti disisi meja besar, dengan hati-hati ia simpan dia gelas dan porselen kecil di atas meja, Lily lalu menuangkan teh lemon hangat itu ke dua cangkir diatas meja, dengan hati-hati dan profesional cairan keemasan memenuhi kedua cangkir.

"Silahkan nyonya, nona." ucap Lily menyimpan kedua teh itu di depan Lucy dan Freya.

Teh lemon disajikan, uap tipis keluar dari teh hangat itu masuk ke hidung Lucy.

Lucy mengangkat teh nya dan mencoba menghirupnya. "Tidak buruk, bau nya enak."

Freya tidak mencoba meminum teh dihadapannya, ia ingin melihat reaksi Lucy tentang tanggapan teh Lemon. Lucy meminum dengan elegan teh lemonnya, bahkan memegang teh nya pun sangat elegan.

"..... Cukup menarik, asam, manis, hangat menjadi satu, sangat mewah." Lucy pun kembali meminum teh lemonnya. "Awalnya kupikir ini ide aneh yang keluar dari kepala putriku, tapi... ya ternyata tidak buruk."

Freya tersenyum. "Aneh.. tapi enak 'kan?" Freya mengangkat cangkir nya dan ikut meminum perlahan karena teh nya masih panas.

"Bagaimana bisa kamu terpikirkan ide teh lemon ini?" tanya Lucy.

"Eh? Ah.... "

Freya mematung, tidak tau apa yang ingin ia jawab. Ide nya sendiri bukan berasal dari 'Freya' dunia modern saat ini, melainkan 'Freya' asli dari dunia Love Quest. Lily dan Lucy menatap menunggu jawaban.

Waduh! Bukan gue yang bikin ini mah cuy, Freya yang asli yang buat.

"Wa-waktu kedapur aku memakan langsung buah lemon tanpa sengaja, te-ternyata setelah dipikir-pikir dimasukkan kedalam teh bukan ide yang buruk... haha." Jawab Freya dengan gagap, berharap bisa membohongi Lucy dan Lily.

Bego! Alasan nya jelek banget! wah ketahuan ini mah.

Lily menatap dengan wajah penuh kebingungan, sementara Lucy menatap dengan penuh curiga dan heran, kedua alisnya mengkerut, sementara Freya mematung dengan keringat dingin keluar dari wajahnya.

"Oh begitu." ucap Lucy lanjut meminum tehnya.

Setelah beberapa detik hening yang canggung, Lucy pura-pura puas dengan jawaban Freya, meskipun ada rasa tidak puas, Lucy membiarkan hal itu, dan Freya membuang nafas lega.

"Ibu tidak tau apa yang kamu selalu pikirkan.... tapi setidaknya ibu hanya ingin tau, apakah kamu baik-baik saja?"

Lucy bertanya dengan nada yang sangat serius, tatapannya sangat dalam menunjukkan rasa khawatir ibu kepada anaknya, tangannya gemetaran seperti takut akan sesuatu.

Lucy berdiri mencoba mendekat dengan Freya. "Saat ibu melihat mu berdiri sendirian di beranda, mengingatkan ku tentang kejadian yang mengerikan, tangan ibu sangat gemetar saat mengingat nya, jadi tolong Freya..." Jelas Lucy sambil memegang kedua tangan Freya.

Freya ragu, ia sangat ingin memberi tahu apa yang terjadi padanya kepada Lucy tapi tidak bisa, situasi ini membuat Freya kesal, ia menggigit bibirnya sebentar lalu mengenggam kedua tangan Lucy.

"Ibu terlalu khawatir... aku baik-baik saja kok."

Freya memberikan jawaban dengan senyuman tulus kepada Lucy, tidak ada kebohongan dalam senyuman Freya, saat ini ia memang baik-baik saja, situasi masih dalam kendali Freya, ia melamun di beranda hanya mencoba mengatur strategi kedepannya, namun memang ada beberapa hal yang belum bisa Freya sampaikan kepada Lucy.

"Kalau begitu, syukurlah."

Lucy menghela nafas lega, meskipun hatinya masih tidak nyaman akan sesuatu tapi saat melihat anaknya dengan senyuman indah, kini ia bisa bernafas lega.

Lucy lalu berdiri dari sofa, lalu berjalan ke arah pintu. "Sebentar lagi makan malam, bersihkan dulu dirimu, ya." Ucap Lucy lalu pergi keluar ruangan.

"Kalau begitu nona, saya akan menyiapkan air hangat nya terlebih dahulu." Ucap Lily lalu membungkuk dan pergi.

Kini di ruangan hanya tersisa Freya sendiri saja, Freya merasa lelah dan menjatuhkan badannya ke sandaran di belakangnya lalu tangan kirinya menutupi semua wajahnya, kedua kakinya ia luruskan mencoba untuk rileks.

Freya Trenchard... Sara bilang kalau sifat kita mirip makanya cocok untuk diambil tubuhnya. Kalau kita mirip berarti alasan dia mencoba bunuh diri waktu itu pasti... Kesepian.

Gue cuman liat sekilas memori nya jadi gak bisa langsung ambil kesimpulan, tapi kayaknya memang kesepian, ngeliat anaknya. berdiri sendiri di tempat kejadian bunuh diri memang bikin trauma sih.

Freya menghela nafas panjang. "Rumit banget." ucap Freya.

1
Nia Achelashvili
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Frenda: makasih :3
total 1 replies
Ff Gilgamesh
semangat💪💪
Trunks
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!