Season 1
Pelangi adalah gadis cantik yang pernah mengalami kepahitan hidup karena perceraian orang tuanya.
Saat ia bertemu Bintang yang bernasib sama dan sering dijadikan bahan olok olok teman temannya karena perceraian kedua orangtuanya menumbuhkan simpati di hatinya.
Rasa simpati itu lambat laun berubah jadi sayang.
Bintang yang merasakan kasih sayang Pelangi berharap Pelangi bisa menjadi ibunya.
Akankah harapan Bintang terwujud?
Season 2
Bintang dan Pink kini telah dewasa. Bintang yang tumbuh besar bersama Pink, sangat menyayanginya.
Akankah Bintang tetap menganggap Pink sebagai adiknya ataukah perasaannya berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Rohyati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bu Anggi...jadilah mamaku
Jam istirahat telah usai. Anggi kembali ke kelasnya dan mengajar. Bintang juga sudah kembali ke kelas mengikuti pelajaran. Ia menyimak dengan seksama penjelasan penjelasan dari Anggi.
Saat bel pulang berbunyi. Anggi mengajak anak anak berdoa bersama. Dan meminta anak anak keluar kelas dengan tenang dan tertib. Semua siswa telah keluar kelas selain Bintang. Ia masih duduk di bangkunya.
Melihat itu, Anggi mendekatinya dan bertanya.
"Kenapa nggak keluar?"
Bintang menatapnya sebentar lalu menunduk.
"Terima kasih." ucap Bintang lirih.
Anggi tersenyum mendengarnya.
"Kalau ibu boleh tahu..kenapa kamu memukul Nino?"
Bintang diam, ia nampak enggan menceritakan pada Anggi.
"Kalau kamu tidak mau cerita..Bu Anggi nggak akan memaksa. Sudah siang..pulanglah. Nanti Oma khawatir." kata Anggi sambil beranjak meninggalkan Bintang. Belum jauh ia melangkah terdengar suara Bintang.
"Ia bilang aku anak nakal..anak sial..anak yang tidak beruntung. Karena aku ibu pergi." jawab Bintang.
Anggi terenyuh. Pantas kalau Bintang memukulnya karena ia dihina. Anggi mendekati Bintang. Ia membelai rambut Bintang lembut lalu duduk di kursi samping Bintang.
" Kau tahu Bintang. Orang tua Bu Anggi juga berpisah." kata Anggi sambil tersenyum.
"Apakah ibumu juga meninggalkanmu?" tanya Bintang.
Anggi tersenyum dengan kata "mu" yang digunakan Bintang.
"Bu Anggi tidak tahu siapa meninggalkan siapa. Saat mereka memutuskan berpisah. Nenek langsung membawa Bu Anggi untuk tinggal bersamanya.
"Apa kamu tidak merasa sedih karena ditinggal?"
"Bintang..boleh nggak kalau bicara dengan Bu Anggi atau dengan ibu guru yang lain jangan menyebut kamu tapi ganti dengan menyebut nama kami. Kalau kamu bicara dengan Bu Anggi..ganti kata kamu atau mu itu dengan Bu Anggi."
Bintang nampak berpikir lalu ia mengangguk.
"Sedih..Bu Anggi tentu saja sedih. Bu Anggi merasa diabaikan, merasa dibuang tidak disayang. Tapi Oma Bu Anggi selalu menyayangi Bu Anggi. Lama Bu Anggi bisa menerima keadaan ini. Kadang Bu Anggi merasa iri dengan teman teman Bu Anggi yang memiliki keluarga utuh. Tapi Oma Bu Anggi selalu mengingatkan bahwa kita manusia harus selalu bersyukur karena Allah tahu apa yang terbaik buat kita. Oma selalu mengingatkan betapa masih beruntungnya Bu Anggi karena masih punya Oma, masih bisa sekolah, masih bisa hidup nyaman. Sedangkan di luar sana banyak anak anak yang sudah tidak ada orang tua harua hidup susah."
"Tapi Nino selalu menghinaku."
"Itu namanya ujian kesabaran. Kalau Bintang bisa melewatinya dengan baik..nanti akan ada hadiah dari Allah buat Bintang."
"Apa itu benar?" tanya Bintang penasaran.
"Tentu saja benar."
" Boleh aku bertanya?" kata Bintang ragu ragi.
"Boleh saya bertanya...." Anggi mengoreksi kalimat Bintang.
"Boleh saya bertanya,Bu?" Bintang mengulang
"Tentu saja boleh. Mau nanya apa?"
"Apa jika nanti Bu Anggi punya anak..Ibu akan meninggalkannya juga?"
Anggi tersenyum dan menjawab.
"Insyaallah tidak. Kecuali Allah berkehendak lain. Misal, Ia memanggil Bu Anggi menghadapNya."
"Apakah saya anak yang nakal?"
"Mmm Bu Anggi belum lama mengenal Bintang..tapi Bu Anggi rasa Bintang bukan anak yang nakal. Hanya kurang senyum."jawab Anggi sambil mengacak acak rambut Bintang. Dan tanpa Anggi duga Bintang tersenyum.
"Bu Anggi, apa Bu Anggi mau jika punya anak seperti saya?" tanya Bintang ragu ragu. Matanya nampak memelas penuh harap menatap Anggi.
Mendapat pertanyaan seperti itu, Anggi kebingungan. Jika ia tidak menjawab, pasti Bintang akan terluka karena merasa tidak ada orang yang menginginkannya dan itu tidak bagus bagi perkembangannya.
"Punya anak semanis kamu..tentu Bu Anggi mau." jawab Anggi sambil mentowel hidung mancung Bintang.
Mata Bintang berbinar ia meraih tasnya lalu berdiri dan beranjak pulang. Tepat di pintu kelas ia berhenti dan berbalik.
"Bu Anggi..jadilah mamaku! " kata Bintang lalu berlari keluar.
Anggi.."........" (bingung)
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Hai pembaca yang budiman
Terimakasih author ucapkan karena sudah berkenan mampir dan baca novel ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan komen,like ataupun vote.
Kasih rate juga ya
love you all
-
mngkin Amelia anak temannya mama senja