NovelToon NovelToon
HARUS MENIKAH LAGI

HARUS MENIKAH LAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Myatra

Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.

Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.

Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.

Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Nindi membuka sebuah amplop, mengeluarkan kertas didalamnya, setelah melihat isinya senyumnya mengembang sempurna.

"Dengan ini, Afifah sendiri yang akan meminta Yuda agar menikahiku. Yuda pasti akan menuruti perkataan Afifah. Setelah menikah, pasti aku bisa menumbuhkan kembali cinta Yuda untukku, bahkan melebihi cinta Yuda untuk Afifah saat ini."

Nindi tersenyum sendiri, membayangkan rencananya kali ini pasti akan berhasil.

"Setelah Yuda kembali mencintaiku, mudah bagiku menyingkirkan Afifah. Aku ingin memiliki Yuda sepenuhnya, hanya seorang diri, menjadi ratu satu-satunya di hati dan rumah Yuda!"

Nindi tak henti berkata-kata dalam hatinya, sambil tersenyum-senyum sendiri. Nindi sudah membayangkan masa depannya bersama Yuda. Hidup bahagia bersama anak-anak mereka nanti.

Siang nanti, Nindi akan kembali ke rumah Yuda untuk menemui Afifah kembali. Segala cara akan Nindi lakukan, agar bisa memiliki Yuda. Cukup sekali kebodohannya dulu melepas pria sebaik Yuda.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Afifah dan mamah Ajeng sedang menyiapkan makanan untuk sarapan. Mamah Ajeng senang sekali bisa memasak bersama lagi dengan anak semata wayangnya.

"Jam berapa berangkat ke rumah mertuamu, neng?"

"Gimana mas Yuda saja mah."

"Salam untuk ibu dan bapak mertuamu!"

"Insya Alloh, nanti disampaikan mah."

Kegiatan membuat sarapan telah selesai. Segera Afifah membawa satu persatu makanan ke atas meja, menu sederhana namun menggugah selera khas makanan rumahan.

"Panggil suamimu, kita sarapa bersama!"

"Baik, bu."

Afifah menuju ruang tamu, karena tadi Afifah membawakan kopi untuk Yuda ke sana, tapi Yuda tak ada di sana. Afifah coba mencari di dalam kamar, ternyata juga nggak ada.

Afifah melihat ponsel poselnya dan ponsel Yuda di atas tempat tidur, itu artinya Yuda tak membawa ponsel, dan tak bisa dihubungi.

Afifah ke luar rumah, mungkin Yuda ada di sekitar rumah, Yuda tetap tak terlihat.

"Mau kemana, dek?" Yuda memanggil Afifah, yang dilihatnya hendak keluar pagar.

Afifah berbalik, namun tak dilihatnya keberadaan Yuda.

"Di atas, dek!" Yuda yang melihat Afifah celingukan mencari dirinya ingin tertawa, melihat wajah bingung Afifah.

Afifah mendongakan kepalanya ke atas, di sana Yuda sedang tersenyum sambil melambaikan tangannya.

"Mas sedang apa di atas?"

"Benerin genteng, dek! Tadi ada yang jatuh."

Afifah melihat ke arah samping rumah, memang ada pecahan genteng berserakan, tapi dia tak mendengar suara benda jatuh.

"Sarapan dulu, mas! Nanti dilanjut lagi!"

"Sebentar, dek! Ini sudah beres ko!"

Setelah beberapa saat, Yuda turun dengan hati-hati. Afifah menunggu dibawah, sambil memegangi tangga yang dibuat dari bambu.

"Ko, Fifah nggak denger ada benda jatuh ya, mas?"

"Mas juga nggak denger, mungkin semalam waktu kita semua tidur. Cuma tadi sepulang dari mesjid, mas lihat sudah berserakan begini."

"Ini tangga siapa, mas?"

"Tangganya pinjam punya mang Karto, sekalian tadi mas beli beberapa genteng bekas, beruntung mang Karto punya dan gentengnya pas ukurannya."

"Terima kasih ya, mas."

"Sama-sama, dek."

"Dari mana, neng?" Mamah bertanya begitu Afifah dan Yuda memasuki ruang makan. Mungkin karena terlalu lama kembali dari memanggil Yuda.

"Itu Yuda tanggannya kenapa kotor begitu?" Mamah bertanya lagi, begitu melihat tangan Yuda yang kotor.

"Tadi mas Yuda benerin genteng mah, sepulang dari mesjid mas Yuda lihat ada genteng yang jatuh, sekalian dibenerin saja, sebentar lagi musim hujan."

"Aduh, mamah jadi malu. Ke sini malah kerja ini itu."

"Nggak apa-apa, mah. Yuda juga sudah jadi anak mamah. Yuda permisi cuci tangan dulu."

Mamah tersenyum bahagia, melihat perlakuan menantunya. Setiap selesai shalat, mamah Ajeng selalu mendoakan kebahagiaan untuk rumah tangga Afifah dan Yuda dan di jauhkan dari segala macam godaan.

Setelah Yuda kembali, barulah mereka menikmati sarapannya, sesekali terdengar obrolan ringan mememani sarapan mereka.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Hari sabtu sebagian besar karyawan, memilih mengambil jatah liburan mingguan agar bisa rehat dari pekerjaan dan menikmati liburan dengan keluarganya.

Tidak bagi Nindi, dia memilih lembur bekerja, agar bisa mendapat uang tambahan. Gaji pokok Nindi sebenarnya cukup besar, tapi dengan gaya hidup Nindi yang hedonis dan sebagian harus dikirim untuk orang tuanya di kampung, tentulah tak cukup.

Jika Yuda sudah menikahi dirinya, Nindi akan memaksa Yuda agar kembali bekerja di perusahaan ini lagi. Nindi yakin Yuda akan diterima lagi bekerja, mengingat prestasi Yuda yang tak ada cacat untuk perusahaan ini. Karena dengan kembalinya Yuda bekerja di perusahaan ini, selain akan lebih banyak waktu Yuda untuknya, Nindi tak perlu repot lagi mengejar uang lembur, dia bisa meminta nafkah yang besar dari Yuda.

Nindi segera menyelesaikan pekerjaanya, begitu waktu lembur selesai. Nindi sudah tak sabar ingin segera sampai di rumah Yuda. Tak dihiraukannya perut yang sedari tadi butuh perhatian.

Nindi sudah sampai di depan pagar rumah Yuda. Setelah membayar ongkos ojek online, Nindi mulai melangkah, dan heran melihat pagar yang di kunci. dan teras rumah yang terlihat kotor.

Nindi mengucapkan salam berkali-kali, sesekali memukulkan gembok ke pagar, sehingga menimbulkan bunyi yang cukup mengganggu, tapi tak ada seorang pun yang keluar dari rumah Yuda.

Tak lama datang tetangga sebelah rumah Yuda, menegur Nindi.

"Mba lagi apa? Anak saya mau tidur siang, jangan berisik!" Nindi kaget, karena dibentak oleh orang tak dikenalnya.

Tingkah konyol Nindi memukulkan gembok ke pagar ternyata menarik perhatian karena berisik.

"Maaf, bu. Saya mau bertamu ke rumah ini, dari tadi saya tunggu tak ada yang keluar." Jawab Nindi merasa tak enak.

"Saya bukan ibu kamu, enak saja manggil-manggil ibu!" Jawaban tetangga Yuda tersebut, membuat Nindi melongo.

"Sudah tahu nggak ada yang keluar, ngapain masih disitu, bukannya pulang malah bikin ribut. Mas Yuda dan neng Afifah sudah pindah dari kemarin.

Kamu siapa? Kamu pelakor ya? Mau godain mas Yuda. Saya sering lihat kamu bolak-balik rumah itu." Nindi terkejut sekali mengetahui Yuda dan Afifah pindah.

Tak diindahkannya pertanyaan tetangga Yuda yang menuduhnya pelakor, fokusnya pada pernyataan tentang kepindahan Yuda dan Afifah.

Nindi benar-benar tak menyangka, jika untuk menghindarinya, Yuda dan Afifah memilih pindah.

"Kenapa pindah, mbak? Boleh minta alamat baru pemilik rumah ini?" Nindi bertanya sesopan mungkin, agar mendapat informasi tentang alamat baru Yuda dan Afifah.

"Saya bukan kakak kamu, nggak usah manggil-manggil mbak! Mereka pindah, karena sewa kontrak rumahnya sudah habis, mas Yuda juga saya lihat sekarang pengangguran nggak kerja, mungkin sudah nggak mampu bayar uang sewanya. Neng Afifah nggak ngasi tahu alamat barunya." Mantan tetangga Yuda masih saja menjawab dengan judes.

"Ini bukan rumah milik Yuda dan Afifah?" Tanya Nindi semakin gusar, mengetahui Yuda hanya mengontrak rumah.

"Ya bukanlah, nikah baru hitungan tahun sudah punya rumah pribadi, nggak mungkin banget. Sudah saya mau ngelonin anak saya lagi, kamu pulang saja sana, jangan berisik sekitar sini, ganggu saja!" Bu Midah langsung pergi, meninggalkan Nindi yang masih mematung depan pagar.

Nindi menatap nanar rumah yang disangkanya milik Yuda dan Afifah. Rumah minimalis yang diharapkannya menjadi rumah masa depannya nanti bersama Yuda.

Nindi menatap amplop ditangannya, yang akan digunakan sebagai senjata untuk mendapatkan Yuda. Nindi tersenyum miris, untuk amplop ditangannya ini, Nindi harus membayar sejumlah uang, sekarang malah tak berarti, sia-sia saja.

Nindi berjalan gontai meninggalkan rumah Yuda dan Afifah. Hatinya menjerit, entah siapa yang harus disalahkan untuk nasib buruknya ini.

Haruskan Nindi melepaskan Yuda kembali dengan alasan yang sama, Yuda tak memiliki apa-apa. Bahkan bekerja saja tidak.

Cintakah Nindi pada Yuda? Atau tujuan Nindi mengejar Yuda hanya ingin numpang hidup enak.

Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi pikiran Nindi.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Bu Midah tersenyum senang, saat mengintip kepergian Nindi dari balik gorden rumahnya. Teringat tadi wajah Nindi yang gusar dan terkejut dengan yang dikatakannya.

Bu Midah mengambil ponsel dari saku tuniknya, dan mengetik pesan kepada seseorang.

"Beres neng, perempuan itu sudah pergi." Tak lupa dibubuhi emotikon senyum yang banyak, lalu klik ikon panah di sebelah kanan, send. Pesanpun terkirim.

BERSAMBUNG

Terima kasih banyak yang sudah baca tulisan saya, terima kasih tak terhingga, untuk like, vote dan ratenya.

Selamat membaca.

1
Bunga Joempa Al-asywaq
semoga seru
Appleeza
Nindi bukan Wirda.. Wirda udah meninggal..🤭
Sulfia Nuriawati
lanjutin dong sampe end jd g gantung kisahnya y🤔🤔🤔
Sulfia Nuriawati
mk nya jd laki² jgn sombong mentang² kata talak ada d tngan kaum laki, jd saat kesal, marah mulutnya lemes bgtu sadar udah telat mas bro
Sulfia Nuriawati
jd laki kok bs d setir istri bego bnget, istrinya jg kebangetan jd irg, talak aja kalo g mw berubah
Sulfia Nuriawati
tp brt jg kalo rujuk, kan luna hrs niksh lg tp nikah jg g main² jgn cm karna mw rujuk jd asal nikshnya, lbh baik cr solusi lwt org yg lbh ngerti hal itu, jgn akhirnya jd mslh
Sulfia Nuriawati
awal bc g bgtu menarik tp mkin lama mkin pen

asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
Nhya HA💜RM
sakti kamu benar2 egois...
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
Nhya HA💜RM
kalau sampai Yuda nikah bener2 keterlaluan sakti, andi dan keluarganya.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.
Yusri Yusoff
HARUSNYA MENIKAH LAGI UDAH HABIS YA.... padahal di bab tersebut ada kata sambung. gak puas kesudahannya dan minta pembaca nunggu tp tiada sambungannya malah dimasukan cerita novel lain.
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Ray Aza
ga pny bpjs ya thor? pensiunan pns kan pny askes.. 🤭
Neni Bunda Alif
nindi iya kan thor..
Neni Bunda Alif
yuda rajin amat berproduksi nya...🤭
Neni Bunda Alif
si nindi gak nyadar, .udah d kasih kebahagiaan ....waktu sm suami nya ....
Neni Bunda Alif
afifa hamil lg ya thor....jd sensitif
Neni Bunda Alif
ibu nya yuda tuh nm nya siapa sih thor. kadang asti kadang sri..mungkin nama nya sri asti ya thor ..,hehe
Neni Bunda Alif
luna sm mario aja thor
Neni Bunda Alif
dasar nindi...andi udah tau semua borok mu...kalau kamu gak bisa memeiliki keturunan..
Neni Bunda Alif
nanti mario jatuh cinta beneran sm aluna.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!