Queeny adalah Vampir baik hati.
Memiliki kekuatan dan tangguh.
Queeny ditakdirkan sebagai 'sang Abadi'.
Yang mampu mengendalikan seluruh bangsa vampir.
Akankah Queeny mampu menjadi pemimpin seluruh Clan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
KEDIAMAN ZETO
-KAMAR EXEL-
Exel mengobrak abrik kamar dan marah.
"sial!!!!'"
"hampir saja aku mendapatkannya"
"Stanlie,kamu akan tanggung akibatnya"
guman Exel.
Seseorang masuk ke dalam kamar.
"Tuan muda,Tuan besar memanggil anda"
kata orang itu.
Exel tak menjawab.
Dia langsung keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang kerja ayahnya.
Di dalam ruangan Max sudah menunggu dengan kemarahan dalam matanya.
"Ada apa pa?"
kata exel.
"Ada apa?kamu begitu bodoh Exel!!"
"kenapa kamu menyerang clan Emperial terang terangan?"
"Kamu ingin buat hancur Clan Glov hah??"
Max berbicara dengan penuh kemurkaan.
"maaf pa"
"aku benar benar tidak bisa menahan perasaanku pada gadis itu"
jawab Exel.
"lalu??"
"kamu gunakan cara yang bodoh ini?"
"tidak kah kamu berfikir,caramu ini mengundang peperangan x??"
Max berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan mendekati exel.
"aku membebaskanmu bukan berarti kamu bisa bertindak semaumu x"
"lalu aku harus bagaimana pa?"
tanya exel.
"pergilah ke kediaman Bells dan minta maaflah"
"luluhkan hati putri Bells"
jawab max.
Exel kaget.
"Tapi pa,aku telah melakukan kesalahan pada gadis itu"
"aku sudah.."
Exel menghentikan kata katanya.
Max zeto menepuk bahu Exel.
"papa tau"
"pergilah dan dapatkan kepercayaan mereka"
"rencana kita tidak boleh gagal x"
kata max.
"baik pa"
jawab exel.
---
KEDIAMAN FOX
-RUANG KELUARGA-
"benarkah itu stan?"
"lalu bagaimana Queeny sekarang?"
Steve fox kaget mendengar kejadian yang di alami keluarga Bells.
"Ya,Dia sudah baik pa"
"begitu juga dengan mattew"
jawab stanlie.
"Benarkah keluarga Zeto pelakunya??"
tanya melly.
"ya ma,Exel zeto lah yang ingin melecehkan Queeny"
"aku benar benar kesal"
Stanlie mulai memanas.
"hmm.. kamu mencintainya stan?"
Melly menatap Stanlie den tersenyum.
Stanlie tak menjawab,Dia hanya tersenyum.
"Bersiaplah,kita akan datang ke kediaman Bells"
kata Steve.
Steve berdiri dari sofa dan langsung ke dalam kamar.
---
KEDIAMAN BELLS
-KAMAR QUEENY-
Queeny duduk di atas ranjangnya dengan selimut yang menutupi kakinya.
Disamping Queeny ada Mattew.
Queeny menyandarkan kepalanya ke dada Mattew.
"Thankyou Queen"
Mattew bicara lembut.
"kakak,aku adikmu"
"jika aku bisa menukar hidupku dengan hidupmu maka itu akan ku lakukan"
"aku sayang padamu kak"
Queeny memeluk erat tubuh Mattew.
"oh gadis kecilku,aku juga sayang padamu"
Mattew mengecup lama kening Queeny.
Jhony dan Rhony masuk ke dalam kamar.
mereka langsung naik ke ranjang.
"ehemm"
"kakakmu tidak hanya Mattew saja Queen"
kata Jhony.
"awas awas"
Rhony langsung mengambil alih posisi Mattew.
"kami juga mau peluk gadis kami"
kata Rhony dengan tawa kecil.
"hahahaha"
Tertawa lebar.
"astaga"
"kalian seperti anak kecil yang berebut makanan"
kata Queeny.
"oke,biar adil sini sini kalian mendekatlah"
kata Queeny,Jhony,Rhony dan mattew mendekat.
"muach"
Queeny mencium kening Jhony.
"muach"
Queeny mencium kening Rhony.
"muach"
Queeny mencium kening Mattew.
"Nah sudah adil kan?"
"ayo sana bubar"
Queeny mengusir ke 3 kakaknya dari kamarnya.
"seharusnya kamu lakukan itu setiap pagi Queen"
kata Jhony.
"iya agar kita semangat bekerja"
kata Rhony.
"ah tidak mau"
"kalian carilah gadis dan menikah lah"
"maka kalian bisa puas dapat kecupan"
Kata Queeny memutar bola matanya.
"hahahaha"
Mattew tertawa.
"tuh,adik kecil saja tau"
kata Mattew menepuk bahu Jhon dan Rhon bersamaan,lalu pergi dari kamar Queeny.
"Mattew"
Jhony dan Rhony berteriak serentak.
lalu berlari mengikuti Mattew.
Queeny tersenyum.
"aku sayang kalian kak,aku akan melindungi kalian"
batin Queeny.
---
Keluarga Fox sampai di kediaman Bells.
Mereka berjalan menuju pintu utama dan disambut oleh penjaga pintu.
penjaga membukakan pintu.
Stev Fox dan keluaraga masuk ke dalam rumah ,dan disambut oleh pelayan.
"Selamat datang Tuan Fox"
"Silahkan masuk"
pelayan itu menunjukan jalan menuju ruang keluarga Bells.
Steve,Melly dan Stanlie mengikuti pelayan itu.
Sesampainya diruang keluarga,stev fox dan keluarga disambut hangat oleh keluarga james.
Terlihat mereka saling berjabat tangan dan berpelukan.
"Dimana putri kecilmu james?"
tanya Steve melihat sekeliling.
"Aku disini paman"
Terlihat Queeny diujung pintu dengan senyumnya yang cantik berjalan masuk ke dalam ruangan.
"Hallo sayang"
Melly menyambut Queeny dengan pelukan erat.
"Hallo bibi cantik"
sapa Queeny,tak lama melepas pelukan.
"Hallo paman"
sapa Queeny menatap Steve.
Steve tersenyum kepada Queeny dan mengangguk.
Queeny melihat Satnlie di samping Mattew dan menghampirinya.
"Hai"
sapa Queeny dengan tersenyum malu.
"hallo Queen"
Stanlie juga tersenyum.
"Thanks,kamu sudah bantu aku stan"
kata Queeny lembut.
"sama sama Queen"
Stanlie tersenyum tampan.
"ehemm"
"seepertinya aku ganggu kalian ya"
kata mattew.
"ahh tidak matt,kita bisa bicara bersama"
kata stanlie.
Mereka berbincang bersama,banyak hal yang dibahas.
Mulai dari keluarga,pekerjaan dan lainnya.
Karena kedatangan tamu,keluarga Bells menyiapkan jamuan.
-RUANG MAKAN-
Semua hidangan tersedia,Stanlie hanya diam.
Queeny menatap Stanlie.
"ayo ikutlah denganku Stan"
kata Queen berdiri dari kursi.
Semua mata menatap.
"ada Queen?"
tanya James.
"ah maaf James,anakku vegetarian"
kata Steve.
"Aduh mama lupa bawa makananmu Stan"
Kata Melly meraba raba tasnya.
"Tidak masalah bibi,aku juga vegetarian,Stanlie bisa makan ruang belakang"
kata Queeny.
"ya.."
" ajaklah Stanlie bersamamu Queen"
"sepertiinya selera kalian sama"
kata James tersenyum.
"baik pa"
jawab Queen,lalu menatap Stanlie.
Stanlie berdiri dari duduknya.
"maaf paman,bibi,merepotkan"
kata stanlie.
"Tidak apa tampan,pergilah makan dengan Queeny"
kata Amalia.
Stanlie menganggukkan kepala.
Queeny berjalan,Stanlie mengikuti dari belakang.
Mereka menuju teras belakang rumah.
"hmm... selera yang sama"
"tampan dan cantik"
"pas sekali,bagaimana jika mereka menikah saja"
kata Amalia yang membuat kaget.
Semua terdiam dan menghentikan makannya.
Amalia Tersenyum kaku.
"ah.. maaf maksudku bukan seperti itu"
"Jika keluarga Fox mau menerima Queeny menjadi menantunya,kenapa Tidak?
kata James.
Steve dan Melly saling memandang.
"Tuan Bells,kami akan dengan senang hati menerima Queeny menjadi anggota keluaraga kami"
kata Melly.
ishhh gak seruu dehh lanjut lagi laah kaaa
vampire maah bebasss ehehee