NovelToon NovelToon
PERCAYALAH

PERCAYALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Spiritual / Romansa-Teen school
Popularitas:69.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Mrs. My

"Percayalah tiada yang tidak mungkin, selagi engkau yakin pasti akan ada hal besar datang kepadamu". Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang memperjuangkan kesetiaannya. Namun begitu banyak hal-hal yang membuat dia terkadang putus harapan.

Akankah dia mencoba mengikhlaskan seseorang pujaan hatinya kepada orang lain atau dia akan terus mempertahakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. My, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Hati Siapa Yang Tahu

Hati Siapa Yang Tahu

Jam menunjukkan pukul 02.00 Wib, menandakan Perlombaan akan segera dimulai. Semua santri berkumpul didalam ruangan untuk menyaksikan perlombaan tersebut, termasuk faiq yang ingin menyaksikan perlombaan tersebut. Salah satu cabang lomba yaitu pidato bahasa arab. Cabang perlombaan bahasa arab sangat dikenal ketat dimana selain diikuti oleh santri yang benar-benar sangat menguasai bahasa arab.

Salah satu peserta adalah dinda, dinda baru pertama ini mengikuti lomba tersebut karena selama ini dinda tidak berani untuk tampil didepan orang banyak. Dinda sangat mempersiapkan teks dengan baik sedangkan putri memberi semangat kepada dinda.

Akbar adalah salah satu yang ditunjuk sebagai juri pidato bahasa arab. akbar ditunjuk oleh abi faiq menjadi juri. Akbar sama sekali tidak mengetahui bahwa dinda menjadi salah satu peserta lomba tersebut.

Setelah semua peserta telah berkumpul, kini acara akan dimulai. Terdengar suara bel menandakan peserta pertama akan dimulai.

TETTTTTTT

Tanda tombol hijau telah berbunyi bertanda peserta akan dipanggil sesuai nomor urutannya. Dinda mendapatkan nomor urut ke 9 sebagai peserta terakhir.

Setelah beberapa peserta telah selesai kini giliran nomor urut dinda dipanggil oleh pembawa acara.

"Baiklah selanjut no urut 9, atas nama dinda salsabila. " seseorang memanggil

Semua pada bertepuk tangan memberikan semangat. Faiq yang duduk disudut ruangan seketika membuka matanya dengan lebar dan memperhatikan ketika dinda mulai masuk dan berdiri didepan kelas. Faiq sangat mengagumi dinda karena kecantikan dan kesopanan dia. Namun perasaan itu hanya dia tunjukkan lewat tatapan mata yang terus saja dia lihat walau dari jauh bagi dia itu sudah cukup.

Dinda yang sudah berdiri didepan tersenyum manis dengan semua penonton yang sedang memperhatikan dia. Penampilan dinda hari itu berbeda dari biasanya, dia menggenakan gamis berwarna hitam dipadukan dengan jilbab coklat muda membuat dinda terlihat sangat cantik dan manis. Ketika dinda berdiri didepan kelas semua pandangan tertujuh padanya. Akbar yang terpesona dengan kecantikan dinda tidak bisa berkedip sedikit pun.

"Bagaimana ust Akbar apa sudah bisa kita mulai, ust Akbar ust. " terdengar beberapa kali pembawa acara memanggil akbar.

Akbar sama sekali tidak mendengar panggilan itu dia terus saja menatap putri yang berdiri didepan sambil tersenyum senyum.

POK

POk

juri yang duduk disamping akbar menepuk pundaknya akbar.

"Nak akbar, "

Akbar baru tersadar dari lamunannya itu.

"Eee iya pak, sudah selesai ya pak. " jawab akbar spontan.

"Selesai apanya dimulai saja belum to kamu si kebanyakan mikirin yang didepan ya, " jawab juri disebelah akbar. Akbar hanya tersenyum dan menundukkan pandangan.

"Kalau kamu sudah memantapkan hati datengin orang tuanya, dari pada nanti direbut orang, ucap juri disebelah akbar. Akbar tersenyum lagi mendengar perkataan tersebut.

Dinda memulai pidato nya, ditengah dinda sedang berpidato faiq mendengar temannya pada berbisik bisik ketika melihat kecantikan dinda.

"Cantik banget ya dinda"

"Sudah cantik pinter lagi"

"Beruntung nya lelaki yang mendapatkan dinda"

"Bagai bidadari yang turun dari langit"

Begitulah teman-temannya berkata,

"Faiq kamu gak tertarik sama dinda secara dia kan cantik, manis, baik lagi dan dia juga anak Abi fatur, " tanya seorang laki-laki yang duduk disebelah faiq.

Faiq yang mendengar itu hanya tersenyum saja tanpa mengeluarkan kata kata sedikitpun.

"Eee kamu mah ditanya mala senyum-senyum aja ni anak, " ucap temannya lagi.

Setelah semua peserta telah selesai tampil dinda dan putri kembali keluar dari ruangan itu dan duduk dibawah pohon tepat didepan ruangan itu sambil berbincang-bincang tentang perasaan dinda yang baru saja tampil. Sedangkan anak-anak yang lain sudah keluar dari ruangan itu.

Setelah semua anak telah keluar dari kelas itu faiq yang hendak keluar dari kelas dihentikan akbar. Akbar memanggil faiq untuk meminta bantuan membawakan beberapa berkas penilaian.

"Faiq tolong kamu bawakan berkas ini ke abi fatur ya dirumahnya," ucap akbar

"Iya mas, " Faiq pun pergi membawa berkas itu.

Putri yang tadi sedang asyik bercerita kini teringat bahwa dia meninggal sesuatu dirumah abi fatur.

"Ya ampun din, sepertinya aku meninggalkan sesuatu dirumah abi kamu," ucap putri.

"Maksud kamu buku diary kamu, " jawab dinda.

"iya din, kamu disini dulu ya aku ambil buku sebentar kamu jangan kemana mana. " Putri langsung saja berlari dan pergi meninggalkan dinda.

Ketika Akbar hendak pergi keluar dari kelas itu dia melihat dinda sedang duduk dibawah pohon dekat ruangan itu sendiri. langsung saja akbar mendekati dinda tanpa berfikir panjang.

"Assalamualaikum dinda,"

"Waalaikumsalam, ehhh iya mas akbar ada apa ya. " Jawab dinda

"Pidato kamu tadi bagus banget, " ucap akbar.

"Makasih mas, " putri menundukkan pandangannya.

"Kamu hari ini juga sangat cannnnnnnn...." akbar menghentikan perkataan nya itu

Faiq yang baru saja keluar dari ruangan itu melihat akbar dan dinda sedang mengobrol.

Faiq menatap mereka dengan rasa sakit dihatinya.

"Kenapa rasanya sakit sekali melihat mereka, padahal mereka hanya teman biasa. Tapi kenapa hati ini tidak rela melihat mereka berdua perasaan apa ini. " gumam faiq didalam hatinya.

Dinda yang tidak mengetahui bahwa faiq memperhatikan dia bersama akbar. Faiq berjalan didepan mereka yang sedang asyik mengobrol tanpa menoleh sedikitpun. Dinda yang mengetahui faiq berjalan didepannya namun tidak menoleh sedikitpun kepada dinda seketika terdiam sejenak.

"Ya Allah apa dia tidak punya hati untukku, kenapa untuk menoleh saja dia sepertinya tidak mau. " gumam dinda didalam hatinya.

"Dinda kamu kenapa ko diam, " ucap akbar mengagetkan dinda

"Eee gak mas tadi mas akbar bilang cannn apa ya mas. "

"Eee gak papa ko tadi itu cannnntik kucingnya iya cantik itu kucing yang baru lewat. Ucap akbar yang salah tingkah.

putri hanya tersenyum melihat kelakuan akbar. Namun didalam hatinya dia merasa sedih karena faiq tidak melihat dinda untuk sekedar melepaskan senyuman.

🌻🌻🌻

Putri yang hendak mengambil bukunya sampailah didepan rumah abi fatur. Dia melihat ada sedal berwarna hitam didepan rumah itu, namun dia berfikir mungkin itu sendal abi fatur. Langsung saja putri masuk dan memberi salam.

"Assalamualai..........Kum" putri terkejut ketika Faiq yang ada didalam rumah tersebut.

"Waalaikumsalam" jawab faiq dan Abi fatur.

"iya putri ada apa nak, "tanya abi kepada putri.

Faiq yang tidak ada perasaan sama sekali dia hanya termenung dan diam tanpa kata. Putri menatap faiq sambil menyenderkan setengah badannya di badan pintu.

"Ganteng banget si kamu bagaikan pangeran," Ucap putri melamun didepan pintu sambil memeluk pintu yang disebelahnya.

"Putri, putri nak. " abi memanggil nya berkali kali.

"Eee iya bi, ganteng banget ya dia bi putri suka sama dia bi. Putri terkejut dengan apa yang tidak sengaja dia ucapkan.

"Aduhhh ngomong apa aku tadi, " sambil mengerutkan dahinya dan menutup matanya dengan tangannya.

"Eee enggak bi maksud putri emmmm putri pamit dulu bi Assalamualaikum. "

Putri pergi meninggalkan rumah itu dengan sangat malu karena perkataan nya yang tidak sengaja.

Faiq yang mendengar tadi menahan tawa dalam hatinya dan dia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh putri, karena baru sekali ini ada seseorang yang mengatakan suka dengannya.

"Nak Faiq Itu tadi namanya putri, dia santri baru disini namun sekarang dia sudah betah katanya. " Ujar abi kepada faiq yang sedang tersenyum.

"Yasudah ini hasil laporannya kamu berikan sama Akbar lagi bilang saja Abi sudah setuju.

"Baik abi kalau begitu faiq pamit dulu ya bi. "

🌻🌻🌻

Ditempat lain dinda yang sedang bersama akbar dikejutkan dengan putri yang datang tiba-tiba dengan berlari ketakutan.

hu

hu

hu

hu

"Kenapa kamu put, tanya dinda. " Putri mengatur nafasnya dan kaget untuk kedua kalinya melihat akbar didepan Dinda

"Eee ngapain kamu masih di sini deketin dinda lagi, sana pergi sana jauh jauh. " ucap putri terlihat kesal.

"Eee sudah datang gak pake salam ni anak main nyelonong langsung marah-marah gak jelas. " Jawab akbar menatap putri.

"Sudahhh sana pergi pergi. "

Tidak lama kemudian faiq yang sedang mencari akbar melihat akbar sedang berdiri didepan ruangan yang tadi, langsung saja faiq segera mendekati akbar.

"Mas akbar ini laporannya kata faiq sembari memberikan laporan itu ke pada akbar. Putri yang melihat faiq langsung bersembunyi dibalik badan dinda.

"Iya iq, makasih ya. " Ucap akbar

Faiq yang langsung pergi ditarik kembali oleh akbar.

"Ee mau kemana kamu iq buru buru sekali, sini aku kenalin kamu dengan dinda. "

Faiq tidak pernah berkenalan dengan dinda secara langsung namun dia sudah tau bahwa yang sedang berdiri di depan dia adalah dinda.

"Ini namanya dinda dia anak nya abi fatur Iq, " Akbar menunjuk dinda.

"Sal...am ke...nal mba di....nda, " ucap faiq kepada dinda dengan nada terbata bata.

Dinda hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata. setelah mengenalkan dinda Akbar pun mengenal kan putri juga yang saat itu bersembunyi di belakang tubuh dinda.

"Kalau yang dibelakang dinda itu namanya cewek aneh Iq hobi nya suka ngomong dan marah marah gak jelas. " Ucap akbar menyagil putri.

Putri yang mendengar perkataan akbar langsung memukulkan akbar dengan buku yang ditarik oleh putri dari tangan dinda.

PROKKKKKK

"Aduhhh sakit tau, " Akbar meringki kesakitan.

"Makannya mulut itu dijaga, " jawab putri kesal.

Dinda dan faiq saling menatap dan tersenyum melihat kelakuan akbar dan putri.

"Kalau gitu dinda sama putri pamit dulu ya mas akbar, " dinda menarik tangan putri.

"Awas ya nanti hmmm, " putri memberikan kepalan tangan kepada akbar.

Faiq tertawa melihat putri dan akbar seperti sudah sangat akrab.

"Awas lo mas nanti jadi cinta, " ucap faiq tak sengaja.

"Faiq aku itu suka nya sama dinda bukan sama cewek aneh itu, " akbar pun membuka perkataan yang selama ini iya tahan dalam hatinya.

"Tu kan mas akbar ketahuan suka sama mba dinda ya. "

"Emmm bukan bukan iq maksud saya tadi itu....emmm, "

"Sudah la mas, faiq sudah tahu ko. " Faiq memotong pembicaraan Akbar dan pergi meninggalkan akbar yang sedang kebingungan mencari alasan.

"Faiq tunggu iq aku ingin menjelaskan dulu, " Ucap akbar mengerjar Faiq.

.

.

.

BERSAMBUNG...

Terimakasih telah membaca 🌻🌻🌻

tunggu episode selanjutnya.

1
Yoanita_Situmorang
wahh si kakak up lagii😍😍😍

dah lama ga up jadi udah agak lupa 😅
Elisabeth Ratna Susanti
like fav😍
Your name
Salken ya Thor mampir nih.
Ellaa🎭
semangat kk 💕

salam dari -ZEVANAYA-
Yoanita_Situmorang
Aku kembali lagi kak
semangat up nya kak✊✊

ayo selalu saling dukung👍👍
serah lu dah
semangat kakak author
Om Rik
semangat kak
ilusi tak bertepi
LIKE thor🎉😍

ditunggu ya kelanjutannya slalu hadir JODOH TERPAKSAKU
DevFusvii
Semangat Kakak🤗
Ditunggu Next capt terbarunya😁

Udah ku bom like dan kasih rate Lima
Yuk saling suport🤗❤

Terimakasih🙏
Anita Jenius
Lanjut up ya kak
Martina Alfarizqi
semangat
Elisabeth Ratna Susanti
double like😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Xaverine
semangat Thor 💪💪💪
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
Mampir like kakak❤️ next up semangat! Feedback MDL 😉
May: ahsiap kak
total 1 replies
Liana'S
Akhirnya...
Lanjut Thor.

Semangat terus ya..
May: mksih kak Lia 😍
total 1 replies
Jenong
hai kak aku mampir like ya
Anita Jenius
Lanjut up ya kak
Desrayanii
Yeee kakak update 🤗🤗
Xaverine
lanjut May, aku mampir lagi nih😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!