Kisah keenam gadis remaja yang akan melangsungkan sekolah pertamanya disebuah sekolah ternama.
Entah itu adalah sebuah keberuntungan atau kesialan bagi keenam gadis itu. Sesuatu telah meraja lela didalam lubuk hati mereka hingga mereka saling membunuh satu sama lain hanya untuk tujuan yang tidak jelas.
Benda yang mereka temukan adalah sebuah sebab dari hancurnya persahabatan yang mereka bangun sejak lama. Selain itu, sebuah sosok gelap juga berusaha merusak persahabatan mereka.
Sebenarnya, benda apa yang membuat keenam gadis itu saling membunuh dan membuat mereka menghancurkan persahabatan nya sendiri? Siapa kegelapan yang membuat mereka terpaksa menerima nasib itu? Simak selengkapnya didalam cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrendo Edo A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Be Aware 2
Kenyataan yang tidak diketahui kepastiannya. Jadi sadarlah mulai sekarang untuk mengetahuinya.
"Jadi, kita harus bertindak bagaimana?" tanya Salsa lagi.
"Kita harus mengantar Yewon menuju tempat penyembuhan dahulu lalu menolong Linda yang terjebak disana." ujar Tiara.
"Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil penjaga disekitar sini." ucap Salsa.
Salsapun segera menuruni gedung untuk meminta bantuan dari penjaga dunia ilusi yang berada disekitar daerah gedung. Tiara pun perlahan berjalan sendirian menuju Yewon yang masih terlihat tak sadarkan diri, tetapi saat itu Tiara juga merasa bahwa Yewon semakin memucat. Tiara yang tak ingin kejadian buruk menimpa Yewon lagi pun segera membawa Yewon dengan cara menggendongnya pergi dari gedung agar Yewon bisa lebih cepat ditangani oleh pihak penyembuh.
"Dimana Salsa, kenapa masih belum kembali?" batin Tiara.
Tiara yang menggendong Yewon pun terlihat kebingungan untuk membawa Yewon kemana, ditambah lagi Salsa yang belum kembali untuk membawa pertolongan bagi Yewon.
"Kalau begitu, aku akan membawa Yewon kerumah Nyonya Lia saja." batin Tiara sambil mulai berlari kecil.
Tiara segera bergegas menuju rumah Nyonya Lia yang merupakan salah satu seorang penyembuh didunia ilusi. Nyonya Lia dan Tiara adalah sahabat dekat terutama saat Tiara baru saja memasuki dunia ilusi.
Dulu, Tiara ditemukan oleh Nyonya Lia didekat sebuah danau magis yang terletak diujung kota dunia ilusi. Nyonya Lia yang merasa iba pun menolong Tiara dengan cara merawat Tiara dirumahnya hingga Tiara membaik. Pertama kali saat Tiara siuman dan melihat Nyonya Lia, ia merasa takut dan was-was dengan apa yang akan terjadi hingga akhirnya Nyonya Lia menceritakan semua kejadian yang menimpa Tiara. Dari saat itu, Tiara dan Nyonya Lia pun bersahabat dan membuat hubungan yang dekat meskipun mereka berdua memiliki umur yang berbeda jauh.
Tak lama setelah Tiara berusaha membawa Yewon kerumah Nyonya Lia dengan berlari, akhirnya Tiara yang menggendong Yewon pun sampai disana. Terlihat Tiara yang berusaha mengetuk pintu rumah Nyonya Lia yang terbuat dari kayu didepannya. Ia terus menerus mengetuk pintu hingga pintu yang ada didepannya pun mulai terbuka dan keluarlah seorang wanita tua yang berjalan menggunakan sebuah tongkat.
Wanita itu itupun kaget karena melihat seorang gadis yang menggendong gadis lain dipunggungnya. Wanita tua itu segera meminta seorang gadis didepannya yaitu Tiara untuk masuk kedalam rumah. Setelah semuanya masuk, Tiara segera meletakkan Yewon diatas sebuah ranjang yang sangat sederhana. Ranjang itu terbuat dari beberapa rotan dan kain tipis.
Wanita tua yang merupakan pemilik rumah itupun mulai bertanya pada Tiara tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Wahai gadis muda, kenapa engkau membawa gadis itu kemari?" tanya wanita tua itu.
"Maafkan aku nyonya, apa anda masih mengingatku?" tanya balik Tiara.
"Maaf gadis muda, sepertinya saya memang mengenalimu, tapi siapa?" tanya wanita tua itu lagi.
"Ini aku nyonya, aku Tiara." ucap Tiara.
"Benarkah itu dirimu Tiara?" tanya wanita itu senang.
Ternyata, wanita tua yang ada dihadapan Tiara adalah Nyonya Lia. Tiara masih mengingat muka dan tempat tinggal Nyonya Lia dengan sangat jelas, sedangkan Nyonya Lia merasa lupa dengan Tiara karena Nyonya Lia juga semakin menua. Karena kejadian itu, akhirnya Tiara dan Nyonya Lia kembali bertemu setelah beberapa lama tak pernah bertemu.
Keduanya saling memeluk satu sama lain dengan erat untuk melepaskan rasa rindu antar keduanya. Beberapa lama berlangsung lalu membuat keduanya melepaskan pelukan rindu yang mereka rasakan. Disaat itu, Tiara pun meminta Nyonya Lia untuk mengobati Yewon yang masih tak sadar dari kejadian terbentur diatas gedung tadi.
"Nyonya Lia, tolong obati temanku ini. Ia terbentur dilantai bangungan gedung tinggi dikota sana." ujar Tiara.
"Apakah lukanya serius?" tanya Nyonya Lia memastikan.
"Aku kurang tau nyonya." jawab Tiara.
"Hmm, baiklah. Aku aku memeriksanya dahulu." ucap Nyonya Lia.
Tiba-tiba muncullah cahaya berwarna putih dari dalam tubuh Nyonya Lia yang seakan-akan langsung memasuki tubuh Yewon. Cahaya-cahaya itu sebenarnya adalah salah satu kekuatan yang Nyonya Lia miliki untuk menyembuhkan seseorang. Kekuatan itu adalah kekuatan yang berasal dari salah satu elemen magis terkuat didunia ilusi yaitu dari elemen magis putih. Konon, semua orang yang masuk kedalam dunia ilusi akan mendapatkan nasibnya masing-masing.
Nasib Nyonya Lia adalah hidup sebagai penyembuh dari aliran elemen magis putih. Penyembuh-penyembuh yang berada didunia Ilusi dianggap sebagai orang yang memiliki derajat tertinggi. Sayangnya, hingga sekarang masih ada sesuatu perkara yang diperdebatkan oleh semua makhluk dunia ilusi tentang derajat itu. Perkara itu adalah perkara penentuan derajat tertinggi untuk penyembuh aliran putih dan penyembuh aliran hitam.
Ada yang berkata bahwa penyembuh aliran putih derajatnya lebih tinggi dari penyembuh aliran hitam, ada juga yang berkata sebaliknya. Maka dari itu hal ini dijadikan perkara yang dianggap tidak akan pernah tuntas hingga menuju zaman cucu-cucu dunia ilusi. Banyak juga yang menganggap hal ini adalah kutukan dan ada juga yang menganggap sebagai pemberian baik.
Kembali kepada Nyonya Lia yang masih terlihat mengecek kondisi Yewon. Nyonya Lia pun memejamkan matanya sambil memegang perut Yewon untuk mengecek masalah yang terjadi. Hingga akhirnya Nyonya Lia mengatakan sebuah kalimat kepada Tiara dengan mata tertutup.
"Tiara, kamu harus mencari seseorang yang telah memasukkan kekuatan magis pada gadis ini." ucap Nyonya Lia.
"Kekuatan magis?" tanya Tiara.
"Iya, orang yang telah membuat gadis ini tidak sadarkan diri adalah orang yang dilindungi oleh kekuatan magis dari elemen hitam." terang Nyonya Lia.
"Jadi apa yang harus aku lakukan pada orang yang membuat temanku ini tak sadarkan diri?" tanya Tiara lagi.
"Kalahkan dia dengan bantuan dari orang yang memiliki pelindung berupa kekuatan elemen putih atau ..."
"Atau apa nyonya?"
"Atau kau harus bertemu dengan orang yang memiliki kekuatan tunggal dunia ilusi. Orang yang memiliki kekuatan tunggal itu bisa mengendalikan waktu dan juga selalu merasa terkait dengan kekuatan besar bernama butterfly effect." terang Nyonya Lia lagi.
Setelah percakapan itu selesai, Nyonya Lia segera membuka matanya kembali untuk mengambil sebuah lilin berwarna putih kebiruan yang kemudian akan dipanaskan lalu ditempelkan dibadan Yewon sebagai pencegah kekuatan hitam. Lilin yang digunakan oleh Nyonya Lia bukanlah lilin biasa, lilin itu adalah lilin abadi yang tak akan pernah habis meskipun tertelan oleh waktu. Lilin itu juga diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi penyembuh kekuatan elemen putih.
Disamping itu, Tiara pun hanya terdiam sambil terduduk disebuah kursi kayu milik Nyonya Lia. Tiara memikirkan sekiranya siapa yang dilindungi oleh kekuatan putih saat itu, ia juga berfikir siapa seseorang yang memiliki kekuatan tunggal didalam kehidupannya. Semua itu bertujuan untuk mengalahkan orang yang telah membuat Yewon tak sadarkan diri, Tiara mengira bahwa orang yang memiliki kekuatan magis hitam itu adalah Erin.
"Apakah ini akan menjadi tantangan untukku dalam menyelamatkan Yewon?" batin Tiara.
Tak sadar, Tiara terus berpikir sambil memegangi dahinya seperti orang yang tengah pusing. Tak lama Tiara pun teringat sesuatu, sesuatu itu adalah bahwa Tiara belum memberi tau Salsa posisinya sekarang sedang berada dimana. Secepatnya Tiara mulai menghubungi Salsa untuk memberi informasi posisi Tiara dan Yewon sekarang. Tiara pun segera berjalan keluar dari rumah Nyonya Lia lalu berusaha menelepon nomor Salsa.
"Semoga diangkat." batin Tiara hendak menyalakan telepon.
Suara telepon pun mulai terdengar berdering saat Tiara berusaha menelepon Salsa. Suara itu bersamaan dengan sebuah getaran dari telepon Tiara juga, hingga tak lama akhirnya telepon Tiara dijawab oleh seseorang.
"Halo, hahaha." suara dalam telepon Tiara.
Disaat telepon Tiara dijawab, Tiara merasa bukan Salsa yang menjawab teleponnya. Disaat itu ia juga mendengar suara gadis lain yang berkata halo lalu disusul dengan suara tertawa. Sebenarnya suara tertawaan yang Tiara dengar tidaklah asing baginya, karena Tiara merasa pernah dan mungkin sering mendengar tawaan itu.
"Kamu siapa?" tanya Tiara.
"Hahaha, itu tidak penting Tiara." jawab seseorang yang ditelepon Tiara.
Tiba-tiba seorang gadis yang menjawab telepon Tiarapun berkata kepada Tiara selaku orang yang menelepon. Tapi anehnya kenapa orang yang menjawab telepon Tiara saat itu mengetahui nama Tiara?. Tiara sempat merasa bingung, khawatir, dan takut dengan waktu yang bersamaan. Setelah itu, terdengar suara tawaan lagi yang terasa lebih keras dan kuat dari telepon Tiara. Tiara yang masih merasa ketakutan segera bertanya lagi kepada sang penerima teleponnya.
"Ka-kamu si-siapa?" tanya Tiara.
"Aku sudah bilang itu tidak penting, aku akan datang saja ketempatmu sekarang." jawab seseorang itu dengan nada tinggi.
"Tapi ..."
Belum saja Tiara berkata lagi untuk menanggapi perkataan seseorang itu, ternyata teleponnya terputus dan saat Tiara berusaha menelepon kembali, sepertinya nomor telepon Tiara sudah terhapus dari telepon milik Salsa yang sedang dipegang oleh orang tak dikenal.
"Ada apa ini, apa yang sedang terjadi?" batin Tiara.
Tiara pun memasang muka curiga yang nampak jelas pada ekspresi mukanya saat itu. Tiara juga terlihat saling menggenggam dan mengaitkan kedua telapak tanganya sendiri seakan-akan hendak memohon. Tiara memejamkan matanya beberapa saat sambil berusaha memendam rasa khawatir pada dirinya. Tiba-tiba muncul seseorang dari belakang tubuh Tiara yang langsung memegang bahu sebelah kanan Tiara sambil berkata,
"Ada apa gadis muda?" tanya orang yang memegang pundak Tiara.
"Oh, aku kira siapa. Ternyata Nyonya Lia ya." ucap Tiara.
"Iya, kenapa kamu terlihat khawatir tadi?" tanya Nyonya Lia lemah lembut.
"Tidak kok nyonya, aku tidak kenapa-kenapa." jawab Tiara perlahan
Mendengar jawaban Tiara, Nyonya Lia pun mengangguk jelas kepada Tiara untuk menunjukkan bahwa dirinya puas setelah pertanyaan yang ia ajukan telah dijawab oleh Tiara sendiri. Tapi tak bisa dipungkiri, sebenar-benarnya Nyonya Lia tau bahwa Tiara masih berada diambang kebimbangan tentang kejadian-kejadian yang menimpa diri Tiara dan teman-temannya.
Meskipun Nyonya Lia sebenarnya sedikit paham dan mengerti dengan kondisi Tiara, ia tidak ingin menambah beban lagi bagi Tiara, dengan cara Nyonya Lia berpura-pura tak mengetahui apapun tetapi perlahan dan secara diam-diam Nyonya Lia akan membantu Tiara.
"Ya sudah kalau begitu, ayo masuk. Saya buatkan kamu sup dulu ya." ujar Nyonya Lia.
"Iya nyonya, terima kasih. Maaf merepoti." jawab Tiara.
Baru saja Nyonya Lia berbalik badan untuk kembali masuk kedalam rumahnya yang terbuat dari kayu-kayu kuat itu, tiba-tiba muncul seseorang wanita berpakaian hitam berjalan kearah Nyonya Lia dan Tiara sambil memperlihatkan sebuah kobaran api diatas permukaan telapak tangannya.
"Tidak mungkin." batin Tiara kaget melihat gadis didepannya itu.
"Kenapa gadis itu membawa hawa-hawa gelap ya?" batin Nyonya Lia penasaran.
Gadis yang memakai pakaian gelap itupun semakin mendekati Nyonya Lia dan Tiara. Hingga akhirnya sang gadis misterius itu mengarahkan dan melemparkan api yang ada ditangannya menuju Tiara dan Nyonya Lia.
Be Aware...
Semua akan menjadi jelas,
Hingga waktu tak terasa terus berjalan untuk menyadarkan hati kita menuju persahabatan sejati.
Be Aware 3
hadir bawa boom like...
mampir yuk ke sini
Si Oyen Pacarku bukan manusia.