NovelToon NovelToon
CERITA KITA

CERITA KITA

Status: tamat
Genre:Komedi / Bad Boy / Tamat
Popularitas:853.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Reysha, gadis SMA yang menyelinap ke sekolah lain dengan menyamar sebagai instruktur cheerleader karena kecintaanya pada cheerleader. Disana dia justru bertemu Lukar, cowok yang pernah mempermainkannya lewat sebuah taruhan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13 Lempar Bola

Diko yang tidak ikut jam pelajaran olah raga, duduk di pinggir lapangan sepak bola. Ia melihat yang lain sedang melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Biasanya Lukar tidak berani melihat Reysha karena takut ketahuan teman-teman, tapi kali ini dia tidak berani melihat, karena takut ketahuan sama orangnya. Lukar akan kebingungan kalau seandainya kepergok gadis itu. Namun entah kenapa dia ingin melihatnya sekarang. Padahal kemarin cerita pacarannya cuma bohongan bukan?

Selama pemanasan Bimo dan kawan kawan ngomongin lebamnya Diko.

"Kamu benar-benar menghajar Diko ya," ujar Rega sambil tertawa saat lihat Diko enggak ikut olah raga. Lukar cuma senyum tipis.

"Yang bersalah memang harus mendapat hukuman," tukas Satya membela Lukar.

"Aku baru tahu kalau Reysha itu mantannya Diko. Kamu dari awal tahu soal itu kan, Sat?" Bimo memulai. Rega menutup mulut Bimo dengan tangannya. Dan Bimo mengelak.

"Hei, jangan bahas itu lah ..." Satya enggak enak sama Lukar.

"Lukar enjoy aja kok kita cerita soal Reysha," kata Bimo. Lukar hanya tersenyum. Entah iya apa tidak.

"Pemanasan selesai! Sekarang kita main lempar bola. Bikin grup empat orang ya ..." Pak Hadi memberi petunjuk.

"Laki semua apa boleh gabung sama perempuan, pak?"

"Terserah. Pokoknya empat orang." Dengar ini para cowok pada heboh mencari cewek yang lagi digebet. Trus cewek-cewek juga berebut ingin gabung sama Lukar.

"Tidak. Grup kita sudah pas." Bimo menolak. Semua cewek yang berlari ke arah Lukar mencibir dan manyun. Lukar sendiri tergelak pelan mendengarnya.

"Kamu kayak bodyguard-nya aja."

"Iya."

"Memang kamu manajernya?" Semua cewek itu rada emosi gak boleh deket sama idolanya.

"Aih, cewek-cewek ini." Bimo menggeram. Rega terkekeh.

"Hei, kok Satya malah gabung sama mereka? Bukannya sama kita?" Bimo protes. Karena ternyata Satya malah langsung geser ke belakang tempat Reysha sama Emil berdiri. 

"Kita kan satu kelas. Wajarlah kalau jadi satu grup," kilah Satya.

"Kenapa, iri lihat grup kita ada ceweknya?" tanya Figo yang juga gabung. "Lukar cemburu nih, karena Reysha ikut grupnya kita?" imbuh Figo mulai meledek Lukar.

Bukan salah Figo memang. Karena dia enggak mengerti keadaan yang sebenarnya. Satya, Bimo dan Rega kaget sendiri dengar omongan Figo barusan. Emil yang ada didekatnya Satya juga kaget. Mereka pada salah tingkah karena gak enak hati sama Lukar, tapi Reysha sendiri cuek aja.

Lukar sempat lihat ke Reysha saat denger kalimat Figo, tapi terus lihat ke arah lain. Emil menyenggol lengan Reysha kasih kode. Kepala Reysha noleh ke samping.

"Apa?" Reysha malah nanya. Jadinya Emil mengurungkan niatnya untuk kasih tahu kalau Lukar menatapnya sebentar.

"Rey, pacarmu cemburu tuh." Figo masih aja meledek.

"Hei, Go. Enggak baik meledek orang," kata Bimo sok bijak.

"Betul, betul, betul." Rega jadi kayak 'upin dan ipin'. Mereka masih merasa hal itu sangat sensitif bagi Lukar.

"Lebih baik kamu tuker tempat aja sama Lukar. Biar dia satu grup disini. Jadi kan enggak ada yang cemburu." Tiba-tiba Reysha bicara.

Saudara-saudara sekalian, kalimat Reysha barusan mematahkan semua rasa canggung umat manusia yang paham cerita Lukar dan dia. Semua pada noleh. Kelihatan dari muka Lukar kalau dia terkejut. Figo mengatupkan mulutnya.

"Becanda, Rey ... Iya, berhenti meledeknya. Sudah sudah ayo kita kumpul satu grup." Figo malah berasa itu bukan suatu masalah. Padahal itu masalah sensitif bagi Lukar. Bener gak? Belakangan Lukar jadi sensitif soal Reysha. Bawaannya jadi sendu kalau sudah menyangkut gadis aneh itu. Nah lho, kenapa juga tuh!

"Reysha itu sesuatu banget," kata Bimo.

"Benar. Dia memang sungguh di luar dugaan," imbuh Rega. "Enggak nyangka kalimat itu meluncur sesantai itu dari mulutnya."

Lukar lagi-lagi hanya diam tidak berkomentar.

Ternyata grup Bimo malah kekurangan orang. Mereka hanya bertiga.

"Pak, grup kita hanya tiga orang!" Bimo laporan. Cewek-cewek kasak kusuk mencibir karena gara-gara penolakan Bimo tadi.

"Ya sudah, kalian tambah sama saya saja," kata Pak Hadi baik. Tapi malah bikin Bimo dan Rega meringis. Bagaimana jadinya kalau harus satu grup sama guru olah raga. Lukar tak bereaksi. Semua ketawa.

Permainan lempar bola pun di mulai. Semua terlihat bersenang-senang kecuali grupnya Lukar. Kalau Lukar sih berusaha cool aja walaupun sebenarnya sempat kesel. Karena bakal jadi lebih serius karena maen lempar bolanya sama Pak Hadi. Tapi ekspresinya Bimo yang kesel kelihatan banget.

Kalau yang lainnya melempar bola sambil ketawa dan bercandaan, tidak bagi Pak Hadi. Beliau melempar bola sambil mengoreksi gerakan-gerakan yang di rasa enggak bener.

"Bimo, badan kamu harus ... bla-bla-bla ...." Seperti pelatih yang sedang melatih atletnya dalam kejuaraan nasional. Latihannya ketat banget.

"Gerakan kamu salah! ULANGI!" teriak Pak Hadi sangat bersemangat. Sementara yang dilatih sudah loyo. Mereka jadi main lempar bola lebih keras dari yang lain. Membuat anak-anak ketawa terbahak-bahak.

Para penggemar Lukar menggerutu. Menurut mereka Bimo adalah penyebab Lukar harus bekerja keras dalam permainan ini. Sorot mata mereka menatap tajam ke Bimo.

"Lukar, tangkap!" Pak Hadi melempar bola. Sepertinya terlalu jauh. Lukar mundur ke belakang. Saat itu Reysha juga sedang mundur  ke belakang untuk menerima bola dari Figo. Duk! Tak sengaja mereka bertabrakan. Sebenarnya bukan bertabrakan, tapi Reysha yang nabrak dulu.

"Maaf," kata Reysha sambil menganggukkan kepala. Lalu melempar bola balik ke Satya. Lukar mengerjap melihat Reysha ada di dekatnya.

"Bagus, Lukar!" teriak Pak Hadi puas ketika Lukar berhasil menangkap bola dengan baik.

"Selesai! Kalian bermain sangat bagus!!" Pak Hadi menepuk pundak mereka satu persatu. Permainan selesai begitu juga pelajaran olah raga.

"Huffff ...." Bimo merebahkan tubuhnya di atas rumput. Rega mensejajarkan tubuhnya dengan Bimo. Mereka sangat kelelahan. Capek dan haus.

"Ga, ambil air gih," pinta Bimo sangat kehausan.

"Enggak. Aku juga capek nih mau jalan," tolak Rega.

"Aku yang ambil air deh ..." Akhirnya Lukar inisiatif. Dia juga sebenarnya lelah, tapi sesaat tadi ada sesuatu yang membuat lelahnya hilang.  Berganti dengan perasaan tidak tenang yang muncul karena seseorang.

Lukar menuju pinggir lapangan dimana Rega meletakkan botol minuman raksasanya disana, ternyata ada Reysha. Lukar jadi canggung. Cowok ini berusaha santai.

"Kar, anak-anak mana?" tanya Satya enggak jauh dari Reysha.

"Tuh!" Lukar menunjuk ke dua orang yang merebah di bawah terik matahari. Lukar ingin segera pergi dari sana, tapi ternyata Bimo dan Rega bangkit dari tidurnya lalu berlari ke arah Lukar

Kenapa mereka malah ke sini, keluh Lukar karena sebenarnya ia ingin cepat pergi karena ada Reysha.

"Pinggangku panas," curhat Rega yang sudah tiba di depan Lukar. Mau tidak mau mereka jadi ngumpul di situ bareng Diko yang juga muncul.

"Kalian jadi bintang utama dalam olah raga kali ini," cibir Diko yang melihat mereka bertiga berkeringat deras.

"Diam, cowok lebam," kata Rega. Diko terkekeh.

"Masih sakit, Dik?" tanya Lukar yang duduk di sampingnya.

"Kenapa? Kau menyesal telah membuat karya ini? "

"Enggak. Aku ingin menambah satu lagi karyaku di tempat lainnya. Boleh?"

"Hei, berhenti mengincar ku."

Bimo dan Rega merebah lagi, tapi kali ini di tempat yang rindang di pinggir lapangan. Setelah meneguk minuman Lukar juga ikut rebahan. Terlintas lagi perasaan tidak tenang yang tadi muncul.

...b.e.r.s.a.m.b.u.n.g...

1
pawon ngebul
kakak othor akuh kecewa g ama lukar😩
LisA: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
pawon ngebul
kakak othor q suka semuaaa karyamu tapi tidak yang satu ini
gamu thor pokoknya reysa hrs sm lukar
sedih smpe trauma liat judul ni gmw baca gy uda kadung baper😩
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah bahagianya kalo hubungan direstui.. Akhirnya Reysha bisa bahagia juga..🤲🤲🤲👍👍
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Ternyata Ugi takut kena tikung..🤣🙏🤣
Qaisaa Nazarudin
Kalo Lukar bersikap Tegas untuk menolak Perjodohan itu,Dengan alasan penolakan dia udah punya Cewek,juga gak bakalan terjadi lho perjodohannya,Tapi nyatanya Lukar juga diam bae..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan udah ku duga..Ini Pesta Ultahnya Cewek ganjen..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ini pesta ultahnya Fista ceweknya Diko..
Qaisaa Nazarudin
Yalah mending trrbuka kayak Lukar, Dari pada Pengecut kayak kamu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ehem ehem suap suapan..Diko HATI mu masih aman kan? Gak kebakar kan?? 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
😂😂😂Namanya juga anak cowok kan pa..gak luka ya lebam...🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos gak tuh..Siapa aja juga akan dapat menebak permainan kalian,kalangan pertemanan kalian malah menembak Mantan salah satu teman sendiri,ufah pasti ada apa2 nya..Orang BODOH aja yg hak paham oermainan kayak gitu..Good job Reysha..👏👏👏👍👍👍💪💪
Qaisaa Nazarudin
Lha emangnya apa sangkut pautnya,kerja sambilan dengan pihak sekolah,Kan diluar jam sekolah,gak ada larangan nya Lho..
Qaisaa Nazarudin
Tega banget mempermainkan perasaan Cewek,Coba tempatkan kakak/adik perempuan kalian diposisi tu cewek,Gimana rasanya..
Qaisaa Nazarudin
Aku lebih demen baca novel ALUR nya ANAK SEKOLAHAN,Serasa balik lagi ke sekolah..heee..hak ada mikirin biaya hidup kayak Alur cerita dewasa..
fitra andriyani
jodo e ugi
fitra andriyani
rani menggunakan kekuasaan bpk e
fitra andriyani
ugi lebih jentel
aliya
bagus..suka..
Maya Sari Niken
bab ini agak bingung
fifid dwi ariani
trus sukses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!