NovelToon NovelToon
Become A Mother Of My BFF

Become A Mother Of My BFF

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari

Riana Nina Zara adalah seorang wanita yang baik dan punya pembawaan yang ceria. Ia memiliki seorang sahabat baik bernama Alina Raya Wijaya. Mereka sangat dekat karena berteman baik sejak duduk di bangku SMP. Bahkan Riana sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Orangtuanya juga selalu baik kepadanya.

Alina sendiri adalah seorang gadis piatu yang hanya tumbuh besar di bawah pengasuhan ayahnya. Ibunya meninggal dunia setelah setahun melahirkan dirinya. Sejak itu ayahnya tidak pernah menikah kembali karena fokus untuk merawat dan membesarkan dirinya.

Namun suatu hari ayahnya secara tiba-tiba memperkenalkan seorang wanita cantik kepadanya. Dan kedepannya wanita itu akan menjadi ibu sambungnya. Sayangnya ia tak menyukai wanita itu.

Apakah pernikahan itu akan terjadi atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir saja.

Ervin tampak menunggu kedua gadis itu di dalam mobil sedan mewah berwarna hitam miliknya yang terparkir di basement. Ia tampak memeriksa ponselnya untuk mengecek pekerjaannya.

Tak berapa lama kemudian ia melihat Alina dan Riana sudah tiba di basement. Keduanya memakai pakaian golf berlengan panjang dan rok di atas lutut lengkap dengan topinya. Alina memakai atasan berwarna putih liris merah dan rok merah, sementara Riana memakai pakaian serba putih.

Ini pertama kalinya Riana pergi ke tempat golf dan berpakaian seperti ini. Walaupun di rasa kurang nyaman, namun ia perlu menyesuaikan diri dengan hal ini.

Alina dan Riana serempak membuka pintu belakang. Namun Ervin menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan.

"Kamu saja Ri. Aku duduk di belakang saja." ucap Alina.

"Lho! Kok aku. Kamu dong!" bantah Riana karena merasa sungkan.

"Kamu saja ya!" desak Alina.

Akhirnya kedua gadis itu malah saling berdebat.

"Astaga kedua gadis ini." gumam Ervin mendadak sakit kepala melihat kelakuan keduanya yang seperti anak kecil.

"Sudah! Jangan ribut lagi! Riana, kamu saja yang duduk di depan, ya! Alina tidak akan pernah mau mengalah. Kasihan teman om sudah menunggu lama." ucap Ervin.

Akhirnya dengan terpaksa, Riana mengalah dan duduk di samping Ervin. Mereka pun segera pergi.

Perjalanan memakan waktu kurang dari satu jam. Mereka lalu turun setelah Ervin memarkirkan mobilnya di area parkir.

Kedua gadis itu mengikuti Ervin masuk ke dalam tempat golf.

"Apa kamu sudah pernah ke sini?" tanya Riana pada Alina.

"Pernah sih sekali. Kayaknya sekitar dua tahun yang lalu." jawabnya mengingat-ingat.

"Udah lama juga, ya?" ucap Riana.

"Iya."

Mereka lalu tiba di tempat yang sudah dipersiapkan oleh teman Ervin sebelumnya. Ervin menemui temannya yang juga merangkap sebagai asisten pribadinya. Namanya Jefri. Usianya sekitar tiga puluh dua tahun. Sepuluh tahun lebih muda dari Ervin. Jefri adalah adik dari sahabatnya sewaktu kuliah dulu. Sehingga ia sudah mengenal Jefri bahkan sebelum pria itu bekerja dengannya.

"Alina juga ikut?" tanyanya ketika melihat Alina datang bersama Ervin.

"Iya, om. Kami berdua gak ada kerjaan. Jadi kami ikut ayah ke sini." jawab Alina.

"Jangan panggil om, dong. Panggil kakak saja, ya. Aku kan masih muda." ucap Jefri.

"Panggil om saja. Usianya jauh di atas mu." timpal Ervin sinis.

"Ok, yah!" seru Alina.

"Ini teman kamu Alina? Siapa namanya? Kakak boleh kenalan, 'kan?" tanya Jefri sambil menatap ke arah Riana.

"Iya, om. Ini Riana, sahabat baikku." jawab Alina.

"Halo Riana! Aku Jefri." ucapnya memperkenalkan diri kepada Riana sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

"Saya Ri..." Kata-katanya segera terputus ketika melihat Ervin yang menyambut uluran tangan Jefri.

Raut wajah Jefri seketika berubah masam karena kesal.

"Kalian berdua jangan bicara padanya. Mengerti!" ucap Ervin memperingatkan kedua gadis itu.

"Memangnya kenapa denganku?" tanya Jefri bingung.

Ervin segera mendorong tubuh Ervin agar menjauh dari kedua gadis itu.

...****************...

Alina dan Riana tampak bermain di area driving range karena masih pemula. Bagi pe-golf pemula, driving range adalah tempat paling pas untuk belajar bermain golf. Driving range adalah tempat latihan memukul. Dalam hal ini, pegolf pemula akan melatih teknik dasar mulai dari memegang (grip), posisi badan, mengayun (swing), dan memukul (shot). Meski demikian, driving range bukan hanya fasilitas untuk pemula.

Sementara Ervin dan Jefri bermain di lapangan outdoor bersama dengan dua orang Caddy wanita. Kedua pria itu bermain sambil membicarakan tentang bisnis.

"Apa ayahmu sering ke sini?" tanya Riana pada Alina.

"Iya. Mungkin beberapa kali dalam sebulan. Ayah juga sering bertemu dengan klien di sini. Setiap pengusaha pasti seperti itu, 'kan? Kata ayah itu salah satu cara untuk membangun sebuah relasi." jelas Alina sambil mencoba untuk memukul bola golf di hadapannya.

"Oh begitu!" sahut Riana.

Kedua gadis itu tampak berusaha untuk memukul. Tetapi sepertinya bermain golf tidak semudah yang di lihat. Terutama Riana. Ia bahkan tak pernah memegang stik golf sebelumnya.

"Bagaimana cara memukulnya?" gumam Riana.

Ia terlihat canggung. Berkali-kali pukulannya meleset. Bahkan ia terlihat melempar stik golfnya.

Akhirnya ia menyerah dan memutuskan untuk beristirahat di tempat duduknya.

"Kamu kenapa kesal begitu?" tanya Alina ketika ikut duduk bersamanya.

"Permainan golf itu tidak seru." keluh Riana tampak cemberut.

"Tidak seru atau tidak bisa memainkannya?" sindirnya.

"Memangnya kamu bisa memainkannya?" sindir Riana balik.

"Tidak juga, sih!" ucap gadis itu sambil cengengesan.

Lalu Alina pamit pergi ke toilet sebentar dan meninggalkan Riana di meja itu sendirian.

Riana mengambil ponselnya untuk memeriksa sesuatu. Ia ingat jika Reyhan akan mengirimkan sesuatu melalui email hari ini.

[Aku sudah mengirimkan beberapa foto ke email mu. Periksalah segera!] -Reyhan.

Ada satu pesan masuk dari pria itu satu jam yang lalu.

Riana segera membuka email-nya dan mencari email masuk dari Reyhan.

Riana tampak kaget ketika melihat foto-foto yang di kirimkan oleh Reyhan. Beberapa foto yang memperlihatkan dengan jelas kemesraan Yasmin dan pria selingkuhannya. Sepertinya foto itu di ambil di bandara.

Bagaimana ini? Apa aku langsung memberitahukan pada om atau Alina saja? Tapi mereka mungkin mengira ini hanyalah foto editan.

Riana membalas chat dari Reyhan.

[Sepertinya itu belum cukup. Apa kamu bisa mengambil beberapa video?] -Riana.

[Video? Hmm... Bisa saja. Tapi aku perlu sedikit waktu lagi. Karena untuk mengambil video itu agak sulit.] -Reyhan

[Tidak apa-apa. Aku butuh video itu sebelum akhir bulan ini. Apa kamu bisa mengusahakannya?] -Riana

[Baiklah! Aku akan mengabarimu secepatnya.] -Reyhan

[Terima kasih Reyhan.] -Riana.

Riana lalu membuka foto-foto itu lagi dan memeriksa satu persatu foto tersebut untuk melihat wajah pria tersebut lebih jelas.

Karena terlalu fokus , ia bahkan tak sadar jika Ervin sudah berada di hadapannya.

"Ada apa Riana? Kamu kelihatannya serius sekali." tanya Ervin yang tiba-tiba duduk di sampingnya.

Karena terkejut, ia tampak gelagapan dan hampir menjatuhkan ponselnya. Untungnya Ervin langsung menangkap ponsel itu dengan cepat. Hanya saja hal itu malah membuat wajah Riana memucat seketika karena ia belum menutup email-nya.

"Kenapa wajahmu terlihat pucat? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ervin sambil mengembalikan ponsel itu padanya.

Untungnya layar ponselnya sudah mati. Sehingga Ervin tidak sempat melihatnya.

"Oh! Iya! Aku baik-baik saja. Hanya masalah tugas kuliah. A-ada sedikit kesalahan." jelasnya gelagapan.

"Oh! Apa kesalahan cukup besar? Kamu sampai gelagapan seperti itu."

"Tidak. A-aku hanya kaget saja tadi." Riana segera menyimpan ponselnya ke dalam tas ranselnya.

Hampir saja!

...****************...

1
SANG
Sembilan belas bunga untuk mu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Bintang lima untukmu dek semangat terus pantang mundur. Keren habis deh, cocok banget, mantap banget, beken deh...
SANG
Cucok banget💪👍
SANG
Keren habis💪👍
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Asyiknya💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
Lanjut ya dek💪👍
SANG
Mampir lagi ya dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iklan untuk mu dek💪👍
SANG
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Bunga untukmu dek💪👍
SANG
Berlanjut terus dengan sebuah bunga untukmu Thor/Rose/
SANG
Lanjutkan aksimu Thor💪👍
SANG
semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
like iklan plus komen💪👍
SANG
Makin asik, tambah asik💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
🍒 seru dan menarik💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!